Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Aspek Sosial Budaya dalam Perawatan Kehamilan pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Mamuju Ashriady Ashriady; Dina Mariana; Ajeng Hayuning Tiyas; Rizky Febriyanti Supriadi
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Mei 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkt.v13i1.249

Abstract

Antenatal care is one of the most important factors in preventing complications during delivery to maintain optimal growth and health of the mother and fetus. It is crucial to understand the behavior of maternity care, especially those related to socio-cultural aspects in certain areas, to know the health impacts for the baby and the mother herself. The study aims to determine the socio-cultural aspects of antenatal care in the coastal area of Mamuju, namely in Karampuang Village and Beru-Beru Village, Mamuju Regency. The subjects of this study consisted of pregnant women as the key informants, community midwives as supporting informants, shamans, and community leaders. The results showed several socio-cultural aspects carried out in antenatal care by the community in the coastal area, relating to certain dietary restrictions, myths related to specific behaviors, and special rituals performed during the pregnancy period. These cultural aspects influenced maternal health positively and negatively. It is necessary to carry out effective communication synergistically and sustainably by health workers to produce changes in attitudes and behavior related to adverse antenatal care with an adaptive approach while respecting the good values in every aspect of the culture of beliefs held by the community.
Relationship Between Mother's Characteristics and Husband's Support with the Use of Post-Partum Family Planning in Mamuju District Beauty Octavia Mahardany; Rizky Febriyanti Supriadi
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 9 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v9i1.896

Abstract

The application of Postpartum Family Planning is very important because the return of fertility to the mother after giving birth is unpredictable and can occur before the arrival of the menstrual cycle even in breastfeeding women. However, the KBPP coverage figures in Indonesia are still not satisfactory. Based on data from the 2019 Indonesia Health Profile, the coverage of KBPP in Indonesia has only reached 35.1%, while the coverage of using KBPP in West Sulawesi Province only reached 20%. The decision to use postpartum family planning for postpartum mothers is influenced by several factors, including the characteristics of the mother (education level, economic status, distance from home to health facilities) and husband's support. The purpose of this study was to analyze the relationship between mother's characteristics and husband's support for the use of postpartum family planning in Mamuju Regency. The method used is a quantitative method with a cross sectional approach. Sampling used a purposive sampling technique according to the inclusion and exclusion criteria. The sample used was 400 postpartum mothers in Mamuju Regency. The dependent variable is the use of KBPP and the independent variable is the characteristics of the mother and husband's support. The type of data analysis used was the contingency coefficient C test. The results showed that there was a significant relationship between economic level, distance from home to health facilities and husband's support for the decision to use postpartum family planning (p <0.05). Conclusion: there is a statistically significant relationship between the characteristics of the mother which includes economic status, distance to health facilities and husband's support for the use of Postpartum Family Planning in Mamuju District
Pemanfaatan Ubi Jalar Sebagai Makanan Tambahan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik Mariana, Dina; Supriadi, Rizky Febriyanti; Ahmady, Ahmady
Borneo Community Health Service Journal VOLUME 4 NOMOR 2 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/neotyce.v4i2.5639

Abstract

Penyebab utama stunting diketahui berasal dari nutrisi yang tidak memadai selama tahap kehidupan anak, termasuk kehamilan. Terdapat hubungan yang erat antara riwayat KEK pada ibu hamil dan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Pada ibu dengan KEK, nutrisi yang tersedia tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin selama kehamilan. Kondisi ibu hamil yang memiliki riwayat kekurangan energi kronis dapat diatasi dengan meningkatkan asupan gizi selama kehamilan. Kasus KEK pada ibu hamil di Mamuju masih sering ditemui, dan Sulawesi Barat berada pada peringkat kedua dengan angka stunting tertinggi di Indonesia. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah gizi ialah melalui pemberian makanan tambahan. Petani di Mamuju memanfaatkan musim kering untuk menanam ubi jalar karena resiko gagal panen yang mungkin diderita. Hasil tani ubi jalar berlimpah sehingga dapat ditemukan dengan sangat mudah. Ubi jalar terbukti dapat meningkatkan berat badan ibu dengan status KEK. Mitra dalam kegiatan ini ialah Puskesmas Beru-Beru, di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Sasaran kegiatan ialah ibu hamildan Kader kesehatan.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode Pendidikan Masyarakat dan Pelatihan untuk ibu hamil dan kader dalam pemanfaatan olahan pangan ubi jalar untuk penanganan KEK pada ibu hamil. Terjadi peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan kepada para peserta setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, dan setiap peserta dapat melakukan pengolahan sumber pangan lokal ubi jalar sebagai PMT pada ibu hamil.
Studi Tumbuh Kembang Anak Usia 26 – 60 Bulan di Kabupaten Mamuju Rizky Febriyanti Supriadi; Ahmady Ahmady
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1115

Abstract

Sejak masa konsepsi telah dimulai proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, sehingga diperlukan persiapan optimal oleh ibu dan keluarga dalam masa 1000 hari pertama kehidupan. Stunting merupakan salah satu gangguan pertumbuhan yang timbul akibat kurang optimalnya persiapan sejak masa pra konsepsi hingga anak usia 2 tahun. Gangguan perkembangan muncul sebagai akibat kurangnya asupan nutrisi serta kurangnya stimulasi yang diberikan. Kasus stunting di Sulawesi Barat masih sangat tinggi namun masih kurangnya data yang tersedia mengenai jumlah kejadian stunting sebagai salah satu gangguan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pertumbuhan perkembangan anak usia 24 – 60 bulan di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada 400 anak usia 24 – 60 bulan di Kabupaten Mamuju. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dari teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif yaitu analisis univariat bivariat. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS Ver. 25 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% dan p value < 0,05. Uji statistika Spearman dilakukan untuk menguji korelasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan masih tingginya angka gangguan pertumbuhan dan perkembangan di Kabupaten Mamuju. Sebanyak 39% dari 400 anak ditemukan mengalami stunting, 15% mengalami berat badan kurang (underweight), 8.5% mengalami gizi kurang, dan 1.8% mengalami gizi buruk. Ditemukan 33.5% anak yang diduga memiliki gangguan perkembangan dan 10.3% anak teridentifikasi perkembangannya tidak sesuai. Selain itu, dibuktikan bahwa ada hubungan antara pertumbuhan yang terganggu terhadap perkembangan anak secara signifikan (p value < 0,05).
Pengaruh Konseling terhadap Keputusan Penggunaan KB Pasca Persalinan di Kabupaten Mamuju n Mamuju Beauty Octavia Mahardany; Rizky Febriyanti Supriadi; Wahida wahida
Jurnal Kebidanan Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Kebidanan Maret 2023
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.1116

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang diprediksi akan mendapat “bonus demografi” pada tahun 2020-2030. Dalam rangka mengantisipasi kemungkinan masalah tersebut, pemerintah telah membuat suatu program yang disebut Program Keluarga Berencana (KB). Salah satu KB yang dianggap penting adalah KB Pasca Persalinan (KBPP) karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus menstruasi. Sulawesi Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki cakupan akseptor KBPP rendah, yakni 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap keputusan penggunaan KB Pasca Persalinan di Kabupaten Mamuju. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel yang digunakan sebanyak 400 ibu nifas yang berada di Kabupaten Mamuju. Variabel dependen adalah penggunaan KBPP dan variable independent adalah pemberian konseling KB. Jenis analisa data yang digunakan adalah uji contingency coefficient C. Hasil penelitian menunjukkan 295 orang yang menerima konseling KB oleh tenaga Kesehatan memutuskan untuk menggunakan KBPP setelah persalinan. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan adanya hubungan yang signifikan antara konseling KB terhadap keputusan penggunaan KB Pasca Persalinan (p < 0,05).
Social Cultural Aspects During Childbirth of Coastal Community Mamuju Regency Supriadi, Rizky Febriyanti; Ashriady, Ashriady; Mariana, Dina; Tiyas, Ajeng Hayuning; Salim, Luthfi Agus
Jurnal Bidan Cerdas Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jbc.v7i2.3426

Abstract

Background: Pregnancy and birth experience is essentially a social construction shaped by cultural perceptions and practices. It is crucial for healthcare professionals to identify the most common practices in their environment to improve the concept of care for the patients. This study aimed to determine the socio-cultural aspects of childbirth care in the coastal area of Mamuju (Karampuang and Beru-Beru villages), Mamuju Regency. Methods: This study use a qualitative research method with a phenomenological approach. The subjects of this study consisted of the primary informants, the mothers in labor, and supporting informants, the village midwives, shamans, and community leaders. Results: It showed that the socio-cultural aspects during childbirth were in the form of myths or beliefs related to specific behaviors and rituals. The behavior is a form of symbolic language containing the meaning of merit or to ease the labor process. From a health perspective, these myths do not have a direct negative impact on health status. However, some myths can maintain and improve maternal health if adequately supervised. Conclusion: Healthcare professionals need a synergistically and sustainably practical communication approach to change attitudes and behavior related to childbirth care with an adaptive approach while respecting the good values in every aspect of culture.
EMPOWERING TEENAGERS AND ADOLESCENT CADRES TO PREVENT EARLY MARRIAGE AS A RISK FACTOR FOR STUNTING INCIDENTS Supriadi, Rizky Febriyanti; Ahmady, Ahmady
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1727

Abstract

Early marriage is one of the indirect factors causing stunting in children. This is because early marriage not only impacts a mother's physical readiness but also her psychological state, which can affect child-rearing practices. In Mamuju Regency, the prevalence of early marriage is quite high, ranking second at 14.28%. Early marriage remains a common occurrence and an ongoing trend. Additionally, there is a lack of knowledge among adolescents regarding adolescent reproductive health, and insufficient monitoring and identification of adolescent reproductive health issues. The proposed solution is to increase adolescents' knowledge through education and mentoring programs on adolescent reproductive health. The implementation method involves conducting education and training for adolescent cadres on adolescent health and conducting adolescent reproductive health examinations using a peer education method. The results of this community service activity showed an increase of more than 40% in participants' knowledge of stunting and the impacts of early marriage. The health monitoring of adolescent girls identified 13 out of 62 female students who experienced anemia, and 2 female students who had menstrual disorders. The sustainability of this community service activity is achieved through adolescent cadres conducting peer education to all adolescents in Kelurahan Bebanga
PENGARUH EDUKASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN BOOKLET TERHADAP BERAT BADAN BALITA (24-59 BULAN) Mahardany, Beauty Octavia; Supriadi, Rizky Febriyanti; Ahmady; Nanda Norisa; Aida Fitriani
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 9 No. 3 (2025): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v9i3.177

Abstract

Abstract. Stunting and undernutrition remain major public health challenges in Indonesia. Educational interventions are crucial, yet direct, periodic evaluations of print media's impact on children's weight gain are limited. This study aimed to analyze the effect of providing child growth and development education using a booklet medium on the weight gain of toddlers aged 24–59 months. A Quasi-Experimental One Group Pretest-Posttest Design with Repeated Measures was conducted, involving 30 toddlers selected via purposive sampling across Mamuju and West Aceh Regencies. The booklet-based educational intervention was administered and measured over four time points (pre-intervention, month 1, month 2, and month 3). Weight data were analyzed using Repeated Measures ANOVA and followed by a Post Hoc Bonferroni test (after Greenhouse-Geisser correction). Significance was set at ? = 0.05. The main analysis showed a highly significant effect of the education on toddler weight gain (F=40.875, p=0.000). The resulting effect size was large (?p2 = 0.585). The Post Hoc Bonferroni test confirmed that significant weight gain occurred between every time comparison (p ? 0.025). The repeated provision of child growth and development education using booklet media is proven to be highly effective as a strategy to increase and maintain toddler weight gain. This intervention is recommended for consistent integration and implementation within nutrition programs at the Posyandu or Primary Healthcare Center level. Abstrak. Gangguan pertumbuhan balita di Indonesia, khususnya stunting dan gizi kurang, masih menjadi tantangan utama. Intervensi edukasi merupakan strategi kunci, namun evaluasi langsung dan berkala terhadap dampak media edukasi cetak terhadap kenaikan berat badan balita masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi tumbuh kembang anak menggunakan media booklet terhadap kenaikan berat badan balita usia 24–59 bulan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental One Group Pretest-Posttest Design with Repeated Measures, melibatkan 30 balita yang dipilih secara purposive sampling di Mamuju dan Aceh Barat. Intervensi berupa edukasi booklet diberikan dan diulang pada empat titik pengukuran (sebelum intervensi, bulan pertama, kedua, dan ketiga). Data berat badan dianalisis menggunakan Repeated Measures ANOVA, dilanjutkan Post Hoc Bonferroni (setelah koreksi Greenhouse-Geisser). Tingkat signifikansi ditetapkan ? = 0.05. Analisis utama menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan dari edukasi terhadap kenaikan berat badan balita (F=40.875, p=0.000). Effect size yang dihasilkan tergolong besar (?p2 = 0.585). Uji Post Hoc Bonferroni mengkonfirmasi bahwa kenaikan berat badan terjadi secara signifikan pada setiap perbandingan antar waktu (p ? 0.025). Pemberian edukasi tumbuh kembang anak menggunakan media booklet secara berulang terbukti sangat efektif sebagai strategi untuk meningkatkan dan mempertahankan kenaikan berat badan balita. Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dan diterapkan konsisten dalam program gizi di tingkat Posyandu atau Puskesmas.