Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Korelasi Kadar Interleukin-6 (IL-6) dan C-Reactive Protein (CRP) Sebelum dan Setelah Aktivitas Fisik pada Pria Umur 18-30 Karlina Mahardieni; Julian Chendrasari; Miladya Syamsu; John Steward Castellano Lelapari; Julia Aina Syafitri; Suriyani Suriyani
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 5 No 2 (2026): April
Publisher : LPPJPHKI Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v5i2.9352

Abstract

This study examined the relationship between Interleukin-6 (IL-6) and C-Reactive Protein (CRP) levels before and immediately after moderate-intensity stair climbing exercise in healthy young adults. Twenty-seven subjects performed a 5-minute stair climbing intervention at 60-80% of their maximum heart rate. IL-6 and CRP levels were measured using ELISA before and immediately after exercise. Pearson correlation analysis showed a very low and non-significant correlation between IL-6 and CRP before exercise (r=−0.004, p = 0.986). After exercise, there was an increase in positive correlation (r=0.277) but it remained statistically non-significant (p = 0.180). These results indicate that physical activity of this duration and intensity does not trigger a strong systemic inflammatory response, and thus IL-6 and CRP levels did not show a significant relationship. Differences in the peak timing of these biomarkers and individual physiological adaptations likely influenced these findings. Further studies with biomarker measurements at multiple time points and varying exercise intensities are needed to better understand the dynamics of IL-6 and CRP responses post-exercise. These findings provide important insight into inflammatory responses to moderate exercise in a healthy young population.
HIDUP SEHAT TANPA DIABETES : PENYULUHAN BERSAMA WARGA NAGRAK Reza Aditya Digambiro; Julian Chendrasari; Hari Krismanuel; Didi Nugroho; Florinda Ilona
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, sementara literasi kesehatan dan akses skrining gula darah di wilayah Nagrak masih terbatas sehingga deteksi dini sering terlambat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga tentang faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini diabetes, sekaligus melakukan skrining gula darah sewaktu. Metode yang digunakan adalah penyuluhan luring interaktif dengan media presentasi dan leaflet, dilanjutkan edukasi gaya hidup sehat serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer portabel disertai konseling singkat hasil pemeriksaan. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan desain one-group pretest–posttest menggunakan kuesioner pengetahuan. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan dan pemeriksaan, didominasi perempuan usia 30–60 tahun. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 56±12 (pretest) menjadi 78±10 (posttest) atau naik 39% (p<0,001). Distribusi gula darah sewaktu menunjukkan 60,0% normal, 30,0% pradiabetes, dan 10,0% diabetes. Hasil ini menunjukkan penyuluhan berbasis komunitas yang disertai skrining sederhana efektif meningkatkan pengetahuan dan memberikan gambaran awal kebutuhan tindak lanjut di masyarakat. memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan pengabdian, metode yang digunakan, dan hasil pengabdian.