Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HARAKAH DAN KEMANDIRIAN PEREMPUAN Mukhtar, Muhammad
Al-Maiyyah : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 12 No 1 (2019): AL-MAIYYAH
Publisher : LP2M IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.854 KB) | DOI: 10.35905/almaiyyah.v12i1.684

Abstract

Perempuan memiliki akses yang sama terhadap laki-laki dalam peran mereka dalam masyarakat. Konteks makro, yang sama sekali berbeda, berdampak pada masalah penafsiran Alquran secara keseluruhan dan khususnya mengenai harakah dan kemandirian perempuan. Alquran tidak mengatakan bahwa semua laki-laki memiliki kelebihan dari semua perempuan. Tapi Alquran mengatakan "sebagian dari Anda lebih baik dari yang lain". Beberapa laki-laki unggul atas beberapa perempuan dan sebaliknya. Pandangan yang mengekspresikan superioritas laki-laki terhadap perempuan dan membatasi kebutuhan perempuan hanya pada aspek domestik harus mempertimbangkan konteks makro di masa lalu dengan konteks makro mereka saat ini. Untuk mewujudkan martabat dan kemandirian perempuan dan untuk melestarikan hak-hak mereka, sifat, dan identitas, perempuan dituntut untuk menyadari potensi mereka dan membuktikan kemampuan mereka di dunia nyata.
MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI MAN 3 SLEMAN Muhammad Dirman Rasyid; Muh. Mukhtar S.; M.Taufiq Hidayat Pabbajah
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami manajemen pengembangan kurikulum PAI dalam perspektif multikultural di MAN 3 Sleman, dan mengetahui problematika yang dihadapi dalam implementasi nilai-nilai multikultural dalam manajemen pengembangan kurikulum PAI di MAN 3 Sleman. Adapun teorinya berdasar dari teori yang dikemukakan Oemar Hamalik, yaitu mengacu pada kerangka pikir manajemen, berupa perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, implementasi, dan pengontrolan atau evaluasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan filosofis, pendekatan agama, pendekatan pendidikan, dan pendekatan psikologi pendidikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sumber datanya melalui dokumentasi dan narasumber, teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dan uji keabsahan data melalui uji kredibilitas data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengembangan kurikulum PAI di MAN 3 Sleman, yaitu dari aspek perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, dan pengimplementasiannya mengacu pada keragaman dan kebutuhan peserta didik dan melibatkan beberapa pihak dalam pengambilan keputusan, dan dari aspek evaluasinya meliputi aspek konteks, proses, dan produk dan dilakukan melalui tes maupun non-tes serta dilakukan secara berkesinambungan. Problematika dalam manajemen pengembangan kurikulum di MAN 3 Sleman, yaitu faktor penyediaan dan kesiapan personel dalam menjalankan konsep dari kurikulum, sering kali guru tidak memahami ide yang terkandung dalam kurikulum, adanya perbedaan persepsi visi dan misi yang hendak dicapai, serta ketidakloyalan sebagian pihak dalam merealisasikan konsep atau isi kurikulum.
PEMASARAN DAN UPAYA DALAM MEMPENGARUHI HARAPAN STAKEHOLDER DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Mukhtar
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v14i2.621

Abstract

Marketing is an activity or approach that always oriented on consumers whoaim to make management decisions. Marketing should be done with careful planning and clear goals and oriented to customer satisfaction. Marketing in educational institutions is to establish a good image (image) of the institution and attract a number of prospective students. Marketing should be oriented to "customers" who in the context of a school or madrasah are called students/learners. This is where the need for a school or madrasah to find out how prospective students see the school or madrasah to choose. In addition, in order to know the needs and attract customers (students) then the strategic steps that can be done, namely market identification, market segmentation and positioning, product differentiation, marketing communications, and school services. The tool that can be used as a step in marketing is the 7P marketing mix that is composed of traditional 4P used in the marketing of goods and 3P as an expansion of the marketing mix. The 4P element is product; services such as what is offered, price; pricing strategy; place (location); where services are provided, promotion; how promotion is given. The 3P elements are people (people / human resources); quality, qualifications, and competencies held by persons engaged in the execution of services, physical evidence; facilities and infrastructure, such as what is owned, and process; management of the given learning. Pemasaran merupakan kegiatan atau pendekatan yang selalu berorentasipada konsumen dengan tujuan untuk membuat keputusan manajemen.Pemasaran hendaklah dilakukan dengan perencanaan matang, tujuanjelas, serta berorentasi pada kepuasan pelanggan. Pemasaran di lembagapendidikan adalah untuk membentuk citra (image) yang baik terhadaplembaga dan menarik minat sejumlah calon siswa. Pemasaran harusberorentasi kepada “pelanggan” yang dalam konteks sekolah ataumadrasah disebut dengan siswa/peserta didik. Disinilah perlunya sekolahatau madrasah untuk mengetahui bagaimana calon siswa melihat sekolahatau madrasah yang akan dipilihnya. Selain itu, dalam rangka mengetahuikebutuhan dan menarik pelanggan (siswa) maka langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan, yaitu identifikasi pasar, segmentasi pasar dan positioning, diferensiasi produk, komunikasi pemasaran, dan pelayanan sekolah. Alat yang dapat dijadikan sebagai langkah dalam pemasaran adalah bauran pemasaran 7P yaitu terdiri dari 4P tradisional yang digunakan dalam pemasaran barang dan 3P sebagai perluasan bauran pemasaran. Unsur 4P yaitu product (produk); jasa seperti apa yang ditawarkan, price (harga); strategi penentuan harganya; place (tempat/lokasi); di mana tempat jasa diberikan, promotion (promosi); bagaimana promosi diberikan. Adapun unsur 3P yaitu people (orang/SDM); kualitas, kualifikasi, dan kompotensi yang dimiliki oleh orang yang terlibat dalam pelaksanaan jasa, physical evidence (bukti fisik); sarana dan prasarana, seperti apa yang dimiliki, dan process (proses); manajemen pembelajaran yang diberikan.
ANALISIS PEMBELAJARAN FIKIH BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI MTs DDI KABALLANGAN KABUPATEN PINRANG Mardia; Muhammad Mukhtar. S; Rohman Rohman
Edu Global : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2022): EDU GLOBAL: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam STAIN Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eduglobal.v3i1.845

Abstract

Multicultural-based education is seen as important in responding to existing differences. The diversity of schools of law in fiqh and issues of khilafiyah often become internal debates among Muslims and often lead to divisions. This type of research is qualitative research, the data source is through documentation and resource persons, data collection techniques are through observation, documentation, and interviews. Data analysis techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that (1) the dimensions of multicultural values ​​in fiqh learning consist of curriculum dimensions, dimensions in teaching materials consist of values ​​of tolerance, equality of rights, values ​​of brotherhood, justice, and social ethics, (2) implementation of multicultural values ​​in comparison of schools in fiqh learning, namely promoting the values ​​of tolerance and not being fanatical, being inclusive, not discriminatory, teaching the background of the emergence of differences, ethics in responding to differences, and promoting the values ​​of peace and unity, (3) the implications of multicultural values in fiqh learning, namely (1) implications in the domain of attitude (affection) which consists of awareness and cultural sensitivity, responsiveness to culture, and skills to avoid conflict, (2) domain of knowledge (cognitive) which consists of knowledge of the language and culture of people others, and the ability to analyze and translate cultural behavior and knowledge about cultural awareness. (3) the learning domain which consists of the ability to correct distortions, stereotypes, and misunderstandings about ethnic groups.