Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penguatan Partisipasi Perempuan Dalam Perencanaan Pembangunan Desa Bunut Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran Tabah Maryanah; Kris Ari Suryandari; Dwi Wahyu Handayani; Maulana Mukhlis
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v3i1.267

Abstract

Partisipasi perempuan dalam menyelenggarakan pembangunan desa yang berkeadilan sangatlah penting. Partisipasi dalam pembangunan tidak hanya terbatas dalam pelaksanaan pembangunan semata melainkan dari mulai membuat perencanaan pembangunan. Kehadiran perempuan dalam forum perumusan perencanaan pembangunan desa haruslah bersifat substantif dan tidak sekedar administratif agar dapat benar-benar memengaruhi pembangunan desa. Sayangnya partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan desa masih belum optimal. Pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan agar pembangunan desa lebih berpihak kepada perempuan dan berkeadilan gender. Metode pengabdian yang digunakan adalah focus group discussion. Berdasarkan hasil tes awal dan akhir, terlihat bahwa terjadi penguatan pemahaman tentang aspek akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat dalam pembangunan yang setara dan berkeadilan gender. Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesadaran dan motivasi perempuan untuk lebih berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan desa serta kesadaran laki-laki untuk memberi akses dan kesempatan kepada perempuan. Peluang terjadinya pembangunan yang partisipatif, setara, dan adil menjadi lebh besar. Hal ini juga berarti bahwa pengabdian ini berhasil.
KAPASITAS DESA HIJAU (GREEN VILLAGE) DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI DESA TRI RAHAYU Kris Ari Suryandari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i3.385

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang dalam bentuk penyuluhan kepada pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat desa mengenai kampung hijau. Kampung hijau merupakan salah satu masalah yang dihadapi desa dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk untuk meningkatkan kesadaran pemerintah desa, BPD, dan masyarakat desa terhadap pelestarian lingkungan. Baik pemerintah desa, BPD, dan masyarakat berperan penting dalam terlaksananya kampung hijau. Harapan menjadikan desa sebagai garda terdepan dalam pembangunan yang berkelanjutan di segala bidang memerlukan dukungan sumber daya manusia aparatur desa dan BPD. Selain itu masyarakat desa juga perlu ditumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan. Banyaknya persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah desa dalam penyelenggaraan pemerintahan, diperlukan penyuluhan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan terciptanya program kampung hijau dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
PENGUATAN PERAN PERANGKAT DESA KALIREJO KECAMATAN NEGERI KATON KABUPATEN PESAWARAN DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN MASYARAKAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI PENERAPAN WEBSITE DESA Kris Ari Suryandari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v6i3.319

Abstract

Abstrak Desa merupakan bagian terkecil suatu pemerintahan, desa yang ada di Indonesia masih begitu banyak memiliki potensi sehingga sangat bagus untuk dikembangkan. Bukan hanya sekadar pengembangan berdasarkan infrastruktur, melainkan juga terkait promosi desa yang kian berkelanjutan. Cara mempromosikan potensi desa paling mutakhir ialah menggunakan website desa. Desa Kalirejo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Di era digitalisasi dengan adanya website di Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu upaya untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi khususnya terkait desa. Disamping itu juga jika dilihat pada kondisi pandemi oleh Covid-19 yang tidak memperbolehkan orang secara langsung bertatap muka, digitalisasi sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, penguatan peran perangkat desa dalam memberikan pelayanan masyarakat dengan penerapan website desa memang sangat dibutuhkan. Hasil dari pengabdian tingkat pengetahuan aparat desa terhadap pemahaman terkait bentuk Peran Perangkat Desa Dalam Penerapan Website Desa Untuk Meningkatkan Pelayanan Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid–19 Di Desa Kalirejo Kecamatan Negri Katon Kabupaten Pesawaran sudah cukup baik. Serta tingkat kesadaran dan bentuk perilaku aparat Desa Kalirejo dalam mengelola website desa sudah menuju perilaku tanggap, sadar dan peduli terhadap keadaan yang terjadi.
ANALYSIS OF VILLAGE GOVERNMENT IN EMPOWERING WOMEN'S FARMER GROUPS IN FAMILY FOOD SECURITY(Study in Sukadadi Village, Gedong Tataan Subdistrict, Pesawaran Regency) Kris Ari Suryandari; Andri Marta; Devilia Astuti
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the Indonesian government structure, the village is the lowest form of administrative area. In Law No. 6 of 2014, Article 26 paragraph 1 explains that the village head is tasked with organizing village government, implementing village development, village community development, and village community empowerment. One of the empowerment of Sukadadi Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency is the Women Farmers Group. The Sukadadi Village Women Farmers Group was formed to provide a forum for women to participate in advancing agriculture in the village, especially in food security. The Women Farmers Group can also be a non-formal learning medium to develop the knowledge and skills of its members. The method used in this study is a descriptive method with a qualitative approach. This type of research uses field research. Regarding data collection, there are three stages used in this study: Observation, Interviews, and Documentation. The results of this study indicate that the role of the Sukadadi Village Apparatus, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency has been running well, this can be seen from the formation of Women Farmers Groups (KWT) in each hamlet. So that the village is able to prepare resources, utilize opportunities, increase capacity (knowledge and skills), and community participation to achieve family food security, namely by having food availability, food access, and utilization of food obtained from the harvest carried out by the Women Farmers Group (KWT) of Sukadadi Village, Gedong Tataan District, Pesawaran Regency.
PENGUATAN PERATURAN DESA (PERDES) DAN RENCANA PEMBANGUNAN DESA (RPD) BAGI APARATUR DESA DI DESA SIDOSARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Kris Ari Suryandari; Feni Rosalia; Maulana Mukhlis; Andri Marta; Tabah Maryanah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 10 No. 1 (2026): Vol. 10 No. 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v10i1.614

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan kontribusi positif bagi perangkat desa dalam meningkatkan kapasitas tata Kelola pemerinntahan desa. Fokus kegiatan ini diarahkan pada pengingkatan pemahaman dan kesadaran aparatur desa mengenai pentingnya penguatan dalam penyusunan peraturan desa (Perdes) dan Rancangan Pembangunan Desa (RPD). Tuntutan masyarakat terhadap optimalisasi potensi desa serta perlu adanya regulasi terstruktur menjadi hal yang penting dalam membangun stabilitas pemerintahan dalam menunnjang kesejahteraan masyarakat desa. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Sidosari, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Pelatihan ini merupakan pondasi awal untuk berpikir strategis yang dapat dijadikan rujukan bagi kegiatan pengabdian lanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menargetkan peningkatan pengetahuan namun juga mendorong adanya perubahan sikap dan prilau aparatur desa dalam menjalankan tugasnya.Dari hasil Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilakukan pada tanggal 9 Juli 2025 memperoleh hasil bahwa adanya peningkatan yang signifikan bahwa Nampak dari hasil perbandingan Pre Test dan Post test, data menunjukkan bahwa perangkat desa telah memahami lebih baik aspek substantial dari Peraturan Desa dan Rancangan Pembangunan Desa (RPD) setelah dilakukannya pelatihan.
Implementasi Satuan Inovasi Daerah dalam Peningkatan Indeks Inovasi Daerah Ni Luh Mey Wedayani; Andri Marta; Kris Ari Suryandari
Jurnal Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik Vol. 1 No. 2 (2026): Edisi Januari-Maret
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi kebijakan inovasi daerah merupakan instrumen strategis dalam meningkatkan kinerja pemerintah daerah yang diukur melalui Indeks Inovasi Daerah (IID). Pemerintah Provinsi Lampung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah membentuk Satuan Inovasi Daerah (SID) untuk mengoordinasikan dan mendorong inovasi perangkat daerah. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain perubahan petunjuk teknis, kelengkapan bukti dukung inovasi, lemahnya komitmen pimpinan daerah, pergantian operator IID, serta rendahnya partisipasi perangkat daerah dalam penginputan data inovasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi SID dalam peningkatan IID di Provinsi Lampung Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data mengacu pada model implementasi kebijakan George C. Edwards III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator komunikasi, sumber daya, dan struktur birokrasi telah berjalan, sedangkan indikator disposisi belum optimal akibat lemahnya komitmen pimpinan daerah.