Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN PKN DI KELAS VIII.6 SMP NEGERI 3 BANJAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TAHUN AJARAN 2012/2013 WIDYANI, NYOMAN
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 1, No 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.486

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan     aktivitas belajar siswa di kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan     metode problim solving pada pembelajaran PKN  di Kelas VIII.6 Semester Genap SMP     Negeri 3 Banjar Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.6 yang     berjumlah 32 orang siswa, yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.     Penelitian tindakan kelas  ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari     empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi.     Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKN dengan penggunaan Metode     problim solving pada pada siswa kelas VIII.6 SMP Negeri 3 Banjar Semester Genap tahun     pelajaran 2012/2013.dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Aktivitas belajar siswa     pada siklus I sebesar 3,94 dan termasuk dalam kategori cukup aktif, sedangkan aktivitas     belajar siswa pada siklus II yaitu sebesar 6,31 dengan katagori sangat aktif. Jadi dapat     disimpulkan peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,37      Hasil belajar siswa pada siklus I adalah rata-rata 76,25 ada di atas KKM yang     ditetapkan sekolah dengan nilai 70. Hasil belajar itu berada kategori cukup baik dengan     ketuntasan klasikal sebesar 65,6 %.  Sedangkan hasil belajar pada siklus II sebesar 86,88 dan     termasuk kategori baik dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian dapat     disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dengan     penggunaan Metode problim solving  sebesar 10,63. Kendala-kendala yang dihadapi dalam     penggunaan Metode problim solving  selama penelitian antara lain : (1) masih melekatnya     kebiasaan siswa  menerima pelajaran dari guru dengan metode cermah, dan mengerjakan     tugas-tugas yang berpatokan pada LKS, sehingga keberanian siswa untuk mengemukakan     pendapat relatif masih kurang. (2) Relatif masih kurangnya buku pelajaran yang dimiliki oleh     siswa, siswa hanya belajar materi pelajaran dari materi ringkas yang ada pada LKS.      Kata-Kata Kunci : Metode Problim Solving, Aktivitas belajar dan Hasil Belajar    
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN PKn DI KELAS VIII.6 SMP NEGERI 3 BANJAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA TAHUN AJARAN 2012/2013 NYOMAN WIDYANI
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 1 No. 3 (2013): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v1i3.486

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan     aktivitas belajar siswa di kelas dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan penggunaan     metode problim solving pada pembelajaran PKN  di Kelas VIII.6 Semester Genap SMP     Negeri 3 Banjar Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.6 yang     berjumlah 32 orang siswa, yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan 13 orang perempuan.     Penelitian tindakan kelas  ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari     empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi.     Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif.      Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKN dengan penggunaan Metode     problim solving pada pada siswa kelas VIII.6 SMP Negeri 3 Banjar Semester Genap tahun     pelajaran 2012/2013.dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Aktivitas belajar siswa     pada siklus I sebesar 3,94 dan termasuk dalam kategori cukup aktif, sedangkan aktivitas     belajar siswa pada siklus II yaitu sebesar 6,31 dengan katagori sangat aktif. Jadi dapat     disimpulkan peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 2,37      Hasil belajar siswa pada siklus I adalah rata-rata 76,25 ada di atas KKM yang     ditetapkan sekolah dengan nilai 70. Hasil belajar itu berada kategori cukup baik dengan     ketuntasan klasikal sebesar 65,6 %.  Sedangkan hasil belajar pada siklus II sebesar 86,88 dan     termasuk kategori baik dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian dapat     disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II dengan     penggunaan Metode problim solving  sebesar 10,63. Kendala-kendala yang dihadapi dalam     penggunaan Metode problim solving  selama penelitian antara lain : (1) masih melekatnya     kebiasaan siswa  menerima pelajaran dari guru dengan metode cermah, dan mengerjakan     tugas-tugas yang berpatokan pada LKS, sehingga keberanian siswa untuk mengemukakan     pendapat relatif masih kurang. (2) Relatif masih kurangnya buku pelajaran yang dimiliki oleh     siswa, siswa hanya belajar materi pelajaran dari materi ringkas yang ada pada LKS.      Kata-Kata Kunci : Metode Problim Solving, Aktivitas belajar dan Hasil Belajar    
Harmonisasi Peran Desa Sumberklampok dan Kepolisian Buleleng dalam Penanganan Kasus Penodaan Agama: Pendekatan Sosial dan Hukum Anggara, Bayu; Suadnyana, I Nyoman Suadnyana; Widyani, Nyoman; Astrini, Ni Nyoman Raka
DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Vol. 9 No. 1 (2026): Doktrina:Juornal of Law April 2026
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/doktrina.v9i1.17305

Abstract

As a countryrich in ethnic, religious, racial, and cultural diversity, Indonesia faces unique challenges, including blasphemy. Blasphemy involves insulting, desecrating, or misusing religious symbols and values, which has the potential to trigger horizontal conflict. Under Indonesian positive law, this is regulated by Article 156a of the Criminal Code (KUHP). This study focuses on a blasphemy case in Sumberklampok Village, Buleleng, Bali, involving the forced opening of the gate to West Bali National Park (TNBB) during Nyepi, a Hindu holy day. This incident caused social tension because it was perceived as undermining the traditional and religious values ​​of the local Hindu community. This study aims to analyze the harmonization of the roles of the traditional institutions of Sumberklampok Village and the Buleleng Police in handling this case through a descriptive qualitative approach. The results indicate that the harmonization of the roles of the traditional institutions of Sumberklampok Village and the Buleleng Police is crucial in resolving the conflict. Customary institutions play a role in mediation based on traditional values, while the Buleleng Police ensure transparent and fair law enforcement.