Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Aplikasi Semikonduktor TiO2 dengan Variasi Temperatur dan Waktu Tahan Kalsinasi sebagai Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) dengan Dye dari Ekstrak Buah Terung Belanda (Solanum betaceum) Maula Nafi; Diah Susanti
Jurnal Teknik ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.744 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v2i1.2195

Abstract

Penelitian mengenai dye sensitized solar cell dilakukan dengan dye dari ekstrak buah terung belanda sebagai sumber energi alternatif dari tenaga surya. Dye sensitized solar cell (DSSC) dibuat dengan menggunakan semikonduktor TiO2 yang dilapiskan pada kaca konduktif Fluorine Doped Tin Oxide (FTO) dan dikalsinasi  dengan variasi temperatur 5500C, 6500C, dan 7500C, dengan waktu tahan 60 dan 120 menit pada tiap temperaturnya. Lapisan TiO2 pada substrat dikarakterisasi dengan menggunakan SEM dan XRD. Luas permukaan aktif diukur dengan pengujian BET. Hasil SEM menunjukkan ukuran bentuk partikel TiO2 berupa sphere. Hasil XRD menunjukkan struktur kristal TiO2 adalah body centered tetragonal. Luas permukaan aktif dibandingkan dengan hasil kelistrikan DSSC, yang selaras meningkat dari temperatur 5500C ke 6500C, namun menurun pada 7500C. Densitas arus dan voltase maksimum diperoleh pada variasi temperatur 650oC dengan waktu tahan 60 menit yaitu sebesar 0,356 mA/cm2 dan 593,1 mV. Efisiensi maksimum yang diperoleh sebesar 0,469208%. DSSC dimodifikasi dengan menambahkan pembungkus plastik, sehingga dapat memperlambat penurunan daya yang terjadi saat DSSC bekerja.
Pembuatan dan Sosialisasi Filter Air Skala Rumah Tangga untuk Pengadaan Air Bersih Mandiri Masyarakat Eka Marliana; Maula Nafi’; Dwi Guntur Febryanto; Dhea Fidi Pratama
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v4i1.822

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu warga desa Wonokerto mendapatkan akses air bersih dengan lebih mudah. Solusi yang ditawarkan untuk mendapatkan air bersih ini salah satunya adalah dengan membuat filter bahan yang mudah didapat, diduplikasi oleh warga serta dapat dipasang pada rumah-rumah warga. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan penyerahan 30 buah filter air skala rumah tangga bagi warga melalui kepala desa Wonokerto. Sosialisasi diberikan kepada perwakilan pamong desa untuk menghindari terjadinya kerumunan dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Sosialisasi yang diberikan terkait desain filter, cara pembuatan dan perawatannya. Sebelum filter diserahkan kepada warga desa, telah dilakukan uji laboratorium kualitas air. Zat yang diuji adalah Zn, Cu dan Pb, berdasarkan pengujian tersebut diketahui bahwa terdapat penurunan kadar Zn, Cu dan Pb yang cukup signifikan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan pengenalan terkait desain, pembuatan, perawatan dan manfaat filter air skala rumah tangga untuk masyarakat. Selain itu, warga desa Wonokerto juga dapat secara mandiri mendapatkan air bersih untuk kebutuhan MCK dengan filter tersebut.
REDESAIN ALAT PENCACAH PAKAN PADA PETERNAKAN UD. MUJUR DESA GAYAMAN, MOJOANYAR, KAB. MOJOKERTO Maula Nafi; Djoko Sulistyono; Robianto Robianto
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 1 (2020): FEBRUARY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.996 KB) | DOI: 10.9744/share.6.1.7-12

Abstract

Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang sedang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Mesin UNTAG Surabaya adalah redesain dari alat pencacah pakan pada peternakan sapi UD. Mujur, Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Ada tiga permasalahan utama yang ditemukan. Permasalahan pertama adalah mesin pencacah tidak mampu mencacah bahan pakan secara maksimal karena desain alat pencacah yang kurang ergonomis. Sehingga solusinya adalah dengan meredesain alat pencacah, terutama pada komponen pisau pencacah pakan. Permasalahan kedua adalah terdapat beberapa komponen pada mesin yang rusak dan harus diganti, sehingga solusinya dengan mengganti komponen penyaring dan v-belt. Penyaring yang terdahulu terlalu kecil ukurannya sehingga hasil cacahan sulit keluar, membuat terperangkap di dalam mesin. V-belt yang terdahulu sudah terlalu kendor sehingga tidak bisa memutar mesin pencacah dengan maksimal. Permasalahan ketiga yaitu kurangnya pengetahuan dan keterampilan pekerja tentang mesin pencacah pakan. Solusinya, diadakan diskusi dan penyuluhan untuk mengedukasi para pekerja tentang seluk beluk mesin pencacah pakan, mulai dari prinsip kerjanya hingga perawatan mesinnya. Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar, membuat produktivitas peternakan meningkat, terutama pada sektor penyediaan pakan dan manajemen pemberian pakan.One of the community service program that has been developed by department of mechanical engineering UNTAG Surabaya is the redesign of chopper machine for cattle fodder in the farm of UD. Mujur, Gayaman, Mojoanyar, Mojokerto. There were three problems found in the farm. The first one was the chopper machine cannot maximally chop the cattle fodder because of the design of the chopper component. Hence, the solution was to redesign the chopper component and the machine blade. The second problem was there were components that are damaged and should be replaced. The solution was to replace those components; filter and v-belt. The filter before had too small mesh so that the feed ingredient could not come out the machine. The new filter has the bigger mesh so that feed ingredient could come out the machine. The v-belt was replaced because the old one was too saggy so that the machine could not rotate clearly. The last problem was the workers’ knowledge and skills to operate the chopper machine was minimum. We created a group discussion and counseling to educate the workers about the chopper machine; the principle of work and the machine maintenance. Overall, the program succeed. It increased the productivity of the farm, especially in the cow feed and cattle fodder management.
Pengaruh Variasi Temperatur dan Reduksi Penampang pada Pembuatan Al-Abu Dasar Batubara terhadap Laju Keausan Nafi, Maula; Wahid, Ichlas
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i2.13933

Abstract

Proses deformasi akan mengakibatkan peningkatan kekuatan logam yang akan terjadi tergantung seberapa besar deformasi atau regangan yang akan diterima oleh benda kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur 150oC, 160oC, 170oC dan reduksi penampang 5%, 10%, 15% pada proses penempaan dan sebelum proses penempaan pada komposit Al 2xxx (piston bekas) paduan abu dasar batubara terhadap laju keausan dan strukturmikro. Hasil uji keausan dapat dilihat bahwa variasi temperatur dan reduksi penampang sangat berpengaruh terhadap ketahanan aus yakni dengan nilai laju keausan terendah pada sepesimen dengan variasi temperatur 170oC dan reduksi penampang 15% dengan hasil 0,004 x 10-6 mm3/mm, untuk strukturmikronya membuat ukuran butirnya semakin kecil yakni dengan ukuran diameter rata-rata butir terendah pada sepesimen dengan variasi temperatur 170oC dan reduksi penampang 15% dengan hasil 133,3 µm berbanding terbalik dengan sebelum proses penempaan dimana ketahanan ausnya sangat rendah dengan nilai laju keausan pada spesimen sangat tinggi dengan hasil 0,054 x 10-6 mm3/mm dan strukturmikronya membuat ukuran butir dengan hasil 257,56 µm. Hal ini menunjukan bahwa semakin besar temperatur dan reduksi penampang pada proses penempaan aluminium 2xxx (piston bekas) paduan abu dasar batubara dapat meningkatkan sifat mekaniknya.
Analysis of the Effect of PWHT on the Corrosion Test of API 5L X65 Material in Submerged Arc Welding Kusminah, Imah Luluk; Anggara, Dika; Wardani, Dianita; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Nafi, Maula; Handoko, Lukman; Djati, Anggoro Ludiro; Trianto, Ryo Andika
Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Vol 4, No 2 (2024): (October)
Publisher : Mechanical Engineering Department - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jmesi.2024.v4i2.6556

Abstract

This research discusses the method of making distribution pipes using the Submerged Arc Welding (SAW) welding process, especially for pipes with spiral connections. The material used is API 5L X65. SAW pipes with spiral joints are more commonly used for low-pressure piping systems. However, in certain cases, the production of SAW pipes for Sour Service distribution requires special treatment. Sour Service pipes have a high level of corrosion and residual stress, so Post Weld Heat Treatment (PWHT) is required to prevent Hydrogen Induced Cracking (HIC). HIC occurs due to the absorption and accumulation of hydrogen gas in the metal, causing the formation and growth of cracks, which is also influenced by residual stress. PWHT is applied to reduce residual stress to reduce the risk of corrosion. PWHT is a process to change the structure of the weld metal by heating the metal at a certain temperature and time. This research shows that variations in PWHT temperature produce an average residual stress that is not much different with less difference than 2%, In corrosion testing with the HIC method shows crack evidence but is still satisfactory NACE MR0175 criteria for pipe PWHT temperature variation conditions
Analysis of T5 Heat Treatment Parameters on the Hardness and Microstructure of Aluminum-Silicon Alloy Nafi, Maula; Hartanti, Lusia Permata Sari; Aziz, Moh. Nor Ali; Wahid, Ichlas; Setiawan, Agung
Widya Teknik Vol. 24 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v24i2.6108

Abstract

In alignment with the United Nations Sustainable Development Goal (SDG) 9 on Industry, Innovation, and Infrastructure, this study investigates methods to enhance the durability and sustainability of aluminum alloys in automotive applications, thereby reducing material waste and extending component life. Aluminum is widely used in automotive parts like engine pistons due to its beneficial properties, including lightweight, high formability, and excellent corrosion resistance. A key material in these applications is the Aluminum-Silicon (AlSi) alloy, which is known for its mechanical strength but also prone to gradual performance degradation under operational stress. Addressing this challenge, T5 heat treatment is applied to explore its impact on the alloy's microstructure and hardness, with the aim of enhancing resilience and extending the functional lifespan of automotive parts. The T5 heat treatment process involves three main stages: initial heating, sustained heating, and cooling. By exposing the AlSi alloy to varied temperatures of 240°C, 260°C, and 280°C, with a holding time of 30 minutes, this study evaluates how these temperature conditions influence the alloy's mechanical properties. The findings from Rockwell hardness testing reveal that at 240°C in SAE 40 oil at 750°C, the alloy reaches a hardness of 64.6 HRB. Similarly, at 260°C in air at room temperature, the hardness remains at 64.6 HRB, while at 280°C in water with a pH of 8 at 750°C, the hardness slightly decreases to 62.1 HRB. These results suggest that higher heating temperatures improve mechanical strength and significantly alter the microstructure of the AlSi alloy, with minor variations in hardness observed depending on cooling mediums. This study demonstrates that optimizing heat treatment can enhance both the mechanical properties and durability of AlSi alloys, contributing to the production of more resilient and sustainable automotive components in line with SDG 9 objectives.
Analysis of the Effect of PWHT on the Corrosion Test of API 5L X65 Material in Submerged Arc Welding Kusminah, Imah Luluk; Anggara, Dika; Wardani, Dianita; Widodo, Eriek Wahyu Restu; Nafi, Maula; Handoko, Lukman; Djati, Anggoro Ludiro; Trianto, Ryo Andika
Eksergi Vol. 20 No. 03 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/eksergi.v20i03.5828

Abstract

This research discusses the method of making distribution pipes using the Submerged Arc Welding (SAW) welding process, especially for pipes with spiral connections. The material used is API 5L X65. SAW pipes with spiral joints are more commonly used for low-pressure piping systems. However, in certain cases, the production of SAW pipes for Sour Service distribution requires special treatment. Sour Service pipes have a high level of corrosion and residual stress, so Post Weld Heat Treatment (PWHT) is required to prevent Hydrogen Induced Cracking (HIC). HIC occurs due to the absorption and accumulation of hydrogen gas in the metal, causing the formation and growth of cracks, which is also influenced by residual stress. PWHT is applied to reduce residual stress to reduce the risk of corrosion. PWHT is a process to change the structure of the weld metal by heating the metal at a certain temperature and time. This research shows that variations in PWHT temperature produce an average residual stress that is not much different with less difference than 2%, In corrosion testing with the HIC method shows crack evidence but is still satisfactory NACE MR0175 criteria for pipe PWHT temperature variation conditions.
Analisis Dampak Pelaksanaan Program MBKM dalam Peningkatan Kualitas Lulusan Indikator Kinerja Utama 1 (IKU 1) Widiasih, Wiwin; Arifiana, Isrida Yul; Kusumandari, Rahma; Fatmawati, Laily Endah; Nafi, Maula; Dutahatmaja, Angga; Saputro, Harjo
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8798

Abstract

Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah dicanangkan sejak tahun 2020 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tujuan daripada Program MBKM adalah untuk transformasi pembelajaran agar dapat membekali dan menyiapkan lulusan Pendidikan Tinggi agar menjadi generasi unggul seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat saat ini. Pelaksanaan program MBKM di Untag Surabaya telah berjalan dan telah meluluskan alumni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan profil alumni program MBKM yang telah lulus serta mengetahui dampak program MBKM terhadap peningkatan kualitas lulusan (IKU 1). Selama ini belum ada analisis untuk mengevaluasi pelaksanaan program MBKM dan dampak dalam peningkatan kualitas lulusan. Tahapan metode penelitian dimulai dengan identifikasi permasalahan, studi literatur, penyusunan instrumen kuisioner, uji validitas dan reliabilitas, pengumpulan dan pengolahan data, uji kecukupan data, serta analisis deksriptif. Dari hasil analisis didapati bahwa kegiatan MBKM yang pernah diikuti lulusan memang signifikan, artinya jenis kegiatan MBKM memberikan dampak atau kecenderungan yang berbeda. Namun kecenderungan tersebut tidak sepenuhnya searah atau linier. Misalnya kegiatan magang bukan berarti peluang mendapatkan pekerjaan lebih besar, atau kegiatan kewirausahaan bukan berarti cenderung akan menjadi seorang wirausaha nantinya.