Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Meninjau Kembali Tafsir Al-Quran Generasi Tabiin Abdul Ghoni; Asep Ahmad Fathurrohman; Ade Jamarudin
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol 2, No 3 (2022): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v2i3.18853

Abstract

Tujuan dalam penulisan tulisan ini adalah untuk menambah wawasan pengetahuan Agama khusunya di bidang ilmu Al-Qur’an. Di dalam ilmu Al-Qur’an sendiri banyak ilmu yang harus dipelajari salah satunya Ulumul Qur’an sebagai ilmu dalam paradigma filsafat ilmu yang akan membedakan antara ilmu dan pengetahuan. Tabi’in merupakan generasi setelah Sahabat, karena para tabi‘in telah menerima interpretasi dari para Sahabat secara langsung, maka dapat disimpulkan bahwa para Tabiín memiliki peranan yang sangat penting dan signifikan dalam bidang tafsir. Tafsir secara istilah bermakna penjelasan tentang kalam Allah yang merupakan mu'jizat dan diturunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam.
The Significance of Qiraat to Legal Istinbat Dede Suryani; Asep Ahmad Fathurrohman
Gunung Djati Conference Series Vol. 4 (2021): The 1st Conference on Ushuluddin Studies
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.49 KB)

Abstract

This study aims to discuss the differences in qiraat readings that affect the meaning of legal istinbat. The method used in this research is a qualitative method through literature study by applying content analysis. The results and discussion include general views of qiraat, differences in the variety of qiraat readings, and the meaning of qiraat readings that affect legal istinbat. The conclusion of the study is that qiraat becomes authentic evidence in terms of the meaning of the phenomenon of syara' law that occurs in the midst of Muslims. This research recommends to do a re-examination of other aspects with a more varied approach method.
Analisis Komparatif Penafsiran Ayat Jihad Pada Tafsir Fi Zhilalil Qur'an dan Al-Manar Jahira Salsabila Nurul Imam; Edi Komarudin; Asep Ahmad Fathurrohman
Journal of Ulumul Qur'an and Tafsir Studies Vol. 5 No. 1 (2026): JUQUTS: Journal of Ulumul Quran and Tafsir Studies
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/q6w91d47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif penafsian Sayyid Quthb dalam Fi Zhilal al-Qur'an dan Rashid Rida dalam Tafsir Al-Manar terhadap QS. Al-Anfal ayat 72-75, Khususnya mengenai konsep jihad, hijrah, dan solidaritas umat. Penelitian ini berupaya menyingkap perbedaan metodologi, corak, dan orientasi kedua mufassir dalam memahami makna jihad serta implikasinya terhadap kehidupan sosial keagamaan umat Islam modern. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sayyid Quthb menafsirkan jihad secara universal dan ideologis , sebagai perjuangan abadi menegakkan sistem Allah di muka bumi. Corak tafsir nya bersifat Haraki dan Tarbawi, menekankan dimensi spiritual dan perjuangan sosial. Sedangkan Rashid Rida menafsirkan jihad secara historis dan dalam tinjauan hukum, dengan pendekatan islahi (reformis) yang menekankan perubahan tatanan sosial dan hukum umat Islam sesuai perkembangan zaman. Keduanya sepakat bahwa iman, hijrah, dan jihad  merupakan pilar utama dalam pembentukan masyarakat islam, namun keduanya berbeda dalam menafsirkan bentuk aktualisasi jihad di era modern. Penelitian ini berkesimpulan bahwa Fi Zhilalil Qur'an merepresentasikan tafsir revivalis - ideologis, sedangkan al-Manar mencerminkan tafsir reformis - rasional dalam wacana tafsir modern.
Kisah Ratu Balqis dalam Tafsir Nusantara dan Relevansinya pada Konteks Partisipasi Politik di Indonesia (Studi Komparatif: Penafsiran Hasbi Ash-Shidieqy, HAMKA, serta Quraish Shihab) Reza Firmansyah; Asep Ahmad Fathurrohman; Eni Zulaiha
Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin Vol. 6 No. 2 (2026): April
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpiu.55473

Abstract

Reexamining the representation of women in the Qur'an is essential for understanding contemporary gender discourse, particularly amid the persistence of patriarchal perceptions that continue to influence women's political participation in Indonesia. This study aims to analyze the interpretation of Queen Balqis in Indonesian Qur'anic exegesis (Tafsir Nusantara) and examine its relevance to women's political participation in contemporary Indonesia. Employing a qualitative library research design, this study adopts a comparative exegesis approach integrated with feminist hermeneutics and socio-political contextualization. The primary sources consist of Tafsir An-Nūr by Hasbi Ash-Shiddieqy, Tafsir Al-Azhar by Hamka, and Tafsir Al-Miṣbāḥ by Quraish Shihab, supported by relevant academic literature. The findings reveal that all three exegetes recognize Queen Balqis as a legitimate political leader whose leadership is characterized by rationality, consultation (shūrā), diplomacy, and public welfare. Their differences primarily lie in methodological orientation: Hasbi emphasizes normative-juridical principles, Hamka highlights moral and ethical dimensions, while Quraish Shihab adopts a contextual and maqāṣid al-sharī'ah approach. Collectively, these interpretations demonstrate that the Qur'an does not reject women's political leadership on the basis of gender but evaluates leadership according to competence, justice, and public benefit. Consequently, Tafsir Nusantara offers an inclusive and contextually relevant Qur'anic framework for strengthening women's political participation in contemporary Indonesia.
Effective Learning Strategies for Qur'anic Sciences and Tafsir in the Education of Ulama Cadres at MUI in Bogor, Cianjur, and West Java Asep Ahmad Fathurrohman; Acep Dani Ramdani
PALAPA Vol 12 No 2 (2024): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v12i2.5443

Abstract

This research aims to evaluate the teaching and learning of Qur'anic Sciences and Tafsir in the Pendidikan Kader Ulama (PKU) program at the MUI in Bogor, Cianjur, and West Java. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques consisting of interviews, observations, and document analysis. The findings indicate variations in the evaluation process across different regions, including methods such as paper tests, question-and-answer sessions, and practical assessments. Additionally, the evaluation in Bogor tends to focus on cognitive aspects, while in Cianjur and West Java, cognitive, affective, and psychomotor elements are assessed. This study contributes important insights into more effective learning strategies by applying Multiple Intelligences theory, allowing each participant to learn according to their unique intelligence. Therefore, this research is expected to provide input for the development of a more inclusive and adaptive PKU program.
Dialektika Tafsir Surah Al-Insyirah: Studi Komparatif Tafsir Al-Maraghi, Khawatir Asy-Sya’rawi, dan Tafsir Al-Wasith Fitri Meliani; Edi Komarudin; Asep Ahmad Fathurrohman
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi komparatif ini mengeksplorasi interpretasi leksikal mikro Surah Al-Insyirah dalam tiga tafsir Al-Qur'an modern: Tafsir Al-Maraghi, Khawatir Asy-Sya'rawi, dan Tafsir Al-Wasith karya Sayyid Thantawi. Meskipun ketiga penafsir ini memiliki visi yang sama yang menekankan relevansi sosial Al-Qur'an, mereka berbeda dalam pendekatan linguistik, spiritual, dan metodologis mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan kerangka analitis komparatif, penelitian ini menyelidiki makna leksikal kunci, dan dimensi sosio-spiritual yang tertanam dalam Surah tersebut. Temuan menunjukkan bahwa Al-Maraghi menafsirkan Surah Al-Insyirah melalui lensa leksikal-linguistik yang bercirikan adab ijtima'i; Asy-Sya'rawi mengadopsi gaya retorika-sufistik yang berfokus pada pengalaman spiritual; sedangkan Thantawi menyajikan tafsir yang sistematis, komunikatif, dan moderat yang sesuai dengan audiens kontemporer. Keunikan penelitian ini terletak pada analisis perbandingan mikro-leksikal Surah Al-Insyirah, yang menyoroti variasi interpretasi leksikal di antara ketiga penafsir dan implikasinya terhadap hermeneutika sosial dan spiritual modern. Nilai tambah akademisnya terletak pada pengenalan pendekatan mikro-leksikal sebagai kerangka kerja inovatif untuk studi perbandingan Al-Qur'an, menawarkan model yang dapat diterapkan pada surah lain atau istilah kunci untuk memajukan penafsiran tematik-kritis dalam kajian kontemporer.