Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Central Publisher

PENGENALAN PLC SEBAGAI PUSAT KONTROL DALAM SISTEM OTOMASI INDUSTRI Deitje Pongoh; Leony Wenno; Jhosua Lumentut; Valentino Kambey; Aprillio Aring
Journal Central Publisher Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.182 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i4.79

Abstract

Latar Belakang : Makalah ini memaparkan hasil penelitian tentang pengembangan alat praktikum dalam bidang otomasi industri berbasis perangkat pengontrol terprogram. Peralatan ini dibuat dengan konsep real mobile plant trainer dan bersifat modular, yaitu peralatan praktikum dasar otomasi industri yang betulbetul nyata seperti sistem otomasi di industri dan memudahkan ketika berpindahpindah tempat (bersifat mobile), selain itu alat praktikum ini bersifat modular yaitu dapat dibongkar pasang sesuai dengan pekerjaan otomasi yang akan dilakukan. Peralatan praktikum dasar otomasi industri ini memiliki dua kelompok peralatan, yang pertama peralatan utama yang terdiri dari modul PLC , modul I/O dan modul catu daya, kedua peralatan real plant yang terdiri dari modul-modul yang digunakan untuk melatih logika dan aplikasi otomasi di industri, modulmodul ini dapat secara leluasa diperbanyak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Perangkat modulmodul real plant dirancang untuk meningkatkan kemampuan aplikasi logika dasar dalam proses otomasi industri. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang cara kerja PLC (Programmable Logic Control) dalam sistem otomasi industry. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana data-data didapatkan melalui sumber-sumber lain, lalu kemudaian dijabarkan dalam bentuk desktiptif. Hasil dan Pembahasan : PLC Omron CPM2A-20 CDR merupakan alat praktikum dasar otomasi industri yang dirancang berkonsep mobile, yaitu mudah dibawa sehingga pengguna tidak mengalami kesulitan jika menginginkan mengadakan simulasi di depan kelas ataupun di tempat yang lain. Secara lengkap gambaran desain kontruksi modul latih tersebut terlihat pada. Kerangka modul latih ini memiliki panjang 1300 mm, lebar 500 mm dan tinggi 1200 mm. Pengembangan trainer kit lift dengan kontrol suara berbasis PLC Omron CP1E pada mata pelajaran instalasi motor listrik mengadaptasi model penelitian pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) menurut Lee dan Owens dengan beberapa penyesuaian. Setelah pembuatan media, handbook dan jobsheet selesai dikerjakan, maka langkah selanjutnya dilakukan pengujian dan unjuk kerja oleh ahli media, ahli materi dan peserta didik. Kesimpulan : PLC Omron CPM2A-20 CDR sebagai peralatan praktikum dasar otomasi industri modular ini sangat direkomendasikan untuk dipergunakan sebagai peralatan praktikum sistem kontrol berbasis PLC dan dapat mendukung eksperimen sistem kontrol yang lebih kompleks. Integrasi PLC dengan perangkat HMI dilakukan untuk memenuhi tuntutan perkembangan teknologi sistem otomasi industri yang sedang berkembang. Sehingga peralatan praktikum ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi penggunanya. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai pendukung utama pembelajaran otomasi industri di perguruan tinggi.
EFEKTIFITAS PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG RANGKAIAN INSTALASI LISTRIK DENGAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS PROJECT Muchdar Daeng Patabo; Deitje S Pongoh; Mutiara Christyani Tengkue; Mohamad Fadly Alfarizi; Marcel Kornelis
Journal Central Publisher Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.039 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i4.82

Abstract

Latar Belakang : Latar belakang penelitian ini Kehidupan dizaman sekarang sudah sangat bergantung pada energi listrik Pendistribusian listrik ke rumah[1]rumah masyarakat ,perkantoran, swalayan,tentu membutuhkan Rangkaian Instalasi listrik yang sesuai dengan kondisi bangunan dan kebutuhan konsumen. Instalasi rumah wajib mengikuti PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik). Hal ini diikuti dengan dibutuhkannya seorang Instalatir yang Kompeten serta handal dalam bidang kelistrikan. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan pedoman pentingnya pemahaman rangkaian Instalasi Listrik yan benar dan sesuai dengan ketentuan yaitu PUIL (Peraturan Umum Instalasi Listrik) untuk mencegah masalah yang diakibatkan kesalahan perangkaian istalasi listrik. Lewat pembelajaran berbasis project ini mahasiswa diharapkan mampu menganalisa ,merancang ,menghitung total biaya yang diperlukan, memasang komponen berdasarkan rancangan instalasi yang sudah dibuat,dan yang paling utama adalah melatih komunikasi yang baik,dan hubungan kerjasama dalam tim.. Metode : Metode meliputi perencanaan yaitu survei awal lokasi, pembicaraan dan tanda tangan surat persetujuan dengan pemilik rumah, perhitungan rab(rencana anggaran biaya),desain diagram lokasi dan pengawatan mengikuti denah rumah, pelaksanaan instalasi tenaga listrik,hasil yang didapatkan lewat pengujian, yaitu semua saklar dan stop kontak berfungsi dengan baik. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil yang didapatkan ,dapat disimpulkan bahwa, nyala lampu terang dan stop kontak berfungsi ,karena penyambungan kabel yang benar dan harus sesuai dengan diagram lokasi dan diagram pengawatan,pemasangan stop kontak harus dengan kabel grounding untuk menghindari arus berlebih yang dapat membahayakan mahluk hidup,pemasangan saklar dan stop kontak memerlukan pedoman berupa desain diagram lokasi dan pengawatan untuk memudahkan instalatir dalam proses pemasangan instalasi tenaga listrik. Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang didapatkan ,dapat disimpulkan bahwa : (1) Nyala lampu terang dan stop kontak berfungsi ,karena penyambungan kabel yang benar dan harus sesuai dengan diagram lokasi dan diagram pengawatan (2) Pemasangan stop kontak harus dengan kabel grounding untuk menghindari arus berlebih yang dapat membahayakan mahluk hidup (3) Pemasangan saklar dan stop kontak memerlukan pedoman berupa desain diagram lokasi dan pengawatan untuk memudahkan instalatir dalam proses pemasangan instalasi tenaga listrik (4) Sebelum penyambungan kabel KWh meter dengan MCB (Miniature Circuit Breaker). Terlrbih dahulu di offkan (5) Project Based Learning melatih mahasiswa untuk berpikir kritis dan logis berdasar pada fakta yang ditemui di lapangan
PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN INSTALASI PENERANGAN KORIDOR DENGAN METODE BREAKDOWN MAINTANANCE Deitje S Pongoh; Maureen Langie; Natanael Lombok; Yosua Ayub Krisen; Michelle Mongkau
Journal Central Publisher Vol 1 No 4 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.43 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i4.90

Abstract

Latar Belakang : Perawatan dan pemeliharaan pada instalasi penerangan sangat penting dilakukan karena faktanya kerusakan pada instalasi penerangan dapat Berpengaruh pada, Berdampak pada keselamatan, Mengakibatkan biaya tinggi. Tujuan : Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah tujuan perawatan dan pemeliharaan instalasi penerangan untuk memastikan agar instalasi tersebut selalu berfungsi dengan baik dan berdaya guna dan tidak mengganggu aktivitas serta keselamatan orang yang menggunakannya Metode : Metode breakdown maintenance adalah metode perawatan yang dilakukan ketika suatu alat atau instalasi mengalami kerusakan atau breakdown. Dalam metode breakdown maintenance, perawatan dan pemeliharaan dilakukan hanya ketika terjadi kerusakan atau breakdown pada instalasi penerangan. Hasil dan Pembahasan : Sangat penting untuk melakukan inspeksi visual secara rutin pada instalasi penerangan agar dapat mendeteksi kerusakan sejak dini dan mencegah terjadinya. Setelah pelakasanaan perawatan dan pemeliharaan semua komponen dapat berfungsi dengan baik karena semua komponen yang rusak telah dilakukan perawatan secara maksimal. Pengecekan isolasi kabel dan vitting lampu dilakukan agar tidak terjadi kebocoran listrik yang berbahaya. Kesimpulan : Berdasarkan pembahasan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa breakdown maintenance merupakan salah satu metode perawatan dan pemeliharaan instalasi penerangan yang dilakukan ketika terjadi kerusakan atau breakdown pada sistem tersebut. Metode ini merupakan cara yang efektif dalam melakukan perbaikan pada instalasi penerangan karena berfokus pada perbaikan yang dilakukan setelah terjadinya kerusakan.
PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN JARAK JAUH PADA SISTEM LISTRIK BEBAS UNTUK APLIKASI INTERNET OF THINGS (IOT) Deitje Pongoh; Josephin Sundah; Yohanes Mende; Johanes Larawona; Siti Masita Sugeha
Journal Central Publisher Vol 1 No 7 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v1i7.156

Abstract

Latar Belakang : Penggunaan Internet of Things (IoT) telah merevolusi cara kita berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan mengoptimalkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Namun, kendala utama dalam pengembangan IoT adalah pengelolaan daya dan keterbatasan sumber daya pada perangkat IoT. Dalam upaya untuk mengatasi kendala ini, teknologi listrik bebas telah muncul sebagai alternatif yang menjanjikan untuk mentransfer daya nirkabel ke perangkat IoT, Kendati demikian, penggunaan teknologi listrik bebas dalam aplikasi IoT memerlukan pemantauan dan pengendalian yang canggih. Tujuan : Melalui penelitian ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi aplikasi IoT yang lebih efisien dan l dengan teknologi listrik bebas. Selain itu, kami akan mengidentifikasi peluang pengembangan masa depan dalam hal pemantauan, pengendalian, dan keamanan untuk sistem listrik bebas yang akan membentuk fondasi implementasi IoT yang lebih canggih. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif adalah pendekatan yang mengumpulkan data berupa angka atau data berdasarkan pengukuran dan penghitungan. Dalam konteks penelitian "Pemantauan dan Pengendalian Jarak Jauh pada Sistem Listrik Bebas untuk Aplikasi Internet of Things (IoT). Hasil dan Pembahasan : Penelitian ini akan menjadi panduan penting bagi para peneliti, pengembang, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan ini dalam mengembangkan IoT yang lebih baik. Kesimpulan : Teknik pengendalian jarak jauh memungkinkan pengguna atau sistem untuk mengatur daya, frekuensi kerja, respons, dan adaptasi perangkat IoT sesuai kebutuhan. Ini membantu mengoptimalkan penggunaan daya. Integrasi teknologi pemantauan dan pengendalian dengan sistem listrik bebas memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung komunikasi nirkabel dan protokol kontrol yang sesuai.
PERANCANGAN MERAKIT SPEAKER AKTIF MENGGUNAKAN DRIVER MIDRANGE ATAU WOOFER Deitje Pongoh; David I.S. Mantiri; Andrew Makaingat; Yosia K.Z Bulahari; Alfredo Maatota
Journal Central Publisher Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Merakit speaker aktif 6 inci melibatkan beberapa tahap, termasuk memilih komponen yang tepat, memotong dan mengebor lubang pada kotak, speaker, menghubungkan kabel ke terminal, memasang driver speaker, dan menutup kotak dengan tutup. Penting untuk memperhatikan detail seperti impedansi, sensitivitas, dan daya tangkap saat memilih komponen untuk memastikan suara yang jernih dan kualitas suara yang baik. Setelah merakit, perlu diuji dengan alat ukur dan diatur sesuai dengan kebutuhan. Merakit speaker 6 inci membutuhkan keterampilan teknis yang memadai, namun dapat memberikan kepuasan dan hasil suara yang lebih baik daripada speaker siap pakai. Tujuan : Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Langkahlangkah pembuatan speaker aktif 6 Inch, pemilihan bahan-bahan serta pengujian kinerja speaker aktif dengan menggunakan beberapa alat ukur. Metode : Metode Penelitian menggunakan Penelitian Kualitatif dengan melakukan beberapa pengujian menggunakan standar pengujian alat ukur audio seperti; oscilloscope dan spectrum analyzer. Hasil dan Pembahasan : Dalam pembahasan, hasil pengukuran kinerja speaker aktif 6 inci dapat dibandingkan dengan spesifikasi speaker yang sudah jadi. Dari hasil pengukuran respons frekuensi, dapat diketahui bahwa speaker aktif yang dirakit memiliki respons frekuensi yang linier pada rentang frekuensi yang diinginkan, yaitu antara 80 Hz hingga 20 kHz. Selain itu, tingkat distorsi yang dihasilkan oleh speaker ini juga tergolong rendah, sehingga mampu menghasilkan suara yang jernih dan berkualitas tinggi. Dalam hal pembuatan crossover, pemilihan komponen crossover yang tepat dan pasangan komponen yang benar sangat berpengaruh pada kinerja speaker. Pada penelitian ini, komponen crossover yang digunakan telah sesuai dengan frekuensi crossover yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga dapat menghasilkan pemisahan frekuensi yang baik antara driver midrange dan tweeter. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa merakit speaker 6 inci membutuhkan beberapa komponen seperti driver speaker, kawat kumparan, kapasitor, resistor, dan crossover. Selain itu, dalam merakit speaker 6 inci, perlu diperhatikan juga tentang karakteristik suara yang diinginkan. Seperti misalnya, untuk mendapatkan suara yang jernih dan berkualitas, perlu menggunakan material yang berkualitas, memperhatikan dimensi serta bentuk dari box speaker., melakukan perhitungan matematis untuk menentukan jenis dan ukuran komponen yang tepat, serta melakukan pengujian terhadap speaker yang telah dirakit untuk memastikan bahwa kualitas suaranya sesuai dengan yang diinginkan.