Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Problematika Guru dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SLB Azahra Rifqi Moh. Haikal; Darmiany; Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.622

Abstract

Menjadi guru SLB bukanlah pekerjaan yang mudah, membutuhkan perjuangan yang kuat, selain harus memiliki pengetahuan tentang anak-anak berkebutuhan khusus, guru SLB dituntut untuk mempunyai kesabaran yang tinggi, fisik dan mental yang baik dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai problematika guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras di SLB Azahra Kecamatan Kempo, Dompu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penyajian secara deskriptif. Subjek dalam penelitian ini  adalah guru kelas 1-3 SDLB berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode/teknik. Analisis data pada penelitian menggunakan model interaktif, dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perencanaan pembelajaran untuk peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras masih kurang dalam mempersiapkan dan menetukan model serta metode pembelajaran. Hal ini dikarenakan guru masih menggunakan RPP yang tidak sesuai dengan standar pengajaran peserta didik berkebutuhan khusus dari sekolah itu sendiri. 2) Dalam pelaksanaan pembelajaran guru masih kurang dalam  memberikan perlakuan belajar pada peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras seperti materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, penggunaan metode pembelajaran kurang bervariasi, media yang digunakan dalam pembelajaran masih kurang dalam menyampaikan materi, terkadang kurang kondusif dalam pengelolalaan kelas seperti mengatur siswa. 3) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang cukup efektif untuk peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras lebih sering menggunakan tes tulis atau soal evaluasi dan dibantu oleh guru dalam membimbing pengerjaan soal disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus cukup banyak.
STEM and Critical Thinking: Alternative Learning Collaboration between Teachers and Parents in The New Normal Era Iva Nurmawanti; Darmiany; Nurwahidah; Anindita SHM Kusuma
SOSHUM : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 11 No. 3 (2021): November 2021
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.839 KB) | DOI: 10.31940/soshum.v11i3.293-304

Abstract

The ability to think critically must still be a focus on learning, especially in the era of the new normal. STEM at learning that focuses on the activity and the ability to think of students who integrate science, technology, engineering, and mathematics is one of the alternative learning in the era of the New Normal. Collaboration between teachers and parents in the implementation of learning with STEM integration is needed. It is caused, distance learning that is applied in the era of the New Normal implications at the time of learning of students is a lot at home. The results of this study indicated that STEM learning with collaboration between teachers and parents is suitable to be used as an alternative for learning in the new normal era, focus on students' critical thinking skills.
Problematika Guru dalam Mengajar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SLB Azahra Rifqi Moh. Haikal; Darmiany; Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.622

Abstract

Menjadi guru SLB bukanlah pekerjaan yang mudah, membutuhkan perjuangan yang kuat, selain harus memiliki pengetahuan tentang anak-anak berkebutuhan khusus, guru SLB dituntut untuk mempunyai kesabaran yang tinggi, fisik dan mental yang baik dalam bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai problematika guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras di SLB Azahra Kecamatan Kempo, Dompu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penyajian secara deskriptif. Subjek dalam penelitian ini  adalah guru kelas 1-3 SDLB berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode/teknik. Analisis data pada penelitian menggunakan model interaktif, dengan tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Perencanaan pembelajaran untuk peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras masih kurang dalam mempersiapkan dan menetukan model serta metode pembelajaran. Hal ini dikarenakan guru masih menggunakan RPP yang tidak sesuai dengan standar pengajaran peserta didik berkebutuhan khusus dari sekolah itu sendiri. 2) Dalam pelaksanaan pembelajaran guru masih kurang dalam  memberikan perlakuan belajar pada peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras seperti materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, penggunaan metode pembelajaran kurang bervariasi, media yang digunakan dalam pembelajaran masih kurang dalam menyampaikan materi, terkadang kurang kondusif dalam pengelolalaan kelas seperti mengatur siswa. 3) Pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang cukup efektif untuk peserta didik berkebutuhan khusus tunalaras lebih sering menggunakan tes tulis atau soal evaluasi dan dibantu oleh guru dalam membimbing pengerjaan soal disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus cukup banyak.
EFEKTIVITAS ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE) MERONCE BENANG BEKAS TENUN DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS DAN DAMPAKNYA PADA KEMAMPUAN PRA-MENULIS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI 12 PRAYA TIMUR Annisa Pujia Astuti; Ida Ermiana; Darmiany
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9839

Abstract

This research aims to find out the effectiveness of the use of Educational Game Tools (APE) using used woven yarn in improving fine motor skills and its impact on the pre-writing ability of children aged 5–6 years in Group B. This research uses a quantitative method with a pseudo-experimental design (Quasi Experimental Design) type One Group Pretest–Posttest. The research subjects consisted of 15 children in group B who were given an initial test (pretest), treatment in the form of meronce activities using used woven yarn for six sessions, and a final test (posttest). The instrument used is in the form of an observation sheet that measures fine motor indicators and pre-writing. The analysis results show that the data is normally distributed so it can be analyzed using the Paired Sample T-Test. In fine motor skills (Y1), the average score increased from 52.86 to 79.13, with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and a calculated t value of -24.625, which showed a significant increase after treatment was given. In pre-writing ability (Y2), the average value increased from 50.40 to 77.13 after treatment, with a significance value of 0.000 (p < 0.05) and t calculated -28.488. Based on these results, it can be concluded that the use of APE to use used weaving yarn is effective in improving fine motor skills and has a positive impact on early childhood pre-writing skills. Thus, meronce activities can be used as an alternative learning media that is interesting, environmentally friendly, and suitable to support the development of children aged 5–6 years
PENGARUH MINAT DAN KEDISIPLINAN BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Rana Rolliana Putri; Ida Ermiana; Darmiany
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minat belajar dan kedisiplinan belajar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV sekolah dasar. Pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar, observasi kedisiplinan belajar, dan tes kemampuan membaca pemahaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa minat belajar berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman, sedangkan kedisiplinan belajar tidak memiliki pengaruh signifikan. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 99,9% terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa.
PENGARUH PENDEKATAN TaRL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI POLA BILANGAN PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN MANGGONG Tika Puspa Pandini; Ida Ermiana; Darmiany
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low achievement in mathematics learning among fourth-grade students at SDN Manggong is caused by a significant gap in abilities between students due to the implementation of a uniform curriculum that has not been able to accommodate the diversity of actual individual abilities within the class. The purpose of this study is to analyze in more depth the effect of the TaRL approach on students' mathematics learning outcomes in number pattern material for fourth-grade students at SDN Manggong. This study is quantitative research with a Pre-Experimental Design using a One-Group Pretest–Posttest Design model. The study was conducted in the 2025/2026 academic year, precisely in December 2025, with 35 fourth-grade students at SDN Manggong as research subjects. The data collection techniques used were tests, observation, and interviews. The data were analyzed using descriptive analysis, data normality tests, N-Gain, and hypothesis testing using the paired sample T-test. Hypothesis testing in the study was conducted with the help of SPSS Version 29. The results of the study indicate that there is a significant effect of the TaRL approach on mathematics learning outcomes in the number pattern material for fourth-grade students at SDN Manggong. This is evident from the Sig. value of 0.001 < 0.05, so H0 is rejected and Ha is accepted. In addition, there was a significant increase in the average score from the pretest to the posttest by 26.97 points, from 61.91 to 88.89.
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN PERAN DI TK HIFZIL ATFAL PERENDAK: STRATEGI GURU DALAM MENANGANI PERILAKU AGRESIF MELALUI BERMAIN PERAN Ramdhan Hadi; Ida Ermiana; Darmiany
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe teachers’ strategies in handling aggressive behavior of early childhood through a role-playing approach at TK Hifzil Atfal Perendak. Aggressive behavior in early childhood often appears in verbal forms, such as yelling, mocking, and using harsh language, as well as nonverbal forms, including hitting, kicking, pushing, and grabbing toys. This research employed a qualitative descriptive method. The research subjects consisted of three teachers. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation, while data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers implement role-playing as a strategic approach by presenting simple conflict situations, guiding children to understand emotions, and encouraging positive social interactions. The role-playing activities were conducted through several stages, including determining objectives and themes, preparing scenarios, guiding children during role enactment, providing positive reinforcement, and conducting reflection. The results show that the role-playing approach effectively reduces aggressive behavior and promotes prosocial behaviors such as empathy, cooperation, self-control, and appropriate emotional expression. These findings support Albert Bandura’s Social Learning Theory and Sara Smilansky’s Sociodramatic Play Theory, emphasizing learning through observation, imitation, and meaningful social experiences. Therefore, role-playing can be considered an effective pedagogical strategy to address aggressive behavior and enhance social-emotional development in early childhood
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IV SDN 3 AMPENAN: Penelitian Eksperimen Irna Adelia; Darmiany; Ida Ermiana
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10348

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika, namun banyak siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami langkah-langkah pemecahan masalah secara sistematis. Kondisi ini juga terlihat pada siswa kelas IV SDN 3 Ampenan yang nilai matematikanya belum optimal, khususnya pada materi pecahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) dan penggunaan media puzzle terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian menggunakan desain One-Group Pretest–Posttest dengan jumlah sampel 24 siswa. Instrumen yang digunakan berupa tes uraian pemecahan masalah. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari nilai rata-rata pretest 59,44 menjadi 75,07 pada posttest. Data berdistribusi normal dan uji t menghasilkan p-value 0,000 dengan effect size 9,1 yang menunjukkan pengaruh sangat besar. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan PBL yang dipadukan dengan media puzzle dapat meningkatkan pemahaman konsep dan kemampuan pemecahan masalah siswa secara efektif.
STRATEGI GURU DALAM MENANAMKAN NILAI MORAL ANAK USIA DINI DI TK MITRA BANGSA Sabrina Tri Rizki; Ida Ermiana; Darmiany
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam menanamkan nilai moral pada anak usia dini di TK Mitra Bangsa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru dan anak usia dini di TK Mitra Bangsa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai moral pada anak usia dini dilakukan melalui beberapa strategi utama, yaitu keteladanan guru dalam perilaku sehari-hari, kegiatan bercerita, pemanfaatan media audio visual, serta penguatan positif melalui interaksi guru–anak yang komunikatif dan empatik. Strategi-strategi tersebut saling melengkapi dan berkontribusi terhadap proses internalisasi nilai moral anak secara alami dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru pendidikan anak usia dini dalam merancang pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan nilai moral sejak usia dini.
PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PESERTA DIDIK KELAS IV SDN SAMPOJA Nurzahrawani Zakiyah; Ida Ermiana; Darmiany
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 01 (2025): Volume 12 No. 01 Maret 2026
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i01.10584

Abstract

This study aims to examine the effect of reading comprehension ability and reading interest on Indonesian language learning outcomes of fourth-grade students at SDN Sampoja. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of all fourth-grade students, with a total sample of 30 students selected using a total sampling technique. Data were collected through a reading comprehension test, a reading interest questionnaire, and an Indonesian language achievement test. Data analysis techniques included descriptive statistics, normality tests, Pearson correlation analysis, simple regression, and multiple regression analysis. The results showed a strong and significant positive correlation between reading comprehension ability and Indonesian language learning outcomes (r = 0.913, p < 0.01). Reading interest also had a positive and significant correlation with learning outcomes (r = 0.767, p < 0.05). Furthermore, reading comprehension ability and reading interest simultaneously had a significant effect on Indonesian language learning outcomes, with a determination coefficient of 84.3%. These findings indicate that improving students’ reading comprehension ability, supported by strong reading interest, plays a crucial role in enhancing Indonesian language learning outcomes at the elementary school level. Keywords: Reading comprehension ability, reading interest, Indonesian language learning outcomes