Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KAJIAN NARATIF: PRAKTIK KONSUMSI JENIS MAKANAN UNTUK PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI Dwika Julian Zahara; Tuti Surtimanah
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.359

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana sel darah merah berada di bawah kategori normal. Angka kejadian anemia remaja putri tahun 2012 di Indonesia sebesar 75,9%. Salah satu cara mengatasi kejadian anemia dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi dan zat gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis makanan yang boleh dikonsumsi oleh remaja putri dalam rangka meningkatkan kadar Hb. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Artikel dicari menggunakan Google Scholar dan ResearchGate dengan kata kunci (“Peningkatan Hemoglobin” dan “Remaja Perempuan”). Sintesis hasil menggunakan matriks ringkasan artikel, identifikasi dan perbandingan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh jenis makanan tertentu terhadap peningkatan kadar Hb yaitu dalam bentuk jus (jus kurlapa, SF+jus jambu merah, jus bit, jus kacang hijau) dan makanan lain (serpih beras+jaggery, kurma, telur, ragi laddu+ serbuk daun kelor + tablet Fe, serbuk daun kelor, batang kacang tolo). Jus kacang hijau paling efektif karena mengandung zat untuk pembentukan sel darah merah. Pemberian jus kacang hijau yang relatif murah dan mudah pembuatannya dapat diberikan secara luas kepada remaja putri.
Pengetahuan dan Praktek Cuci Tangan Serta Memakai Masker di Kalangan Pengunjung Rumah Sakit di Masa Pandemi : Knowledge and Practice Hand Washing and Mask Wearing During Pandemic Among Hospital Visitor Santy Pristianingrum; Tuti Surtimanah; Fergi Desi Puspita; Siti Utami Sulastri
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 8: AUGUST 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i8.2477

Abstract

Latar belakang: Di masa pandemi, edukasi mencuci tangan dan memakai masker sudah banyak dilakukan melalui berbagai metode dan media. Apakah edukasi tersebut telah diterapkan secara tepat oleh masyarakat masih perlu ditelaah, sehingga diharapkan bisa mencegah penularan COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dengan praktek cuci tangan serta memakai masker pada pengunjung rumah sakit, serta perbedaan pengetahuan dan praktek menurut jenis kelamin serta usia. Metode: Penelitian deskriptif korelasional dan komparatif dengan pendekatan cross sectional. Dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2021. Populasi adalah pengunjung RSUD Provinsi NTB dengan sampel 142 orang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Data diolah menjadi tabel distribusi frekuensi, kemudian dilakukan uji hubungan Contingency Coefficient dan uji beda U Mann Whitney. Hasil: Terdapat hubungan signifikan (p<0,05) antara pengetahuan dengan praktek (langkah) mencuci tangan, serta antara pengetahuan dan praktek (langkah) memakai masker. Tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) pengetahuan dengan praktek mencuci tangan serta praktek memakai masker menurut jenis kelamin dan usia. Kesimpulam:Pengetahuan cara mencuci tangan dan memakai masker berhubungan dengan penerapannya secara benar. Hal ini diharapkan berkontribusi dalam pencegahan penularan COVID-19. Praktek mencuci tangan dan memakai masker dengan benar sebaiknya terus di edukasikan kepada masyarakat, serta diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sehingga menjadi kebiasaan hidup sehat sehari-hari.
Edukasi Langkah Cuci Tangan dan Memakai Masker Kepada Penunggu Pasien di Ruang Perawatan Non COVID-19: Education on how to Wash Hands and Wear Masks to the Patient Waiters in the Non-COVID-19 Treatment Room Putu Suryadi; Tuti Surtimanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 10: OCTOBER 2022 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i10.2666

Abstract

Pendahuluan: Kepatuhan penerapan protokol kesehatan penunggu pasien rumah sakit masih kurang, termasuk memakai masker dan mencuci tangan. Kondisi ini menjadi potensi penularan COVID-19, sehingga memerlukan edukasi. Tujuan: Studi ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, penerapan cuci tangan dan masker serta praktek cuci tangan dan masker setelah edukasi. Metode: penelitian pre-eksperimental only posttest. Wawancara dengan kuesioner digunakan pada penilaian awal. Edukasi dilakukan secara langsung menggunakan metode demontrasi. Praktek langkah cuci tangan dan memakai masker diobservasi setelah edukasi. Analisis dilakukan deskripsi tiap variabel, uji hubungan pengetahuan dan praktek langkah mencuci tangan maupun memakai masker, serta uji beda variabel menurut jenis kelamin, usia dan ruangan perawatan. Hasil: Hasil menunjukan 40% penunggu pasien rumah sakit menyatakan mengetahui langkah mencuci tangan pada penilaian awal, setelah edukasi 43,3% melakukan praktek langkah cuci tangan dengan benar. Sejumlah 58,3% penunggu pasien rumah sakit menyatakan mengetahui langkah memakai masker pada penilaian awal, setelah edukasi 81,7% melakukan praktek langkah memakai masker dengan benar. Adanya hubungan signifikan p value = 0.000 < α 0.05 antara pengetahuan enam langkah cuci tangan dan hubungan signifikan p value = 0,021 antara pengetahuan empat langkah memakai masker berdasarkan penilaian awal dengan praktek setelah mendapat edukasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dengan praktek mencuci tangan serta memakai masker. Tidak ada perbedaan pengetahuan dan praktek mencuci tangan maupun memakai masker menurut usia, jenis kelamin dan ruangan perawatan
Kajian Naratif: Praktik Konsumsi Jenis Makanan Untuk Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Dwika Julian Zahara; Tuti Surtimanah
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.404

Abstract

Anemia is a condition where the red blood cells are below the normal category. The incidence of adolescent girls anemia in 2012 in Indonesia was 75.9%. One way to overcome the incidence of anemia by consuming foods that contain high iron and other nutrients. The purpose of the study was to determine the types of food that could be consumed by adolescent girls in order to increase Hb levels. The research method is literature review. Search articles using Google Scholar and ResearchGate with the keywords (“Hemoglobin Increase” and “Adolescent Girls”). Synthesis of the results using a matrix of summary articles, identification and comparison of themes. The results showed that there was an effect of certain types of food on increasing Hb levels, namely in the form of juices (kurlapa juice, SF+red guava juice, beetroot juice, green bean juice) and other foods (rice flakes+jaggery, dates, eggs, laddu yeast+ Moringa leaf powder + Fe tablets, Moringa leaf powder, tolo bean sticks). Green bean juice is most effective because it contains substances for the formation of red blood cells. The provision of green bean juice which is relatively cheap and easy to manufacture can be widely given to young women.
Pandemi COVID-19: Perubahan Perilaku Hidup Bersih Sehat Di Tatanan Rumah Tangga? Rohayati Rohayati; Tuti Surtimanah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2023): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v8i1.230

Abstract

Pandemi COVID-19: Perubahan Perilaku Hidup Bersih Sehat Di Tatanan Rumah Tangga? COVID-19 Pandemic: Changes in Clean and Healthy Behavior in the Household Setting Abstrak Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bertujuan memberdayakan anggota rumah tangga untuk tahu, mau, dan mampu menjalankan perilaku kehidupan bersih dan sehat serta aktif berperan di masyarakat. Capaian PHBS tatanan rumah tangga sebelum pandemi masih rendah, apakah selama pandemi COVID-19 capaian PHBS berubah? Tujuan penelitian mengetahui perbedaan capaian PHBS tatanan rumah tangga sebelum pandemi (2019) dengan saat pandemi COVID-19 (2021). Desain penelitian deskriptif komparatif, membandingkan capaian PHBS rumah tangga 2019 dengan 2021. Data sekunder hasil pendataan PHBS merupakan sumber data, di ektraksi menggunakan tabel. Analisis berupa tabel distribusi frekuensi dan uji beda dependen. Populasi penelitian seluruh Rukun Warga (RW) di wilayah kerja Puskesmas Cikalapa dengan sampel total (56 RW). Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan signifikan berupa kenaikan capaian PHBS di tatanan rumah tangga sebesar 11,42% (dari 54,28% menjadi 65,7%). Indikator perilaku naik signifikan menjadi 100% yaitu indikator penggunaan air bersih, cuci tangan pakai sabun menggunakan air mengalir, penggunaan jamban sehat, memberantas jentik nyamuk di rumah, makan sayur dan buah setiap hari. Indikator tidak merokok di dalam rumah naik signifikan menjadi 66,41%. Indikator lainnya tidak berbeda signifikan, namun sudah berada dalam capaian di atas 85%. Edukasi perilaku sehat termasuk protokol kesehatan mencegah COVID-19 perlu dilakukan berkelanjutan kepada masyarakat. Penelaahan faktor yang berhubungan dengan kenaikan capaian PHBS rumah tangga di saat pendemi perlu ditelaah lebih lanjut. Kata kunci: indikator, pandemi, perilaku hidup bersih sehat, perubahan Abstract The Clean and Healthy Life Behavior Program (CHLB Program) aims to empower household members to know, want, and be able to carry out clean and healthy life behaviors and play an active role in society. The achievement of CHLB in the household before the pandemic COVID-19 was still low, did the CHLB achievement change during the pandemic? The purpose of the study was to find out the difference in the achievement of CHLB in household arrangements before the pandemic (2019) and during the pandemic (2021). Comparative descriptive research design, comparing 2019 and 2021 household CHLB achievements. Secondary data from CHLB data collection is a data source, extracted using tables. The analysis is in the form of a frequency distribution table and a dependent difference test. The research population was all Citizens Association (Rukun Warga) in the working area of ​​Cikalapa Health Center with a total sample 56. The results showed that there was a significant difference is an increase in the achievement of CHLB in household settings by 11.42% (from 54.28% to 65.7%). Behavioral indicators rose significantly to 100%, are the using clean water, washing hands with soap using running water, using healthy latrines, eradicating mosquito larvae at home, eating vegetables and fruit every day. The indicator of not smoking in the house rose significantly to 66.41%. Other indicators are not significantly different, are above 85%. Education on CHLB including health protocols to prevent COVID-19 needs continuously. The study of factors related to the increase in household PHBS achievement during a pandemic needs to be studied further. Keywords: indicators, change, clean and healthy living behavior, pandemic.
Determinan Gejala Anemia pada Remaja Putri: Determinants of Anemia Symptoms in Adolescent Girls Tuti Surtimanah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 6: JUNE 2023 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i6.3449

Abstract

Latar belakang: Tahun 2018 sebanyak 48,9% remaja putri di Indonesia mengalami anemia, dengan gejala lesu, lelah, letih, lemah dan lunglai. Diagnosis anemia mengacu hasil pemeriksaan Hb, namun di lapangan sering tidak bisa dilakukan dan upaya penanganan mengacu gejala yang muncul. Penyebab langsung anemia mencakup status nutrisi, perilaku makan, kurang zat besi, pola menstruasi, infeksi parasit. Penyebab tidak langsung mencakup pengetahuan, sikap, karakteristik demografis. Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui determinan gejala anemia pada remaja putri usia 12-18 tahun. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif disain potong lintang. Populasi 689 remaja putri usia 12-18 tahun, dengan sampel 419 orang dipilih secara purposif. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran anthropometri. Penelitian dilakukan Januari – Februari 2023. Analisis dilakukan secara deskriptif, uji regresi logistik bivariat dan multivariat. Hasil: Variabel akses jamban sehat, usia remaja, akses informasi Tablet Tambah Darah (TTD), pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD menjadi faktor determinan (p < 0,05) gejala anemia dengan OR < 1. Pengetahuan kapan minum TTD dikontrol praktek minum TTD menjadi determinan gejala anemia (p 0,000 – OR 4,441). Praktek minum TTD dikontrol pengetahuan kapan minum TTD menjadi determinan gejala anemia (p 0,006 – OR 1,969). Kesimpulan: Variabel akses jamban sehat, usia remaja, akses informasi tentang TTD, pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD menjadi faktor determinan (faktor protektif) gejala anemia pada remaja putri. Variabel pengetahuan kapan minum TTD dan praktek minum TTD secara bersama menjadi determinan (faktor risiko) terjadinya gejala anemia pada remaja putri.
IMPLEMENTASI PROTOKOL KESEHATAN PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI SEKOLAH DASAR NEGERI DAN SWASTA Indah Pratiwi; Tuti Surtimanah; Metha Dwi Tamara
Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i1.343

Abstract

Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia, mempengaruhi berbagai bidang kehidupan termasuk pendidikan. Sekolah online menjadi alternatif untuk mencegah penyebaran COVID-19, walaupun memiliki keterbatasan dalam proses belajar mengajar. Seiring menurunnya kasus COVID-19, mulai dilakukan sekolah tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penerapan protokol kesehatan di SD Negeri dan Swasta. Metode penelitian mix methode dengan explanatory sequential research design. Populasi adalah siswa dari satu Sekolah Dasar Negeri dan satu Sekolah dasar Swasta di Kota Bandung, dengan sampel 86 orang dipilih secara purposif. Pengumpulan data kuantitatif menggunakan angket yang disebar ke siwa untuk diisi. Pengumpulan data kualitatif dilakukan ke informan masing-masing seorang guru dari SD Negeri dan Swasta, dengan metode wawancara mendalam serta observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan distribusi frekuensi dan uji beda U Mann Whitney. Analisis data kualitatif melalui proses deskripsi, reduksi, koneksi, kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan dua per-tiga siswa memiliki pengetahuan baik tentang COVID-19, sebanyak tiga dari lima siswa menyatakan sarana protokol kesehatan di sekolah masih kurang,   separuh siswa menyatakan guru dan staf memberi teladan baik, sebanyak tiga dari lima menyatakan sosialisasi sudah dilakukan baik dan hanya satu dari tiga siswa yang melakukan praktik baik protokol kesehatan.  Tidak terdapat perbedaan signifikan pengetahuan COVID-19, keteladanan guru, dan praktek protokol kesehatan antara Sekolah Dasar Negeri dan Swasta. Secara keseluruhan implementasi protokol kesehatan di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta sama. Semua sekolah diharapkan mengimplementasikan protokol kesehatan secara berkesinambungan.Kata kunci: protokol; kesehatan; sekolah; tatap mukaAbstractThe COVID-19 pandemic hit Indonesia, affecting various fields of life including education. Online schools are an alternative to prevent the spread of COVID-19, even though they have limitations in the teaching and learning process. As COVID-19 cases has decreased, face-to-face schools begun with the implementation of health protocols. The study purpose determined the differences in the implementation of health protocols in public and private elementary schools. The research method is mix method with explanatory sequential research design. The population of students from one public and one private elementary school in Bandung City, with a sample of 86 people selected purposively. Quantitative data collection uses questionnaires distributed to students to fill out. Qualitative data collection was carried out to each informant, a teacher from a public and private elementary school, using in-depth interviews and observation methods. Quantitative data analysis used the frequency distribution and U Mann Whitney differenence test. Qualitative data analysis through the process of description, reduction, connection, conclusion. The results showed that two-thirds of the students had good knowledge of COVID-19, as three fifths stated that the health protocol facilities were lacking, half of the students stated that the teachers set good examples, as three fifths stated that the socialization carried out well and only one-thirds students practiced good health protocols. There are significant differences in socialization and provision of health protocols facilities between public and private schools. There isn’t significant difference in knowledge, the example of the teacher, and practice of health protocols. Overall the implementation of the health protocol in public and private elementary schools is the same. All schools are expected to implement health protocols on an ongoing basis. Keywords: protocol; health; school; face to face
Peningkatan Pengetahuan Kader Tentang Posyandu di Era Transformasi Layanan Kesehatan Primer dan Kewirausahaan Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Ejeb Ruhyat; Gugum Pamungkas
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 2 JULI 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i2.21284

Abstract

Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat sekaligus Lembaga Kemasyarakatan desa yang berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Seiring kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer maka sasaran kegiatan posyandu menjadi seluruh masyarakat sesuai siklus hidupnya, dengan demikian keterampilan kader perlu ditingkatkan. Pengabdian masyarakat berupa pelatihan kader bertujuan meningkatkan pengetahuan kader tentang posyandu di era transformasi layanan primer dan kewirausahaan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bermitra dengan Puskesmas untuk koordinasi materi pelatihan dan keberlanjutan pembinaan, serta dengan Aparat Desa / Pokja Posyandu Desa untuk penggerakan kader dan pemenuhan sarana Posyandu. Asesmen pengetahuan kader dilakukan sebagai dasar pemilihan materi pelatihan, muatan materi mengacu kurikulum dari Kementerian Kesehatan. Metode pelatihan partisipatif, meliputi permainan – praktek dan ceramah tanya jawab. Fasulitator adalah dosen dan mahasiswa yang sedang praktek lapangan. Terjadi peningkatan pengetahuan kader secara signifikan (p<0,05) sesudah mengikuti pelatihan. Materi tentang skrining usia lanjut masih memerlukan penguatan. Pendampingan kader dalam pelaksanaan tugas di posyandu masih diperlukan untuk penguatan materi dan aplikasi perubahan keterampilan.
Literature Review: Supplementary Food For Anemia Pregnant Women And Chronic Energy Deficiency Pregnant Women Irfan Nafis Sjamsuddin; Divia Alfianita; Tuti Surtimanah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v9i1.12892

Abstract

One of the causes of stunting is anemia in pregnant women and Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women, due to insufficient food intake. Various foods to increase hemoglobin, body weight, and Upper Arm Circumference (UAC) of pregnant women were studied. The aim was to determine the various types of food additives to increase the hemoglobin (Hb) of anemic pregnant women or to increase the UAC and body weight of CED pregnant women. The research method is a literature review by searching online databases through Google Scholar and PubMed obtained 13 food supplement articles for anemia pregnant women and 11 food supplement articles for CED pregnant women. Data processing and analysis by reading, and synthesizing research results using an article summary matrix, then identifying themes and combining the same themes. The results showed the supplementary foods that increase Hb were seaweed juice, Ebi cassava chips, green bean extract, moringa biscuits, otak-otak Tempe Bilis, and green spinach extract. Meanwhile, additional food consumed with iron tablets is dragon fruit juice, guava juice, dates, tempeh milk, green bean pudding, honey, and cavendish. Supplementary food to increase body weight and UAC from CED pregnant women are anchovy biscuits, anchovy biscuits mixed with moringa leaf flour, biscuits mixed with corn flour – soybeans – pumpkin – katuk leaves – powdered sugar – chicken eggs, bread/sandwich biscuits made from wheat, vegetable fat without hydrogenation, sugar, milk, eggs, nuts, dried fruit, fortified with vitamins and minerals, biscuits mixed with soy flour – wheat – sugar – skimmed milk – eggs – margarine, anchovy biscuits – moringa flour, dry food from flour soybeans – corn, Tempe flour cookies plus papaya and passion fruit juice, mackerel fish buns, pre-made biscuits. Health workers and health volunteers are expected to disseminate information on types of supplementary food to pregnant women through various methods and media including social media and demonstrate how to make processed food so that they are encouraged to practice it. All types of processed food additives have the potential to become a healthy food home industry.