Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pengembangan Pemahaman dan Sikap Keberagamaan Moderat Berbasis Nilai Keislaman-Keindonesiaan Husain Heriyanto; Taufik Hidayatullah; Aan Rukmana; Tia Rahmania; Emil Radhiansyah; Ibnu Rusyd
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/dimasejati.v4i1.10818

Abstract

Program ini didasarkan atas hasil sebuah penelitian yang berjudul “Studi Pengaruh Pembelajaran Kuliah Nilai Hidup Paramadina (NHP) terhadap Karakter dan Perilaku Mahasiswa”. Penelitian ini didorong oleh keprihatinan terhadap meningkatnya intoleransi dan radikalisme serta ketegangan kontraproduktif antara paham keislaman dan kebangsaan di kalangan anak muda dan mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis statistic deskriptif. Program pengabdian masyarakat ini dirancang dengan mengadakan training dan workshop terhadap sejumlah guru agama yang peran mereka sangat strategis dan penting dalam pembentukan pemahaman dan sikap keberagamaan yang moderat. Workshop ini diikuti oleh 26 guru dari Jakarta, Tangerang dan Serang selama 3 hari. Testimoni dan saran dari peserta menggambarkan program ini cukup berhasil menginspirasi mereka untuk lebih mendalami nilai keislaman-keindonesiaan. Diseminasi gagasan moderasi beragama ini dilakukan, diantaranya, melalui pelatihan dan pengembangan nilai-nilai keislaman yang satu tarikan napas dengan nilai-nilai kebangsaan (keindonesiaan). Penelitian ini dilakukan kepada 156 mahasiswa yang mengikuti kuliah NHP. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi yang kuat dan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kuliah NHP dengan persepsi dan sikap mahasiswa terhadap nilai keislaman dan keindonesiaan.
Restorasi Filsafat, Dialog Mutual, dan Syari'ah: Ibn Rusyd dan Reformasi Islam dalam Fashl al-maqal Ibnu Rusyd
Jurnal Peradaban Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Peradaban
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/jpb.v3i2.739

Abstract

Ibn Rushd is one of the most important philosophers in the classical world of Islam. Without him, Aristotle would have remained a great mystery to the Western scientific world. It was he, who managed to provide the longest commentary on almost all of Aristotle's works, and his commentary, along with some of the doctrines of Averroism, created the great rationalist movement in the Latin West. However, unlike his philosophical dimension, which some Muslim scholars find too Aristotelian and therefore more impactful in the West and not in the Islamic world, Ibn Rushd's Islamic reform dimension has not received enough attention. I expose Ibn Rusyd's reform, in this study, as contained in one of his books, Fasl al-maqal fi taqrir ma bayna ash-shari'ah wa al-hikmah min al-ittisal (The decisive book on the certainty that there is a connection between shari'ah and philosophy). There are at least three main themes in his reform: restoration of philosophy, restoration of mutual dialogue, and restoration of the shari'ah. With these three themes of reform, we will realize not only Ibn Rushd's contribution to philosophy, but also his great concern for a number of crises in Islam, and for solutions to resolve them.