Heni Voni Rerey
Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jayapura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Tentang Pentingnya Penggunaan Keluarga Berencana (KB) Pada Pasangan Usia Subur (PUS) di WilayahKerja Puskesmas Darfuar Kecamatan Biak Kota Heni Voni Rerey; Sri Wahyuni
Health Care : Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v4i2.210

Abstract

Limited knowledge among fertile couples regarding contraceptive methods, the continued dominance of three-month injectable contraceptives, and low male involvement in family planning remain important reproductive health challenges. Data from the Darfuar Community Health Center, Biak City District, identified 350 fertile couples as the target population for family planning services, with injectable contraception being the most commonly used method. This community service program aimed to improve participants’ knowledge of family planning, contraceptive options, and the importance of husbands’ participation in reproductive decision-making. Health education was delivered through interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, and educational leaflets involving 35 fertile couples. Evaluation using pre-test and post-test assessments demonstrated an increase in the average knowledge score from 64.3 to 88.6, representing a 24.3-point improvement. Participants also showed better understanding of family planning benefits, long-acting reversible contraceptive methods (LARCs/MKJP), and husbands’ supportive roles. These findings indicate that health education effectively improves family planning knowledge and should be implemented continuously by involving health workers, community health volunteers, community leaders, and married couples to promote informed contraceptive choices and strengthen male participation in family planning.
Nilai dan Kearifan Lokal Komunitas Suku Mee Bagi Kekuatan Tumbuh Kembang Anak di Paniai, Papua Heni Voni Rerey; Christina Tien Popang; Yuni Subhi Isnaini
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 3 (2026): JULY 2026 (INPRESS)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i3.575

Abstract

Latar Belakang: Kearifan lokal memengaruhi perilaku kesehatan ibu dan anak, namun bukti ilmiah pada masyarakat Suku Mee di Kabupaten Paniai masih terbatas. Tujuan: Mengeksplorasi nilai dan kearifan lokal yang berkontribusi terhadap kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Metode: Penelitian kualitatif dengan desain etnografi melibatkan tokoh adat, tokoh perempuan, orang tua, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil: Nilai kebersamaan, kekerabatan, dan pengasuhan kolektif mendukung kesehatan ibu dan anak. Kearifan lokal meliputi pemanfaatan pangan lokal, dukungan keluarga, pantangan kehamilan, persalinan berbasis keluarga, serta penerimaan pemeriksaan kehamilan saat diperlukan. Simpulan: Kearifan lokal merupakan modal sosial yang perlu diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan yang sensitif budaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.