Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI SARANA PEMBINAAN NASIONALISME PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL Sawaludin Sawaludin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.252 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i1.290

Abstract

Salah satu rendahnya rasa nasionalisme disebabkan karena masyarakat lebih memilih untuk kelangsungan hidupnya sendiri dari pada memikirkan untuk kepentingan bangsa. Fenomena nasionalisme yang ada di masyarakat kita cukup aktual karena di setiap daerah terjadi kekerasan, kerusuhan dan pengeboman yang menimbulkan korban yang tidak bersalah. Untuk itu, nasionalisme penting bagi bangsa Indonesia untuk bisa menjadi bangsa yang maju, bangsa yang modern, bangsa yang aman dan damai, adil dan sejahtera.  Indoensia dianggap sebagai negara pluralisme karena masyarakat bangsa Indonesia mempunyai berbagai adat istiadat, bahasa, agama, budaya dan etnik yang berbeda-beda yang tersebar dari sabang sampai merauke yang perlu dibina dan bimbing dalam pendidikan. Pengembangan rasa nasionalisme dalam masyarakat multikultural harus dibangun dari idealisme yang melekat dalam diri seseorang, maka selama seseorang itu tidak memiliki idealisme sebagai bangsa yang bersatu dalam realitas kbhinekaannya, maka kesadaran akan nasionalisme itu masih perlu terus dibentuk dan dikembangkan dalam diri setiap individu
ANALISIS KONDISI GEOFISIK DAN BIOLOGI POTENSI SUMBER AIR BERSIH KOTA LANGARA KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN sawaludin sawaludin
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 03 (2019): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kondisi Geofisik dan Biologi potensi sumber air minum Kota Langara merupakan kajian utama dari penelitian ini. Tujuan dari penelitian adalah mendapatkan gambaran umum secara spasial ketersediaan potensi sumber air minumdan mengkaji kondisi geofisik dan biologis sumber air minum di Kota Langara. Metode yang digunakanadalah identifikasi lokasi sumber mata air di wilayah Kota Langara sebagai bagian dari identifikasi dan pemilihan sumber air baku dan menyediakan informasi kondisi Biologi, Kimia dan Fisik sumber air baku untuk dianalisis kelayakannya sebagai sumber air minum.Hasil dari penelitian ini adalah dua lokasi mata air secara spasial layak digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sumber air baku Kota Langara yaitu mata air Kandu-Kandunga dan mata air Lantula. Debit air mataair Kandu-kandunga dan mataair Lantula Sebagai sumber bahan baku PDAM Kota Langara adalah 250 L/dt dan 150 L/dt. Kondisi fisik dan biologi sumber air memenuhi standar baku mutu yang ditetapkan oleh kementerian kesehatan untuk digunakan sebagai air baku.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Canva Untuk Guru MANW Unwanul Falah Paok Lombok Muh. Zubair; Sawaludin Sawaludin; Bagdawansyah Alqadri; Edy Kurniawansyah
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v2i2.3289

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan dan pengimplementasian materi diperlukan keterampilan membuat disain media yang menarik dan menyenangkan. Canva merupakan salah satu tools desain grafis yang dirancang untuk memudahkan penggunanya membuat berbagai desain kreatif dan inovatif secara online. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dilaksanakan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis canva bagi guru MA NW Unwanul Falah Paok Lombok. Pemilihan aplikasi canva yang akan digunakan karena penggunaannya tidak sulit dan terdapat versi yang tidak berbayar. Selain itu, canva juga menyediakan berbagai template yang menarik sehingga guru-guru dapat bebas memilih template yang sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta pelatihan dalam menggunakan canva untuk membuat media pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Metode pelakasanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan metode pelatihan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menggunakan pola workshop seperti : ceramah, praktik dan diskusi/tanyajawab. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu : (1) persiapan, (2) pelaksanaan pelatihan dan (3) evaluasi kegiatan. Penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik pembuatan media pembelajaran interaktif. Kegiatan ini diikuti oleh 43 guru-guru MA NW Unwanul Falah Paok Lombok. Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran berbasis canva terselenggara dengan baik serta mampu meningkatkan kemampuan guru MA NW Unwanul Falah Paok Lombok dalam membuat media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Peserta memiliki respon yang baik dan merasa antusias selama pelatihan berlangsung. Setelah selessainya kegiatan pelatihan, semua guru atau peserta mampu mengoprasikan aplikasi canva untuk membuat media pembelajaran iteraktif. Berdasarkan hasil respon, semua peserta mengatakan sangat setuju dengan penggunaan aplikasi canva dalam menyiapkan pembelajaran yang menyenangkan buat siswa.
Analisis Potensi Dan Rencana Pengembangan Kawasan Wisata Wawoangi Kabupaten Buton Selatan Wa Ode Sunarpi; L.M Golok Jaya; Sawaludin Sawaludin; La Ode Restele; Al Firman; Saban Rahim
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 7, No 2 (2023): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v7i2.43421

Abstract

The development of the Wawoangi Tourism Area in South Buton Regency aims to determine its potential and development strategy by improving quality and quantity of facilities and infrastructure. Data was collected by interviewing tourists. The analytical method used is descriptive qualitative method and SWOT analysis. The results of the study show that: social potential i.e. inadequate facilities and infrastructure, and community participation that is still lacking in maintaining the cleanliness of tourist attractions. The results of the SWOT analysis are 2 main factors, namely internal factors including strengths such as beautiful natural panoramas, close to the city, good accesibility, availability of large land and weaknesses such as inadequate facilities, poor environmental cleanliness, lack of professional workforce in the management of tourist objects. External factors include opportunities, namely the government's desire to develop the Wawoangi tourism area, and threats namely environmental damage, increasing population. Based on its potential, the development of the Wawoangi tourist area is more directed at the development of facilities and infrastructure such as villas, bathrooms, stalls, trash cans, prayer rooms, and parking lots.
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Pertambangan Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Kecamatan Bahodopi Syaiful Azhar; Anita Indriasary; Noor Husna Khairisa; Sawaludin Sawaludin
JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi) Vol 7, No 2 (2023): JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jagat.v7i2.41160

Abstract

Mining companies provide many jobs and can increase local economic growth. The existence of a mining company in the Bahodopi sub-district has become a magnet for people to migrate, causing an increase in population and will in turn affect changes in land use and the socio-economic of community. This study aims to: (1) determine land use change as a result of mining activities; (2) know the socio-economic conditions of the community; (3) determine the effect of land use change on the socio-economic conditions of the community. The data in this study were obtained from interviews with 131 households in Bahodopi District, and were analyzed using quantitative descriptive analysis. The results of this study include: (1) changes in land use in Bahodopi District in 2014-2018 which decreased the most extensively were forests covering an area of 5.844,73 acre, while open land increased the most extensively namely 4.240,54 acre; (2) education level of society dominantly is high school (96%), from January to November 2022 there were 5.728 cases of ARI with defects at the PT IMIP health center and clinic. and most of the people earn Rp 2.100.000 - Rp 2.500.000; (3) Changes in land use that occurred in Bahodopi District resulted in an increase in population, there were many cases of ARI, and an increase in community's income.
Values in the Kalondo Wei Tradition in the Wedding Ceremony of the Mbojo Ethnic Group in Mawu Village, Ambalawi Subdistrict, Bima Regency Fatun Hairunnisyah; Mohamad Mustari; Sawaludin Sawaludin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i3.3244

Abstract

The erosion of local culture due to modernization has increasingly influenced the mindset and lifestyle of society, especially among the younger generation. This study explores the values in the Kalondo Wei tradition in Mawu Village and its role in strengthening the cultural identity of the Mbojo ethnic community. The research employed a descriptive qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The samples consisted of traditional leaders, religious figures, family representatives, and community members involved in the wedding procession. The findings show that each stage of the Kalondo Wei procession—preparation, escort, parade, and celebration—contains noble values reflecting the principles of Pancasila. These include values of divinity, socio-cultural harmony, mutual cooperation, and the development of moral and mental strength. Kalondo Wei functions not only as a cultural ritual but also as a medium for transmitting values and character education to the younger generation. This research contributes to the preservation of local culture amidst the challenges of globalization.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK: Suatu Kajian Fenomenologi di SMP Negeri 16 Mataram Mohammad Ismail; Sawaludin Sawaludin; Basariah Basariah; Maria Grace Putri Edi; Jumrawati Jumrawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3843

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang diamanatkan melalui kurikulum merdeka. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 16 Mataram. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenolog untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif guru dalam menerapkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan diferensiasi konten. Subyek penelitian terdiri dari 2 guru PPKn dan siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Juli-September 2024. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode interpretatif fenomenologis menurut Van Manen. Hasil dari penelitian ini ditemukan terdapat tiga tema utama: (1) dinamika pemahaman guru tentang konsep TPACK dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, (2) tantangan dalam mengadaptasi teknologi untuk kebutuhan belajar yang beragam, dan (3) strategi inovatif yang dikembangkan guru untuk mengatasi kesenjangan pedagogis. Integrasi TPACK dalam pembelajaran berdiferensiasi menciptakan transformasi pedagogis yang signifikan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital. Salah satu faktor kunci untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi ini adalah kepemimpinan sekolah.