Di industri pertenunan air jet terdapat dua jenis sisir tenun berprofil yang dapat digunakan pada mesin tenun air jet, yaitu sisir tenun berprofil tipe C dan sisir tenun berprofil tipe E . Pada saat mesin tenun menggunakan sisir tenun profil tipe C, terjadi jumlah stop pakan yang cukup tinggi, sehingga tekanan udara dinaikkan agar jumlah stop pakan dapat berkurang. Ketika tekanan udara dinaikkan konsekwensinya konsumsi udara akan bertambah. Untuk mengurangi jumlah stop pakan maka dilakukan percobaan menggunakan sisir tenun profil tipe E.Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan dua sisir berprofil beda terhadap jumlah weft stop dan konsumsi pemaikan udara pada proses pertenunan. Percobaan dilakukan dengan memvariasikan tiga tekanan udara yaitu 0,22 Mpa, 0,25 Mpa, dan 0,28 Mpa. Berdasarkan hasil percobaan saat menggunakan sisir tenun profil tipe C dengan tekanan 0,25 Mpa, jumlah weft stop yang terjadi rata-rata sebanyak 50 kali dalam waktu satu shift. Pada saat mesin menggunakan sisir tenun profil tipe E dengan tekanan udara 0,22 Mpa, jumlah weft stop yang terjadi rata-rata sebanyak 44 kali dalam waktu satu shift.Terjadi penurunan jumlah weft stop saat menggunakan sisir tenun profil tipe E dengan tekanan udara yang lebih rendah. Dari pengamatan bentuk profil kedua sisir tenun, ternyata sisir tenun profil tipe E, jarak semburan antara pusat semburan (lubang sub nozzle) dengan permukaan benang pakan lebih dekat sehingga dengan tekanan udara yang lebih rendah dibanding sisir tenun profil tipe C, akan memberikan kecepatan angin serta gaya dorong yang relatif lebih tinggi terhadap benang pakan. Hal tersebut dapat terjadi karena penyebaran udara pada sisir tenun profil tipe E relatif lebih kecil yang mengakibatkan kecepatan udara dan gaya dorong terhadap benang pakan dapat meningkat.Kata kunci: sisir berprofil