Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH TEHNIK RELAKSASI AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA PASIEN PRA OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUANG OPERASI Ni Putu Widyantari; I Putu Artha Wijaya; I Dewa Agung Gde Fanji Pradiptha
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2021): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v12i1.2063

Abstract

Sectio Caesarea is a surgical method of delivering a baby that causes anxiety. What nurses do in maintaining good cooperation Anxiety / Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger and is a signal that helps individuals to be prepared to take action to face threats. The anxiety experienced by patients undergoing section caesarean will certainly greatly affect the patient's physical condition. One way to reduce anxiety is with complementary therapies for anxiety, namely aromatherapy. Aromatherapy Lavender has linalool and linalyl acetate components which reduce anxiety. The research objective was to determine the effect of lavender aromatherapy in reducing anxiety levels in patients with preoperative section caesarean. This research method used a quasy experiment, the level of anxiety can be measured by the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) assessment instrument, with a pretest and posttest design carried out on 40 preoperative patients with section caesarean with a purposive sampling technique. The data measured is the level of anxiety before and after inhaling aromatherapy. Data analysis used the Wilcoxon Sign Rank Test to compare the results of the pretest and posttest. There is an effect of the level of anxiety before and after being given Lavender aromatherapy with the results of the analysis of the level of anxiety in the pretest average score of 17.35 and posttest with a score of 15.95 so that the difference in score reduction is found to be 1.4. The value of z table with significance α = 5% 1.96 and Z count -5.380 with p value = 0.000 so that it can be concluded that lavender aromatherapy reduces the level of anxiety preoperative section caesarean in the Operation Room.
Pengaruh Terapi Suportif Terhadap Intensi Melakukan Operasi Katarak pada Pasien Katarak di RS Mata Ramata Kadek Dwi Kartika Wijayanti; Putu Wira Kusuma Putra; I Putu Artha Wijaya
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 6 No 1 (2022): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v6i1.227

Abstract

Latar Belakang: Wanita pada masa remaja akan mengalami menstruasi secara teratur setiap bulannya dan terkadang disertai dengan nyeri dismenore. Nyeri dismenore dapat diatasi dengan terapi farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat digunakan adalah Hatha Yoga, yang mana dapat menghasilkan hormon endorphin yaitu hormon yang dapat memberikan rasa nyaman dan dapat mengurangi rasa nyeri. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Hatha Yoga terhadap nyeri dismenore. Metedologi: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenis non probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah smapel sebanyak 64 responden. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil: Hasil penelitian didapatkan pada kelompok kontrol didapatkan hasil uji statistik nilai probabilitas atau sig.(2-tailed) sebesar 0,231 dan pada kelompok intervensi sebesar 0,000. Kesimpulan: Kesimpulannya adalah terdapat pengaruh pemberian Hatha Yoga terhadap nyeri dismenore pada remaja putri di Lingkungan Ketugtug Kelurahan Loloan Timur tahun 2021.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA BANJAR BINA KELURAHAN USADA Ni Nyoman Purnaningsih; I Putu Artha Wijaya; IGAA Sherlyna Prihandhani; I Made Dwie Pradnya Susila
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5 No 1 (2024): Nursing Science Journal (NSJ)
Publisher : STIKES Pemkab Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53510/nsj.v5i1.250

Abstract

Background: The older one is, the more likely a person experiences physical, physiological, mental, spiritual, economic and social problems. Depression is among the mental health issues that older people experience the most frequently. Depression in the elderly is usually caused by the loss of loved ones, physical functions, and inability to adapt. There are various types of therapy for depression, for example drug and physical therapy, one of which is exercise. Objective: To determine the level of depression before and after elderly exercise and the effect of elderly exercise on depression. Method: This research used a pre-experimental research method using a one-group pretest-posttest design. The reachable population in this study were 31 elderly at Posyandu Banjar Bina Kelurahan Usada. In accordance with the sample size formula, the researcher took 24 elderly as samples using purposive sampling based on the predetermined inclusion and exclusion criteria. The required data was collected using the GDS (Geriatric Depression Scale) questionnaire issued by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia. Results: Based on their the level of depression, the mean score before the exercise for the elderly was a figure of 5.71 (moderate depression) whereas after the elderly exercise, the level of depression mean score decreased 2.88 (normal). The results of the Wilcoxon Signed Rank Test also showed that the significance value (p-value) was 0.000 < 0.05; therefore, H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusion: There was an effect of implementing elderly exercise on reducing the level of depression in the elderly at Posyandu Lansia Banjar Bina Kelurahan Usada.
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II I Gusti Ayu Winda Dharmaning Putri; I Putu Artha Wijaya; Putu Wira Kusuma Putra
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.
PENGARUH PIJAT BBLR TERHADAP ROOTING-SUCKING BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUANG NEONATAL INTENSIF CARE UNIT (NICU) RUMAH SAKIT UMUM BALI ROYAL Sugiartini, Ni Made; Putra, Putu Wira Kusuma; Wijaya, I Putu Artha; Yuntari, Gusti Ayu Krisma
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.3435

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi masalah di bidang kesehatan terutama kesehatan perinatal karena mengalami banyak masalah disebabkan lemahnya reflek mencari putting susu (rooting reflex) dan reflek menghisap (sucking reflex) menyebabkan permasalahan oral feeding. Intervensi dini yang dapat dilakukan untuk menstimulasi rooting reflex dan sucking  yang lemah dengan memberikan stimulasi sejak dini melalui sentuhan-sentuhan lembut seperti pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat BBLR terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah.Jenis penelitian kuantitatif pre eksperimental dengan rancangan One Groups Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan 17 responden yang dipilih dengan teknik sampel purposive sampling. Rooting reflex dan sucking  diukur dengan  mendekatkan jari tangan dan menyentuhkannya ke pipi dan daerah sekitar mulut bayi sebelum dan setelah intervensi.Hasil penelitian menunjukkan reflek rooting-sucking bayi sebelum diberikan pijat BBLR sebagian besar 58,8%  tidak ada  respon, setelah diberikan pijat BBLR sebagian besar yaitu 13 responden (76,5%) terdapat rooting-sucking reflex.  Hasil  uji Paired t test didapatkan nilai p value = 0,001    0,05 hasil ini menunjukkan ada pengaruh pijat BBLR terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah. Penelitian ini disimpulkan  pijat BBLR berpengaruh signifikan terhadap rooting-sucking bayi dengan berat badan lahir rendah.
Hubungan Tingkat Stres, Depresi, dan Kecemasan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Lansia Hipertensi : Correlation between Stress, Depression, and Anxiety Levels with Medication Adherence in Elderly Hypertension Putra, I Putu Bagus Pradhana; Arisudhana, Gede Arya Bagus; Wijaya, I Putu Artha
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 2 No. 3 (2023): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v2i3.41

Abstract

Latar Belakang: Lanjut usia (lansia) mengalami kemunduran beberapa kemampuan terjadi baik itu fisik, kognitif, maupun mental. Masalah yang paling sering terjadi pada lansia hipertensi yaitu kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh usia, sikap, stres, depresi, cemas dan lama menderita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres, depresi, dan kecemasan dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pendekata cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 138 responden dan dipilih dengan metode accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner DASS-42, pengukuran kepatuhan minum obat menggunakan Pill Count Adherence Ratio (PCAR). Hasil: Rata-rata usia responden 64 tahun, didominasi oleh laki-laki (52,9%), rata-rata lama menderita hipertensi 4 tahun. Sebagian besar responden mengalami stress sedang (46,4%), didominasi tingkat depresi sedang (39,9%) dan sejumlah 44,2% menderita kecemasan sedang. Didapatkan sebagian besar responden tidak patuh minum obat hipertensi (56,5%). Didapatkan hasil uji korelasi nilai p = 0,001 antara stress dengan kepatuhan, p = 0,000 antara depresi dengan kepatuhan, p = 0,000 antara kecemasan dengan kepatuhan. Kesimpulan: Terdapat hubungan tingkat stres, depresi, dan kecemasan dengan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi di UPTD Puskesmas Selemadeg Timur I. Pasien dan keluarga agar tetap memperhatikan tingkat stres, depresi, kecemasan, dan kepatuhan minum obat pada lansia hipertensi.  
Hubungan Antara Dukungan Teman Sebaya Dengan Tingkat Kecemasan, Stres, dan Depresi Pada Siswa Kelas X di SMA Negeri 2 Abiansemal: The Correlation Between Peer Support on The Levels of Anxiety, Stress, and Depression on the Ten Grade Students at Senior High School 2 Abiansemal Pande, Ni Luh Putu Intan Pertiwi; Wulandari, Ni Putu Dita; Wijaya, I Putu Artha
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i1.48

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan, stres, dan depresi merupakan suatu masalah kesehatan mental yang dialami oleh remaja. Perubahan yang terjadi pada remaja baik secara fisik, psikologis, emosional, maupun kognitif yang dapat menyebabkan remaja mengalami masalah pada kesehatan mental seperti kecemasan, stres, depresi, hingga risiko kejadian bunuh diri. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat kecemasan, stres, dan depresi pada siswa kelas X di SMA Negeri 2 Abiansemal. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 138 responden. Teknik pegumpulan sampel menggunakan non probability yaitu purposive sampling. Analisis data menggunakan uji analisis non parametrik yaitu spearman rank. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dukungan teman sebaya dan kuesioner DASS-42. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai p-value = 0,001 dan nilai p<0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan dukungan teman sebaya dengan tingkat kecemasan, stres, dan depresi pada siswa kelas X di SMA Negeri 2 Abiansemal. Remaja diharapkan mampu melibatkan teman sebaya dalam mengatasi gangguan psikologis remaja seperti kecemasan, stres, dan depresi.  
The Effect Of Clove Compress Towards Rheumatoid Arthritis Pain On The Elderly In Banjar Uma Anyar, Pejeng Kaja Village, Tampaksiring I Putu Artha Wijaya; Alfiery Leda Kio; Sang Ayu Komang Gangga Dewi
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i2.848

Abstract

This study aimed at determine the effect of clove compress on rheumatoid arthritis pain in Banjar Uma Anyar, Desa Pejeng Kaja Tampaksiring. This study was quantitative research that used Quasi-Experimental Designs with the Non-Equivalent Control Group type. Samples in this study were taken using nonprobability sampling technique namely purposive sampling, with a sample size of 30 respondents. This research instrument used an observation sheet. The results of the Mann Whitney U test analysis on the post-test of rheumatoid arthritis pain showed a probability value (sig) <0.05 (0,000 <0.05) therefore it could be concluded that in outline there was a difference in rheumatoid arthritis pain after providing clove compression to the intervention group. Based on the results of this study, it is expected that patients with rheumatoid arthritis pain can apply clove compress if rheumatoid arthritis appears in the morning and interfere with the elderly’s activities
PERBEDAAN EMLA CREAM DAN ETHYLCHLORIDE SPRAY UNTUK MENURUNKAN NYERI DALAM PEMASANGAN INFUS Ratnaningsih, Desak Putu; Wijaya, I Putu Artha; Kusuma, Putu Wira
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 2 (2021): Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i2.15300

Abstract

Tujuan: Pemasangan infus akan menimbulkan rasa nyeri pada pasien sehingga diperlukan pengendalian rasa nyeri dengan melakukan penilaian yang akurat dan menerapkan prosedur farmakologis dan non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri. Salah satu tehnik farmakologi yang digunakan untuk mengurangi nyeri adalah penggunaan EMLA Cream dan spray dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan EMLA Cream dan ethylchlorida spray untuk menurunkan nyeri dalam pemasangan infus. Metode: Penelitian yang digunakan Quasy Experiment dengan rancangan post test only group design. Penelitian ini melibatkan 80 responden yaitu 40 responden diberikan EMLA Cream dan 40 responden diberikan ethylchlorida spray. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi berisi skala penilaian nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata skala nyeri pada kelompok EMLA Cream adalah 2,08, rerata skala nyeri pada kelompok ethylchlorida spray 3,35. Hasil uji Mann Whitney Test didapatkan Zhitung= 1,768 < Ztabel= 1,96 dan P value= 0,077 > α 0,05 hasil ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya tidak ada perbedaanyang signifikan EMLA Cream dan Ethylchloride Spray. Simpulan: Penelitian ini disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan EMLA Cream dan Ethylchloride Spray terhadap nyeri saat pemasangan infus. Disarankan agar pemberian EMLA Cream dan Ethylchloride Spray saat pemasangan infus dapat dijadikan sebagai alternatif penanganan nyeri
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II Putri, I Gusti Ayu Winda Dharmaning; Wijaya, I Putu Artha; Putra, Putu Wira Kusuma
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.