Nurul Intan Pratiwi
Politeknik Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan jurnalistik dan media digital untuk pelestarian Budaya Kampung Jawa Wadassari Nurul Intan Pratiwi; Amalia Rizky Fatonah; Maria Septian Riasanti Mola
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (In progress)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v5i1.1878

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan jurnalistik warga Kampung Jawa Wadassari, Tangerang Selatan. Masyarakat di sana memiliki kekayaan budaya Jawa, namun masih menghadapi kendala dalam mempromosikan potensi budayanya akibat keterbatasan kemampuan digital dan pengelolaan media. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan partisipatif dan pendampingan mengenai penulisan berita, pembuatan konten, dan pengelolaan media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat di setiap tahap pelaksanaan. Mitra dalam kegiatan ini adalah Pokdarwis Kampung Jawa Wadassari dan Karang Taruna Wadassari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan berita dan konten digital secara efektif untuk mempromosikan kegiatan budaya. Program ini mendorong partisipasi generasi muda dalam pelestarian dan pendokumentasian budaya melalui media digital. Selain itu, kegiatan ini memperkuat strategi promosi pariwisata budaya dan mendukung pengembangan Kampung Jawa Wadassari sebagai destinasi pariwisata budaya yang berkelanjutan.
STRATEGIC SPEECH ACTS ON TIKTOK LIVE: : (Campaign Tactics on Presidential Canidate 01, 02, 03 in Indonesia’s 2024 Election) Dewi Kurniawati; Nurul Intan Pratiwi; Farizka Humolungo; Yoyok Sabar Waluyo; Mauli Denil; Hana Khalisa Zahra; Farsya Ramadhina Hati Pahlevi
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2500

Abstract

This study focuses on the campaign of Candidate Pairs No. 01, 02, and 03 during the 2024 Indonesian Presidential Election in TikTok Live. This analysis examines on how public communication through TikTok Live mobilizes empathy, using speech act theory to examine the social functions of these texts. The campaign is targeting millennial and Generation Z that’s why the media used reliance on social media, that caters to the new communication way of these younger generations. The analysis is grounded in Austin’s (1962) speech act theory, focusing on Locution and Illocution, completed by Searle’s (1979) categories such as Assertive, Directive, Commissure, Expressive, and Declarative. Focusing on the strategic speech acts by comparing the persuasive speech acts used by the candidate pairs. Previous studies on speech act analysis in champaign communication strategy only focus on speech and poster. Ismail, F. (2013) focus on pragmatis study on Jokowi’s speech , while Ulum et.all (2018) compares Trumpt and Clinton speech strategy and focus on commisive analaysis and Ali et.all (2022)studied on pragmatic in campaign poster. This study significantly diferent in case that speech act strategies are identified on politiciants’ camphaign in TikTok Live. A social media that newly become trend in public communication. The findings shows that Live TikTok speech act shows different communication strategy comparing to formal interview that shows 90% assertive with low commisive and declarative. This phenomenon is very unique since in conventional campaign, most utterances are representing commisive and declarative to gain support. It offers new insights into public communication strategies in the digital era. The research uses a qualitative method with a descriptive analysis approach, employing content analysis and focus group discussions with pragmatics and psychology experts. Reader and listener motivation will also be analysed through the lens of empathy psychology.