Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN GUNA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ATLAS PROJECT METHOD Wisnubroto, Petrus; Yusuf, Muhammad; Freitas, Joao Mario
Jurnal Teknologi Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan PT. Madubaru dalam pengelola bauran pemasaran (Marketing Mix) yang terdiri dari produk I product, harga I price, promosi I promosition, dan tempaVplace, mengetahui upaya-upaya yang dilakukan PT. lndustri Madubaru dalam meningkatkan volume penjualan gula kemas dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan gula kemas PT. lndustri Madubaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode uji validasi yang bersifat mengkorelasikan tlap skor butir dan uji reliabiliats mengetahul tingkat konsisten darl jawaban dengan bentuk penelitian analisis dokumen atau analisis isi laporan. Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Strategi yang dilakukan PT. Madubaru dengan memerankan strategi pemasaran, yaitu ; (1) Produk, berupa gula kemas di tahun 2011 total 75.733.142, dan total penjualan tahun 2012 dengan rata- rata 270. 934.025; (2) Harga, dalarn memutuskan harga jual produk dengan biaya promosi 12.59; (3) Tempat; berlokasi didaerah Kabupaten Bantul, Daerah lstimewa Yogyakarta; (4) Promosi; dengan memasang iklan dikoran, menyebarkan kartu nama dan menyebarkan brosur. Kata kunci : Strategi Pemasaran , SWOT
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN EVA BOUTIQUE DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Prayudi, Ihsan; Wisnubroto, Petrus; Susetyo, Joko
Jurnal Rekavasi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pemasaran adalah kemampuan untuk menjual atau mendistribusikan produk yang dimiliki agar target usaha dapat tercapai keberhasilan. Salah satu kegiatan usaha adalah EVA BOUTIQUE yang bergerak pada bidang penjualan baju perempuan. Adapun kendala yang ditemui pada usaha ini yakni pilihan size dan warna terbatas, iklan dan promosi tidak selalu rutin, tempat kurang luas, kurangnya sarana pendukung, ancaman produk dengan skala besar ,munculnya pesaing baru lebih kuat serta kekuatan tawar menawar barang hal ini akan mengakibatkan penjualan menurun. Oleh sebab itu maka manajemen perlu adanya meningkatan pemasaran dengan menggunakan metode SWOT dan QSPM metode ini sangat saling berhubungan dalam strategi penjualan.Dari hasil perhitungan yang ada pada EVA BOUTIQUE didapatkan skor Kekuatan didapatkan dengan nilai tertinggi yakni sebesar 0,536 dengan pernyataan ‘pelayanan toko yang ramah’, Nilai kelemahan yang tertinggi diapatkan dengan angka 0,202 ‘Area parkir kurang luas’, Nilai peluang yang tertinggi didapatkan pada angka 0,384 dengan pernyataan ‘gaya hidup masyrakat yang konsumtif’ dan nilai ancaman tertinggi dengan angka 0,184 dengan pernyataan ‘munculnya pesaing baru yang lebih kuat dan naiknya harga kebutuhan berpengaruh pada penjualan’ dan nilai untuk QSPM (quatitative strategic planing matriks) yaitu strategi I dengan pernyataan ‘Melakukan pemasaran di media sosial dengan lebih memberikan trend fashion yang beragam dan selalu update fashion terbaru’ dengan nilai bobot total strategi sebesar 6,547.
ANALISIS RASIO KEUANGAN SEBAGAI PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN Wisnubroto, Petrus
Jurnal Teknologi Vol 10 No 1 (2017): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rasio keuangan sebagai ukuran kinerja keuangan perusahaan ini dimaksudkan sebagai salah satu usaha (aktivitas) untuk membuat informasi dalam laporan keuangan yang kompleks menjadi elemen yang lebih sederhana dan mudah dipahami (Harnanto, 2001). Analisis rasio adalah melakukan penilaian terhadap potensi atau kinerja keuangan dan kemajuan suatu perusahaan, dengan menganalisa berbagai item dalam laporan keuangan merupakan dasar untuk mengetahui kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.Model penelitian ini mengacu pada pendahulunya peneliti Model tersebut diujicobakan pada perusahaan percetakan Wibowo Yogyakarta dengan menggunakan data dari laporan keuangan tahun 2012, 2013,2014 pengujian dilakukan dengan 7 langkah, yaitu rasio lancar, rasio cepat, rata-rata periode penagihan, Marjin Laba Kotor, omset piutang, marjin laba bersih, Return On Investment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio lancer pada tahun 2012 sebesar 123,98%; pada 2013 sebesar 127,05% dan pada 2014 sebesar 160,96%. Dari perhitungan di atas, perusahaan Wibowo Offset Printing memiliki rasio lancar rata-rata 137,33% yang berarti cukup sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan yang hati-hati, sehingga perusahaan cukup likuid untuk membayar hutang jangka pendek terhadap aset lancar. Rasio cepatnya adalah 97,82%, sedangkan pada 2013 sebesar 99,15% beraarti Tidak ada peningkatan kemampuan sebesar 1,33%. Sedangkan pada 2014, rasio cepat 1,28, 08% berarti ada kenaikan 28,93%. Dalam meliput rasio aktivitas Perputaran piutang (Perputaran Piutang Usaha) sehubungan dengan data laporan keuangan yang diperoleh, perusahaan percetakan Offset Wibowo tidak melakukan penjualan kredit, maka rata-rata omset piutang tidak dapat dianalisis. Jadi, untuk menganalisis rata-rata penagihan piutang.Hasil perhitungan Marjin Laba Kotor pada 2012, 2013, 2014 perusahaan dalam laba kotor rupiah dalam menghasilkan penjualan meningkat pada 2012 menjadi 2013 sebesar 2,04%, namun tahun 2013 sampai 2014 mengalami penurunan sebesar 2% karena laba kotor sedikit meningkat namun penjualan Kenaikan tajam, sehingga pada saat dimasukkan formula menurun.Hasil perhitungan Return on Investment pada tahun 2012 sampai 2013 naik sebesar 2,39%, namun tahun 2013 sampai 2014 mengalami penurunan sebesar 1,29% karena biaya operasional telah menyempit atau berkurang, sehingga laba bersih meningkat sedikit namun Aktiva meningkat tajam, berakibat pada saat formula yang dimasukkan menurun.
PENGARUH FAKTOR PERSONALITY TERHADAP KEAHLIAN DALAM END USER COMPUTING Wisnubroto, Petrus; Suyanto, Muhammad; Sudiro, Novi Yohana
Jurnal Teknologi Vol 12 No 1 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3415/jurtek.v12i1.2203

Abstract

Model penelitian diuji pada perangkat desa Kabupaten bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya perangkat desa yang melakukan pekerjaan rutinitas dengan menggunakan computer sebagai based solution problem, sebanyak 70 responden dikategorikan sebagai sampel dalam penelitian dengan mengirim kuesioner ke computer anxiety fear – anticipation, computer attitude- intimidation, math anxiety responden. Pengujian dilakukan dengan 5 (lima) langkah yaitu uji Non Respon Bias, Uji Reliabilitas dan Validitas , uji Korelasi antar variable, uji hipotesis (tujuan penelitian) dengan regresi parsial dan regresi berganda Dengan demikian permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah factor personality (computer anxiety fear – anticipation, computer attitude- intimidation, math anxiety ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keahlian dalam end user computing , sedangkan tujuan penelitian ini adalah menganalisis factor personality (computer anxiety fear- anticipation, computer attitude- intimidation, math anxiety) terhadap keahlian personil end user computing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F Test untuk variable personality terhadap Y ( keahlian dalam end user computing ) dengan equal variance assumed probabilitasnya diatas 0,05 maka kedua varians responden yang menjawab kuesioner dan responden yang tidak menjawab kuesioner adalah sama. variable personality terhadap Y ( keahlian dalam end user computing ) mempunyai nilai alpha cronbach di atas 0,60 sehingga pertanyaan angket reliable. Hasil perhitungan nilai corrected item total correlation terlihat bahwa untuk kesemua item pertanyaan variable personality terhadap Y (keahlian dalam end user computing ) di atas 0,164 maka dapat disimpulkan bahwa item-item variable valid. Persamaan regresi berganda Y = 4.409 – 0,159 X1 + 0,133 X2 + 0,01783 X3 + 0, 08658 X4 - 0, 229 X5 - 0, 0520 X6.Hasil analisis R2 = 0,359 mempunyai arti keseluruhan variable personality memberi pengaruh terhadap variable dependen Y ( keahlian dalam end user computing) sebesar 35,9% sedangkan yang 64, 1% dijelaskan oleh variable lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian. Standard error of estimate 0, 4383 menunjukkan bahwa standar penyimpangan dari persamaan pendugaan seebsar 0, 4383. Jika dilihat dari standar deviasi Y yang menunjukkan hasil 0, 5335 memberi arti bahwa model ini cukup layak digunakan, karena standar deviasi model lebih kecil dari standar deviasi variable Y. F hitung adalah 10.682 dengan taraf signifikansinya 0, 000 karena probabilitasnya ( 0,000) jauh lebih kecil dari p < 0,1 menunjukkan adanya hubungan yang signifikan independen variable terhadap dependen variable.
PENERAPAN METODE SQC (STATISTICAL QUALITY CONTROL) DAN FTA (FAULT TREE ANALYSIS) SEBAGAI USULAN PENGENDALIAN DAN PERBAIKAN KUALITAS PRODUK PADA USAHA PENGECORAN ALUMINIUM Susetyo, Joko; Wisnubroto, Petrus; Kurnia, Alif
Jurnal Teknologi Vol 12 No 2 (2019): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha pengecoran alumunium bapak santoso merupakan usaha yang bergerak dibidang pengecoran alumunium dengan produk yang dihasilkan adalah cetakan telur puyuh. Berdasarkan hasil studi pendahuluan kecacatan produk masih terdapat pada usaha ini yaitu cetakan bolong, cetakan pecah, dan cetakan bentuk tidak sempurna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab cacat dan melakukan upaya pengendalian dan perbaikan kualitas menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan Fault Tree Analysis (FTA). Terdapat dua data yang melampaui batas Upper Control Limit (UCL) yaitu data ke 9 dan data ke 13 dengan nilai masing masing sebesar 0,38 dan 0,365 sehingga perlu dilakukan perbaikan terhadap proses produksi agar kecacatan berada dalam batas kontrol. Hasil dari metode FTA diperoleh 21 basic event dari penentuan minimum cut set yaitu [25 + 26 + 47 + 48 + (29 + 49)] + [31 + 42 + 33 +50 + 51 + 51] + [(37 + 38) + (42 + 52) + (53 +54) +(41 + 42)] + [(43 + 44) + 45] + [46] yang menjadi penyebab cacat pada produk, yaitu adonan belum matang, penggunaan garam terlalu sedikit, menggunakan alumunium bekas, penuangan kurang tinggi, tidak memisahkan saat penuangan, penggunaan blower yang kuranng maksimal, lubang tungku yang terlalu besar, pemasangan kup tidak tepat, kurang pengawasan, dikejar target produksi, ingin cepat selesai, badan tidak fit, kurangnya ventilasi, lubang siraman terlalu besar, adonan berada di luar tungku, tidak memilah bahan baku dengan baik, terlalu fokus dalam penuangan, bekerja tidak sesuai prosedur, tidak menepuk cetakan dasar terlebih dahulu, pola kunci cetakan yang rumit, dan kurang konsentrasi.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PRODUK CACAT PAKAIAN DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DI CV. YUSSUF & CO Bagaskoro, Andrian Yupi; Yusuf, Muhammad; Wisnubroto, Petrus
Jurnal Rekavasi Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era saat ini perkenbangan teknologi yang semakin maju dan pesatnya kondisi pasar industri menuntut pereusahaan harus mampu memberikan kepuasan kepada para konsumen. CV. Yussuf &amp; CO adalah salah satu perusahaan yang memproduksi pakaian di Sleman, Yogyakarta. Pada saat ini perusahaan belum mempunyai strategi mengurangi produk cacat pakaian. Perusahaan ini agar bertahan adalah dengan mengurangi produk cacat pakaian dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) .Hasil perhitungan pareto diagram maka diperoleh tiga jenis kecacatan kumulatif berkisar 80% yaitu kotor, salah potong dan jahit. Hasil perhitungan FMEA untuk kecacatan kotor diperoleh modus kegagalan potensial dengan nilai angka RPN 270. Modus kegagalan potensional selanjutnya adalah salah potong dengan nilai RPN 336, Modus kegagalan potensional selanjutnya adalah salah jahit dengan nilai 210.
PENGUKURAN WAKTU STANDARD OPERATING PROCEDURE DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KARYAWAN DENGAN ANALISIS SIMULASI DAN CRITICAL PATH METHOD Wisnubroto, Petrus; Rosyid, Muhammad Abdur
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscentia Vol 1 No 1 Agustus 2008
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v1i1.388

Abstract

A rich organization never warrants its member to get wealthy. It will depend on human resources empowering including floor labors that has strategic position in achie-ving organizations goal. Fluctuations of employee’s productivity performance will hardly controllable if the organization had no standardization of work. One kind of standardiza-tion of work is Standard Operating Procedure (SOP) that contains technical procedure of activity and it parametric measurement. To analyze trend of employee’s performance ti-me, computer simulation will assist to know the tendency of data that so called with com-puter simulation analysis. The result of analysis will be followed by productivity improve-ment method such as Critical Path Method (CPM). Inexistence of SOP in Balai Yasa PT. Kereta Api Yogyakarta (BY YK) will be followed up by making Standardization of work in the term of SOP using work time standard measurement consideration. By using simu-lation analysis approach that resulting very good performance of employee in BY YK. This advantageous indicator gives information ability of production improvement. By u-sing Standardization of work time and implementation of CPM able to reduce 21% of total time in assembling locomotive or approximately 158 minutes. The combination of both method results critical path of locomotive assembly activity starting from activity A, B, C, D, E, F, G, H ,I ,J ,K , L, M , N, O, P, Q, R,S, T, U,V, X, Y.
ANALISIS REAKSI BERANTAI PADA TAHAP PROSES PENGELASAN DI PT MULTIFAB Wisnubroto, Petrus; Asih, Endang Widuri; Gunawan, Indra
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 3 No 1 Agustus 2010
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v3i1.438

Abstract

MULTIFAB is a company engaged in the field of technical companies highly specialist themselves in the field of production, fabrication equipment and specialized structures used in the chemical industry, petrochemical and oil and gas. In the normal process of production, especially in the welding process, its output is still a lot of experience of disability. Efforts to increase product quality and prevent and minimize product failure, this requires an analysis of quality control that is with a chain reaction analysis. From the data processing, as an early stage concept identifiers use problem FMEA, failure indicates that the effects of the highest-rated Slag Inclusion Risk Priority Number (RPN) at 256. Stage of quality improvement can be made using the method of Kaizen Kaizen is the Five-Step Plan and the 5W 1H. Chain reaction from the results of quality improvement. This is done by measuring the productivity of labor performed before and after improvement of quality. From the measurement of productivity, an increase of 0.01 and calculating the cost of reworks the calculation result of Rp 880 956. Based on the results of processing data on improved quality, causing a chain reaction that is after improved quality, productivity will increase and production costs willdecrease because the repair of products will be reduced.
PENGARUH PERBEDAAN INDIVIDUAL TERHADAP KEAHLIAN DALAM END USER COMPUTING Wisnubroto, Petrus
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Academia Ista Vol 11 Edisi Khusus Oktober 2006
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The model was tested to permanent employee of Private Colleges wich have im-plemented on line computerization system, with 202 samples wich categorized into cle-rical group as much as 91 samples, non clerical group as much as 111 samples, total ob-served group as much 202 samples. Problem this research do the demographic factors (age, sex, education, experience) and personality (computer anxiety, computer attitudes, math anxiety) have a significant influence skill in end user computing. The test is done in four steps i. e, non respones bias test, reliability and validity test, inter variable correla-tion, hypothesis test with multiple regression and the data analysis is conducted by using SPSS program version 1.0 for windows. The reserach results showed that demographic factors (age, sex, experience) had directly effect into expertise in end user computing. Personality factors such com-puter anxiety (efar – anticipation) ; computer attitude (intimidation) had directly effect to expertise in end user computing. A quite surprising result was demographic factor of education, and personality factors of computer attitude (pessimism – optimism); of math anxiety was undequately significant to expertise in end user computing. For increasing work’s result in environment with introduction of new technology of on line computerization system above, it is considered in decision making recruitmen hu-man resource with related to envollment, implementation of computer training and edu-cation for their permanent employee. The preparation of adequate faciloities was hopped to increase individual performance.
PENGURANGAN BULLWHIP EFFECT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERIODIC REVIEW PADA PT. SARI ROTI Cyrilla Indri Parwati; Petrus Wisnubroto; Restu Aji Nur Kahfi
JURNAL GAUNG INFORMATIKA Vol 13 No 2 (2020): Jurnal Gaung Informatika, Volume 13, Nomor 2 Juli 2020,
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/gi.v13i2.521

Abstract

The obstacle that is often encountered is the phenomenon of the bullwhip effect in the supply chain, this will hamper the supply chain itself. Bullwhip effect can occur due to high demand on upstream channels compared to downstream channels. The Yogyakarta sari juice distributor experienced product fluctuations in retailers, thus affecting the demand and inaccuracy of safety stock at retailers and also the central company. This research was conducted using the periodic review method, which is an effort to reduce information distortion on the supply chain chain, by collecting sales and order data from the company. The results of the product Sari sari bread in Pamella 1 for double soft bread in month 9 (12,842), month 10 (2,573), month 11 (0.051), peeled bread in month 9 (2.6832), month 10 (8,600), month 11 (1.00), 9th month sandwich (2989), 10th month (1,185), 11th month (1), 9th moon cream cheese sandwich (1,659), 10th month (1,434), 11th month (0,779). double soft bread in month 9 (0.784), month 10 (3,130), month 11 (1,965), peeled bread in month 9 (3,314), month 10 (1,340), month 11 (1,768), bread sandwich in month 9 (1,210), month 10 (1,445), month 11 (1,311), bread cream cheese sandwich 9th month (2,391), month 10 (1,340), month 11 (0.614). Retailer Atmaja double soft bread in 9 months (1964), month 10 (0.658), 11 months (2,898), 9 months peeled bread (1,667), 10 months (1,640), 11 months (4:00), types of moon chocolate sandwich 9 (2,204), month 10 (2,560), month 11 (1,887), bread cream cheese sandwich 9th month (2,045), month 10 (1,745), month 11 (1,398)