Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran oleh Guru PPKn Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya Parasetia Mulya; Mohammad Ismail; Rispawati Rispawati
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 10 No. 1 (2023): JURIDIKSIAM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL KEBERAGAMAN
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v10i1.355

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) mengetahui pengetahuan guru PPKn terhadap evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya, 2) mengetahui sikap guru PPKn terhadap evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya, 3) mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kaepala sekolah bidang kurikulum, pengawas mata pelajaran PPKn, dan guru lain. Informen dalam penelitian ini adalah guru PPKn dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengetahuan guru PPKn terkait tentang evaluasi pembelajaran, guru telah memahami dengan baik, bisa dilihat dari pemaparan langsung para guru. 2) evaluasi pembelajaran pada masa pandemi disikapi oleh guru PPKn dengan cara menerima sebagai wujud kesiapan guru. 3) pelaksanaa evaluasi pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 2 Praya masih kurang baik. Dilihat dari banyaknya kendala yang dihadapi guru PPKn maupun siswa. Guru PPKn tidak menyusun RPP daring, guru hanya menggunakan RPP yang dipakai ketika pembelajaran tatap muka sebelum pandemi. Bentuk evaluasi yang digunakan guru adalah tes tulis dalam bentuk soal tugas, soal MID semester, dan soal ulangan semester. Keseriusan guru dalam menyusun alat evaluasi, pembuatan grub belajar, pembinaan evaluasi di MGMP PPKn, dan pembuatan alternative lain bagi siswa yang tidak mempunyai teknologi pendukung untuk pelaksanaan evaluasi daring. Kata kunci: Pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, guru PPKn pada masa pandemi Covid-19
Implementasi Citizenship Education di Perguruan Tinggi Basariah Basariah; Dahlan Dahlan; Mohammad Ismail
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i1.3098

Abstract

Citizenship education merupakan istilah dari pendidikan kewarganegaraan. Salah satu tujuan dari pelaksanaan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang baik di Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di FKIP Universitas Mataram dan dampaknya terhadap pengembangan karakter dan kesadaran sosial mahasiswa. Berdasarkan kebijakan nasional yang menekankan pentingnya PKn sebagai bagian integral dari kurikulum perguruan tinggi, penelitian ini mengkaji bagaimana pendekatan berbasis proyek (Project-Based Learning atau PjBL) diterapkan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap isu-isu kewarganegaraan. Metode PjBL dipilih karena kemampuannya untuk mengaktifkan mahasiswa dalam proses pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi sosial yang ada. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan dosen, survei kepada mahasiswa, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek tidak hanya meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran PKn tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan kritis, kolaborasi, dan literasi digital yang relevan dengan tuntutan globalisasi. Produk-produk yang dihasilkan mahasiswa, seperti video edukasi dan kampanye digital, juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kewarganegaraan. Evaluasi komprehensif yang melibatkan proses, produk, dan refleksi juga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana kebijakan Pendidikan Kewarganegaraan yang adaptif dan berbasis proyek dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai warga negara yang aktif dan bertanggung jawab.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK: Suatu Kajian Fenomenologi di SMP Negeri 16 Mataram Mohammad Ismail; Sawaludin Sawaludin; Basariah Basariah; Maria Grace Putri Edi; Jumrawati Jumrawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3843

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang diamanatkan melalui kurikulum merdeka. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 16 Mataram. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenolog untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif guru dalam menerapkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan diferensiasi konten. Subyek penelitian terdiri dari 2 guru PPKn dan siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Juli-September 2024. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode interpretatif fenomenologis menurut Van Manen. Hasil dari penelitian ini ditemukan terdapat tiga tema utama: (1) dinamika pemahaman guru tentang konsep TPACK dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, (2) tantangan dalam mengadaptasi teknologi untuk kebutuhan belajar yang beragam, dan (3) strategi inovatif yang dikembangkan guru untuk mengatasi kesenjangan pedagogis. Integrasi TPACK dalam pembelajaran berdiferensiasi menciptakan transformasi pedagogis yang signifikan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital. Salah satu faktor kunci untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi ini adalah kepemimpinan sekolah.
Student Activity Learning sebagai Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas untuk Penguatan Literasi Kewarganegaraan Mohammad Ismail; Basariah Basariah; Nurlatifa Nurlatifa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4400

Abstract

Literasi kewarganegaraan merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat melalui pembelajaran berbasis aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Student Activity Learning (SAL) sebagai model pembelajaran berbasis aktivitas dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi-eksperimen melalui desain pretest–posttest pada dua kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 42 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi kewarganegaraan yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Uji validitas data meliputi uji validitas isi dan uji reliabilitas instrumen, sedangkan uji prasyarat analisis dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji paired samples t-test, dan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi kewarganegaraan siswa pada kelas eksperimen 1 meningkat dari 70,3 menjadi 83,2 dan pada kelas eksperimen 2 meningkat dari 69,9 menjadi 82,5. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan kewarganegaraan dengan selisih skor masing-masing sebesar 16,3 dan 15,8 poin, diikuti aspek pengetahuan sebesar 14,3 dan 14,1 poin, serta aspek sikap sebesar 8,2 dan 7,8 poin. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek (p < 0,05), sedangkan uji independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas eksperimen pada skor posttest (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa model SAL memberikan pengaruh yang konsisten dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa.
Pengembangan Civic Participation Siswa Oleh Guru Pendidikan Pancasila Di SMP Negeri 1 Jonggat Riska Septi Aryani Aryani; Mohammad Ismail; Sawaludin sawaludin
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran (JIPP) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP)
Publisher : LPD Universitas PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jipp.v5i1.10308

Abstract

This research aims to determine how teachers help students improve their civic participation in Pancasila Education at SMP Negeri 1 Jonggat, and to identify the challenges and ease faced by teachers. This research uses a qualitative method with a phenomenological research type. The research subjects are students at SMP Negeri 1 Jonggat, while the informants in this study are Pancasila Education teachers. Research data was collected thru observation, interviews, and documentation. Data presentation techniques included data reduction, data display, and drawing conclusions using data validity techniques such as source triangulation, data triangulation, and time triangulation to check data accuracy. Research shows that students' civic participation grows thru two types of activities: extracurricular and intracurricular. The teacher has tried to instill values such as democracy, responsibility, discipline, and caring for others thru various activities that directly involve the students. However, doing this still faces some problems such as students' lack of learning motivation, some students being passive in discussions, and a lack of facilities and infrastructure. The results of this study indicate that students' civic participation at SMP Negeri 1 Jonggat has increased thanks to the active role of Pancasila Education teachers, although different teaching methods, better technology utilization, and stronger motivation for students are still needed to fully achieve the goals of civic education. Keywords: Civic Participation, Pancasila Education, Teacher’s Role
PENGEMBANGAN CIVIC ENGAGEMENT DAN CIVIC DISPOSITION MAHASISWA MELALUI HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PPKn Rispawati; mohammad Ismail; edy Kurniawansyah; Maria Grace Putri Edi
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan civic engagement dan civic disposition mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PPKn. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di Program Studi PPKn FKIP Universitas Mataram. Subjek penelitian terdiri atas pengurus dan anggota HMPS PPKn yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa civic engagement berkembang melalui partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat, seminar kebangsaan, pemira, dan forum diskusi. Sementara itu civic disposition berkembang melalui pembiasaan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, toleransi, dan kepedulian sosial selama mengikuti kegiatan HMPS. HMPS PPKn berperan sebagai wahana pembelajaran kontekstual yang memperkuat karakter kewarganegaraan mahasiswa sehingga meningkatkan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kesiapan menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab. Kata Kunci: Civic Engagement; Civic Disposition; HMPS PPKn; Mahasiswa; Pendidikan Kewarganegaraan.
PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERBASIS TPACK: STRATEGI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PENDIDIKAN PANCASILA Mohammad Ismail; Sawaludin Sawaludin; Basariah Basariah
Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman Vol. 13 No. 1 (2026): Juridiksiam: Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman
Publisher : Jurusan P. IPS, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/juridiksiam.v13i1.559

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru mampu merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pemanfaatan teknologi secara optimal. Namun, implementasi kedua aspek tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam mengakomodasi keragaman karakteristik belajar peserta didik dan mengintegrasikan teknologi secara pedagogis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK sebagai strategi implementasi Kurikulum Merdeka pada Pendidikan Pancasila serta mendeskripsikan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Subjek penelitian terdiri atas 76 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mataram yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data kuantitatif dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kuantitatif menggunakan independent sample t-test, sementara data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis TPACK berhasil mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik melalui asesmen diagnostik, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta pemanfaatan berbagai media digital. Implementasi tersebut meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran dan berdampak positif terhadap capaian belajar. Rata-rata skor pengetahuan pada kelas eksperimen meningkat dari 68,1 menjadi 82,4, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 67,5 menjadi 71,2. Pada aspek sikap terjadi peningkatan dari 72,3 menjadi 80,5 pada kelas eksperimen dan 71,8 menjadi 74,0 pada kelas kontrol. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan, yaitu dari 70,4 menjadi 86,7 pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 69,2 menjadi 72,1. Hasil independent samples t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua kelompok signifikan pada aspek pengetahuan (t=5,82; p<0,001), sikap (t=3,26; p<0,01), dan keterampilan (t=7,14; p<0,001). Kata kunci: Pembelajaran berdiferensiasi; TPACK; Kurikulum Merdeka; Pendidikan Pancasila; pembelajaran abad ke-21.
Penguatan Civic Literacy Siswa melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Literasi Digital Basariah Basariah; Mohammad Ismail; Jumrawati Jumrawati; Maria Grace Putri Edi; M. Rizki Nugraha
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.5192

Abstract

Di tengah meningkatnya arus informasi digital, peserta didik dituntut tidak hanya memiliki kemampuan literasi digital, tetapi juga kecakapan kewarganegaraan yang memungkinkan mereka berpartisipasi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokratis. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, penguatan kompetensi tersebut dapat diintegrasikan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila yang berfungsi sebagai wahana pengembangan karakter dan kewarganegaraan peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan civic literacy siswa melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan berbasis literasi digital pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Mataram. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila mendorong peningkatan kemampuan siswa dalam mengevaluasi informasi digital, mengidentifikasi bias informasi, memahami isu-isu kewarganegaraan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap berbagai persoalan publik. Pembelajaran berbasis diskusi, analisis kasus, dan pemanfaatan sumber digital memberikan ruang bagi siswa untuk membangun pemahaman yang lebih kontekstual mengenai nilai-nilai demokrasi dan kewarganegaraan. Namun demikian, penguatan civic literacy masih lebih dominan pada aspek pengetahuan dan pemahaman konseptual dibandingkan penerapan nilai-nilai kewarganegaraan dalam kehidupan sehari-hari. Efektivitas pembelajaran dipengaruhi oleh kompetensi guru, karakteristik siswa, budaya kelas, dan dukungan infrastruktur digital sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila merupakan strategi yang relevan untuk memperkuat civic literacy siswa sebagai warga negara muda di era digital.