Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perilaku Pencegahan dan Sumber Informasi Covid 19 di Perdesaan dan Perkotaan tutisurtimanah; Sjamsuddin, Irfan Nafis; Hasna Hanifah; Divia Alfianita; Salma Syifa Audia; Pratama Mulyawan
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 2 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i2.151

Abstract

Abstrak Kasus Covid-19 masih bertambah tetapi perilaku pencegahan penularan 3-M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak belum dilakukan seluruh masyarakat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis tempat tinggal (perdesaan, perkotaan) terhadap perilaku pencegahan Covid-19 dengan mempertimbangkan akses sumber informasi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Jawa Barat dengan multi stage cluster dan purposive sampling, dipilih dua Rukun Tetangga di kelurahan dan dua Rukun Tetangga di desa dengan jumlah responden 190 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa google form via WhatsApp serta kuesioner tertulis via wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukan separuh responden berperilaku pencegahan dalam kategori tinggi. Masyarakat perdesaan lebih banyak berperilaku pencegahan kategori tinggi serta memiliki akses sumber informasi Covid-19 dibandingkan masyarakat perkotaan. Terdapat pengaruh signifikan jenis tempat tinggal terhadap perilaku pencegahan dengan dikontrol akses sumber informasi. Masyarakat perdesaan 2,676 kali berperilaku pencegahan, 2,869 kali berpengetahuan serta 4,203 kali melakukan praktek pencegahan Covid-19 dibanding masyarakat perkotaan dengan dikontrol akses sumber informasi. Prioritas pesan penyuluhan yang akan datang adalah gejala dan respon gejala Covid-19, cara pengobatan, alasan tidak patuh 3M, praktek di kendaraan umum dan mau masuk rumah, pengobatan mandiri dan pelayanan kesehatan keluarga di masa pandemi. Multi sumber informasi sebaiknya digunakan agar menjangkau seluruh segmentasi sasaran, sumber informasi utama tokoh masyarakat, pengumuman pemerintah setempat, televisi disertai media visual dan berbasis internet di perkotaan. Penelitian kualitatif lanjutan untuk mengungkap latar belakang rendahnya akses sumber informasi masyarakat perkotaan diperlukan sebagai bahan intervensi. Abstract Covid-19 cases are still increasing but the behavior of preventing transmission, namely wearing masks, washing hands with soap and maintaining distance hasn’t been carried out by the whole community. This study aims to determine the effect of type of residence (rural, urban) on Covid-19 prevention behavior by considering access to information sources. Quantitative research method with cross sectional approach. The population of the people of West Java, with a multi-stage cluster and purposive sampling, selected two neighborhood association in the sub-district and two in the village with 190 respondents. Data collection used a questionnaire in the google form via WhatsApp and a written questionnaire via direct interviews. The results showed that half of the respondents behaved in a high category of behavior prevention. Rural communities are more have high prevention behavior and have access to information sources than urban communities. There is a significant influence on the type of residence on prevention behavior with controlled access to information sources. Rural communities have 2.676 times prevention behavior, 2.869 times knowledge and 4.203 times practice prevention of Covid-19 compared to urban communities with controlled access to information sources. The priority of the information message is the symptoms and symptom response, treatment methods, reasons for not compliant, practicing on public transportation and entering homes, self-medication and family health services during the pandemic. Multi sources of information should be used in order to reach all target segmentations. Qualitative research reveals the background of low access to urban community information sources as material for interventions.
Determinan Pemeriksaan Payudara pada Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.134

Abstract

Background: In 2018 global data showed 24.2% new cases of breast cancer in women with 15% died, while in Indonesia 58,256 new cases of breast cancer with 22,692 died. Breast cancer at a young age has a unique clinical and biological picture is more aggressive with an unfavorable prognosis, so the breast examination at a young age is very important. Institute of health students are young people as prospective health workers need to give examples in breast examination, where it didn’t known how the breast examination is done so far. Objective: To determined the determinant factors and practiced of breast examination.. Methods: A cross-sectional study design with data collection through filled out questionnaires about breast examination, breast cancer literacy, individual characteristics. Data were analyzed univariate, bivariate, and multivariate. Results: As much 55.6% students had a high level of literacy about breast cancer. Literacy and gender are determinants of breast self-examination, literacy and family cancer history are determinants of clinical breast examination, age is a determinant of breast ultrasound practiced. Path analysis shows the direct effect of literacy on breast examination at the intermediate level. Research results are expected to be useful in compiling messages to increase breast cancer literacy as a determinant that can be sought to change
Perilaku Pencegahan dan Sumber Informasi Covid 19 di Perdesaan dan Perkotaan tutisurtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Hasna Hanifah; Divia Alfianita; Salma Syifa Audia; Pratama Mulyawan
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i2.151

Abstract

Abstrak Kasus Covid-19 masih bertambah tetapi perilaku pencegahan penularan 3-M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun serta menjaga jarak belum dilakukan seluruh masyarakat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis tempat tinggal (perdesaan, perkotaan) terhadap perilaku pencegahan Covid-19 dengan mempertimbangkan akses sumber informasi. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Jawa Barat dengan multi stage cluster dan purposive sampling, dipilih dua Rukun Tetangga di kelurahan dan dua Rukun Tetangga di desa dengan jumlah responden 190 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa google form via WhatsApp serta kuesioner tertulis via wawancara langsung. Hasil penelitian menunjukan separuh responden berperilaku pencegahan dalam kategori tinggi. Masyarakat perdesaan lebih banyak berperilaku pencegahan kategori tinggi serta memiliki akses sumber informasi Covid-19 dibandingkan masyarakat perkotaan. Terdapat pengaruh signifikan jenis tempat tinggal terhadap perilaku pencegahan dengan dikontrol akses sumber informasi. Masyarakat perdesaan 2,676 kali berperilaku pencegahan, 2,869 kali berpengetahuan serta 4,203 kali melakukan praktek pencegahan Covid-19 dibanding masyarakat perkotaan dengan dikontrol akses sumber informasi. Prioritas pesan penyuluhan yang akan datang adalah gejala dan respon gejala Covid-19, cara pengobatan, alasan tidak patuh 3M, praktek di kendaraan umum dan mau masuk rumah, pengobatan mandiri dan pelayanan kesehatan keluarga di masa pandemi. Multi sumber informasi sebaiknya digunakan agar menjangkau seluruh segmentasi sasaran, sumber informasi utama tokoh masyarakat, pengumuman pemerintah setempat, televisi disertai media visual dan berbasis internet di perkotaan. Penelitian kualitatif lanjutan untuk mengungkap latar belakang rendahnya akses sumber informasi masyarakat perkotaan diperlukan sebagai bahan intervensi. Abstract Covid-19 cases are still increasing but the behavior of preventing transmission, namely wearing masks, washing hands with soap and maintaining distance hasn’t been carried out by the whole community. This study aims to determine the effect of type of residence (rural, urban) on Covid-19 prevention behavior by considering access to information sources. Quantitative research method with cross sectional approach. The population of the people of West Java, with a multi-stage cluster and purposive sampling, selected two neighborhood association in the sub-district and two in the village with 190 respondents. Data collection used a questionnaire in the google form via WhatsApp and a written questionnaire via direct interviews. The results showed that half of the respondents behaved in a high category of behavior prevention. Rural communities are more have high prevention behavior and have access to information sources than urban communities. There is a significant influence on the type of residence on prevention behavior with controlled access to information sources. Rural communities have 2.676 times prevention behavior, 2.869 times knowledge and 4.203 times practice prevention of Covid-19 compared to urban communities with controlled access to information sources. The priority of the information message is the symptoms and symptom response, treatment methods, reasons for not compliant, practicing on public transportation and entering homes, self-medication and family health services during the pandemic. Multi sources of information should be used in order to reach all target segmentations. Qualitative research reveals the background of low access to urban community information sources as material for interventions.
Eksplorasi Tahapan Adopsi Spa Bayi dan Intervensi Bagi Ibu Hamil dan Ibu Bayi Menurut Precaution Adoption Process Model Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Metha Dwi Tamara; Leti Tina Agustiani
Jurnal Kesehatan Global Vol 5, No 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v5i2.5138

Abstract

Spa bayi menstimulasi motorik dan sensorik, memperlancar peredaran darah dan pernafasan, mendorong bayi nyaman tidur dan menyusu atau makan dengan lahap. Sebagian ibu menganggap spa bayi layanan baru. Tujuan penelitian mengeksplorasi tahapan adopsi spa bayi, mengembangkan intervensi dan mengetahui pengaruh intervensi terhadap tahapan adopsi ibu untuk akses ke spa bayi. Disain penelitian adalah penelitian pengembangan, mixed methods explorative. Diawali penelitian kualitatif fenomenologi, kemudian penelitian kuantitatif pre-experimental pre-test dan post-test one group design. Populasi penelitian ibu hamil dan ibu bayi 47 orang, sampel total. Eksplorasi kualitatif tahapan adopsi spa bayi dengan wawancara mendalam seorang bidan kelurahan, menjadi basis pengembangan intervensi. Pre-test dan post-test berupa kuesioner mengacu Precaution Adoption Process Model. Hasil eksplorasi awal, adopsi spa bayi di tahap bimbang belum memutuskan akan atau tidak akan melakukan spa bayi. Intervensi penyuluhan dikemas dalam Google form berisi pre-test dan post-test, disisipi video dan infografis spa bayi, disebar via WhatsApp. Ada perubahan signifikan tahapan adopsi spa bayi sebelum dan sesudah melihat video serta sesudah melihat infografis. Penyuluhan melalui video dan infografis efektifitasnya sedang (N Gain of average 0,489). Tidak beda signifikan perubahan tahapan adopsi pada responden ibu hamil, dan ibu bayi serta menurut pendidikan. Perubahan tahap adopsi menjadi arah duga akses ibu terhadap layanan spa bayi.
Penyuluhan Pencegahan Covid-19 Melalui Video Bagi Masyarakat Perdesaan dan Perkotaan Tuti Surtimanah; Hasna Hanifah; Divia Alfianita; Nirma Nataria; Salma Syifa Audia; Pratama Mulyawan; Irfan Nafis Sjamsuddin
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.2.1.43-54

Abstract

Berbagai upaya dilakukan mencegah meluasnya penularan Covid-19 termasuk vaksinasi. Salah satu upaya yang dipilih berupa penyuluhan melalui media video yang disebar melalui WhatsApp tanpa harus melakukan kunjungan kepada sasaran keluarga selama masa pandemi. Video berisi materi fakta-mitos seputar Covid-19, pengertian-penyebab-penularan Covid-19, pencegahan penularan dengan 3-M dan vaksinasi Covid-19. Penyuluhan dikemas dalam Google form yang diawali pertanyaan pretes, kemudian video untuk dilihat dan diakhiri pertanyaan postes. Google form disebar melalui WhatsApp pada gawai anggota keluarga, namun beberapa keluarga melihat di gawai tetangganya. Penyuluhan diharapkan meningkatkan cakupan sasaran penyuluhan, meningkatkan pengetahuan sasaran serta mendorong praktek 3-M dan vaksinasi. Kegiatan dilakukan dosen dan mahasiswa dalam mata kuliah Pengalaman Belajar Lapangan. Mitra pelaksana adalah lima orang ketua Rukun Tetangga dan 228 keluarga di lokasi perdesaan dan perkotaan. Terjadi peningkatan signifikan (p 0,000) pengetahuan Covid-19 secara keseluruhan maupun di setiap pertanyaan. Tidak ada perbedaan signifikan perubahan pengetahuan menurut jenis kelamin, tingkat pendidikan maupun menurut tempat tinggal perdesaan maupun perkotaan. Metode penyuluhan melalui penyebaran Google form berisi video penyuluhan yang disebar melalui WhatsApp, diharapkan memperluas cakupan sasaran penyuluhan, meningkatkan pengetahuan, mendorong praktek 3-M serta vaksinasi Covid-19.---Various efforts were made to prevent the spread of Covid-19, including vaccinations. One of the efforts chosen was in the form of extension through video media distributed via WhatsApp without having to visit target families during the pandemic period. The video contains material on the facts or myths about Covid-19, definition, causes and transmission of Covid-19, prevention of transmission with 3-M and Covid-19 vaccination. Extension is packaged in a Google form which begins with a pretest question, then a video to be seen and ends with a post-test question. Google forms are spread via WhatsApp on the devices of family members, but some families see them on neighboring devices. Extension is expected to increase the coverage of extension targets, increase target knowledge and encourage 3-M practice and vaccination. Activities carried out by lecturers and students in the Field Learning Experience course. The implementing partners are five heads of Neighborhood Associations and 228 families in rural and urban locations. There was a significant increase (p 0,000) knowledge of Covid-19 as a whole and in each question. There is no significant difference in knowledge change according to gender, level of education and according to residence in rural and urban areas. The method of extension through the distribution of a Google form containing educational videos distributed through WhatsApp is expected to expand the coverage of extension targets, increase knowledge and encourage 3-M practice and Covid-19 vaccination.
MODEL INTERVENSI PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MATA PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI ARCAMANIK BANDUNG Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Marya Hana; Gina Mardiatul
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Annur:Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nur, 1, 1, 1-14

Abstract

Tahun 2018 di Indonesia 54% anak 5-9 tahun dan 41,4% anak 10-14 tahun menderita gigi rusak, berlubang atau sakit. Prevalensi miopia anak Asia 29%, kelainan refraksi 43% menyebabkan kebutaan apabila tidak terkoreksi. Tahun 2020 anak 6-14 tahun di Dusun I Desa Mekarmanik, 38,1% berisiko kelainan gigi mulut dan 18,7% berisiko kelainan mata. Salah satu penyebab kelainan pengetahuan rendah dan belum berperilaku pencegahan tepat. Tujuan penelitian mengetahui model intervensi penyuluhan kesehatan gigi dan mata yang efektif meningkatkan pengetahuan anak SD. Metode penelitian, disain kuasi eksperimental pre-pos tes dua kelompok intervensi. Penyuluhan kesehatan gigi pada 166 anak kelas 1,2,3 (media video dan lembar balik), penyuluhan kesehatan mata pada 141 anak kelas 4,5,6 (media video dan puzzle) di SDN 01 dan 03 Arcamanik. Dilakukan ujibeda pre-pos tes pengetahuan setiap kelompok intervensi serta ujibeda perubahan pengetahuan antar kelompok intervensi. Terdapat perbedaan signifikan (p 0,000) pengetahuan kesehatan gigi sebelum dan sesudah intervensi pada anak yang mendapat penyuluhan media video maupun lembar balik. Rata-rata perubahan pengetahuan kesehatan gigi lebih tinggi pada anak yang mendapat penyuluhan media video dibandingkan lembar balik (p 0,000). Terdapat perbedaan signifikan (p 0,000) perubahan pengetahuan kesehatan mata sebelum dan sesudah intervensi pada anak yang mendapat penyuluhan media video maupun puzzle. Tidak terdapat perbedaan signifikan (p>0,05) rata-rata perubahan pengetahuan kesehatan mata pada anak yang mendapat penyuluhan media video dan puzzle. Penyuluhan kesehatan gigi pada anak SD lebih efektif menggunakan media video dibanding lembar balik. Penyuluhan kesehatan mata bisa menggunakan media video maupun puzzle.---In Indonesia at 2018, 54% of 5-9 years old and 41.4% of 10-14 year old suffered tooth decay, cavities or illness. The myopia prevalence in Asian children is 29%, refractive error 43% causes blindness if uncorrected. In 2020, 6-14 years old in Dusun I Mekarmanik Village, 38.1% were at risk of oral defects and 18.7% were at risk of eye disorders. One of the factors causing this disorder is low knowledge and not yet behave prevention behaviour. The study purpose was to find out which dental and eye health education intervention model was effective in increasing the knowledge children. Research methodology, quasi-experimental design pre-post test of two intervention groups. Dental health education to 166 children of 1,2,3 grade (video and flipchart media), eye health education to 141 children of 4,5,6 grade (video and puzzle media) in SDN 01 and 03 Arcamanik. Different pre-post tests of knowledge for each intervention group and different tests of knowledge change between intervention groups were conducted. The results showed a significant difference (p 0,000) of dental health knowledge before and after intervention in children who received video media and flipchart. The average change in dental health knowledge was higher in children who received video media than the flipchart (p. 0,000). There’s a significant difference (p 0,000) in changes in eye health knowledge before and after intervention in children who received education with video and puzzle media. There’s no significant difference (p> 0.05) on average changes in eye health knowledge in children who received education with video and puzzle media. It was concluded that dental health education in elementary school children was more effective using video media than flipchart. Eye health education can use video or puzzle media.
RAGAM KEGIATAN DAN PERMASALAHAN KEMITRAAN DUKUN BAYI DAN BIDAN DALAM PEMELIHARAAN KESEHATAN IBU DAN ANAK Irfan Nafis Sjamsuddin; Tri Krianto
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 2 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i2.434

Abstract

The partnership between traditional birth attendants and midwives takes place in Indonesia without eliminating the existence of traditional birth attendants as a cultural heritage. The purpose of the study was to find out the various activities and problems in implementing the partnership in maintaining maternal and child health. Design research literature review, search for online articles at the Garuda Portal and Research Gate. The article review is followed by a synthesis using the article summary matrix. The results show the role of traditional birth attendants is the identification of new pregnant women, motivation for antenatal care and delivery by trained health workers, assisting midwives in childbirth, motivation if necessary referrals, education on healthy behavior during pregnancy and postpartum, postpartum maternal care, baby care, events culture according to local customs, and communication related to maternal and child health care. The role of the midwife is to conduct examinations of pregnant women, assist with childbirth, home visits for postpartum and newborn care, counseling on pregnancy-childbirth- postpartum and infant care, recording and referring cases if necessary. The problems are that not all traditional birth attendants have partnered for reasons of trust and economy, support from community leaders has not been optimal, partnership legislation has not been written, communication is hampered by language differences. Counseling to the community about the position of traditional birth attendants and midwives in maintaining maternal and child health, and guidance to all traditional birth attendants based-on the existing guidelines.
Peningkatan Pengetahuan Kader Tentang Posyandu di Era Transformasi Layanan Kesehatan Primer dan Kewirausahaan Tuti Surtimanah; Irfan Nafis Sjamsuddin; Ejeb Ruhyat; Gugum Pamungkas
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 2 JULI 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i2.21284

Abstract

Posyandu merupakan Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat sekaligus Lembaga Kemasyarakatan desa yang berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Seiring kebijakan transformasi pelayanan kesehatan primer maka sasaran kegiatan posyandu menjadi seluruh masyarakat sesuai siklus hidupnya, dengan demikian keterampilan kader perlu ditingkatkan. Pengabdian masyarakat berupa pelatihan kader bertujuan meningkatkan pengetahuan kader tentang posyandu di era transformasi layanan primer dan kewirausahaan. Pengabdian masyarakat dilaksanakan bermitra dengan Puskesmas untuk koordinasi materi pelatihan dan keberlanjutan pembinaan, serta dengan Aparat Desa / Pokja Posyandu Desa untuk penggerakan kader dan pemenuhan sarana Posyandu. Asesmen pengetahuan kader dilakukan sebagai dasar pemilihan materi pelatihan, muatan materi mengacu kurikulum dari Kementerian Kesehatan. Metode pelatihan partisipatif, meliputi permainan – praktek dan ceramah tanya jawab. Fasulitator adalah dosen dan mahasiswa yang sedang praktek lapangan. Terjadi peningkatan pengetahuan kader secara signifikan (p<0,05) sesudah mengikuti pelatihan. Materi tentang skrining usia lanjut masih memerlukan penguatan. Pendampingan kader dalam pelaksanaan tugas di posyandu masih diperlukan untuk penguatan materi dan aplikasi perubahan keterampilan.
Literature Review: Supplementary Food For Anemia Pregnant Women And Chronic Energy Deficiency Pregnant Women Irfan Nafis Sjamsuddin; Divia Alfianita; Tuti Surtimanah
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indaonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v9i1.12892

Abstract

One of the causes of stunting is anemia in pregnant women and Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women, due to insufficient food intake. Various foods to increase hemoglobin, body weight, and Upper Arm Circumference (UAC) of pregnant women were studied. The aim was to determine the various types of food additives to increase the hemoglobin (Hb) of anemic pregnant women or to increase the UAC and body weight of CED pregnant women. The research method is a literature review by searching online databases through Google Scholar and PubMed obtained 13 food supplement articles for anemia pregnant women and 11 food supplement articles for CED pregnant women. Data processing and analysis by reading, and synthesizing research results using an article summary matrix, then identifying themes and combining the same themes. The results showed the supplementary foods that increase Hb were seaweed juice, Ebi cassava chips, green bean extract, moringa biscuits, otak-otak Tempe Bilis, and green spinach extract. Meanwhile, additional food consumed with iron tablets is dragon fruit juice, guava juice, dates, tempeh milk, green bean pudding, honey, and cavendish. Supplementary food to increase body weight and UAC from CED pregnant women are anchovy biscuits, anchovy biscuits mixed with moringa leaf flour, biscuits mixed with corn flour – soybeans – pumpkin – katuk leaves – powdered sugar – chicken eggs, bread/sandwich biscuits made from wheat, vegetable fat without hydrogenation, sugar, milk, eggs, nuts, dried fruit, fortified with vitamins and minerals, biscuits mixed with soy flour – wheat – sugar – skimmed milk – eggs – margarine, anchovy biscuits – moringa flour, dry food from flour soybeans – corn, Tempe flour cookies plus papaya and passion fruit juice, mackerel fish buns, pre-made biscuits. Health workers and health volunteers are expected to disseminate information on types of supplementary food to pregnant women through various methods and media including social media and demonstrate how to make processed food so that they are encouraged to practice it. All types of processed food additives have the potential to become a healthy food home industry.
Determinan Pemeriksaan Payudara pada Mahasiswa STIKes Dharma Husada Bandung Surtimanah, Tuti; Nafis Sjamsuddin, Irfan; Dwi Tamara, Metha
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 2 (2020): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i2.134

Abstract

Latar Belakang: Tahun 2018 data global menunjukkan 24,2% kasus baru kanker payudara wanita dengan 15% kematian, sedangkan di Indonesia ada 58.256 kasus baru kanker payudara dengan 22.692 kematian. Kanker payudara pada usia muda memiliki gambaran klinis dan biologis unik, lebih agresif dengan prognosis tidak menguntungkan, sehingga pemeriksaan payudara pada usia muda sangat penting. Mahasiswa STIKes adalah golongan usia muda sekaligus calon tenaga kesehatan perlu memberi contoh pemeriksaan payudara, bagaimana praktek pemeriksaan payudara yang dilakukan selama ini belum diketahui. Tujuan: Mengetahui faktor determinan serta praktek pemeriksaan payudara pada mahasiswa. Metode: Disain penelitian cross sectional, pengumpulan data melalui pengisian kuesioner pemeriksaan payudara, literasi kanker payudara serta karakteristik individu mahasiswa. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Sebanyak 55,6% siswa memiliki tingkat literasi kanker payudara kategori tinggi tentang kanker payudara. Literasi dan gender determinan praktik pemeriksaan payudara sendiri, literasi dan riwayat kanker keluarga determinan praktik pemeriksaan payudara klinis, usia determinan praktik USG payudara. Analisis jalur menunjukkan pengaruh langsung literasi terhadap pemeriksaan payudara pada tingkat sedang. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat dalam menyusun pesan meningkatkan literasi kanker payudara sebagai determinan yang bisa diupayakan berubah.