Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

LOW CARBON CONCRETE: CEMENT REPLACEMENT UTILIZING FLY ASH Dimas Langga Chandra Galuh; M Afif Shulhan; Iskandar Yasin; Sukiyono Sukiyono
Journal of Green Science and Technology Vol 6, No 1 (2022): VOL 6, NO 1 (2022): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL. 6 NO. 1 MARCH 2
Publisher : FAKULTAS TEKNNIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v6i1.6495

Abstract

Reducing the cement content in concrete is the need for environmental sustainability, as cement produces a significant carbon emission. This work aims to study the effect of partial replacement of the cement utilizing fly ash at the various percentage of substitution by investigating the physical characteristic of concrete ingredients, compressive testing at various curing age, workability, and material cost reduction. Fly ash used in this research is categorized as type F, which obtained from Jepara powerplant. Along with fly ash, ordinary pozzolan cement (OPC) from Semen Gresik used as binder material. The fine and coarse aggregates quarried consecutively from Magelang Regency and Kulon Progo Regency, Indonesia. All the constitutes being observed on specific gravity, gradation test, clay lumps content, and abrasion resistance. The job mix formula developed adopting Indonesian Standard based on the physical data obtained previously, resulting in five levels of cement replacement which is 0%, 15%,20%, 25%, and 30% compared to cementitious weight. Concrete cylinder specimen having 150 mm on the diameter and length of 300 mm, tested at various age (7,14, and 28 days) to obtained compressive strength and strength development during curing age. The current works remarks that all level of replacement obtained a good agreement with targeted compressive strength (25 MPa) at the age of 14 days. However, the more fly ash supplemented in the mixture, strength development possesses a slower rate and a slight declining on workability. Eventhough the slump value still comply with the requirement given by the Indonesian Standard.
LOW CARBON CONCRETE: CEMENT REPLACEMENT UTILIZING FLY ASH Dimas Langga Chandra Galuh; M Afif Shulhan; Iskandar Yasin; Sukiyono Sukiyono
Journal of Green Science and Technology Vol 6 No 1 (2022): VOL 6, NO 1 (2022): JOURNAL OF GREEN SCIENCE AND TECHNOLOGY VOL. 6 NO. 1 MARCH 20
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v6i1.6495

Abstract

Reducing the cement content in concrete is the need for environmental sustainability, as cement produces a significant carbon emission. This work aims to study the effect of partial replacement of the cement utilizing fly ash at the various percentage of substitution by investigating the physical characteristic of concrete ingredients, compressive testing at various curing age, workability, and material cost reduction. Fly ash used in this research is categorized as type F, which obtained from Jepara powerplant. Along with fly ash, ordinary pozzolan cement (OPC) from Semen Gresik used as binder material. The fine and coarse aggregates quarried consecutively from Magelang Regency and Kulon Progo Regency, Indonesia. All the constitutes being observed on specific gravity, gradation test, clay lumps content, and abrasion resistance. The job mix formula developed adopting Indonesian Standard based on the physical data obtained previously, resulting in five levels of cement replacement which is 0%, 15%,20%, 25%, and 30% compared to cementitious weight. Concrete cylinder specimen having 150 mm on the diameter and length of 300 mm, tested at various age (7,14, and 28 days) to obtained compressive strength and strength development during curing age. The current works remarks that all level of replacement obtained a good agreement with targeted compressive strength (25 MPa) at the age of 14 days. However, the more fly ash supplemented in the mixture, strength development possesses a slower rate and a slight declining on workability. Eventhough the slump value still comply with the requirement given by the Indonesian Standard.
Analisis Kecelakaan Lalu Lintas Jalan Parangtritis Yogyakarta dengan Metode Accident Rate Salmon Hunga Milla; Zainul Faizien Haza; Dimas Langga Chandra Galuh; Agus Priyanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan jumlah kepemilikan kendaraan tidak dapat di batasi dan kebutuhan masyarakat tidak terlepas dari sarana prasarana transportasi. Semakin padatnya volume kendaraan maka akan semakin besar kemungkinan terjadinya suatu kecelakaan. Suatu kecelakaan juga bisa terjadi karena faktor manusia,jalan dan kendaraan itu sendiri. Pada studi kasus ruas jalan parangtritis kilometer 4,5-kilometer 11,5 sering terjadi kecelakaan. Tipe lingkungan sepanjang ruas jalan parangtritis adalah komersial, jalan parangtritis juga adalah jalur pariwisata dan kepadatan penduduk yang sangat tinggi di sepanjang ruas jalan tersebut, sehingga penulis ingin menganalisis kecelakaan yang terjadi pada jalan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah pengamatan secara langsung dan pengumpulana data angka kecelakaan selama periode tahun 2017-2021 dari pihak kepolisian Polres Bantul, kemudian data diolah dengan perhitungan Accident Rate. Hasil perhitungan adalah rata-rata kecelakaan pada ruas Manding-Gabusan(2,7 km) 19,2 kecelakaan/tahun, ruas Gabusan-Gatak(1,8 km) 22 kecelakaan/tahun, ruas Gatak-Cabean(2,5 km) 24,4 kecelakaan/tahun, ruas Cabean-Taru(2,8 km) 23,2 kecelakaan/tahun dan ruas Tarudan-Druwo(1,7 km) 20 kecelakaan/tahun. Tingkat angka kecelakaan pada ruas jalan parangtrits dari 2017 (96 kasus) mengalami peningkatan sampai dengan 2019 (122 kasus) dan 2019 sampai 2021 kasus kecelakaan mengalami penurunan dengan jumlah kasus pada 2021 sebanyak 100 kasus. Pada ruas jalan Gatak-Cabean (km7 - km9) adalah ruas jalan yang memiliki kasus paling banyak yaitu 122 kasus kecelakaan/5tahun terakhir. Untuk mengurangi angka kecelakaan pada ruas jalan parangtritis, dapat menerapkan beberapa metode seperti metode pre-emtif (penangkalan), yaitu pemberian rambu dan edukasi, metode preventif (pencegahan) yaitu penjagaan pos polisi (pospol),patroli,teguran, metode yang terakhir adalah represif (penanggulangan) yaitu penegakan hukum yang tegas kepada pengemudi yang melanggar peraturan.
Analisis Kapasitas Parkir Sepeda Motor dan Mobil di Pasar Jelojok Kabupaten Lombok Tengah Lalu Kaspul Asror; Dimas Langga Chandra Galuh; Lilik Hendro Widaryanto
RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2023): April
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineer, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/renovasi.v8i1.14432

Abstract

Pasar Jelojok dulunya merupakan pasar tradisional kini berubah menjadi pasar modern, pasar Jelojok Kopang ini berada diareal tanah seluas 3,14 Ha dan telah banyak menyerap tenaga kerja, begitu juga dengan bangunan yang di desain dengan sedemikian rupa dan dilengkapi lapak/took tempat jualan pedagang. Namun karena ketidak tahuan pihak pengelola pasar tentang kapasitas parkir yang dapat ditampung oleh tempat parkir menyebabkan banyak di temukan kendaraan yang parkir sembarangan. Dari hasil survei jumlah ruang parkir kendaraan sepeda motor yang tersedia di pasar Jelojok sebanyak 315 SRP sedangkan untuk mobil tersedia sebanyak 130 SRP. Karakteristik parkir sepeda motor dapat diketahui nilai akumulasi tertinggi adalah 664 kendaraan, indeks parkir sebesar 2,1, volume puncak sebesar 1238, dan nilai trun over parkir yaitu sebesar 3,9 kend/stall. Dan untuk hasil analisis karakteristik parkir mobil dapat diketahui nilai akumulasi tertinggi adalah 71 kendaraan, indeks parkir tertinggi sebesar 0,5 volume puncak terbesar sebanyak 93, dan nilai turn over parkir yaitu sebesar 0,7 kend/stall. Jumlah ruang parkir sepeda motor yang tersedia lebih sedikit dari kebutuhan ruang parkir yang dimana  sebanyak 315 kendaraan, artinya ruang parkir yang tersedia kurang sebanyak -349 SRP, maka perlu dilakukan perbaikan atau penambahan ruang parkir sepeda motor sedangkan ruang parkir mobil yang teredia sudah mampu mencukupi kebutuhan parkir yg dibutuhkan.