Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERHITUNGAN NILAI EKIVALENSI MOBIL PENUMPANG DENGAN METODE REGRESI LINIER BERGANDA PADA RUAS JALAN THAMRIN KOTA PADANG Maha Putri Handayani AS; Al Azhar; Vicky Chandra Gunawan Hura
Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2022): Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ejpp.v2i2.545

Abstract

Ekivalensi Mobil Penumpang (EMP) merupakan faktor yang menunjukkan berbagai tipe kendaraan sehubungan dengan pengaruhnya terhadap kecepatan kendaraan ringan dalam arus lalu lintas. Nilai Ekivalensi Mobil Penumpang berfungsi untuk menyetarakan satuan berbagai jenis kendaraan menjadi satuan mobil penumpang. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 telah menetapkan nilai EMP untuk masing-masing jenis kendaraan. Penetapan nilai EMP didasarkan pada jumlah arus dan komposisi lalu lintas. Akan tetapi, seiring bertambahnya arus dan komposisi lalu lintas pada saat ini menyebabkan terjadinya perubahan pada nilai ekivalensi yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perhitungan nilai EMP berdasarkan keadaan jalan yang sebenarnya dan kemudian membandingkannya dengan nilai EMP menurut MKJI 1997. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Thamrin, Kota Padang, Sumatera Barat dengan menghitung jumlah arus kendaraan selama jam puncak. Arus kendaraan yang dihitung meliputi jumlah kendaraan ringan, sepeda motor, serta kendaraan berat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode regresi linier berganda yang dianalisis dengan alat bantu statik Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Metode ini digunakan karena masing-masing kendaraan mempunyai pengaruh terhadap kendaraan lainnya. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, didapatkan nilai EMP untuk sepeda motor adalah 0,234 dan nilai EMP untuk kendaraan berat adalah 5,556. Deviasi perbandingan antara nilai EMP hasil analisis regresi linier dengan nilai EMP menurut MKJI 1997 untuk sepeda motor adalah 0,166, sedangkan deviasi perbandingan antara nilai EMP hasil analisis regresi linier dengan nilai EMP menurut MKJI 1997 untuk kendaraan berat adalah 4,256.
Kajian Efektifitas Penempatan Ruang Henti Khusus (RHK) Kendaraan Roda Dua pada Simpang IV Jamria Kota Padang Maha Putri Handayani AS; Al Azhar; Jamal Afandi Makmun
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21063/jts.2026.V1302.0155-163

Abstract

Kota Padang, sebagai salah satu kawasan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Sumatera Barat menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan lalu lintas perkotaan. Kondisi demografis tersebut berdampak langsung pada peningkatan volume kendaraan yang melintas, khususnya di titik-titik krusial seperti Simpang IV Jamria. Tanpa intervensi yang tepat, kepadatan ini berpotensi memicu konflik antarkendaraan, perilaku berebut saat fase lampu hijau, hingga penurunan kinerja persimpangan bersinyal. Merespons permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Padang menginisiasi pembangunan fasilitas Ruang Henti Khusus (RHK) yang diperuntukkan secara eksklusif bagi kendaraan roda dua di Simpang Jamria. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat keterisian RHK, menguji efektivitasnya pada simpang bersinyal, serta mengidentifikasi pengaruh dari penempatan fasilitas tersebut. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif deskriptif dengan mengandalkan data primer melalui survei lapangan langsung. Data yang dikumpulkan mencakup dimensi geometrik persimpangan, besaran kapasitas, serta tingkat pemanfaatan RHK. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa persentase rata-rata keterisian RHK di Simpang IV Jamria mencapai angka 63 persen. Temuan ini dapat diinterpretasikan bahwa secara praktis, penerapan RHK tergolong cukup berhasil karena telah dimanfaatkan oleh mayoritas pengendara. Akan tetapi, capaian tersebut masih berada di bawah standar ideal yang diharapkan untuk mengoptimalkan fungsi RHK sebagai solusi manajemen lalu lintas. Kesenjangan antara realitas dan target ideal ini mengindikasikan perlunya evaluasi komprehensif terhadap faktor-faktor penghambat seperti kesadaran pengendara, sosialisasi aturan, atau desain geometrik RHK, sehingga efektivitas fasilitas ini dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.