Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan DMAIC dan FMEA Untuk Pengendalian Kualitas Produk Kemasan Kertas Perusahaan Percetakan PT.XYZ Wardana, Aji Pramudya; Widiasih, Wiwin
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 5, No 1 (2023): Jurnal SENOPATI Vol.5 No.1
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2023.v5i1.4562

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin maju berdampingan dengan perkembangan teknologi industri sehingga menjadi ketatnya kompetisi bisnis. Maka para perusahaan bersaing untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas tinggi .Rata-rata persentase cacat selama periode 2021 memiliki persentase cacat sebesar 3,42%. Dengan tinginya presentase cacat pada perusahaan yang mencapai 3,42% telah melewati ambang batas cacat yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Perusahaan memberikan batas cacat sebesar 3% tetapi pada kenyataan di lapangan menunjukan persentase cacat yang sudah melewati batas. Ketidak sesuaian dari hasil cacat dengan standar yang ditetapkan perusahaan berdampak terhadap proses produksi. Diperlukan pengendalian kualitas produk yang bertujuan agar perusahaan menghasilkan produk sesuai dengan standar perusahaan. Pengendalian kualitas menggunakan metode DMAIC (Defect, Measure, Analyze, Improve, and Control. Dengan menjadikan Failure Mode and Effect Analisys  FMEA sebagai analisis terhadap produk cacat dan melakukan metode DMAIC (Defect, Measure, Analyze, Improve, and Control) untuk melakukan perbaikan pengendalian kualitas. Berhasil mengidentifikasi penyebab cacat yang terjadi pada saat produksi dan menemukan penyelesaian yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat cacat produk. Berhasil melakukan penerapan pengendalian kualitas dengan metode DMAIC dan FMEA sehingga terjadi penurunan persentase cacat produk dari 3,42% menjadi 1,14%. Dengan penurunan yang terjadi sudah sesuai dengan target menurunkan cacat dibawah 3%.
Strategi Mitigasi Risiko pada Produksi Surimi Beku dengan Metode House of Risk (HOR) dan SCOR Model Adelia, Vonny; Widiasih, Wiwin
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 5, No 1 (2023): Jurnal SENOPATI Vol.5 No.1
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2023.v5i1.4575

Abstract

PT. Starfood International adalah perusahaan yang bergerak dibidang ekspor hasil laut, yang beralamat di Jl. Raya Daendles KM 76. Desa Kandangsemangkon, Kec. Paciran Kab. Lamongan. PT. Starfood International memiliki 3 produk, salah satunya yaitu Surimi. Risiko adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan atau datang tidak diduga yang mengakibatkan kerugian. Pada identifikasi permasalahan tahap awal, kendala yang dihadapi perusahaan yaitu ketidakstabilan pasokan bahan baku berupa ikan karena bergantung pada cuaca atau faktor alam. Dengan hal itu, kendala atau tantangan yang terkait dengan perusahan perikanan dapat diminimasi dengan mengelolah proses rantai pasok / supply chain, dimana kegiatan tersebut dari memasok bahan baku hingga pendistribusian ke tangan konsumen. Penelitian ini menggunakan model  SCOR dan House Of Risk (HOR). Pada tahap HOR 1 mengidentifikasi kejadian risiko, menentukan penilaian severity, penilaian occurrence, korelasi antara risk event dengan risk agen dan perhitungan nilai ARP. Hasil dari identifikasi risiko didapatkan 13 kejadian risiko dan 20 agen risiko. Terpilih 12 agen risiko dengan nilai tertinggi kesatu,kedua dan ketiga yaitu bahan baku yang bergantung pada musim, kurangnya komunikasi antara perusahaan dengan supplier, pencucian bahan baku dilakukan secara manual. Berdasarkan nilai ARP tertinggi dan dilakukan perencanaan strategi mitigasi. Terdapat 12 strategi mitigasi yang diusulkan guna mengurangi kemungkinan risiko yang terjadi di perusahaan. Tiga diantaranya yang memiliki nilai tertinggi yaitu melakukan komunikasi dengan supplier (target/rencana,RM masuk), menjalin komunikasi dengan baik ke buyer untuk mempercepat pembayaran barang agar tidak terlambat, harus sesuai spek supplier guaranteeKata kunci: Risiko, SCOR, House Of Risk (HOR
Analisis Perawatan Mesin Bubut dengan Metode Preventive Maintenance Guna Menghindari Kerusakan Secara Mendadak dan Untuk Menghitung Biaya Perawatan Akbar, Mige Rosyidin; Widiasih, Wiwin
Jurnal SENOPATI : Sustainability, Ergonomics, Optimization, and Application of Industrial Engineering Vol 4, No 1 (2022): Jurnal SENOPATI Vol.4 No.1
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.senopati.2022.v4i1.3086

Abstract

UD.Rahmad Teknik merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri manufaktur yang melayani pembuatan alat pertanian. Pada divisi pembubutan, dari ketiga mesin tersebut yang sering mengalami kerusakan yakni Mesin Bubut dengan waktu kerusakan 3.800 menit. Tujuan dalam penelitian ini yaitu membuat jadwal perawatan Mesin Bubut serta mencari metode pemeliharaan yang tepat agar mendapatkan biaya yang paling rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Preventive Maintenance. Hasil dari perhitungan nilai keandalan tiap komponen mesin bubut yaitu pada komponen Dinamo , memiliki tingkat keandalan selama satu hari sebesar 60,64%, Komponen Chuck, memiliki tingkat keandalan selama satu hari sebesar 62,7% , Komponen Tool Post, memiliki tingkat keandalan selama satu hari sebesar 62,55% , Komponen Fead Shaft, memiliki tingkat keandalan selama satu hari sebesar 62,55%, Komponen Carriage memiliki tingkat keandalan selama satu hari sebesar 60,64%, komponen Tail Stock memiliki tingkat keandalan sebesar 61,79%. Selanjutnya penentuan interval waktu perawatan dengan menggunakan metode Age Replacement yaitu komponen Dinamo selama 54 hari, komponen Chuck selama 24 hari, komponen Tool Post selama 25 hari, komponen Fead shaft selama 25 hari, komponen Carriage selama 25 hari, komponen Tail Stock selama 27 hari. Dari hasil perhitungan, didapatkan hasil bahwa total biaya pemeliharaan sebelum dilakukan preventive dengan reliability adalah Rp. 21.140.000, dan biaya pemeliharaan sesudah dilakukan preventive dengan reliability di dapat sebesar Rp. 20.633.393,61. Dan diketahui bahwa terdapat selisih antara hasil perhitungan untuk biaya sebelum dan sesudah preventive maintenance sebesar Rp.506.606,39. Dari hasil selisih tersebut diketahui bahwa perhitungan sesudah preventive maintenance dapat mengurangi biaya pengeluaran UD.Rahmad Teknik dari pada sebelum dilakukan perhitungan preventive maintenance.Kata Kunci : Mesin Bubut, Preventive Maintenance, Penjadwalan Pemeliharaan