Marwa Hasan Kadatua
Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG PEMBERIAN ASI PADA IBU USIA REMAJA Marwa Hasan Kadatua; Luluk Rosyida
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/jmr.v5i1.798

Abstract

ASI merupakan nutrisi terbaik dalam hal mencegah penyakit, menyelamatkan nyawa, dan juga memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang sehat selama 1.000 hari pertama kehidupan. Temuan dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu remaja mempunyai proporsi yang lebih rendah dari inisiasi menyusui dan durasi waktu menyusui yang lebih pendek jika dibandingkan dengan ibu dewasa, sehingga dalam scoping review ini bertujuan untuk mereview kembali terkait faktor penghambat dan faktor pendukung ibu usia remaja dalam pemberian ASI. Metode scoping review ini menggunakan framework Arksey & O'Malley yang berkembang dengan menggunkan framework PEOs; dalam melakukan pencarian dan seleksi artikel melalui database yang relevan, yaitu Pubmed, ebsco, Wiley, serta menggunakan Grey Literature melalui Google Scholar; Proses pencarian literatur yaitu menggunakan PRISMA Flowchart, dan ditemukan dari 73 artikel terdapat 7 artikel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil temuan berdasarkan faktor penghambat menunjukan bahwa Ibu usia remaja kurang memiliki pengetahuan tentang ASI, Kurangnya pengetahuan praktis dalam menyusui, persalinan yang sulit atau komplikasi ibu lainnya sedangkan faktor pendukung meliputi pendidikan ibu, keinginan suami serta support dan dukungan. dapat disimpulkan ASI adalah salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh seorang ibu yang sangat penting dalam meningkatkan status kesehatan yang khususnya dalam hal pemantauan, pertumbuhan dan juga perkembangan pada bayi.
KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) SIFILIS PADA IBU MASA PERINATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SULI Marwa Hasan Kadatua; Ayu Kurniati; Melawati Wakano; Wildia Nanlohy; Rati Drakel
Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kebidanan dan Kesehatan (Journal of Midwifery Science and Health)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jks.v15i2.309

Abstract

Penyakit sipilis merupakan penyakit infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Treponema Pallidum yang bersifat sistemik dan kronis sehingga menyerang seluruh organ tubuh. Setiap ibu pada masa perinatal akan menghadapi risiko komplikasi yang dapat mengancam nyawanya. Temuan kasus pada tahun 2023 di Puskesmas Suli sebanyak 193 ibu pada masa perinatal dan ditemukan 3 kasus positif sifilis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) sifilis pada ibu masa perinatal di wilayah kerja Puskesmas Suli. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Pada penelitian ini terdapat 3 orang ibu perinatal dengan hasil pemeriksaan sifilis reaktif dan 1 orang informan kunci. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Alat pengumpulan data meliputi rekaman, alat tulis, kamera dan panduan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) sifilis disebabkan oleh faktor pengetahuan yang cukup rendah dan juga kebiasaan suami yang tidak setia kepada istrinya dan suka melakukan aktivitas yang beresiko, yaitu memicu penularan infeksi menular seksual sifilis. Kesimpulan Faktor pengetahuan yang cukup rendah dan juga kebiasaan suami yang tidak setia kepada istrinya serta suka melakukan aktivitas yang beresiko dapat menjadi pemicunya
Rempah Maluku Permen Pala Terhadap Intensitas Mual Muntah Ibu Hamil Trimester Pertama Melawati Wakano; Jayanti Djarami; Asriaty Dinopawe; M. Yosef Karno; Nurdiana Pelupessy; Marwa Hasan Kadatua
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23539

Abstract

ABSTRACT Nausea and vomiting in the first trimester of pregnancy is a common condition experienced by 50–70% of pregnant women and has the potential to develop into hyperemesis gravidarum if left untreated. Non-pharmacological interventions based on local wisdom, such as the use of nutmeg (Myristica fragrans), are promising alternatives because of their safe and easily accepted properties. This study aims to analyze the effect of consumption of nutmeg (Myristica fragrans) as a complementary therapy on the intensity of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester and to determine the level of respondents' acceptance of nutmeg candy. The research design used a quasi-experiment with a pre-post test design. A sample of 35 pregnant women in the first trimester who experienced mild nausea and vomiting was selected by purposive sampling in the working area of the Laimu Care Health Center and Tehua Health Center, Central Maluku Regency. The intervention was in the form of consuming nutmeg candy 3 times a day for 7 days. The research instrument used the PUQE scale to assess the intensity of nausea and vomiting and a hedonic questionnaire to assess product acceptance. Data analysis was carried out by paired t-test. The average nausea and vomiting score decreased from 2.57 (pre-test) to 1.11 (post-test) with a p=0.000 value, showing a significant difference. As many as 94.2% of respondents stated that they really liked nutmeg candy, indicating a high level of acceptance of the product. Nutmeg is significantly effective in lowering the intensity of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester and has an excellent acceptance rate. This product has the potential to be developed as a health intervention based on local Maluku spices. Keywords: Maluku Spices, Nutmeg candy, Nauseous, Vomit, Pregnant Women.  ABSTRAK Mual muntah pada trimester pertama kehamilan merupakan kondisi umum yang dialami oleh 50–70% ibu hamil dan berpotensi berkembang menjadi hyperemesis gravidarum jika tidak ditangani. Intervensi non-farmakologis berbasis kearifan lokal, seperti penggunaan buah pala (Myristica fragrans), menjadi alternatif yang menjanjikan karena sifatnya yang aman dan mudah diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi permen pala (Myristica fragrans) sebagai terapi komplementer terhadap intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester pertama serta mengetahui tingkat penerimaan responden terhadap permen pala. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan pre–post test. Sampel sebanyak 35 ibu hamil trimester pertama yang mengalami mual muntah ringan–sedang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Perawatan Laimu dan Puskesmas Tehua, Kabupaten Maluku Tengah. Intervensi berupa konsumsi permen pala sebanyak 3 kali sehari selama 7 hari. Instrumen penelitian menggunakan skala PUQE untuk menilai intensitas mual muntah dan kuesioner hedonik untuk menilai penerimaan produk. Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test. Rata-rata skor mual muntah menurun dari 2,57 (pre-test) menjadi 1,11 (post-test) dengan nilai p=0,000, menunjukkan perbedaan yang signifikan. Sebanyak 94,2% responden menyatakan sangat menyukai permen pala, menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi terhadap produk. Permen pala efektif secara signifikan dalam menurunkan intensitas mual muntah pada ibu hamil trimester pertama dan memiliki tingkat penerimaan yang sangat baik. Produk ini berpotensi dikembangkan sebagai intervensi kesehatan berbasis rempah lokal Maluku. Kata Kunci: Rempah Maluku, Permen Pala, Mual, Muntah, Ibu Hamil.