Jek Amidos Pardede
Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Self-Efficacy Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus melalui Penyuluhan Kesehatan Galvani Volta Simanjuntak; Janno Sinaga; Jek Amidos Pardede; Melda Parapat
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1009

Abstract

Diabetes Melitus (DM) memiliki banyak komplikasi namun dapat dikelola sehingga pasien terhindar dari berbagai komplikasi. Salah satu strateginya dengan mengelola diet. Kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes membutuhkan suatu kesadaran dan niat (Self efficacy) dari pasien DM. Hasil penelitian Melda et al (2021) di RSUD Doloksanggul mendapatkan bahwa banyak pasien DM yang tidak mematuhi program diet yang dianjurkan memiliki self-efficacy rendah. Oleh karena itu, promosi kesehatan pada pasien DM perlu dilakukan untuk menyampaikan informasi yang benar terkait pentingnya kepatuhan diet. Pasien mengatakan pasrah dan tidak dapat mematuhi pola diet yang dianjurkan. Melalui program pengabdian masyarakat, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu memberikan solusi terhadap ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan program diet yang dianjurkan pada pasien DM di RSUD Doloksanggul. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan kesehatan tentang diet pasien DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien DM yang rawat jalan di RSUD Doloksanggul sejumlah 15 orang. Self-efficacy kepatuhan diet pasien diukur dengan kuesioner The Diet Self Efficacy Scale versi Indonesia. Sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan, rata-rata jawaban pasien 19 (skala: 0-44), namun setelah penyuluhan kesehatan meningkat menjadi 36 (skala: 0-44).
Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Haemodialisis Erwin Silitonga; Jek Amidos Pardede; Taruli Rohana Sinaga; Formaida Tambunan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.847

Abstract

Salah satu indikator mutu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien ini dapat tercipta melalui pelayanan yang baik oleh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor mutu pelayanan yang mempengaruhi kepuasaan pasien yang menjalani terapi haemodialisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitic crosssectional. Sampel penelitian ini berjumlah 53 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat ukur kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisa dengan uji Chi Square. Hasil pengujian chi square diperoleh hasilya ada pengaruh faktor mutu bukti fisik dengan kepuasaan pasien hemodialisis dengan p-value=0,02, untuk variabel faktor keandalan ada pengaruh dengan kepuasaan pasien hemodialisis dengan p-value=0,00, untuk variabel daya tanggap hasilnya tidak ada pengaruh dengan kepuasan pasien hemodialisis dibuktikan dengan p-value = 0,62, serta untuk variabel jaminan dengan kepuasaan pasien tidak ada mempengaruhi yaitu dengan nilai p-value=0,34.
Mutu Pelayanan dan Kepuasan Pasien Haemodialisis Erwin Silitonga; Jek Amidos Pardede; Taruli Rohana Sinaga; Formaida Tambunan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 4 No 1 (2022): Februari 2022, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v4i1.847

Abstract

Salah satu indikator mutu pelayanan adalah kepuasan pasien. Kepuasan pasien ini dapat tercipta melalui pelayanan yang baik oleh tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor mutu pelayanan yang mempengaruhi kepuasaan pasien yang menjalani terapi haemodialisis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitic crosssectional. Sampel penelitian ini berjumlah 53 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan alat ukur kuesioner yang kemudian hasilnya dianalisa dengan uji Chi Square. Hasil pengujian chi square diperoleh hasilya ada pengaruh faktor mutu bukti fisik dengan kepuasaan pasien hemodialisis dengan p-value=0,02, untuk variabel faktor keandalan ada pengaruh dengan kepuasaan pasien hemodialisis dengan p-value=0,00, untuk variabel daya tanggap hasilnya tidak ada pengaruh dengan kepuasan pasien hemodialisis dibuktikan dengan p-value = 0,62, serta untuk variabel jaminan dengan kepuasaan pasien tidak ada mempengaruhi yaitu dengan nilai p-value=0,34.
Meningkatkan Self-Efficacy Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus melalui Penyuluhan Kesehatan Galvani Volta Simanjuntak; Janno Sinaga; Jek Amidos Pardede; Melda Parapat
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1009

Abstract

Diabetes Melitus (DM) memiliki banyak komplikasi namun dapat dikelola sehingga pasien terhindar dari berbagai komplikasi. Salah satu strateginya dengan mengelola diet. Kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes membutuhkan suatu kesadaran dan niat (Self efficacy) dari pasien DM. Hasil penelitian Melda et al (2021) di RSUD Doloksanggul mendapatkan bahwa banyak pasien DM yang tidak mematuhi program diet yang dianjurkan memiliki self-efficacy rendah. Oleh karena itu, promosi kesehatan pada pasien DM perlu dilakukan untuk menyampaikan informasi yang benar terkait pentingnya kepatuhan diet. Pasien mengatakan pasrah dan tidak dapat mematuhi pola diet yang dianjurkan. Melalui program pengabdian masyarakat, kami merasa terpanggil untuk ikut membantu memberikan solusi terhadap ketidakpatuhan pasien dalam menjalankan program diet yang dianjurkan pada pasien DM di RSUD Doloksanggul. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan kesehatan tentang diet pasien DM. Peserta dalam kegiatan ini adalah pasien DM yang rawat jalan di RSUD Doloksanggul sejumlah 15 orang. Self-efficacy kepatuhan diet pasien diukur dengan kuesioner The Diet Self Efficacy Scale versi Indonesia. Sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan, rata-rata jawaban pasien 19 (skala: 0-44), namun setelah penyuluhan kesehatan meningkat menjadi 36 (skala: 0-44).