Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendampingan Kaderisasi Siswa Konsumen Cerdas di Sekolah Dasar Negeri 10 Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryanditha
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1067

Abstract

Kota Denpasar terbagi menjadi beberapa desa atau kelurahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pemegang program kesling di wilayah kota Denpasar, terdapat beberapa kantin dengan higienitas dan sanitasi yang masih kurang di beberapa sekolah di daerah kelurahan Pemecutan. Sekolah Dasar No 10 Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat memiliki kantin yang menjadi tempat membeli makanan jajanan di sekolah dan menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan. Permasalahan yang didapatkan kurangnya pengetahuan mengenai makanan dan jajanan yang sehat, aman dan bergizi, belum memiliki kader siswa konsumen cerdas di sekolah tersebut, belum dilakukan pendampingan terhadap kader siswa mengenai pemilihan jajanan dan makanan anak sekolah yang sehat. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai makanan jajanan sehat dan siswa dapat memilih makanan jajanan sehat yang dikonsumsi sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian dilakukan dengan pembentukan kader siswa konsumen cerdas, penyuluhan dan pendampingan kader siswa konsumen cerdas yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 10 Pemecutan, Denpasar. Pembentukan kader dilakukan pada siswa kelas 5 berjumlah 38 siswa yang dipilih oleh guru sekolah sejumlah 6 siswa sehingga dapat memberikan pengetahuan mengenai konsumen cerdas kepada adik kelasnya. Pembentukan kader ini bertujuan agar siswa yang menjadi kader dapat mensosialisasikan dan memberikan informasi makanan jajanan sehat ke siswa di lingkungan sekolah. Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan puskesmas sebagai narasumber cara menjadi konsumen cerdas. Pendampingan kader dilakukan dengan fasilitator oleh anggota peneliti kepada kader siswa konsumen cerdas yang telah terbentuk dengan menunjukkan cara memberikan pemahaman dalam pemilihan makanan jajanan yang sehat kepada teman-temannya. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar setelah mendapatkan materi pemilihan makanan jajanan yang sehat dan terbentuknya kader konsumen cerdas bagi teman sebaya di sekolah.
Pendampingan Kaderisasi Siswa Konsumen Cerdas di Sekolah Dasar Negeri 10 Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryanditha
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1067

Abstract

Kota Denpasar terbagi menjadi beberapa desa atau kelurahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pemegang program kesling di wilayah kota Denpasar, terdapat beberapa kantin dengan higienitas dan sanitasi yang masih kurang di beberapa sekolah di daerah kelurahan Pemecutan. Sekolah Dasar No 10 Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat memiliki kantin yang menjadi tempat membeli makanan jajanan di sekolah dan menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan. Permasalahan yang didapatkan kurangnya pengetahuan mengenai makanan dan jajanan yang sehat, aman dan bergizi, belum memiliki kader siswa konsumen cerdas di sekolah tersebut, belum dilakukan pendampingan terhadap kader siswa mengenai pemilihan jajanan dan makanan anak sekolah yang sehat. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai makanan jajanan sehat dan siswa dapat memilih makanan jajanan sehat yang dikonsumsi sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian dilakukan dengan pembentukan kader siswa konsumen cerdas, penyuluhan dan pendampingan kader siswa konsumen cerdas yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 10 Pemecutan, Denpasar. Pembentukan kader dilakukan pada siswa kelas 5 berjumlah 38 siswa yang dipilih oleh guru sekolah sejumlah 6 siswa sehingga dapat memberikan pengetahuan mengenai konsumen cerdas kepada adik kelasnya. Pembentukan kader ini bertujuan agar siswa yang menjadi kader dapat mensosialisasikan dan memberikan informasi makanan jajanan sehat ke siswa di lingkungan sekolah. Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan puskesmas sebagai narasumber cara menjadi konsumen cerdas. Pendampingan kader dilakukan dengan fasilitator oleh anggota peneliti kepada kader siswa konsumen cerdas yang telah terbentuk dengan menunjukkan cara memberikan pemahaman dalam pemilihan makanan jajanan yang sehat kepada teman-temannya. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar setelah mendapatkan materi pemilihan makanan jajanan yang sehat dan terbentuknya kader konsumen cerdas bagi teman sebaya di sekolah.
Penyuluhan COVID-19, Sanitasi Makanan dan Akuntansi Dagang pada Mitra Kelompok Pedagang Pantai Mertasari Putu Arya Suryanditha; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; I Nyoman Sutapa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7118

Abstract

Salah satu pantai yang berada di daerah Sanur adalah Pantai Mertasari. Aktivitas masyarakat pendukung objek wisata Pantai Mertasari yaitu kelompok pedagang yang berjualan di area pantai. Pandemik COVID-19 berdampak besar terhadap kondisi pariwisata di Indonesia berimbas terhadap usaha kecil utamanya di daerah pariwisata. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terdapat beberapa prioritas masalah yaitu beragamnya pengetahuan mitra terkait pandemik COVID-19, pengetahuan pengolahan dan sanitasi makanan yang baik dan mengetahui penentuan harga penjualan produk agar tidak merugi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program Peserta kegiatan penyuluhan diikuti mitra kelompok pedagang pantai sebanyak 10 orang. Materi penyuluhan antara lain pengenalan penyakit COVID-19, pengolahan dan sanitasi makanan untuk pedagang dan pendampingan akuntansi dagang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan peningkatan rerata pre-test dan post-test sebesar dari 69,4 menjadi 80,2. Tim juga memberikan investasi kepada mitra berupa alat protokol kesehatan dan pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test diperoleh peningkatan pengetahuan dari mitra.
Penyuluhan COVID-19, Sanitasi Makanan dan Akuntansi Dagang pada Mitra Kelompok Pedagang Pantai Mertasari Putu Arya Suryanditha; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; I Nyoman Sutapa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7118

Abstract

Salah satu pantai yang berada di daerah Sanur adalah Pantai Mertasari. Aktivitas masyarakat pendukung objek wisata Pantai Mertasari yaitu kelompok pedagang yang berjualan di area pantai. Pandemik COVID-19 berdampak besar terhadap kondisi pariwisata di Indonesia berimbas terhadap usaha kecil utamanya di daerah pariwisata. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terdapat beberapa prioritas masalah yaitu beragamnya pengetahuan mitra terkait pandemik COVID-19, pengetahuan pengolahan dan sanitasi makanan yang baik dan mengetahui penentuan harga penjualan produk agar tidak merugi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program Peserta kegiatan penyuluhan diikuti mitra kelompok pedagang pantai sebanyak 10 orang. Materi penyuluhan antara lain pengenalan penyakit COVID-19, pengolahan dan sanitasi makanan untuk pedagang dan pendampingan akuntansi dagang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan peningkatan rerata pre-test dan post-test sebesar dari 69,4 menjadi 80,2. Tim juga memberikan investasi kepada mitra berupa alat protokol kesehatan dan pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test diperoleh peningkatan pengetahuan dari mitra.
Pemberdayaan Keluarga untuk Mencegah Stunting di Posyandu Ratna 2, Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani Widhidewi, Ni Wayan; Paramasatiari, Anak Agung Ayu Lila; Suryanditha, Putu Arya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3502

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus perhatian pemerintah Indonesia. Walaupun data Riskesdas telah menunjukkan penurunan angka stunting di Indonesia dari tahun ke tahun, namun berbagai upaya pencegahan tetap perlu disosialisasikan. Mitra dari program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah keluarga dari anak balita yang ada di Banjar Bayung Gede yang berjumlah 5 keluarga. Permasalahan prioritas pada mitra adalah kurangnya pengetahuan serta keterampilan terkait pemberian makanan sehat untuk anak balita. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga balita terkait stunting serta pemberian makanan seimbang untuk balita. Kegiatan pengabdian dilaksanakan kepada 5 orang ibu balita di Balai Banjar Bayung Gede. Persiapan kegiatan dilakukan dengan focus group discussion (FGD) bersama Kepala Puskesmas Kintamani IV serta Kepala Dusun Bayung Gede. Pengabdian diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyuluhan terkait stunting dan pola makan seimbang dengan media leaflet, pelatihan pembuatan makanan sehat dari bahan lokal serta pemberian bantuan berupa paket susu dengan kandungan protein tinggi. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan post-test serta pendampingan melalui grup Whatsapp. Hasil pengabdian menunjukkan telah terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 28% terkait pemberian makanan sehat bagi balita sesuai pedoman “isi piringku”. Dengan peningkatan pengetahuan dan bantuan yang diberikan, diharapkan dapat mencegah terjadinya stunting pada balita di Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, Bali.
Identifikasi Bakteri Klebsiella Sp dan Citrobacter Sp Hasil Isolasi dari Makanan dan Minuman di Beberapa Pasar Tradisional Denpasar Paramasatiari, Anak Agung Ayu Lila; Widhidewi, Ni Wayan; Suryanditha, Putu Arya
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 7 (2024): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v7i.3542

Abstract

Makanan dan minuman merupakan sumber energi bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan makan dan minuman yang tidak cermat mengakibatkan konsumen mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi yang dapat menimbulkan penyakit. Penyakit yang ditimbulkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi disebut dengan Foodhandler diseases. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Klebsiella sp dan Citrobacter sp pada Makanan dan Minuman di Beberapa Pasar Tradisional. Metode Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif eksplorasi. Pemilihan sampel dilakukan secara acak di Pasar tradisional di wilayah Denpasar. Setiap pasar dilakukan pengambilan sampel makanan dan minuman dilakukan secara random terdiri dari 5 sampel pada masing-masing pasar yang berasal dari 7 pasar tradisional di Denpasar. Pada penelitian ini sampel makanan dan minuman diisolasi menggunakan media selective Mac Conkey dan identifikasi menggunakan uji biokimia dengan Imvic Test.Hasil ppenelitian menunjukkan pada makanan dan minuman dari 7 pasar didapatkan terkontaminasi bakteri Klebsiella sp sebanyak 2 (5,7%) dan Citrobacter sp sebanyak 8 sampel (22%). Rekomendasi yang diberikan dengan edukasi dan pemeriksaan secara rutin makanan dan minuman yang dijual untuk keamanan konsumen
NEUTROPHIL TO LYMPHOCYTE RATIO MEAN DIFFERENCE AMONG PEDIATRIC COVID-19 PATIENTS IN BALI: PRELIMINARY STUDY Maharani, Ni Luh Putu Silfia; Masyeni, Sri; Trisnia, Putu Ayunda; Paramasatiari, Anak Agung Ayu Lila
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v11i2.7703

Abstract

The Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) is a significant prognostic marker in COVID-19, reflecting the body's inflammatory immune response. This study aimed to analyze differences in mean NLR among paediatric COVID-19 patients in Bali, stratified by age and gender. A cross-sectional analytic study was conducted using data from 56 hospitalized paediatric patients at Sanjiwani Gianyar and Wangaya Hospitals. The sample comprised patients aged 0–18 years, distributed as follows: 0–5 years (41.1%), 5–10 years (32.1%), 10–15 years (21.4%), and 15–18 years (5.4%). The cohort included 31 males (55.4%) and 25 females (44.6%). Statistical analysis using the Kruskal-Wallis test revealed a significant difference in mean NLR across age groups (p = 0.037). Similarly, the Mann-Whitney test indicated a significant difference in mean NLR between genders (p = 0.004). These findings suggest that the inflammatory response to COVID-19 varies among paediatric patients by both age and gender. Consequently, clinicians should consider these demographic factors, as they may indicate a need for tailored therapeutic and monitoring strategies.
BACILLUS SP RM3 ISOLATED FROM MANGROVE FOREST HAS POTENTIAL AS ANTIBACTERIAL ACTIVITY AND CYTOTOXICITY Maheswari, Ida Ayu Kartika; Indraningrat, Anak Agung Gede; Paramasatiari, Anak Agung Ayu Lila; Choe, Daegeun
Meditory : The Journal of Medical Laboratory Vol 13, No 1 (2025): Meditory, Volume 13 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/meditory.v13i1.4073

Abstract

Background: Antibacterial resistance is a critical health concern, driving the search for new compounds from natural sources such as mangrove-associated bacteria, which produce diverse secondary metabolites.Objective:  This research focused on studying the bioactivity of the extract of Bacillus sp. RM3, previously isolated from mangrove forests through an extraction method using ethyl acetate solvent.Methods: The Bacillus sp. RM3 isolate was fermented in ISP-2 media and extracted with ethyl acetate. The resulting crude extract was tested for antibacterial activity using the Kirby-Bauer method against Staphylococcus aureus ATCC 25923, Streptococcus mutans FNCC 0405 (Gram-positive), Escherichia coli ATCC 25922, and Klebsiella pneumoniae ATCC 700603 (Gram-negative). Cytotoxic effects were assessed via the Brine Shrimp Lethality Assay (BSLT).Results: The ethyl acetate extract displayed moderate antibacterial activity, evidenced by inhibition zone diameters between 5 to 10 mm. Triplicate measurements revealed the following average inhibition zone diameters: E. coli (9.65±1.62 mm), K. pneumoniae (7.88±1.92 mm), S. aureus (7.77±1.26 mm), and S. mutans (7.03±0.99 mm). Furthermore, the BSLT assay revealed an LC50 value of 504.586 ppm, which indicates the extract was toxic (LC50 1000 ppm).Conclusions: Overall, these results indicate the potential of Bacillus sp. RM3 isolate as a producer of antibacterial and cytotoxic compounds 
Identification of Pathogenic Bacteria in Food Samples from Cafeterias of a University in Denpasar, Indonesia , Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; , Putu Indah Budiapsari; Suryanditha, Putu Arya; Widhidewi, Ni Wayan
Folia Medica Indonesiana Vol. 58, No. 4
Publisher : Folia Medica Indonesiana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Highlights: • Eschericia colli was the most contaminant bacteria among food samples from Warmadewa Cafeterias • Further suggestions to increase the hygiene in food processing must be offered. Abstract : Foodborne diseases still remain a problem especially in public areas. This study aimed to identify pathogenic bacteria in foods sold at the cafeterias of Universitas Warmadewa, Denpasar, Indonesia. The presence of pathogenic bacteria in the food samples was identified using the brain heart infusion (BHI) agar for the growth of Escherichia coli and Streptococcus aureus, selenite for Shigella and Salmonella, and alkaline peptone for Vibrio cholerae, then bacterial culture was conducted to identify the species. The results showed that Escherichia coli were found in two food samples, kangkong and jinggo rice, with the colony counts of 50-118. Escherichia coli was the most commonly found contaminant in food samples from the Warmadewa Cafeterias. Further suggestions must be offered to increase hygiene in the food processing by advising the stalls' owners to serve good foods and conducting regular inspections to assess the food quality.
Hubungan Vaksinasi Rotavirus Pentavalent dengan Kejadian Diare pada Anak Usia 6-24 Bulan di Denpasar I Made Dwiky Vinandyanata; Ni Putu Aniek Mahayani; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 1 (2021): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.1.1.2021.20-26

Abstract

Abstrak Diare adalah penyakit yang banyak menimpa serta menjadi sebab kematian kedua tertinggi secara global pada anak yang berumur < 5 tahun. Prevalensi diare pada balita di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Kota Denpasar adalah kabupaten dengan kasus diare tertinggi kedua di Provinsi Bali. Infeksi rotavirus menjadi sebab diare banyak menjangkiti bayi dan anak-anak di Indonesia bahkan dunia. WHO memiliki 7 poin pedoman yang paling efektif untuk mencegah diare pada anak, salah satunya adalah pemberian vaksin rotavirus. Maksud kajian ini ialah guna memahami kaitan vaksinasi rotavirus pentavalent terhadap kasus diare anak umur 6-24 bulan di Kota Denpasar. Kajian ini merupakan observasional analitik melalui desain penelitian case control. Peserta penelitian dipilih mempergunakan teknik consecutive sampling dengan jumlah 72 anak berusia 24-36 bulan yang datang ke praktik dokter spesialis anak wilayah Denpasar. Data penelitian didapatkan menggunakan instrumen kuesioner yang berikutnya akan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS memakai uji chi-square dan regresi logistik. Kajian ini memperlihatkan pada kelompok yang tidak mengalami kejadian diare sebagian besar mendapatkan vaksin rotavirus pentavalent (66,7%). Pada uji chi-square diketahui bahwa adanya kaitan yang bermakna antara vaksinasi rotavirus pentavalent dengan kejadian diare dan vaksin rotavirus pentavalent mempunyai dampak protektif pada kasus diare anak (OR = 0,318, IK 95% = 0,121-0,843, dan nilai p = 0,018). Kata kunci: anak, diare, rotavirus, vaksin, pentavalent Abstract Diarrhea is a disease that afflicts many and is the second leading cause of death globally in children aged < 5 years. The prevalence of diarrhea in children under five in Indonesia continues to increase every year. Denpasar City is the district with the second highest diarrhea case in Bali Province. Rotavirus infection is the cause of diarrhea in many infants and children in Indonesia and even the world. WHO has 7 points of the most effective guidelines for preventing diarrhea in children, one of which is the provision of rotavirus vaccine. The purpose of this study is to understand the relationship between pentavalent rotavirus vaccination on cases of diarrhea in children aged 6-24 months in Denpasar City. This study is an analytic observational through case control research design. The study participants were selected using a consecutive sampling technique with a total of 72 children aged 24-36 months who came to the pediatrician's practice in the Denpasar area. Research data obtained using a questionnaire instrument which will then be analyzed using the SPSS application through chi-square test and logistic regression. The results of this study showed that in the group that did not experience diarrhea, most of them received pentavalent rotavirus vaccine (66.7%). In the chi-square test, it was found that there was a significant association between pentavalent rotavirus vaccination and the incidence of diarrhea and the pentavalent rotavirus vaccine had a protective effect on pediatric diarrhea cases (OR = 0.318, 95% CI = 0.121-0.843, and p value = 0.018). Keywords: children, diarrhea, rotavirus, vaccine, pentavalent