Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Korelasi Antar Tingkat Kerusakan Bangunan Akibat Gempa pada Sistem Struktur Reinforced Concrete Sebagai Preferensi Arsitek Rita Laksmitasari Rahayu; Yulita Hanifah
MAESTRO Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Maestro Vol.5 No.1. April 2022
Publisher : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS BUDI LUHUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is one of the countries that have the potential to experience an earthquake. Most of the high-rise buildings use a reinforced concrete structural system design. Architects need to understand the level of damage to non-structural elements that affect the level of damage to structural elements in buildings that use reinforced concrete structural system designs. The research method used is a quantitative method by looking for a relationship or correlation between the level of damage to structural elements and the level of damage to non-structural elements. In the early stages, this research uses data processing techniques - document content analysis. Documents are analyzed systematically, integrated, and intact. The next stage, the results of the analysis of the contents of the document are used as data in the next process, namely looking for relationships between variables that have been found. The purpose of this study was to find a relationship between the level of damage to non-structural elements and the level of damage to structural elements in buildings with a reinforced concrete structural system design. The results of the study found a relationship between the level of damage to non-structural elements and the level of damage to structural elements for buildings with reinforced concrete designs. The novelty obtained in this study is that the building did not experience damage to structural elements but tended to have slight damage to non-structural elements leading to moderate damage. Recommendations for architects are buildings with reinforced concrete structural system designs that require building stiffeners (core, bracing, shear wall) as structural elements.
BIM IMPLEMENTATION FOR BIPV LAYING AND SLOPE DESIGN IN ENERGY-EFFICIENT BUILDING Febru, Mohammad Andri; Hanifah, Yulita; Setiawan, Aisyah Ardanareswari
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/lja.v7i1.22177

Abstract

Pada saat ini, konsumsi listrik terbanyak berasal dari bangunan yaitu sebanyak 35% dari total konsumsi energi. Salah satu sistem yang dapat digunakan dalam penggunaan panel surya pada bangunan adalah sistem Building Integrated Photovoltaic (BIPV). BIPV adalah sistem panel surya pada bangunan yang terintegrasi ke dalam struktur bangunan seperti fasad atau atap sehingga dapat memanfaatkan radiasi matahari lebih banyak. Building Information Modeling Technology (BIM) merupakan salah satu metode yang saat ini digunakan untuk melakukan desain dan simulasi untuk mencapai bangunan hemat energi karena dianggap bisa mengitegrasikan aspek-aspek tersebut. BIM digunakan pada penelitian ini dalam proses desain BIPV pada bangunan middle rise untuk mengetahui bagaimana potensi terkait perletakan dan desain BIPV pada bangunan. metode yang digunakan untuk mendapatkan optimasi desain BIPV terhadap pembayangan bangunan adalah penggunaan BIM. BIM merupakan sebuah pendekatan untuk desain bangunan, konstruksi, dan manajemen yang memungkinkan untuk menganalisis dan melakukan simulasi. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi potensi penggunaan BIM dalam proses desain bangunan hemat energi melalui perhitungan nilai radiasi matahari yang dihasilkan melalui simulasi solar path pada Revit 2021. Tujuan penelitian ini sebagai kajian awal dalam menerapkan BIPV dengan analisis pembayangan melalui modelling BIM.
Compliance of Junior Secondary School Building Layouts with the National Education Standards: A Case Study of Depok City Anedya Wardhani; Yulita Hanifah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v15i1.699

Abstract

School buildings play a vital role in education by serving as physical spaces for learning and environments that affect comfort, safety, and the effectiveness of the learning process. At the junior secondary school (SMP) level, providing adequate facilities and infrastructure is crucial because students are in a transitional phase of cognitive and social development that requires a safe and functional learning environment. In urban areas, meeting educational infrastructure standards often faces challenges such as limited land availability, high population density, and increasing student numbers, all of which influence the layout of school buildings. This study aims to evaluate whether the building layout and facilities of junior secondary schools in Depok City conform to the infrastructure standards set by the National Education Standards. The research uses a descriptive quantitative approach involving 34 schools, considering school capacity, land area, building size, and classroom conditions. The results indicate that land capacity is closer to the standard compared to classroom capacity. However, the imbalance between the number of classrooms and students still causes classroom overcrowding. Overall, most schools fall into the moderate compliance category (58%), with only a small percentage fully meeting the standards, highlighting the need for improvements in educational infrastructure.
Dampak Manfaat dan Hambatan BIM terhadap Tingkat Pengunaan di Indonesia Yulita Hanifah
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v13i2.363

Abstract

Dalam sebuah ruang interior, pencahayaan berpotensi mempengaruhi dan berkontribusi terhadap daya tarik dalam suatu ruang. Pencahayaan berperan penting dalam menciptakan kondisi dan kesan tertentu, tergantung karakter dan fungsi ruang. Selain dari pencahayaan, kenyamanan menjadi faktor lain yang harus diperhatikan dalam desain arsitektur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pencahyaan buatan di dalam Starbucks Jatiuwung terhadap tingkat kenyamanan visual dalam ruangan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif yang melibatkan pengumpulan data dari sumber primer maupun sekunder. Dengan menggunakan lux meter, diukur nilai jumlah cahaya yang dihasilkan dan hasilnya dibandingkan dengan standar yang menjadi acuan dalam SNI 03-6575-2001 yaitu 120 lux sampai dengan 250 lux. Hasil penelitian menunjukan bahwa intensitas cahaya buatan di area pengunjung Starbucks Jatiuwung sebagian besar area sudah memenuhi standar pencahayaan rata-rata yang direkomendasikan, meskipun masih ada beberapa spot area yang pencahayaannya minim. Meski demikian, Starbucks Jatiuwung tetap dapat memberikan suasana dan kesan yang baik kepada pelanggannya.