Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran oleh Guru PPKn Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya Parasetia Mulya; Mohammad Ismail; Rispawati Rispawati
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.355

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) mengetahui pengetahuan guru PPKn terhadap evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya, 2) mengetahui sikap guru PPKn terhadap evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya, 3) mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kaepala sekolah bidang kurikulum, pengawas mata pelajaran PPKn, dan guru lain. Informen dalam penelitian ini adalah guru PPKn dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengetahuan guru PPKn terkait tentang evaluasi pembelajaran, guru telah memahami dengan baik, bisa dilihat dari pemaparan langsung para guru. 2) evaluasi pembelajaran pada masa pandemi disikapi oleh guru PPKn dengan cara menerima sebagai wujud kesiapan guru. 3) pelaksanaa evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya masih kurang baik. Dilihat dari banyaknya kendala yang dihadapi guru PPKn maupun siswa. Guru PPKn tidak menyusun RPP daring, guru hanya menggunakan RPP yang dipakai ketika pembelajaran tatap muka sebelum pandemi. Bentuk evaluasi yang digunakan guru adalah tes tulis dalam bentuk soal tugas, soal MID semester, dan soal ulangan semester. Keseriusan guru dalam menyusun alat evaluasi, pembuatan grub belajar, pembinaan evaluasi di MGMP PPKn, dan pembuatan alternative lain bagi siswa yang tidak mempunyai teknologi pendukung untuk pelaksanaan evaluasi daring. Kata kunci: Pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, guru PPKn pada masa pandemi Covid-19
Implementasi Citizenship Education di Perguruan Tinggi Basariah Basariah; Dahlan Dahlan; Mohammad Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i1.3098

Abstract

Citizenship education merupakan istilah dari pendidikan kewarganegaraan. Salah satu tujuan dari pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang baik di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di FKIP Universitas Mataram dan dampaknya terhadap pengembangan karakter dan kesadaran sosial mahasiswa. Berdasarkan kebijakan nasional yang menekankan pentingnya PKn sebagai bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi, penelitian ini mengkaji bagaimana pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning atau PjBL) diterapkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu kewarganegaraan. Metode PjBL dipilih karena kemampuannya untuk mengaktifkan mahasiswa dalam proses pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi sosial yang ada. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dosen, survei kepada mahasiswa, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek tidak hanya meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran PKn tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan kritis, kolaborasi, dan literasi digital yang relevan dengan tuntutan globalisasi. Produk-produk yang dihasilkan mahasiswa, seperti video edukasi dan kampanye digital, juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kewarganegaraan. Evaluasi komprehensif yang melibatkan proses, produk, dan refleksi juga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan yang adaptif dan berbasis proyek dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK: Suatu Kajian Fenomenologi di SMP Negeri 16 Mataram Mohammad Ismail; Sawaludin Sawaludin; Basariah Basariah; Maria Grace Putri Edi; Jumrawati Jumrawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3843

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang diamanatkan melalui kurikulum merdeka. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 16 Mataram. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenolog untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif guru dalam menerapkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan diferensiasi konten. Subyek penelitian terdiri dari 2 guru PPKn dan siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Juli-September 2024. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode interpretatif fenomenologis menurut Van Manen. Hasil dari penelitian ini ditemukan terdapat tiga tema utama: (1) dinamika pemahaman guru tentang konsep TPACK dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, (2) tantangan dalam mengadaptasi teknologi untuk kebutuhan belajar yang beragam, dan (3) strategi inovatif yang dikembangkan guru untuk mengatasi kesenjangan pedagogis. Integrasi TPACK dalam pembelajaran berdiferensiasi menciptakan transformasi pedagogis yang signifikan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital. Salah satu faktor kunci untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi ini adalah kepemimpinan sekolah.
Student Activity Learning sebagai Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas untuk Penguatan Literasi Kewarganegaraan Mohammad Ismail; Basariah Basariah; Nurlatifa Nurlatifa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4400

Abstract

Literasi kewarganegaraan merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat melalui pembelajaran berbasis aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Student Activity Learning (SAL) sebagai model pembelajaran berbasis aktivitas dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi-eksperimen melalui desain pretest–posttest pada dua kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 42 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi kewarganegaraan yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Uji validitas data meliputi uji validitas isi dan uji reliabilitas instrumen, sedangkan uji prasyarat analisis dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji paired samples t-test, dan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi kewarganegaraan siswa pada kelas eksperimen 1 meningkat dari 70,3 menjadi 83,2 dan pada kelas eksperimen 2 meningkat dari 69,9 menjadi 82,5. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan kewarganegaraan dengan selisih skor masing-masing sebesar 16,3 dan 15,8 poin, diikuti aspek pengetahuan sebesar 14,3 dan 14,1 poin, serta aspek sikap sebesar 8,2 dan 7,8 poin. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek (p < 0,05), sedangkan uji independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas eksperimen pada skor posttest (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa model SAL memberikan pengaruh yang konsisten dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa.