Abdur Rahman Nor Afif Hamid
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Hadis: Studi Tematik Terhadap Nilai-Nilai Komunikasi Islam Kgs M Choirul Muchlis; Muhajirin Muhajirin; Abdur Rahman Nor Afif Hamid
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1331

Abstract

Komunikasi adalah tanda adanya perkembangan pada manusia, sekaligus menjadi media untuk saling berinteraksi dan memahami dunia di sekelilingnya.Dalam era digital, media sosial telah menjadi platform utama untuk berkomunikasi tanpa batasan ruang dan waktu. Namun, meskipun media sosial memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi, juga memunculkan dampak negatif seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan perpecahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam dalam konteks media sosial, serta upaya pencegahan terhadap penyebaran informasi yang merugikan seperti hoaks dan fitnah, serta menciptakan komunikasi yang lebih konstruktif dan harmonis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sangat relevan dalam membentuk komunikasi yang sehat, baik dalam interaksi langsung maupun dalam dunia digital. Prinsip-prinsip seperti berbicara dengan niat baik, menghindari ghibah, serta berbicara dengan lembut dapat diterapkan dalam media sosial untuk menciptakan ruang komunikasi yang lebih harmonis, aman, dan konstruktif. Diharapkan dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut, media sosial dapat menjadi ruang yang lebih sehat dan aman dari dampak negatif komunikasi tidak etis.
MUNASABAH DALAM TAFSIR SURAT AL-IKHLAS KARYA K.H. AHMAD YASIN BIN ASYMUNI Abdur Rahman Nor Afif Hamid; Muhammad Romadhon; Aviyah Asmaul Husna
Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 2 No 1 (2025): Halaqah: Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : LP2M STIK KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/hjis.v2i1.200

Abstract

Kitab Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Ahmad Yasin bin Asymuni menawarkan pendekatan yang khas dengan penekanan pada aspek munasabah, yaitu hubungan antar ayat dalam surah tersebut. Sebagai ulama yang produktif, KH. Yasin menyajikan tafsir yang mendalam melalui analisis munasabah yang jarang ditemukan dalam tafsir Indonesia. Buku ini memiliki sistematika yang memudahkan pembaca memahami hubungan antar ayat Al-Qur'an, khususnya dalam konteks Surat al-Ikhlas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek munasabah dalam Tafsir Surat al-Ikhlas karya KH. Yasin dan mengeksplorasi kontribusinya terhadap pengembangan tafsir di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, di mana data utama diperoleh dari kitab Tafsir Surat al-Ikhlas. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis munasabah dalam Surat al-Ikhlas, yakni munasabah antar ayat dalam satu surah dan munasabah antar kata atau kalimat dalam satu ayat. Keunggulan tafsir ini terletak pada (a) penyajian penjelasan munasabah dalam bab terpisah, (b) penjelasan yang singkat namun jelas, dan (c) pengutipan munasabah dari dua tafsir yang berbeda, sehingga memperkaya cakupan dan kedalaman tafsir. KH. Yasin juga menjelaskan empat faedah, dua faedah pertama membahas hubungan antar ayat yang saling menguatkan, faedah ketiga menyoroti pendekatan surah dalam menangkal kemusyrikan dan ajaran teologi yang menyimpang, serta faedah keempat menegaskan kebenaran Allah dan pentingnya penggunaan kata "قل" untuk menegaskan kebenaran tersebut. Bagian kedua membahas aspek tasawuf dengan penjelasan mendalam tentang ketuhanan, serta menegaskan bahwa Allah tidak melahirkan, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang serupa dengan-Nya.