Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, sementara literasi kesehatan dan akses skrining gula darah di wilayah Nagrak masih terbatas sehingga deteksi dini sering terlambat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan warga tentang faktor risiko, pencegahan, dan deteksi dini diabetes, sekaligus melakukan skrining gula darah sewaktu. Metode yang digunakan adalah penyuluhan luring interaktif dengan media presentasi dan leaflet, dilanjutkan edukasi gaya hidup sehat serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer portabel disertai konseling singkat hasil pemeriksaan. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan desain one-group pretest–posttest menggunakan kuesioner pengetahuan. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan dan pemeriksaan, didominasi perempuan usia 30–60 tahun. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 56±12 (pretest) menjadi 78±10 (posttest) atau naik 39% (p<0,001). Distribusi gula darah sewaktu menunjukkan 60,0% normal, 30,0% pradiabetes, dan 10,0% diabetes. Hasil ini menunjukkan penyuluhan berbasis komunitas yang disertai skrining sederhana efektif meningkatkan pengetahuan dan memberikan gambaran awal kebutuhan tindak lanjut di masyarakat. memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan pengabdian, metode yang digunakan, dan hasil pengabdian.
Copyrights © 2026