Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Effect Of Clove Compress Towards Rheumatoid Arthritis Pain On The Elderly In Banjar Uma Anyar, Pejeng Kaja Village, Tampaksiring I Putu Artha Wijaya; Alfiery Leda Kio; Sang Ayu Komang Gangga Dewi
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2021): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i2.848

Abstract

This study aimed at determine the effect of clove compress on rheumatoid arthritis pain in Banjar Uma Anyar, Desa Pejeng Kaja Tampaksiring. This study was quantitative research that used Quasi-Experimental Designs with the Non-Equivalent Control Group type. Samples in this study were taken using nonprobability sampling technique namely purposive sampling, with a sample size of 30 respondents. This research instrument used an observation sheet. The results of the Mann Whitney U test analysis on the post-test of rheumatoid arthritis pain showed a probability value (sig) <0.05 (0,000 <0.05) therefore it could be concluded that in outline there was a difference in rheumatoid arthritis pain after providing clove compression to the intervention group. Based on the results of this study, it is expected that patients with rheumatoid arthritis pain can apply clove compress if rheumatoid arthritis appears in the morning and interfere with the elderly’s activities
PERBEDAAN EMLA CREAM DAN ETHYLCHLORIDE SPRAY UNTUK MENURUNKAN NYERI DALAM PEMASANGAN INFUS Ratnaningsih, Desak Putu; Wijaya, I Putu Artha; Kusuma, Putu Wira
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 8 No. 2 (2021): Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.V8i2.15300

Abstract

Tujuan: Pemasangan infus akan menimbulkan rasa nyeri pada pasien sehingga diperlukan pengendalian rasa nyeri dengan melakukan penilaian yang akurat dan menerapkan prosedur farmakologis dan non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri. Salah satu tehnik farmakologi yang digunakan untuk mengurangi nyeri adalah penggunaan EMLA Cream dan spray dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan EMLA Cream dan ethylchlorida spray untuk menurunkan nyeri dalam pemasangan infus. Metode: Penelitian yang digunakan Quasy Experiment dengan rancangan post test only group design. Penelitian ini melibatkan 80 responden yaitu 40 responden diberikan EMLA Cream dan 40 responden diberikan ethylchlorida spray. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi berisi skala penilaian nyeri dengan menggunakan Numeric Rating Scale. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rerata skala nyeri pada kelompok EMLA Cream adalah 2,08, rerata skala nyeri pada kelompok ethylchlorida spray 3,35. Hasil uji Mann Whitney Test didapatkan Zhitung= 1,768 < Ztabel= 1,96 dan P value= 0,077 > α 0,05 hasil ini menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya tidak ada perbedaanyang signifikan EMLA Cream dan Ethylchloride Spray. Simpulan: Penelitian ini disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan EMLA Cream dan Ethylchloride Spray terhadap nyeri saat pemasangan infus. Disarankan agar pemberian EMLA Cream dan Ethylchloride Spray saat pemasangan infus dapat dijadikan sebagai alternatif penanganan nyeri
HUBUNGAN SELF EFFICACY & DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN AKTIVITAS FISIK DM TIPE II Putri, I Gusti Ayu Winda Dharmaning; Wijaya, I Putu Artha; Putra, Putu Wira Kusuma
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah didalam tubuh yang melebihi batas normal. Menteri Kesehatan RI : menyatakan bahwa pencegahan dan pengendalian kasus diabetes yang efektif bisa dilakukan dengan fokus pada faktor risiko dan secara teratur memantau perkembangannya, karena faktor risiko PTM di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu tidak patuh dalam melakukan aktivitas fisik. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan melakukan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis korelasi dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 90 sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga kuesioner yaitu GSES, HDFSS dan kuesioner kepatuhan aktivitas fisik. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.000 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan self efficacy dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I. Hasil uji Rank Spearman didapatkan p value = 0.002 < 0,05, hasil ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan manajemen diri (aktivitas fisik) pada penderita diabetes melitus Tipe II di wilayah kerja UPTD Puskesmas Blahbatuh I.
Hubungan Kadar Gula Darah dengan Nilai Ankle Brachial Index Pasien Diabetes Melitus di Out Patient Departement Siloam Hospital Denpasar Susiyanti, Erna; Laksmi, Ida Ayu Agung; Dewi, Putu Adi Cahya; Wijaya, I Putu Artha
Jurnal Kesehatan Andalas Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v14i3.2629

Abstract

Uncontrolled blood sugar levels in patients with diabetes mellitus will result in peripheral neuropathy in the lower extremities, so that the sensitivity of the feet will decrease. Ankle Brachial Index (ABI) assessment is necessary for Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) patients to detect peripheral neuropathy early, particularly on the soles of the feet. Low ABI values that cause vascular disorders are influenced by increasing age, duration of DM and obesity. Objective: To determine the relationship between blood sugar levels and the ankle brachial index value of patients with diabetes mellitus in the Out-Patient Department (OPD) Siloam Hospital, Denpasar. Methods: This study employed a correlational research design with a cross-sectional approach, using simple random sampling to involve 227 respondents. The research instruments used were a Sphygmomanometer to measure the ABI value and a Glucometer (Glukotest) to measure the blood sugar levels of respondents. Data analysis was carried out using Spearman's rank correlation. Results:  Based on the value of blood sugar levels, it shows that the majority of respondents have a high category, namely 205 respondents (90.3%) and based on the value of the ankle brachial index (ABI), the majority of respondents' right foot ABI values are in the mild obstruction category, namely 128 respondents (56.4%) and the majority of the left foot has mild obstruction, namely 133 respondents (59.5%). The analysis yielded a p-value of 0.001, indicating a significant relationship between blood sugar levels and ankle brachial index (ABI) values. Conclusion: There is a significant relationship between blood sugar levels and ABI index on T2DM. Keywords: ankle brachial index, blood sugar level, T2DM
A Comparative Study of Balloon Blowing and Pursed-Lips Breathing Exercises on Oxygen Saturation Levels Among COPD Patients in The High Care Unit of Bali Mandara General Hospital Setiawan, I Made Gunadi; Martini, Ni Made Dwi Ayu; Wijaya, I Putu Artha; Suardani, Ni Nyoman
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Kesehatan: Volume 15, Issue 01, April 2026
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v15i01.233

Abstract

Introduction: COPD is a respiratory disease that causes chronic airflow disruption and progressive airway obstruction, as a result of many factors. The management of COPD therapy is carried out with pharmacological and non-pharmacological therapies. Various non-pharmacological techniques can be performed, including Balloon Blowing and Pursed Lips Breathing (PLB). Method: This study uses a quasi experimental research method (Quasi Experimental Design) with the research design used is Nonequivalent Control Group Design. Where the experimental group and the control group were not randomly selected. The results of the comparative test analysis of balloon blowing and pursed lips breathing exercises on the oxygen saturation of COPD patients in the HCU Room of Bali Mandara Hospital using the results of the Repeated ANOVA test Results: The results of the comparative test analysis of balloon blowing and pursed lips breathing exercises on the oxygen saturation of COPD patients in the HCU Room of Bali Mandara Hospital using the results of the Repeated ANOVA test obtained a p-value of 1,000 in the saturation before the intervention and a p-value of 0.304 in the column after the intervention, with a p value of > 0.05, showing that there was no difference between balloon blowing and pursed lips breathing exercises on the oxygen saturation level in COPD patients because Both interventions have an effect on increasing oxygen saturation in COPD patients in the HCU Room of Bali Mandara Hospital Conclusion: The results of this study are in line with a study that compared pursed lips breathing (PLB) and balloon blowing exercises to increase oxygen saturation in COPD patients, the results of which were no difference between PLB exercises and balloon blowing on oxygen saturation in COPD patients. There was an increase in clinical oxygen saturation due to the median value before the intervention: 94, however, there was no statistically significant improvement in the two interventions.
The Correlation Between Parenting Styles and Socialization Skills of 4-5 Year Old Children at Sai Prema Kumara Kindergarten, Denpasar Dian Cahyani, L. Eky Fajaria; Santika, I Putu; Wijaya, I Putu Artha; Kusuma Putra, Putu Wira
Jurnal Kesehatan Vol. 15 No. 01 (2026): Jurnal Kesehatan: Volume 15, Issue 01, April 2026
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63323/jkes.v15i01.236

Abstract

Introduction: Socialization skills in preschool children are crucial as a foundation for preparing them for their future academic success. Parenting styles play a crucial role in character formation and socialization skills in children. This study aimed to determine the correlation between parenting styles and socialization skills of 4-5 years old children at Sai Prema Kumara Kindergarten, Denpasar. Method: This research employed a cross-sectional methodology. Purposive sampling was used to choose a sample of thirty-one people. The Chi-Square statistical test was performed to analyze the data. Results: The study’s findings revealed that the majority of parents’ parenting techniques were democratic (64.5%), while the majority of children demonstrated high socialization skills (71%). Bivariate analysis revealed a significant correlation between parenting styles and socialization skills in children aged 4-5 years at Sai Prema Kumara Kindergarten, Denpasar (p-value < 0.05). Future researchers are encouraged to investigate other variables that can give the appropriate stimulus to maximize sociability skills in preschool children. Conclusion: Based on the results of the analysis using the Chi-square statistical test between parental parenting and socialization ability in children aged 4-5 years at PAUD Sai Prema Kumara, the significance result obtained was 0.022 so that the p value < 0.05. This shows that there is a relationship between parental parenting and the socialization ability of children aged 4-5 years at PAUD Sai Prema Kumara.
Hubungan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Pemilik Anjing Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Mendoyo, Jembrana Sinta Paramita, Gusti Ayu Putu; Wijaya, I Putu Artha
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 1 No 2 (2017): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v1i2.4

Abstract

Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah virus. Virus yang harus kita waspadai adalah rabies. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang di akibatkan oleh partisipasi masyarakat yang kurang. Kasus rabies mendapat peringkat nasional tertinggi dari tahun 2009-2013 adalah Provinsi Bali. Kasus rabies meningkat pada tahun 2010-2011 di beberapa Kabupaten di Bali, Kabupaten tertinggi adalah Jembrana sebanyak 52%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Pemilik Anjing Terhadap Pencegahan Penyakit Rabies Di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Mendoyo, Jembrana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan rancangan yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional teknik sampling jenis non probability sampling yaitu dengan purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 174 orang. Data analisis menggunakan uji statistik Mann Whitney untuk variabel umur, Chi Square untuk variabel pendapatan dan Rank Spearman untuk variabel pendidikan, pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur didapatkan hasil analisis p value = 0,001, varibel pendidikan p value = 0,003, variabel pendapatan p value = 0,029, variabel pengetahuan p value = 0,004 dan variabel sikap p value = 0,006 yang artinya bahwa p value < 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesa dalam penelitian ini diterima, dimana secara statistik berarti ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, pendapatan, pengetahuan dan sikap dengan partisipasi pemilik anjing terhadap pencegahan penyakit rabies di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Mendoyo, Jembrana.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Tekanan Darah Terhadap Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Desa Adat Bualu Sutra Eni, Ni Made; Wijaya, I Putu Artha
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 1 No 1 (2017): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v1i1.13

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas batas normal yaitu ≥140 mmHg untuk sistolik dan ≥80 mmHg untuk diastolik. Hipertensi merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat. Data Riskesdas Tahun 2013 menunjukkan hipertensi di Indonesia sebesar 25,8% dan di Bali jumlah penderita hipertensi sebesar 840.851 jiwa. Menurut hasil studi pendahuluan di Desa Adat Bualu, didapatkan bahwa dari sepuluh masyarakat yang menderita hipertensi adalah sebanyak tujuh orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah terhadap kejadian hipertensi pada masyarakat di Desa Adat Bualu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 298 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Uji statistik menggunakan Uji Mann-Whitney dan Kai Kuadrat dengan derajat kemaknaan (nilai α = 0,05). Hasil penelitian dengan Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat hubungan usia terhadap kejadian hipertensi (p value = 0,001). Dan hasil Uji Kai Kuadrat didapatkan bahwa terdapat hubungan jenis kelamin, riwayat keluarga, konsumsi garam, konsumsi lemak, merokok dan konsumsi alkohol terhadap kejadian hipertensi dengan p value masing-masing variabel yaitu jenis kelamin p value = 0,001, riwayat keluarga p value = 0,001, konsumsi garam p value = 0,001, konsumsi lemak p value = 0,001, merokok p value = 0,001, konsumsi alkohol p value = 0,001. Sedangkan tidak terdapat hubungan olahraga terhadap kejadian hipertensi dengan p value = 0,856.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensitas Nyeri Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah di BRSU Tabanan Wijaya, I Putu Artha; Evi Yantini, Kadek; Susila, I Made Dwie Pradnya
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 1 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i1.28

Abstract

Pasien pasca operasi fraktur seringkali mengeluh rasa nyeri, nyeri yang dirasakan pasca operasi disebabkan karena terjadinya torehan, tarikan, manipulasi jaringan dan organ. Hasil penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi karakteristik dari responden dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 30 responden pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik insidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah adalah jenis kelamin (p = 0,001), tingkat pendidikan (p = 0,001), mekanisme koping (p = 0,001) dan dukungan keluarga (p = 0,001) dengan nilai α = 0,05 sedangkan faktor usia (p= 0,330) dan pengalaman tindakan operasi yang menyebabkan nyeri (p= 0,770) yang artinya tidak ada hubungan faktor usia dan pengalaman tindakan operasi yang menyebabkan nyeri terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah (p>0,05). Hasil penelitian ini bermanfaat bagi praktisi keperawatan sebagai acuan asuhan keperawatan dalam melakukan manajemen nyeri pasca operasi fraktur ekstremitas bawah untuk mempertimbangkan faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, mekanisme koping dan dukungan keluarga. Saran dari hasil penelitian ini perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nyeri.
Pengaruh Kombinasi Jus Wordu terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi Wijaya, I Putu Artha; Susila, I Made Dwie Pradnya; Dita, I Gede Agus Wahyu Pramana
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 2 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i2.47

Abstract

Tingginya kejadian hipertensi maka hipertensi menjadi masalah yang harus diatasi. Pada pengobatan herbal terapi pemberian jus (kombinasi wortel dan madu) dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi. Kombinasi jus wordu (wortel dan madu) memiliki kandungan seperti kalium yang mampu menjaga tekanan darah dan asetikolin yang membantu memperlancar pembuluh darah. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental dengan rancangan one group prestest and posttest design. Penelitian dilakukan di Kelompok Lansia Wredha Shandi Kencana Desa Mas Ubud pada bulan Maret 2018. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 31 responden yang ditentukan menggunakan total sampling. Responden mengkonsumsi kombinasi jus wortel dan madu selama 1 minggu sebanyak 2 kali bersamaan dengan sarapan di pagi hari dan makan siang. Analisa menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh kombinasi jus wortel dan madu terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Hasil uji wilcoxon p-value yaitu sebesar 0,001 maka p-value < α (0,05) pada pre-test-post-test tekanan darah maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pada nilai z hitung didapatkan z sistole sebesar -5.011, z diastole sebesar -5.353 dan z tabel dengan nilai 1,645. Dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh kombinasi jus wordu (wortel dan madu) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Di Kelompok Lansia Wredha Shandi Kencana Desa Mas Ubud.