Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH PROMOSI TERHADAP TINGKAT HUNIAN KAMAR DI FAVEHOTEL CIMANUK GARUT Dani Adiatma; Deden Firman Syuyaman Rukma; Ghaida Farisya
Jurnal Industri Parawisata Vol 5, No 1 (2022): JULY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v5i1.987

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap tingkat hunian kamar di Favehotel Cimanuk Garut. Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah promosi berpengaruh terhadap tingkat hunian kamar, menggunakan analisis regresi linier sederhana karena dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu Promosi sebagai variabel independen (X) dan Tingkat hunian kamar sebagai variabel dependen (Y). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan asosiatif.  Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang yang merupakan tamu yang pernah menginap di Favehotel Cimanuk Garut, dimana sampel ini diidentifikasi menggunakan rumus populasi yang tidak diketahui dan teknik non-probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, analisis deskriptif, dan pengujian hipotesis dengan menggunakan tools IBM SPSS ver 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa promosi berpengaruh terhadap tingkat hunian kamar di Favehotel Cimanuk Garut karena setiap kenaikan 1% dari promosi akan meningkatkan tingkat hunian kamar sebesar 34,8%. Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat hunian kamar. Semakin tinggi upaya promosi, maka tingkat hunian kamar akan semakin progresif.
Communicative Language Teaching (Clt) Method Combined with Total Physical Response (Tpr) Method on Upgrading Communication Skill on English Laboratory Desi Qoriah; Ghaida Farisya
Journal Civics and Social Studies Vol 6, No 2 (2022): Vol 6 No 2 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/civicos.v6i2.2319

Abstract

Di era dimana bahasa Internasioanl adalah sebuah jembatan untuk mengakses hal apapun di dunia Digital ini, setiap Institusi pendidikan mencari cara untuk mendapat metode terbaik dalam meningkatkan skill berkomunikasi bahasa Internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Communicative teaching language (CLT) and Total Physical Response (TPR) dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di kelas praktikum Fakultas Ekonomi Universitas Garut. Metode penelitian menggunakan teknik Eksperimental dengan sampel peneltitian Mahasiswa yang memperoleh kelas praktikum pada periode 2017-2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, pre-test post-test, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode ini mampu memberikan atmosfir yang menyenangkan di dalam kelas, dapat diterima dengan baik oleh kedua belah pihak baik siswa maupun pengajar dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi bahasa Inggris serta memiliki kelebihan lain dalam hal ketertarikan dan antusias mahasiswa yang cukup baik.
Development of digital modules to optimize Basic Japanese online learning Via Luviana Dewanty; Ghaida Farisya
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.54108

Abstract

Many Japanese language learning modules have been prepared or developed independently by each department or study program. To get a new Japanese learning experience, students need learning media that present interesting and up-to-date, which can be accessed online anytime, anywhere. Interactive online modules are one of the media that can make this happen. Students can download and access the online module as an ebook via their PCs, laptops, or devices. The online module materials have links directly connected to explanation videos related to basic Japanese. In each chapter of the material, there are also interactive quizzes that can test students' insights. The method used in this research is Reeves' DBR (Design-Based Research) model, which consists of four phases. Phase 1 is in the form of identifying material, media, and module needs through interviews. Phase 2 is creating and preparing online modules following the syllabus for the basic Japanese course material. Furthermore, in phase 3, the module was tested twice on students who chose the basic Japanese courses. In phase 4, the trial data will be analyzed, and then it will be explained whether the online module that has been developed can be used in learning Basic Japanese. The results of the questionnaire in the trial showed that all aspects of the assessment received good responses and were included in the high category so that the module could be used in online elementary-level Japanese learning. Even so, it still needs several revisions and refinements related to evaluation questions and the content of the module's material before it can be implemented in learning in the following years. AbstrakBanyak modul pembelajaran bahasa Jepang yang telah disusun maupun dikembangkan mandiri oleh tiap jurusan atau program studi. Untuk mendapatkan pengalaman belajar bahasa Jepang baru, pemelajar memerlukan media pembelajaran yang menyajikan materi-materi menarik dan up to date, yang dapat diakses secara daring kapan saja, di mana saja. Modul digital interaktif adalah salah satu media yang dapat mewujudkan hal tersebut. Modul digital berupa ebook dapat diunduh dan diakses pemelajar melalui PC, laptop, maupun gawai masing-masing. Materi-materi dalam modul digital memiliki tautan-tautan yang terkoneksi langsung ke video-video penjelasan terkait bahasa Jepang dasar, dan di tiap chapter materi terdapat pula kuis-kuis interaktif yang dapat menguji wawasan pemelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah DBR (Design Based Research) model Reeves yang terdiri dari empat tahap. Tahap 1 berupa identifikasi kebutuhan materi, media, dan modul melalui wawancara. Tahap 2 adalah pembuatan dan penyusunan modul digital sesuai dengan silabus materi mata kuliah-mata kuliah bahasa Jepang dasar. Selanjutnya pada tahap 3, modul diujicobakan sebanyak dua kali pada mahasiswa yang mengontrak mata kuliah-mata kuliah bahasa Jepang level dasar. Pada tahap 4, data uji coba akan dianalisis dan kemudian akan dipaparkan apakah modul digital yang telah dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Jepang dasar. Hasil angket pada uji coba menunjukkan bahwa semua aspek penilaian mendapat respon baik dan termasuk kategori tinggi, sehingga modul dapat digunakan dalam pembelajaran daring Bahasa Jepang tingkat dasar. Meski begitu, masih perlu beberapa revisi dan penyempurnaan kembali terkait soal-soal evaluasi dan isi materi pada modul sebelum dapat benar-benar diimplementsikan dalam pembelajaran di tahun-tahun berikutnya.Kata Kunci: Bahasa Jepang; modul digital; pembelajaran daring
Analyzing Railway Passenger Satisfaction Using SERVQUAL and Importance- Performance Analysis (IPA) for Tourism Purposes Kamila Syifa Ardiani; Fikri Fahru Roji; Ghaida Farisya
LITERACY : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities Vol. 4 No. 2 (2025): August : International Scientific Journals of Social, Education, Humanities
Publisher : Badan Penerbit STIEPARI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/literacy.v4i2.2196

Abstract

This study aims to analyze passenger satisfaction with the quality of railway services at Garut Station using the SERVQUAL method and the Importance Performance Analysis (IPA) approach. The research was conducted quantitatively through a survey of 102 respondents who used PT KAI services at Garut Station for tourism purposes. Data analysis was carried out by calculating the gap between passengers’ expectations and perceptions, and mapping service priorities using IPA with the assistance of SPSS 26 software. The results indicate that overall service performance has not met passenger expectations, particularly due to negative gaps in the dimensions of responsiveness, assurance, and empathy. However, there were positive gaps in the dimensions of tangibles and reliability. The accuracy of train departure and arrival schedules was identified as the top priority for improvement. These findings provide strategic recommendations for PT KAI to enhance service quality with a focus on customer satisfaction.
Eksplorasi Motivasi Wisatawan Dalam Mengunjungi Destinasi Dark Tourism Di Gua Jepang Dan Gua Belanda Fitri Nursyam; Dani Adiatma; Ghaida Farisya
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 11 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8190

Abstract

Penelitian mengenai motivasi wisatawan pada destinasi dark tourism di kawasan konservasi alam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi motivasi dan pengalaman wisatawan dalam mengunjungi Gua Jepang dan Gua Belanda di TAHURA Ir. H. Djuanda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan datang karena rasa penasaran terhadap suasana gua dan sejarah kolonial yang melekat pada lokasi. Setelah berada di lokasi, wisatawan merasakan emotional experience (pengalaman emosional), memperoleh learning (pembelajaran) mengenai sejarah lokasi, serta mengalami nostalgia, escape (pelarian dari rutinitas), dan personal reflection (refleksi pribadi). Pengalaman wisatawan terbentuk melalui perpaduan antara ruang peninggalan kolonial dan suasana kawasan hutan di TAHURA Ir. H. Djuanda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melihat peninggalan sejarah kolonial, tetapi juga memperoleh pengalaman emosional, pengetahuan baru mengenai sejarah, kesempatan untuk melepas rutinitas, serta refleksi terhadap kehidupan pada masa lalu. Pengalaman tersebut terbentuk dari perpaduan antara suasana gua sebagai situs sejarah dan suasana kawasan konservasi alam di TAHURA Ir. H. Djuanda, sehingga menghasilkan karakter pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi dark tourism yang berfokus pada memorial tragedi.
Dilema Modernitas: Komodifikasi Seni Ketangkasan Domba dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Rancabango, Garut Ghaida Farisya; Ira Murwenie; Alam Avrianto
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i4.5934

Abstract

This study investigates the impact of the commodification of sheep agility arts on socio-cultural sustainability in Rancabango Village, Garut, in the context of sustainable tourism development. Its main objective is to analyze the challenges and opportunities in balancing the preservation of sheep agility arts with the demands of tourism. Using a critical social-humanities paradigm, this study focuses on the impact of cultural commodification on the village's economic growth and inequality, as well as changes in the identity and value of sheep agility art. This analysis is reinforced by MacCannell's theories of staged authenticity and cultural commodification, which provide a framework for understanding how local traditions are packaged for tourist consumption. This research uses qualitative methods with data collection techniques through Focus Group Discussions (FGD) involving key stakeholders such as the Village Head, BUMDes, artists, and community leaders. Participatory observation is used to gain a deeper understanding. The results show that commodification has transformed sheep agility art from a folk game into a structured cultural product with high economic value. Key findings include the positive impact on increasing village income, the impact on original cultural values, the emergence of economic inequality among practitioners, and the threat of land conversion that could damage the ecosystem that supports this art. This study concludes that there is a “modernity dilemma” that requires careful sustainable tourism management strategies so that economic development does not sacrifice the socio-cultural integrity of the community.
CUSTOMER SERVICE DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA PERUSAHAAN BIRO PERJALANAN Alfia Fatwa Tiana; Wufron; Ghaida Farisya
SABBHATÃ YATRA : Jurnal Pariwisata dan Budaya Vol 7 No 1 (2026): SABBHATA YATRA: Jurnal Pariwisata dan Budaya
Publisher : STABN Raden Wijaya Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/sabbhatayatra.v7i1.2915

Abstract

Studi ini dilakukan untuk mengkaji implikasi customer service dan Electronic Word of Mouth terhadap minat beli konsumen dalam perusahaan biro perjalanan ASGATOUR. Kajian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh desain eksplanatori. 100 responden yang mengetahui serta pernah melakukan interaksi dengan layanan ASGATOUR dilibatkan dalam proses pengumpulan data melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil studi mengimplikasikan bahwa customer service dan Electronic Word of Mouth berkontribusi secara positif dan signifikan dalam meningkatkan minat beli konsumen, baik secara parsial maupun simultan. Electronic Word of Mouth menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan minat beli konsumen. Temuan ini mengartikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan pengelolaan informasi positif di media digital dapat mendorong meningkatnya minat beli konsumen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa customer service dan Electronic Word of Mouth berperan penting dalam mendorong tumbuhnya minat beli konsumen pada perusahaan biro perjalanan ASGATOUR.