Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS DRAMA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM KARYA PUTU WIJAYA: Suatu Kajian Stilistika Welly Nores Kartadireja; Shinta Rosiana; Yuni Ertinawati; Dede Anwar
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Analisis drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya ini menggunakan kajian stilistika namun dibatasi dalam pemakaian bahasa figuratif saja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk mendeskrisikan gaya bahasa-gaya bahasa atau bahasa figuratif yang meliputi repetisi, personifikasi, simile, sarkasme, hiperbola, metonimia, dan retoris yang terdapat dalam drama Bila Malam Bertambah Malam karya Putu Wijaya. Data penelitian ini berupa naskah drama yang di dalamnya tersusun atas dialog-dialog yang berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung keunikan gaya bahasa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan stilistika. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Putu Wijaya pada karyanya Bila Malam Bertambah Malam banyak menggunakan gaya bahasa figuratif yang unik sehingga menimbulkan efek keindahan pada bahasa yang digunakannya yaitu repetisi, personifikasi, simile, sarkasme, hiperbola, metonimia, dan retoris serta paling banyak didominasi oleh sarkasme. Analisis drama Bila Malam Bertambah Malam menonjolkan  kebebasan pengarang dalam berekspresi, bebas menggunakan bahasa dan menggambarkan latar belakang, sosial, dan asal pengarang sendiri. Bahasa yang digunakan bahasa yang apa adanya sesuai dengan kenyataan. Hal ini dapat dibuktikan banyaknya sarkasme yang digunakan, hampir dalam setiap dialog pada drama Bila Malam Bertambah Malam.  Kata Kunci: Drama, Stilistika, Bahasa Figuratif
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI KERAJINAN KESED BERBAHAN LIMBAH KAIN DALAM MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN DI KELURAHAN TAMANSARI KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA Mumu Mumu; Dede Anwar
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v3i2.262

Abstract

The purpose of implementing this community service (PbM) is to assist and facilitate the community in improving food security through empowering women, especially mothers, in household economic activities to earn additional income in the family. Through this empowerment, they must be equipped with knowledge and skills in accordance with the needs of the business world, one of which is a food security program through the activity of making beds made from cloth waste.The type of output from community service activities (PbM) is expected to be able to reveal and help solve problems faced by the community, especially women or mothers, and realize the importance of skills to be able to empower themselves and empower the environment or the potential that exists in the area so that it can be of economic value. Another target to be achieved in this service is the substantive part related to the study of women's empowerment in alleviating poverty.Based on the findings in the field, information was obtained from them that the program implemented was deemed suitable for the community, especially women or mothers in the midst of limitations in recognizing their potential, so that most of them expected this activity to be carried out continuously in order to improve their skills. Furthermore, they hope that this program can be equipped with assistance in starting a business.The target set in community service for the food security scheme (PbM-KP) is to provide training to the community, especially women or mothers in Tamansari Village, Tamansari District. The program carried out is training to make beds made from cloth waste, with the hope that they will acquire skills to increase family income to maintain the stability of family food security
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bagi Usaha Rumahan Konveksi Jaket di Tasikmalaya Mumu Mumu; Dedi Nurjamil; Dede Anwar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4563

Abstract

Bidang usaha konveksi rumahan produksi jaket merupakan usaha mikro yaitu suatu jenis usaha yang cukup populer khususnya di wilayah Tasikmalaya dan tersebar hampir di setiap peloksok daerah. Kepopuleran usaha konveksi utamanya adalah karena disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena produk yang dihasilkan oleh industri konveksi, yaitu pakaian yang di dalamnya salah satunya adalah produk jaket yang merupakan kebutuhan dasar manusia, maka market untuk usaha konveksi akan selalu ada. Kedua, usaha konveksi menjadi populer karena entry barrier  untuk bias memulai usaha ini tidak terlalu besar. Tujuan program pengabdian Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) adalah meningkatkan pemahaman mitra tentang manajemen keuangan melalui pelatihan pengelolaan usaha kecil konveksi rumahan yang bentuk keluarannya adalah laporan keuangan usaha yang lengkap dan benar. Permasalahan pokok dalam usaha rumahan (home industry) terkait dengan pengelolaan keuangan yang meliputi: (1) pengelolaan keuangan belum menggunakan ketentuan yang benar; (2) perencanaan keuangan belum dilakukan dengan baik; (3) penyusunan pencatatan arus keuangan belum menggunakan sistem pembukuan yang benar; (4) penyusunan pencatatan transaksi keuangan belum dilakukan sesuai dengan ketentuan pembukuan yang benar; (5) menyusun pencatatan keuangan belum menggunakan neraca keuangan secara benar; (6) pencatatan keuangan belum menggunakan sistem pembukuan secara benar; dan (7) sirkulasi sistem keuangan belum dilakukan evaluasi secara benar untuk mengontrol keuangan yang dijadikan modal dengan keuntungan yang diperoleh. Berdasarkan permasalahan di atas, maka kami mengadakan program pengabdian Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) Pelatihan Pengelolaan Keuangan bagi Usaha Rumahan (Home industry) Konveksi Jaket di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, dengan memberikan pelatihan dan pendampingan melalui kegiatan transfer Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) dilaksanakan dalam kurun waktu selama 8 (delapan) bulan, dari Mei sampai  Desember 2016. Metode yang digunakan dengan prinsip learning by doing dengan tahapan-tahapan melalui mendengar, memahami, mencoba mempraktikkan, evaluasi, perbaikan, melaksanakan, membiasakan dengan bahasa sederhana. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya wawasan para pelaku usaha konveksi jaket rumahan (home industry) di Kelurahan Mugarsari, Tamansari, Kota Tasikmalaya dalam pengelolaan keuangan dengan baik dan benar yang berdampak kepada peningkatan usahanya.
Pelatihan Pengelolaan Keuangan Bagi Usaha Rumahan Konveksi Jaket di Tasikmalaya Mumu Mumu; Dedi Nurjamil; Dede Anwar
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4563

Abstract

Bidang usaha konveksi rumahan produksi jaket merupakan usaha mikro yaitu suatu jenis usaha yang cukup populer khususnya di wilayah Tasikmalaya dan tersebar hampir di setiap peloksok daerah. Kepopuleran usaha konveksi utamanya adalah karena disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena produk yang dihasilkan oleh industri konveksi, yaitu pakaian yang di dalamnya salah satunya adalah produk jaket yang merupakan kebutuhan dasar manusia, maka market untuk usaha konveksi akan selalu ada. Kedua, usaha konveksi menjadi populer karena entry barrier  untuk bias memulai usaha ini tidak terlalu besar. Tujuan program pengabdian Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) adalah meningkatkan pemahaman mitra tentang manajemen keuangan melalui pelatihan pengelolaan usaha kecil konveksi rumahan yang bentuk keluarannya adalah laporan keuangan usaha yang lengkap dan benar. Permasalahan pokok dalam usaha rumahan (home industry) terkait dengan pengelolaan keuangan yang meliputi: (1) pengelolaan keuangan belum menggunakan ketentuan yang benar; (2) perencanaan keuangan belum dilakukan dengan baik; (3) penyusunan pencatatan arus keuangan belum menggunakan sistem pembukuan yang benar; (4) penyusunan pencatatan transaksi keuangan belum dilakukan sesuai dengan ketentuan pembukuan yang benar; (5) menyusun pencatatan keuangan belum menggunakan neraca keuangan secara benar; (6) pencatatan keuangan belum menggunakan sistem pembukuan secara benar; dan (7) sirkulasi sistem keuangan belum dilakukan evaluasi secara benar untuk mengontrol keuangan yang dijadikan modal dengan keuntungan yang diperoleh. Berdasarkan permasalahan di atas, maka kami mengadakan program pengabdian Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) Pelatihan Pengelolaan Keuangan bagi Usaha Rumahan (Home industry) Konveksi Jaket di Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, dengan memberikan pelatihan dan pendampingan melalui kegiatan transfer Ipteks Tepat Guna bagi Masyarakat (ITGbM) dilaksanakan dalam kurun waktu selama 8 (delapan) bulan, dari Mei sampai  Desember 2016. Metode yang digunakan dengan prinsip learning by doing dengan tahapan-tahapan melalui mendengar, memahami, mencoba mempraktikkan, evaluasi, perbaikan, melaksanakan, membiasakan dengan bahasa sederhana. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah bertambahnya wawasan para pelaku usaha konveksi jaket rumahan (home industry) di Kelurahan Mugarsari, Tamansari, Kota Tasikmalaya dalam pengelolaan keuangan dengan baik dan benar yang berdampak kepada peningkatan usahanya.
An online communicative translation assessment model in an Indonesian EFL translation class: Students perceptions Soni Tantan Tandiana; Fuad Abdullah; Dede Anwar; Emmas Maspupah
Studies in English Language and Education Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v12i1.35265

Abstract

Translation studies have grown enormously in recent decades and have expanded to include the pedagogical lens as a breakthrough. However, little is known about how the students perceive the online communicative translation assessment model (OCTAM). The present study explores how the students perceive the implementation of the online communicative translation assessment model in classrooms. The investigative locus of this study was a class on Translating and Interpreting (TI) at a state university in Tasikmalaya, West Java, Indonesia. Thirteen students from a TI class participated in this study. The data were obtained from semi-structured interviews and analysed using a thematic analysis. The findings revealed that OCTAM provided students with an effective translation assessment model, coped with their limited English vocabulary, guided them to focus on knowledge of form, function, and meaning of both source and target texts, offered them a more contextual translation test, raised their awareness of translating as a meaning-making practice, facilitated them to correct grammatical errors, created a less anxious test atmosphere, and generated their multimodal communicative competence. Pedagogically, this study bridges translation and foreign language education, mainly by examining how an online communicative translation assessment model functions as a cutting-edge translation model to assess students translation competence.