Interaksi antara umat muslim dengan kitab sucinya, al-Qur’an, dalam lintasan sejarah Islam, selalu mengalami perkembangan yang dinamis. Pembacaan al-Qur’an menghasilkan pemahaman yang beragam sesuai kemampuan masing-masing, dan pemahaman tersebut melahirkan perilaku yang beragam pula sebagai tafsir al-Qur’an dalam praksis kehidupan, baik pada dataran teologis, filosofis, psikologis, maupun kultural. Dalam ranah kajian “Qur’anic Studies” ada satu pendekatan yang disebut dengan Living Qur’an. Tulisan ini, dengan berpijak pada konsep tersebut, berupaya mengungkap motivasi para santri tahfiz di PPTQ Fatchussalan Surabaya yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Motivasi ini menurut penulis merupakan salah satu dari bentuk al-Qur’an yang “hidup” (Living Qur’an) di tengah-tengah komunitas pesantren. Penelitian ini menemukan bahwa, motivasi para santri PPTQ Fatchussalam dalam menghafal al-Qur’an banyak dipengaruhi oleh pemahaman dan penghayatan serta pengamalan dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Pemahaman mereka terhadap ayat-ayat al-Qur’an dan hadis nabi saw. ini diperoleh di pesantren, sekolah, dan di rumah. Pemahaman dan penghayatan ini kemudian termanifestasikan dalam aktivitas mereka menghafal al-Qur’an di pesantren