Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

EKSPLORASI KANTONG PLASTIK HDPE MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNIK REKA RAKIT UNTUK PRODUK FESYEN Amila Fuji Saniyya; Jeng Oetari; Sari Yuningsih
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi kantong plastik HDPE sebagai material non tekstil telah ditemukan pada penelitian sebelumnya sebagai alternatif tekstil karena keunggulannya yang kuat, ringan, berwarna solid, dan cenderung elastis. Penelitian sebelumnya berhasil melakukan pengolahan pada material kantong plastik HDPE menggunakan teknik reka rakit, dan diterapkan menjadi produk aksesori fesyen. Teknik dan penerapan produk dari penelitian terdahulu dapat dikembangkan menggunakan kombinasi teknik reka rakit untuk hasil yang lebih eksploratif dan diterapkan pada produk fesyen dengan bidang yang lebih besar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan alternatif dan variasi pengolahan baru pada material kantong plastik HDPE, untuk dijadikan produk fesyen yang lebih eksploratif dan variatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data, berupa studi literatur, observasi, dan eksplorasi. Teknik yang paling optimal dari hasil eksplorasi, yaitu teknik makrame dengan kombinasi heat felting untuk lembaran, dan teknik crochet untuk bentuk dekoratif. Hasil dari penelitian ini adalah produk womenswear bergaya Steampunk, Post-Apocalypse, dan Futuristic, dengan produk plastik yang memiliki fitur lepas pasang agar mudah dalam perawatan. Kata kunci: Kantong Plastik HDPE, Produk Fesyen, Reka Rakit.
PENCIPTAAN MOTIF BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN TEKNIK BATIK CAP MODULAR DENGAN INSPIRASI LANDSCAPE ALAM KAMPUNG NAGA Ghonnia, Fita; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik telah dikenal sebagai salah satu kain tradisional yang memiliki nilai keterampilan tangan yang tinggi. Batik kontemporer dapat diartikan sebagai modern yang memiliki unsur kreasi baru, motif dan gayanya tidak terikat aturan seperti pada isen-isen tradisonal, sehingga penciptan motif tergantung pada kreativitas penciptanya. Begitupula dengan alat-alat dan teknik dalam pembuatan batik yang tidak terbatas, salah satunya batik cap. Batik cap memiliki kelebihan dalam proses pembuatannya yang cepat dan harga yang relatif terjangkau, namun variasi motif masih terbatas hanya berupa pengulangan. Oleh karena itu, dari penelitian sebelumnya ditemukan bahwa melalui teknik batik cap modular memungkinkan menghasilkan variasi motif yang lebih beragam. Kampung Naga sebagai inspirasi visual penciptaan batik kontemporer dipilih karena masih mempertahankan potensi kearifan lokal berupa bangunan adat dan lingkungan alam yang asri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data kualitatif, yang bersumber dari studi literatur, eksplorasi, dan wawancara. Hasil akhir dari penelitian akan difokuskan pada perancangan motif batik kontemporer menggunakan teknik batik cap modular yang diaplikasikan pada lembaran kain. Kata kunci: batik kontemporer, cap modular, Kampung Naga, landscape alam
PENERAPAN MANIPULATION FABRIC PADA POLA ZERO WASTE SUBSTRACTION CUTTING DALAM PERANCANGAN BUSANA DRESS Athiva, Dea Nurul; Nursari, Faradillah; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zero waste fashion design merupakan konsep desain busana yang mengintegrasikan pemotongan pola untuk menghindari pemborosan kain, dengan tujuan menghasilkan limbah kain kurang dari 15% dari total kain yang digunakan dalam satu busana. Penerapan metode zero waste fashion design pada brand lokal masih sedikit dijumpai. Umumnya zero waste fashion design yang ditemukan pada brand lokal hanya menggunakan pola geometris persegi dalam rancangannya. Dua diantara brand lokal tersebut adalah Tenun Gaya dan Ghea yang menerapkan pola zero waste untuk keefektifan penggunaan wastra. Salah satu teknik zero waste fashion design yang berpotensi dikembangkan adalah substraction cutting. Penelitian terbaru menunjukkan potensi pengembangan substraction cutting ini, seperti penggabungan taknik pola tunnel dan plug in. Kemudian penerapan manipulation fabric seperti pleats dan ruffle untuk menambah nilai estetika dan juga dapat berfungsi sebagai kupnat dalam busana substraction cutting. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif, perolehan data dilakukan dengan cara menggumpulkan data literatur, observasi kepada brand lokal, observasi material, observasi pola dan ekplorasi pola zero waste substraction cutting sekaligus eksplorasi pleats dan tucks. Tujuan penelitian ini adalah mengaplikasikan teknik substraction cutting dengan pola tunnel dan plug in. hasil akhir dari penelitian ini adalah busana dress zero waste fashion design substraction cutting dengan detail tucks, dan ruffle. Kata kunci: manipulation fabric, substraction cutting, sustainable fashion, zero waste fashion design
PENERAPAN METODE ZERO WASTE FASHION MENGGUNAKAN TEKNIK POLA SUBTRACTION CUTTING PADA BUSANA KEBAYA MODIFIKASI Nabilah, Mindy Nanda; Nursari, Faradillah; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sustainable fashion tidak hanya berkaitan dengan permasalahan limbah dan lingkungan saja, tetepi juga berkaitan dengan keberlangsungan sebuah budaya atau tradisi bagi generasi mendatang. Salah satu budaya atau tradisi di indonesia yaitu busana kebaya. Busana kebaya sebagai pakaian nasional indonesia akan terus digunakan dan mengalami peningkatan dalam penggunaan busana kebaya sehingga mengalami perkembangan pada desainnya menjadi busana kebaya modifikasi. Berdasarkan fenomena tersebut, Terdapat potensi dalam mengembangkan busana kebaya modifikasi sebagai bentuk penerapan konsep sustainable fashion melalui metode zero waste fashion yang bertujuan untuk mengurangi limbah kain dalam proses pembuatan busana. Metode zero waste fashion yang dapat digunakan yaitu teknik pola subtraction cutting yang berfokus untuk mengurangi limbah kain kurang dari 15% dalam proses pembuatan busana dengan mengoptimalkan penggunaan kain dengan menciptakan pola yang efisien. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode pengumpulan data berupa eksplorasi, observasi dan studi literatur. Hasil akhir dari penelitian ini berupa tiga karya busana kebaya menggunakan metode zero waste fashion dengan teknik subtraction cutting dengan mempertahankan pakem busana kebaya. Kata kunci: busana kebaya, subtraction cutting, sustainable fashion, zero waste fashion.
PENERAPAN MOTIF BATIK KEMBANG GOYANG BEKASI PADA KEBAYA DI UMKM TELAGA BATIK Luthfiyah, Rifa Rifdah; Yuningsih, Sari; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya suatu kebutuhan dari UMKM Telaga Batik Bekasi dalam perancangan busana yang mengadaptasi motif batik Bekasi. Salah satunya motif batik kembang goyang untuk kegiatan Abang Mpok Kabupaten Bekasi. Busana yang biasa digunakan dalam kegiatan abang mpok diantaranya adalah kebaya, salah satu ciri khas kebaya adalah dominasi teknik bordir sebagai elemen dekoratif pada bagian – bagian kebaya. Sehingga dapat dirumuskan dalam penelitian ini bahwa bagaimana merancang busana kebaya UMKM Telaga Batik untuk kegiatan Abang Mpok Kabupaten Bekasi dengan mengadaptasi visual motif batik kembang goyang, serta penerapannya menggunakan teknik bordir. Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi perancangan busana kebaya yang mengadaptasi motif batik kembang goyang dengan penerapan motif menggunakan teknik bordir. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi pustaka melalui buku, jurnal, artikel, observasi, wawancara dan eksplorasi. Dari data tersebut didapat hasil berupa perancangan satu koleksi kebaya encim dengan material organza yang dimodifikasi namun tetap mempertahankan ciri khasnya, menggunakan adaptasi motif batik kembang goyang Bekasi dibuat secara digital sebagai elemen dekorasi yang kemudian dikomposisikan dan diterapkan pada bagian kebaya dengan peletakan komposisi yang berbeda menggunakan teknik bordir. Kata kunci: kebaya, motif kembang goyang, teknik bordir
PENERAPAN MOTIF BATIK KONTEMPORER MENGGUNAKAN KONSEP BATIK CAP MODULAR DENGAN INSPIRASI LANDSCAPE ALAM DANAU TOBA Br. Sinulingga, Lidya Tetangena; Fardhani, Ahda Yunia Sekar; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik, Sebagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, telah mengalami perkembangan pesat baik dari segi teknik maupun motif di berbagai daerah, termasuk teknik cap yang dikembangkan menjadi batik kontemporer pada saat ini. Batik kontemporer telah mengalami pengembangan motif dengan teknik cap menggunakan metode cap modular. Batik cap memiliki kelebihan dalam hal proses pembuatan yang cepat dan biaya yang relatif terjangkau, namun variasi motifnya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa teknik batik cap modular dapat menghasilkan ragam motif yang lebih beragam. Danau Toba dipilih sebagai inspirasi karena pemandangan alamnya yang indah dan kekayaan budaya lokal yang dimiliki, termasuk rumah adat yang khas. Cap Modular berbahan dasar kayu dapat menghasilkan berbagai motif yang beragam dari desain sederhana tanpa memerlukan plat cetak besar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif baru dalam pengaplikasian motif batik serta meningkatkan apresiasi terhadap seni batik dengan memperlihatkan keindahan alam dan budaya lokal Sumatera Utara. Kata kunci : batik kontemporer, cap modular, Danau Toba, landscape alam
PENERAPAN MOTIF BATIK POHON ASEM MENGGUNAKAN TEKNIK BORDIR DALAM BUSANA READY TO WEAR UNTUK UMKM TELAGA BATIK Amelia, Dwi Rizki; Yuningsih, Sari; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaga batik adalah salah satu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang berfokus pada bidang kebudayaan melalui produksi batik. Motif batik bekasi pada saat ini hanya diterapkan pada lembaran kain seperti batik tulis dan batik cap. Batik cap menjadi ciri khas batik bekasi dengan warna-warna cerah seperti biru, merah, hijau dan ungu. Motif batik yang terinspirasi dari kearifan lokal dan kebudayaan seperti motif Gedung Joeang, Pohon Asem, dan Kembang Goyang. Selama empat tahun terakhir, Telaga Batik telah berkolaborasi dengan paguyuban Abang-Mpok Bekasi sebagai pemasok kain batik untuk kegiatan acara mereka. Dalam upaya memperkaya ragam busana dan mempromosikan motif batik bekasi, terdapat potensi untuk menerapkan motif batik pohon asem dengan teknik bordir sebagai alternatif busana ready to wear. Hal ini menjadi peluang untuk mengadaptasi motif batik bekasi dengan teknik bordir. Motif Batik Pohon Asem ini memiliki karakteristik elemen batang, buah dan daun yang menarik untuk dipadupadankan dalam busana ready to wear. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu melakukan observasi, wawancara, pengumpulan data secara literatur dan eksplorasi. Tujuan penelitian ini ialah menerapkan motif batik pohon asem menggunakan teknik bordir pada busana ready to wear. Kata kunci: bordir, motif batik pohon asem, ready to wear
PENGEMBANGAN MOTIF MENGGUNAKAN TEKNIK TILING DENGAN INSPIRASI RAGAM HIAS DALAM MUSHAF PURA PAKUALAMAN Adzania, Farizka Shobrina; Rosandini, Morinta; Oetari, Jeng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat berbagai macam teknik yang dapat digunakan untuk menciptakan motif repetisi, salah satunya dengan teknik tiling. Teknik tiling berpotensi dalam menghasilkan inovasi dan variasi motif. Bentuk tile dalam teknik tiling yang berupa poligon identik menghasilkan motif yang berbentuk geometris sederhana yang kaku, monoton, dan tidak bervariasi. Beberapa brand lokal telah mengaplikasikan teknik quadrilateral tiling dengan bentuk tile persegi dan unsur flora yang organis pada produknya, tetapi repetisi motif yang dihasilkan terlihat seperti repetisi motif pada umumnya dan tidak mencerminkan karakteristik teknik tiling. Berdasarkan hal tersebut, ditemukan peluang untuk mengembangkan motif dengan teknik tiling menggunakan tile selain persegi serta unsur bentuk organis. Bentuk-bentuk organis flora juga dapat ditemukan dalam ragam hias pada Mushaf Pura Pakualaman, yang menjadi inspirasi utama penelitian. Selain itu, terdapat persamaan karakter dari ragam hias Mushaf Pura Pakualaman dengan teknik tiling, yaitu adanya prinsip keseimbangan serta sifatnya yang membingkai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan motif dengan teknik tiling dengan memanfaatkan bentuk organis sehingga menghasilkan inovasi motif yang bervariasi. Metode penelitian yang digunakan, yaitu kualitatif yang berfokus pada teori berdasarkan studi literatur serta eksplorasi teknik repetisi motif secara digital. Hasil akhir eksplorasi komposisi motif kemudian diaplikasikan dengan teknik digital printing dan diterapkan ke busana modest wanita. Kata kunci: geometris, motif, pura pakualaman, ragam hias mushaf, teknik tiling
PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN IKAT GANDA MELALUI PENYUSUNAN KOMPOSISI MOTIF MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TINGI (CERIOPS TAGAL) PADA LEMBARAN KAIN Ni’mah, Anggun Futikatun; Oetari, Jeng; Ramadhan, M. Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknik dalam pembuatan produk kriya tekstil di Indonesia, termasuk jumputan terus mengalami kemajuan. Kain jumputan dihasilkan melalui metode ikat celup, yang membutuhkan ketelitian dan keahlian tinggi untuk menghasilkan karya seni yang bermutu. Teknik ini berkembang di berbagai wilayah Indonesia seperti Jawa, Bali, Palembang, dan Kalimantan. Pewarnaan menggunakan zat pewarna alami tetap dipertahankan sebagai warisan budaya karena lebih ramah lingkungan. Salah satu pewarna alami yang digunakan adalah kulit kayu tingi (Ceriops tagal), yang menghasilkan warna coklat kemerahan. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penerapan teknik ikat celup motif ganda dengan pewarna alam kulit kayu mahoni. Penemuan tersebut mengarahkan penelitian ini pada potensi pengembangan formula pewarna alam kayu tingi dengan mordan tawas dan tunjung, serta pengembangan penerapan teknik jumputan motif ikat ganda melalui penyusunan komposisi secara dinamis dengan prinsip rupa keseimbangan dan proporsi pada kain tencel. Metodempenelitian yang digunakanmuntuk mendapatkan data dalamppenelitian ini menggunakan studipliteratur denganmmengumpulkan data melalui buku atau jurnal, wawancara dengan melibatkan pihak lain yang dianggap memahami bidang dan pihak industri terkait, observasi untuk mendapatkan data dengan adanya pengamatan secara langsung terhadap suatu objek, dan eksperimen untuk mengetahui penerapan metode yang tepat dalam penerapan teknik jumputan ikat ganda dengan pewarna alam tingi. Kata kunci: dinamis, pewarna alam kayu tingi, teknik jumputan, tencel
PENGEMBANGAN TEKNIK JUMPUTAN MELAUI GRADASI WARNA MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KAYU TEGERAN PADA LEMBARAN KAIN Zahran, Nazhira; Oetari, Jeng; Ramadhan, M. Sigit
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pewarna tekstil dari bahan alam di Indonesia sudah dilakukan dilakukan sejak puluhan tahun lalu, hal ini disebabkan karena melimpahmya sumber daya yang dapat diolah menjadi bahan tekstil yang berasal dari tumbuhan. Pewarna alami dapat menjadi alternatif dalam mewarnai kain karena bersifat ramah lingkungan. Pewarna alam kayu tegeran memiliki potensi yang dapat dikembangkan kembali untuk menghasilkan warna yang lebih bervaritif. Beberapa waktu terakhir kain jumputan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia maupun di mancanegara, karena memiliki keistimewaan pada teknik pembuatanya dengan cara dijumput, dijelujir dan dilipat. Jika dilakukan dengan teliti akan menghasilkan sebuah karya yang bernilai jual tinggi. Namun hingga saat ini pembuatan jumputan tergolong sangat sederhana, oleh karena itu tidak menghasilkan variasi pola dan warna yang lebih beragam. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi pewarna alam tegeran untuk menghasilkan warna yang lebih beragam dari berbagai jenis mordan dengan menggaplikasikan gradasi warna pada teknik jumputan. Menggunakan pewarna alam kayu tegeran pada lembaran kain linen, katun dan tencel melalui penggabungan dua macam mordan. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersumber dari studi literatur, observasi, wawancara, dan eksperimen. Didapatkan formulasi optimal pada mordan logam yaitu 0,5-1 gram tunjung dengan 1 liter air dapat menghasilkan warna hijau dengan pencelupan 3 kali, 8 gram tunjung dengan 1 liter air menghasilkan warna coklat dengan pencelupan 3 kali. Formulasi optimal pada mordan asam yaitu 24 gram tawas dengan 600 ml air menghasilkan warna kuning dengan pencelupan 3 kali. Formulasi pada ekstrak kayu tegeran yaitu 100 gram kayu tegeran dengan 1 liter air menghasilkan warna kuning kecoklatan. Kata kunci: formulasi mordan, gradasi warna jumputan, pewarna kayu tegeran