Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Shaykh Mutawalli al-Sha'rawi's Views About Tafsir and I'jaz al-Qur'an: (Descriptive-Analysis Study) Kusroni Kusroni
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 21 No. 1 (2020)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v21i1.1717

Abstract

This paper discusses the views of Shaikh Mutawalli al-Sha'rawi about the interpretation and i'jaz al-Qur'an contained in his book titled al-Tafsir al-Sha'rawi or Khawa> tir al-Sha'rawi. al-Sha'rawi is known as one of the leading modern scholars giving great attention and defense of the Qur'an. His attention to the Qur'an evidently appears in his commentary, a collection of lectures, sermons and studies in various pulpits and scientific forums. The method of delivering ideas taken by al-Sha'rawi in this work is by asking a number of questions about the existence of the i'jaz al-Qur'an, then he gives simple but argumentative answers, both aqliyah and naqliyah. Therefore, from here we know how his views related to interpretation and i'jaz al-Qur'an. Al-Sha'rawi argues that, the prophet of Muhammad  is the person who is most worthy of interpreting the Qur'an, because to him al-Qur'an was revealed. So he knows and practices it, and from it the mu‘jizat of the Qur'an was manifested. According to him, the mu‘jizat of the Qur'an is evolutionary and evolves with the times and with the progress of modern science and civilization.[يتكلم هذا الموضوع عن موقف الشيخ متولي الشعراوي حول القرآن وما يتعلق به من تفسير وإعجاز وغيره المكتوب فى كتابه المسمى بـ "التفسير الشعراوي" أوبـ "خواطر الشعراوي".ومما لا شك فيه أن هذا الشيخ الكبير يُعَدّ من جهابذة العلماء المعاصرين الذين يهتمون بالدفاع عن القرآن دفاعا قوياً. ويظهر هذا الدفاع عندما نلاحظ هذا الكتاب الذي هو منتخبات ومقتطفات مما ألقاه الشيخ الشعراوي خلال محاضرته وخُطبه ودروسه في البرامج والمناسبات المختلفة. والجدير بالذكر أنّ المنهج الذي سلك به الشيخ هو الإتيان بالتسائلات حول القرآن ما يدل على الترييب والتشكيك فى الجانب الإعجازي للقرآن الكريم, ثم يأتي هو بالأجوبة الصارحة مع الحجج القاطعة. رغم أنه أتى بالحجة النقليةالكثيرة لكنه في نفس الوقت أورد الأدلة العقلية. ومن ثم يظهرلنا أفكاره العلمية حول القرآن الكريم تفسيرا وإعجازا. ويرى الشيخ أن أولى الناس بالتفسير هوالرسول ﷺ لأنه عليه نزل وبه علم وعمل وله ظهرت معجزاته. وأن الإعجاز القرآني عنده يتطوّر مع تطوّر الأزمان والعلوم العصرية والثقافة والحضارة.] 
KONTEKSTUALISASI MAKNA IBNU SABIL DALAM AL-QUR’AN DI ERA MODERN-KONTEMPORER Kusroni Kusroni; Shiela Al-Maulidia; Mas'ud Abdillah
PERADA Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/perada.v6i1.881

Abstract

The premodern context places classical commentators on a single interpretation of the term ibn sabil in the Qur'an. They only interpret ibn sabil as a traveler (musafir) who has run out of supplies. This limited meaning can no longer be maintained, because the social, economic, and political context in the modern-contemporary era has changed. This research seeks to contextualize the verses of ibnu sabil in the Qur'an in the modern-contemporary era. This research is a qualitative type by utilizing library data collected through the maudhu'i method, with a focus on verses that offend ibn sabil. Meanwhile, Abdullah Saeed's contextual approach is used as an analytical tool. This research compiles eight verses about ibnu sabil in the Qur'an which are spread over seven surahs, consisting of two makkiyah surahs and six madaniyyah. The finding is that the verses of ibn sabil are included in the second hierarchy of values, namely fundamental values. Contextualization of ibn sabil's verses in the modern-contemporary era places ibn sabil in a broader meaning than just travelers, as in premodern interpretations. Ibnu sabil currently includes “anak jalanan” and those who do not have a permanent residence (homeless). Therefore, zakat management institutions, both from the private sector and the government, should be able to expand the scope of zakat recipients (mustahik) from the ibnu sabil cluster, as found in this study.
Melacak Tafsir Sufistik di Youtube: Kajian Tafsir Teosofi di Kanal Youtube ‎Nasaruddin Umar Office‎ Kusroni, Kusroni; Sofiyah, Sitti; Zahro, Fatimatuz
Jurnal Ulunnuha Vol 13, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v13i2.9793

Abstract

Kajian tafsir di Indonesia kontemporer mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di antara kajian tafsir yang berkembang adalah tafsir dengan pendekatan sufistik atau tafsir teosofi. Perkembangan tafsir sufistik ini, bisa jadi, dipengaruhi oleh meningkatnya minat masyarakat Muslim perkotaan terhadap kajian dan tradisi keagamaan, terutama kajian tasawuf dan tarekat dalam beberapa tahun terakhir. Nasaruddin Umar merupakan tokoh yang bisa menjadi representasi dari karya dan kajian tafsir sufistik di Indonesia. Tulisan ini mencoba melakukan kajian atas pemikiran tafsir seorang ulama yang bisa dikatakan cukup mewarnai kesarjanaan tafsir di Indonesia saat ini. Untuk itu dirumuskan dua pertanyaan, 1) Bagaimana pemikiran tafsir teosofi Nasaruddin Umar?  2) Bagaimana dunia digital memberikan ruang bagi perkembangan diskursus tafsir teosofi? Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan berbasis pada data-data kepustakaan, baik berbentuk karya tulis maupun rekaman ceramah. Analisis deskriptif digunakan untuk merumuskan tipologi dari pemikiran tokoh yang dikaji, dan pendekatan sosio-historis-filosofis digunakan untuk mengungkap keterpengaruhan dua tokoh yang dikaji dengan ulama sebelumnya maupun yang sezaman. Penelitian ini menemukan bahwa Nasaruddin Umar menggunakan pendekatan sufistik dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, dan memiliki keterpengaruhan dengan ulama sufi-sunni-falsafi. Ruang digital terutama kanal Youtube memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perkembangan dan penyebaran kajian tafsir teosofi Profesor Nasaruddin Umar. Kajian rutin ini diikuti oleh ratusan warganet dalam setiap episodenya.
Motivasi Qur’ani Santri Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Fatchussalam Surabaya dalam Menghafal Al-Qur’an: Sebuah Kajian Living Qur’an Kusroni Kusroni
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v12i1.578

Abstract

Interaksi antara umat muslim dengan kitab sucinya, al-Qur’an, dalam lintasan sejarah Islam, selalu mengalami perkembangan yang dinamis. Pembacaan al-Qur’an menghasilkan pemahaman yang beragam sesuai kemampuan masing-masing, dan pemahaman tersebut melahirkan perilaku yang beragam pula sebagai tafsir al-Qur’an dalam praksis kehidupan, baik pada dataran teologis, filosofis, psikologis, maupun kultural. Dalam ranah kajian “Qur’anic Studies” ada satu pendekatan yang disebut dengan Living Qur’an. Tulisan ini, dengan berpijak pada konsep tersebut, berupaya mengungkap motivasi para santri tahfiz di PPTQ Fatchussalan Surabaya yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Motivasi ini menurut penulis merupakan salah satu dari bentuk al-Qur’an yang “hidup” (Living Qur’an) di tengah-tengah komunitas pesantren. Penelitian ini menemukan bahwa, motivasi para santri PPTQ Fatchussalam dalam menghafal al-Qur’an banyak dipengaruhi oleh pemahaman dan penghayatan serta pengamalan dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Pemahaman mereka terhadap ayat-ayat al-Qur’an dan hadis nabi saw. ini diperoleh di pesantren, sekolah, dan di rumah. Pemahaman dan penghayatan ini kemudian termanifestasikan dalam aktivitas mereka menghafal al-Qur’an di pesantren