Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Antibacterial Screening of Bacterial Isolates Associated with Mangrove Soil from the Ngurah Rai Mangrove Forest Bali Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Putu Arya Suryanditha; Ayu Savitri Siskayani; Ni Made Defy Janurianti
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2021.102.129-133

Abstract

In this study we reported cultivation of bacteria associated with mangrove soil from the Ngurah Rai Mangrove Forest, Bali. Mangrove soil samples were serially diluted using sterile artificial seawater, spread onto Starch Casein M agar and incubated at 28oC for 28 days. Cultivation of mangrove soil samples yielded 165 bacterial colonies with 68 isolates were selected and purified based on different morphology. Of these 68 isolates, 22 isolates displayed antibacterial activities ranging from weak to strong inhibition against at least one of four bacterial indicators namely Staphyloccocus aureus, Streptococus mutans, Escherichia coli and Klebsiella pneumoniae using perpendicular streak method. Overall, 19 out of 22 bacteria isolates displayed weak antibacterial potential and two isolates exhibited moderate antibacterial activity. The isolate SA4 was the only bacterium with strong antibacterial potential with measured clear distance ≥ 10 mm against the four bacterial isolates. Sequence analysis based on 16S rRNA gene fragment assigned the isolate SA4 as Bacillus subtilis strain BIL/BS-168. Overall, this study confirmed the untapped potential of antibacterial activities from bacteria associated with mangrove soil.
Pendampingan Kaderisasi Siswa Konsumen Cerdas di Sekolah Dasar Negeri 10 Denpasar Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Putu Arya Suryanditha
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1067

Abstract

Kota Denpasar terbagi menjadi beberapa desa atau kelurahan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada pemegang program kesling di wilayah kota Denpasar, terdapat beberapa kantin dengan higienitas dan sanitasi yang masih kurang di beberapa sekolah di daerah kelurahan Pemecutan. Sekolah Dasar No 10 Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat memiliki kantin yang menjadi tempat membeli makanan jajanan di sekolah dan menjadi salah satu tempat untuk melakukan pendampingan. Permasalahan yang didapatkan kurangnya pengetahuan mengenai makanan dan jajanan yang sehat, aman dan bergizi, belum memiliki kader siswa konsumen cerdas di sekolah tersebut, belum dilakukan pendampingan terhadap kader siswa mengenai pemilihan jajanan dan makanan anak sekolah yang sehat. Pendampingan ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai makanan jajanan sehat dan siswa dapat memilih makanan jajanan sehat yang dikonsumsi sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh makanan. Berdasarkan permasalahan tersebut, pengabdian dilakukan dengan pembentukan kader siswa konsumen cerdas, penyuluhan dan pendampingan kader siswa konsumen cerdas yang dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 10 Pemecutan, Denpasar. Pembentukan kader dilakukan pada siswa kelas 5 berjumlah 38 siswa yang dipilih oleh guru sekolah sejumlah 6 siswa sehingga dapat memberikan pengetahuan mengenai konsumen cerdas kepada adik kelasnya. Pembentukan kader ini bertujuan agar siswa yang menjadi kader dapat mensosialisasikan dan memberikan informasi makanan jajanan sehat ke siswa di lingkungan sekolah. Penyuluhan dilakukan dengan melibatkan puskesmas sebagai narasumber cara menjadi konsumen cerdas. Pendampingan kader dilakukan dengan fasilitator oleh anggota peneliti kepada kader siswa konsumen cerdas yang telah terbentuk dengan menunjukkan cara memberikan pemahaman dalam pemilihan makanan jajanan yang sehat kepada teman-temannya. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sekolah dasar setelah mendapatkan materi pemilihan makanan jajanan yang sehat dan terbentuknya kader konsumen cerdas bagi teman sebaya di sekolah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Proteinuria pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas I dan IV Denpasar Selatan PUTU ARYA SURYANDITHA; NI MADE DHANISWARA PUTRI WIRAWAN; DEWA AYU PUTRI SRI MASYENI
HANG TUAH MEDICAL JOURNAL Vol 20 No 1 (2022): Hang Tuah Medical Journal
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/htmj.v20i1.331

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a major health problem in the world. Various complications can arise due to uncontrolled blood sugar levels. One of the complications of DM involving the kidneys is diabetic nephropathy, which is characterized by the occurrence of proteinuria in DM patients. This study aims to determine the factors associated with the incidence of proteinuria in patients with diabetes mellitus at Puskesmas I and IV Denpasar Selatan. The design in this study is an analytical study with a cross sectional approach using primary data obtained from interviews and urinalysis examinations. The minimum sample size in this study was 106 people who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using Chi Square test with a significance level of 5%. The number of respondents in this study were 106 respondents. The results of this study showed that as many as 33% of all DM patients had proteinuria. There is a significant relationship between the onset of DM and the incidence of proteinuria (p<0.05), so it can be interpreted that the longer the duration of experiencing DM, the incidence of proteinuria will increase, and vice versa. There was no significant relationship between age, gender, BMI, type of DM therapy, and fasting blood glucose levels with the incidence of proteinuria (p>0,05). Patients with diabetes onset more than 10 years tend to have proteinuria. DM patients are advised to do regular proteinuria checks if the onset of DM is more than 5 years.
Program Kemitraan Masyarakat pada Kelompok Pengrajin Keris Nami Pusaka Ni Luh Putu Mita Miati; Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba; Putu Arya Suryanditha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6004

Abstract

Bali merupakan pulau yang kaya akan adat istiadat, seni, dan budaya. Berbagai macam karya seni telah ada dari zaman dahulu yang di buat demi memperkaya keragaman seni dan budaya serta meningkatkan kreativitas guna menjaga warisan leluhur. Salah satu kesenian bali yang kental akan seni dan budaya Bali adalah keris. Nami Pusaka merupakan salah satu kelompok pengrajin keris yang ada di Bali. Selama ini pengrajin dalam membuat keris belum melakukan pencatatan terkait biaya produksi sehingga sulit untuk menentukan harga jual dan mengetahui jumlah biaya yang di keluarkan secara riil. Permasalahan kedua yang di alami para pengrajin adalah belum memiliki branding product dan system digital marketing. Permasalahan ketiga yang di alami mitra adalah kurangnya pemahaman mengenai kesehatan kerja. Melalui program ini diharapkan mitra secara konsisten menerapkan pencatatan biaya produksi, pemasaran digital dan kesehatan kerja sehingga mitra menjadi lebih produktif. Adapun metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah memberikan materi atas permasalahan yang di alami mitra, melakukan evaluasi dengan cara mengadakan pre-test dan post-test. Dari hasil program kemitraan masyarakat yang telah dilaksanakan mitra mendapatkan kemapuan tambahan dalam hal pencatatan biaya produksi, pemasaran digital, dan kesehatan kerja serta mendapatkan investasi berupa alat untuk menunjang kinerja mitra dalam membuat kerajinan keris
Pelatihan Deteksi Stunting dan Pengelolaan Keuangan Keluarga Pada Kader Posyandu Banjar Tanjung Desa Sanur Kauh, Denpasar Putu Arya Suryanditha; I Made Pariartha; I Nyoman Sutapa
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 4 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i4.3380

Abstract

Banjar Tanjung merupakan salah satu Banjar di Desa Sanur Kauh, Kota Denpasar, Propinsi Bali. Salah satu kelompok masyarakat di Banjar Tanjung adalah kader posyandu. Salah satu kegiatan posyandu kader adalah pengukuran antropometri bayi dan anak untuk mendeteksi permasalahan pertumbuhan pada anak. Masalah pertumbuhan anak yang menjadi perhatian desa adalah stunting. Beberapa permasalahan dari diskusi yaitu masih bervariasinya pengetahuan kader terkait dengan stunting dan isu pengelolaan keuangan di keluarga Solusi dari masalah tersebut adalah kegiatan pelatihan deteksi dan pencegahan stunting serta pelatihan pengelolaan budgeting keuangan keluarga. Pelaksanaan pengabdian masyarakat secara umum berjalan lancar. Evaluasi pelaksanaan pada pelatihan deteksi dan pencegahan stunting didapatkan peningkatan rerata pretest-posttest (46,25 menjadi 73,75). Pada pelatihan pengelolaan budgeting keuangan keluarga. didapatkan peningkatan rerata pretest-posttest (60,00 menjadi 70,00).  Kesimpulan dari pelaksanaan kegiatan ini antara lain didapatkan peningkatan pengetahuan mitra terkait deteksi dan pencegahan stunting meningkat serta pengelolaan budgeting keluarga.
Penyuluhan COVID-19, Sanitasi Makanan dan Akuntansi Dagang pada Mitra Kelompok Pedagang Pantai Mertasari Putu Arya Suryanditha; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; I Nyoman Sutapa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7118

Abstract

Salah satu pantai yang berada di daerah Sanur adalah Pantai Mertasari. Aktivitas masyarakat pendukung objek wisata Pantai Mertasari yaitu kelompok pedagang yang berjualan di area pantai. Pandemik COVID-19 berdampak besar terhadap kondisi pariwisata di Indonesia berimbas terhadap usaha kecil utamanya di daerah pariwisata. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terdapat beberapa prioritas masalah yaitu beragamnya pengetahuan mitra terkait pandemik COVID-19, pengetahuan pengolahan dan sanitasi makanan yang baik dan mengetahui penentuan harga penjualan produk agar tidak merugi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program Peserta kegiatan penyuluhan diikuti mitra kelompok pedagang pantai sebanyak 10 orang. Materi penyuluhan antara lain pengenalan penyakit COVID-19, pengolahan dan sanitasi makanan untuk pedagang dan pendampingan akuntansi dagang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan peningkatan rerata pre-test dan post-test sebesar dari 69,4 menjadi 80,2. Tim juga memberikan investasi kepada mitra berupa alat protokol kesehatan dan pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test diperoleh peningkatan pengetahuan dari mitra.
Program Kemitraan Masyarakat pada Kelompok Pengrajin Keris Nami Pusaka Ni Luh Putu Mita Miati; Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba; Putu Arya Suryanditha
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.6004

Abstract

Bali merupakan pulau yang kaya akan adat istiadat, seni, dan budaya. Berbagai macam karya seni telah ada dari zaman dahulu yang di buat demi memperkaya keragaman seni dan budaya serta meningkatkan kreativitas guna menjaga warisan leluhur. Salah satu kesenian bali yang kental akan seni dan budaya Bali adalah keris. Nami Pusaka merupakan salah satu kelompok pengrajin keris yang ada di Bali. Selama ini pengrajin dalam membuat keris belum melakukan pencatatan terkait biaya produksi sehingga sulit untuk menentukan harga jual dan mengetahui jumlah biaya yang di keluarkan secara riil. Permasalahan kedua yang di alami para pengrajin adalah belum memiliki branding product dan system digital marketing. Permasalahan ketiga yang di alami mitra adalah kurangnya pemahaman mengenai kesehatan kerja. Melalui program ini diharapkan mitra secara konsisten menerapkan pencatatan biaya produksi, pemasaran digital dan kesehatan kerja sehingga mitra menjadi lebih produktif. Adapun metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah memberikan materi atas permasalahan yang di alami mitra, melakukan evaluasi dengan cara mengadakan pre-test dan post-test. Dari hasil program kemitraan masyarakat yang telah dilaksanakan mitra mendapatkan kemapuan tambahan dalam hal pencatatan biaya produksi, pemasaran digital, dan kesehatan kerja serta mendapatkan investasi berupa alat untuk menunjang kinerja mitra dalam membuat kerajinan keris
Penyuluhan COVID-19, Sanitasi Makanan dan Akuntansi Dagang pada Mitra Kelompok Pedagang Pantai Mertasari Putu Arya Suryanditha; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; I Nyoman Sutapa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7118

Abstract

Salah satu pantai yang berada di daerah Sanur adalah Pantai Mertasari. Aktivitas masyarakat pendukung objek wisata Pantai Mertasari yaitu kelompok pedagang yang berjualan di area pantai. Pandemik COVID-19 berdampak besar terhadap kondisi pariwisata di Indonesia berimbas terhadap usaha kecil utamanya di daerah pariwisata. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terdapat beberapa prioritas masalah yaitu beragamnya pengetahuan mitra terkait pandemik COVID-19, pengetahuan pengolahan dan sanitasi makanan yang baik dan mengetahui penentuan harga penjualan produk agar tidak merugi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program Peserta kegiatan penyuluhan diikuti mitra kelompok pedagang pantai sebanyak 10 orang. Materi penyuluhan antara lain pengenalan penyakit COVID-19, pengolahan dan sanitasi makanan untuk pedagang dan pendampingan akuntansi dagang. Berdasarkan hasil analisis didapatkan peningkatan rerata pre-test dan post-test sebesar dari 69,4 menjadi 80,2. Tim juga memberikan investasi kepada mitra berupa alat protokol kesehatan dan pengolahan makanan. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test diperoleh peningkatan pengetahuan dari mitra.
Program Kemitraan Masyarakat Pada Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes Kabupaten Klungkung Aryasa, I Putu Gde Chandra Artha; Miati, Ni Luh Putu Mita; Suryanditha, Putu Arya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2119

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Pengrajin Bubut Kayu Mang Abes di Kabupaten Klungkung, Bali, dengan fokus pada peningkatan pengelolaan keuangan dan kesehatan kerja. Para pengrajin menghadapi berbagai tantangan seperti kurangnya pencatatan keuangan yang baik dan risiko kesehatan akibat paparan debu kayu serta penggunaan alat berat. Program ini meliputi pelatihan manajemen keuangan sederhana, sosialisasi kesehatan kerja, dan pengadaan alat produksi yang lebih modern. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan yang signifikan, di mana 85% pengrajin mampu memahami pentingnya pencatatan keuangan setelah program dibandingkan 35% sebelum pelatihan. Di sisi kesehatan, kesadaran akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) meningkat dari 25% sebelum program menjadi 70% setelah pelatihan. Pengadaan alat baru juga meningkatkan kapasitas produksi sebesar 40%, dari 50% sebelum program menjadi 90% setelahnya, serta peningkatan kualitas produk dari 55% menjadi 85%. Meskipun demikian, diperlukan pendampingan lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan program dan penerapan teknologi secara konsisten. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pembinaan jangka panjang, peningkatan akses pasar, serta monitoring intensif guna mendukung daya saing dan keberlanjutan usaha kelompok pengrajin. Community Partnership Program for the Mang Abes Wood Lathe Craftsman Group, Klungkung Regency Abstract:This Community Partnership Program (PKM) aims to enhance the capacity of the Mang Abes Woodturning Craftsmen Group in Klungkung Regency, Bali, focusing on financial management and occupational health. The craftsmen face challenges such as poor financial record-keeping and health risks due to wood dust exposure and the use of heavy equipment. This program included training on basic financial management, occupational health education, and the provision of modern production tools. The training results showed significant improvements, with 85% of the craftsmen understanding the importance of financial record-keeping after the program, compared to 35% before. In terms of health, awareness of the importance of personal protective equipment (PPE) usage increased from 25% before the program to 70% after. The introduction of new equipment also enhanced production capacity by 40%, from 50% to 90%, and product quality improved from 55% to 85%. However, further assistance is needed to ensure the program's sustainability and consistent technology adoption. Recommendations include long-term mentoring, market access enhancement, and intensive monitoring to support the group's competitiveness and business sustainability.
Detection of antibacterial activity in chicken meat, eggs, drinking water, animal feed and sewage waste in Tabanan, Bali Setiabudy, Marta; Indraningrat, Anak Agung Gede; Suryanditha, Putu Arya; Budayanti, Ni Nyoman Sri; Yanti, Ni Komang Semara; Adhiputra, I Ketut Agus Indra; Widowati, I Gusti Ayu Rai; Agustina, Kadek Karang
Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases Vol. 3 No. 1 (2023): Available online : June 2023
Publisher : Indonesian Society for Clinical Microbiology (Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jcmid.v3i1.51

Abstract

Background: The use of antibiotics that are not in accordance with the indications, doses, and duration can trigger resistance and there is concern that it might leave antibiotic residues in the processed product. Aim of this study was to detect the antibacterial activity of livestock products, namely chicken meat and eggs and the surrounding environment such as drinking water, animal feed and waste disposal. This study was a preliminary study before the establishment of antibiotic wise village, One Health approach for antimicrobial stewardship program. Methods: This study was a descriptive study with a cross sectional design to determine antibacterial activity, particularly tetracycline in livestock products and the environment. The research samples were taken from 5 groups of farmers in one of the villages in Tabanan, Bali. Bioassay method based on the Kirby Bauer method was used in this study. Results: From a total of 44 samples, 6 samples showed weak antibiotic tetracycline activity (13.6%), namely in waste disposal (20%) and animal feed (40%). Antibiotic contamination was likely to occur because the animal feed used in this group contains antibiotics with or without the knowledge of the farmers themselves. Disposal waste came from livestock manure that ate the feed or from animal feed that was scattered around the cage. Conclusion: Samples of livestock meat and eggs did not show antibacterial activity. There were samples that have antibiotic activity but weak and inconsistent, namely in samples of waste disposal and animal feed. This condition cannot necessarily be concluded as antibiotic abuse in livestock however it can be the basis for the importance of providing education regarding antimicrobial resistance. Unless there was indication, antibiotics should not be given to livestock on a daily basis.
Co-Authors , Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari , Putu Indah Budiapsari Adhiputra, I Ketut Agus Indra Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari Anak Agung Gede Indraningrat Anak Agung Sagung Ayu Santhi Sueningrum Apsari, Putu Indah Budi Artha Aryasa, I Putu Gde Chandra ATWN, Anak Agung Sagung Ayu Krisma Yanti Ayu Krisma Yanti Ayu Savitri Siskayani budiapsari, putu indah Dewa Putu Widjana I Komang Galih Vedanta Artana I Komang Medy Wedhangga I Made Pariartha I Nengah Kapti I Nengah Prama Baswara Andakara Yasa I Nyoman Agung Triana Putra I Nyoman Agung Triana Putra I Nyoman Sutapa I Nyoman Sutapa Ida Ayu Agung Idawati Ida Bagus Gde Indra Wedhana Purba Indraningrat, Anak Agung Gede Janurianti, Ni Made Defy Kadek Karang Agustina Kapti I Nengah Kartuti Debora, Kartuti Kuntaman Kuntaman Luh Gede Pradnyawati Made Dharmesti Wijaya Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Komang Ayu Mega Juliyanty Ni Komang Ayu Mega Juliyanty Ni Luh Putu Mita Miati Ni Luh Putu Mita Miati, Ni Luh Putu Mita NI MADE DHANISWARA PUTRI WIRAWAN Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Wayan Putri Primayanthi Ni Wayan Widhidewi Ni Wayan Widhidewi Ni Wayan Widhidewi Paramasatiari, Anak Agung Ayu Lila Pramana, Made Surya Primatanti, Putu Asih Putu Asih Primatanti Putu Indah Budi Apsari Putu Indah Budi Apsari Putu Sutisna Rasita, Yoeke Dewi Setiabudy, Marta Sri Masyeni, Dewa Ayu Putri Suyasning Hastiko Indonesiani Widhidewi, Ni Wayan Widowati, I Gusti Ayu Rai - Wijaya, I Dewa Gede Harry Wijaya, Made Indra Yanti, Ni Komang Semara Yoeke Dewi Rasita