Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : GRADIEN

Kajian Pengaruh Suhu Pada Sintesis Trifenil Metil Klorida Dari Trifenil Metanol Dan Asetil Klorida Widiyati, Eni
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 2, No 2 (2006): (Juli 2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.464 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu pada sintesis trifenil metil klorida dari trifenil metanol dan asetil klorida serta mempelajari mekanisme reaksinya. Pada penelitian ini, untuk mengetahui adanya pengaruh suhu pada sintesis maka dilakukan sintesis trifenil metil klorida pada suhu refluks yang divariasi yaitu 45oC, 55oC dan 70oC. Trifenil metil klorida yang dihasilkan diidentifikasi dengan spektrofotometer inframerah, kemudian spektra yang dihasilkan dibandingkan dengan spektra standar trifenil metil klorida. Mekamisme reaksi yang terjadi dipelajari dengan cara studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan trifenil metil klorida yang dihasilkan pada suhu refluks 45oC memberikan hasil lebih banyak dibandingkan dengan yang disintesis pada suhu yang lain. Hal ini menunjukkan suhu berpengaruh pada sintesis tersebut. Reaksi sintesis trifenil metil klorida dari trifenil metanol dan asetil klorida adalah merupakan reaksi substitusi nukleofilik dengan mekanisme adisi-eliminasi melalui pembentukan zat-antara tetrahedral.   
Sintesis Asetil Klorida Dari Asam Asetat Dan Tionil Klorida Pada Suhu Yang Divariasi Dan Mempelajari Mekanisme Reaksinya Widiyati, Eni
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 4, No 1 (2008): (Januari 2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.711 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis asetil klorida dari asam asetat dan tionil klorida pada suhu yangdivariasi dan mempelajari mekanisme reaksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh suhupada sintesis asetil klorida dari asam asetat dan tionil klorida dan mempelajari mekanisme reaksi sintesis senyawatersebut. Pada penelitian ini, untuk mengetahui adanya pengaruh suhu pada sintesis maka dilakukan sintesis asetilklorida dengan suhu waterbath pada saat refluks yang divariasi yaitu 40oC, 55oC dan 70oC. Asetil klorida yangdihasilkan ditentukan sifat-sifat fisiknya kemudian hasilnya dibandingkan dengan sifat-sifat fisik yang terdapat diliteratur. Mekanisme reaksi yang terjadi pada sintesis asetil klorida dipelajari dengan cara studi literatur. Hasilpenelitian menunjukkan asetil klorida yang dihasilkan pada suhu refluks 40oC memberikan hasil lebih banyakdibandingkan dengan yang disintesis pada suhu yang lain yaitu sebanyak 7,96 gram (40,61%), asetil klorida yangdisintesis pada suhu 550C sebanyak 5,47 gram (27,90%) dan asetil klorida yang disintesis pada suhu 700 C sebanyak2,21 gram (11,27%). Hasil analisis regresi linier diperoleh harga r = - 0,9970 dan t = 12,87 (> dari t tabel). Hal inimenunjukkan suhu berpengaruh pada sintesis tersebut. Reaksi sintesis asetil klorida dari asam asetat dan tionil klorida adalah merupakan reaksi substitusi nukleofilik dengan mekanisme reaksi melalui pembentukan zat-antara tetrahedral.   
Penentuan Adanya Senyawa Triterpenoid Dan Uji Aktivitas Biologis Pada Beberapa Spesies Tanaman Obat Tradisional Masyarakat Pedesaan Bengkulu Widiyati, Eni
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 2, No 1 (2006): (Januari 2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.518 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan adanya senyawa Triterpenoid dan uji aktivitas biologis padabeberapa spesies tanaman obat tradisional masyarakat pedesaan Bengkulu. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu tahap satu penentuan adanya senyawa Triterpenoid pada bagian tanaman dengan menggunakan pereaksi Liebermann-Burchard dan tahap dua, uji aktivitas biologis (bioassay) dengan uji Brine Shrimp menggunakan hewan uji Arthemia salina Leach terhadap ekstrak bagian tanaman yang mengandung banyak dan sangat banyak senyawa Triterpenoid. Dari penelitian yang dilakukan telah diketahui sebanyak 34 spesies tanaman obat tradisional masyarakat pedesaan Bengkulu mengandung senyawa Triterpenoid dan tidak semua bagian tanaman mengandung senyawa Triterpenoid. Hasil uji aktifitas biologis menunjukkanbahwa dari 8 ekstrak bagian tanaman yang diuji, diketahui semuanya mempunyai harga LC 50 < 1000 ppm, berarti ekstrak kasar yang mengandung Triterpenoid tersebut mempunyai aktivitas biologis.  Â