Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Intervensi Bank Sumsel Babel Dalam Pemberdayaan Ekonomi Pengrajin Batik Retno Sumarni
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10, No 1 (2022): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v10i1.10069

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki masyarakat guna memperbaiki perekonomian mereka. Mengembangkan ekonomi lokal tentunya harus ada intervensi baik itu pemerintah maupun lembaga-lembaga tertentu guna melakukan pengembangan terutama pengembangan SDM nya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan keberhasilan dari intervensi pengembangan SDM yang dilakukan Bank Sumsel Babel terhadap pengrajin Pesona Indah Batik dalam memberdayakan ekonomi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif, dengan Subjek Pengrajin Pesona Indah Batik, metode Pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, interview, dan dokumentasi. Sedangkan metode Deskriptif analisis digunakan untuk menghimpun data Aktual. Kemudian keabsahan data menggunakan Teknik Triangulasi. Hasil penelitian intervensi Bank Sumsel Babel melalui pengembangan SDM terhadap Pengrajin Pesona Indah Batik memberikan Dampak terhadap pemberdayaan ekonomi pengrajin. Terdapat peningkatan penjualan setelah Pesona Indah Batik mendapat Intervensi berupa permodalan dan pengembangan SDM dari Bank Sumsel Babel. Serta adanya penambahan anggota dan pembaharuan Motif-motif batik.
Analisis Strategi Komisi Penyiaran Indonesia Konten Televisi Edisi Ramadan Purwanto Purwanto; Retno Sumarni; Solimin Solimin
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v4i1.403

Abstract

This study intends to illustrate how tv settings were in the period. The tests used in this study are subjective enlightenment methodologies, information collected as encounters, perceptions, documentation and investigation of specific information using information reduction (reduced information), information (display) and decision making (end of information). The consequences of this study must be seen from the depiction through perception, documentation and meetings with respondents, the approach taken by the Indonesian Broadcasting Commission on TV content during the long stretch of Ramadan.
Komunikasi Simbolik Dalam Tradisi Mandi Kasai Di Kelurahan Batu Urip Taba Kota Lubuklinggau Maharani, Rara Aziza; Apriani, Lusi; Abisyiwih, Firman; Sumarni, Retno
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v6i1.785

Abstract

This research discusses the role of traditional leaders in maintaining the Kasai bathing tradition, where the Kasai bathing tradition is one of the traditions of the city of Lubuklinggau, South Sumatra province. Here the researcher describes the implementation of the traditional kasai bathing culture and the meaning contained in the traditional kasai bathing tradition in the city of Lubuklinggau. Then examine the perceptions of traditional leaders in maintaining the Kasai bathing tradition in the city of Lubuklinggau. The results of this research show that the traditional kasai bathing ceremony is part of the traditional marriage ceremony in the people of Lubuklinggau City. This ceremony is carried out by the bride and groom after giving alms with the facilities and infrastructure for the ceremony. The traditional kasai bathing ceremony has two meanings: (a) the bride and groom release their teenage years in the sense of freedom to mingle among bujang-dere (young people); (b) before entering married life, the bride and groom must be clean and pure. The perception of the people of Lubuklinggau City regarding the traditional kasai bathing ceremony tradition is different, some are supportive and some are less supportive, in this case the role of traditional leaders and the community is needed to continue to preserve the kasai bathing culture so that this culture is not lost.