Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Perputaran Piutang Terhadap Pelayanan Dan Return On Assets Pada Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia Kabupaten Kuningan khsan, Sugiyanto; Hidayat , Udin
Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 16 No. 2 (2025): Coopetition : Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Program Studi Magister Manajemen, Institut Manajemen Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/zbs84h93

Abstract

The purpose of the study was to determine how the influence of receivables turnover on return on assets and services. In addition, to determine what efforts can be made to increase the return on assets of cooperatives. The method used in this study is a descriptive method with a quantitative approach. The results of this study indicate that receivables turnover in two soybean trading units and savings and loan business units is related to return on assets. Meanwhile, receivables turnover in the soybean trading business unit has no relationship with the service of the trading business unit and receivables turnover in the savings and loan business unit is related to the service of the savings and loan business unit. Keywords: Accounts Receivable Turnover, Return on Assets, Service, Cooperative
Komparasi Standar Akuntansi Keuangan SAK ETAP dan SAK EP dalam Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi Eka Setiajatnika; Udin Hidayat
J-Coop : Journal of Co-operative Vol. 1 No. 2 (2025): J-Coop : Journal of Co-operative
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/jc.v1i2.21

Abstract

This study aims to examine the differences between the implementation of the Financial Accounting Standards for Entities Without Public Accountability (SAK ETAP) and the Financial Accounting Standards for Private Entities (SAK EP) in the preparation of financial statements for Savings and Loan Cooperatives (KSP) in West Java, as well as to evaluate the cooperatives’ readiness for transitioning to the new standard. Employing a comparative descriptive design with a mixed-methods approach, data were collected through in-depth interviews with cooperative management, internal accountants, and auditors, alongside document analysis of financial statements and applicable accounting standards. The findings reveal that the implementation of SAK ETAP still encounters significant challenges, particularly regarding limited human resources and underdeveloped accounting information systems, which compromise the quality of financial reporting. Meanwhile, readiness to adopt SAK EP remains low, due to its greater complexity and demand for enhanced technical competence. Nonetheless, the adoption of SAK EP is anticipated to improve the relevance, reliability, and transparency of cooperative financial reports. Therefore, strong support from the government and the Indonesian Institute of Accountants (IAI)—through training, dissemination, and technical assistance—is deemed essential. The study recommends strengthening human capital, improving information systems, and ensuring continuous external support to facilitate a successful transition to SAK EP. These findings are expected to serve as a reference for policymakers and cooperative practitioners aiming to enhance financial reporting quality in the cooperative sector.
Analisis Spasial dan Klasterisasi Ketimpangan Aset Koperasi di Tingkat Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat Ery Supriyadi Rustidja; Udin Hidayat
Data Enthusiast: Jurnal Ilmiah Sains Data Vol. 2 No. 2 (2026): Data Enthusiast: Jurnal Ilmiah Sains Data
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/dej.v2i2.23

Abstract

Koperasi memegang peranan krusial dalam menopang stabilitas ekonomi akar rumput di tingkat daerah. Namun, sebaran modal yang tercermin dari nilai total aset koperasi antar-wilayah seringkali mengalami ketimpangan yang lebar, sehingga memerlukan sistem pemetaan yang objektif untuk mendukung pengambilan kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat berdasarkan karakteristik kemiripan total aset koperasi menggunakan pendekatan sains data. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif berbasis data mining dengan membandingkan dua arsitektur algoritma clustering, yaitu K-Means Clustering sebagai perwakilan metode non-hierarki dan Agglomerative Hierarchical Clustering dengan Ward’s Method sebagai metode hirarki. Data sekunder berupa total aset koperasi berskala satu dimensi diperoleh dari portal resmi Open Data Jabar. Penentuan jumlah kelompok optimal ditentukan melalui Elbow Method, sedangkan pengujian keandalan struktur klaster dievaluasi menggunakan metrik validasi internal Silhouette Coefficient. Hasil analisis grafik Elbow secara konsisten menunjukkan bahwa jumlah partisi paling efisien untuk dataset ini adalah tiga klaster ($K=3$). Melalui tahapan evaluasi model, algoritma Hierarchical Clustering (Metode Ward) terbukti menghasilkan performa terbaik dengan rata-rata skor Silhouette sebesar 0,665, mengungguli algoritma K-Means yang mencatatkan skor 0,587. Metode Ward dinilai lebih andal dalam memecah data satu dimensi yang memiliki varians timpang tanpa terdistorsi penuh oleh pencilan ekstrem. Hasil pemetaan terbaik mengisolasi Kota Bandung sebagai klaster mandiri tunggal dengan aset super tinggi (Rp 5,15 Triliun), diikuti oleh empat wilayah penyangga industri pada klaster aset tinggi (Rp 1,61 T – Rp 2,94 T), serta 22 kabupaten/kota lainnya yang mendominasi kelompok aset sedang-rendah (di bawah Rp 1,30 Triliun). Temuan ini mengonfirmasi adanya polarisasi ekonomi yang nyata pada ekosistem koperasi di Jawa Barat. Implikasi dari riset ini merekomendasikan pemerintah daerah untuk menerapkan kebijakan pembinaan terarah berbasis klaster (data-driven policy), di mana intervensi bantuan modal stimulan dan pendampingan manajemen diutamakan secara masif pada 22 wilayah berkembang di klaster terendah.
Pelatihan Pengembangan Usaha Koperasi Rumah Sakit Citra Mandiri Dr. Cipto di Jakarta Sugiyanto Ikhsan; Udin Hidayat; Mohammad Fahreza
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin ketat, perusahaan-perusahaan badan usaha di berbagai sektor harus terus beradaptasi dalam mengembangkan usahanya. Artinya, penting bagi suatu koperasi melakukan pengembangan usaha, dimana hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan koperasi. Dalam dunia bisnis yang kompetitif, koperasi perlu terus mengembangkan usaha mereka agar tetap relevan dan dapat bersaing. Maka perlu adanya pelatihan agar lebih memperkuat kinerja usaha dalam melakukan pengembangan usaha pada Koperasi. Untuk metode pelatihan pengembangan usaha pada Koperasi RSCM Dr. Cipto Jakarta menggunakan pendekatan yang interaktif dan praktis, dimana peserta terlibat dalam diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, dan latihan praktis. Dengan adanya pelatihan ini peserta dapat memahami perihal pelaksanaan pengembangan usaha melalui penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar, dan diversifikasi produk selain itu dampak positif dan alternatif usaha yang bisa dilakukan. Selain itu peserta terdorong untuk berupaya mengimplementasikan hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pengembangan usaha.
Transformasi Digital Laporan Keuangan Bagi Pengurus Koperasi di Wilayah DKI Jakarta Eka Setiajatnika; Udin Hidayat
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital dalam pengelolaan laporan keuangan kini menjadi hal yang sangat penting bagi koperasi guna meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional. Penulisan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi pelatihan transformasi digital laporan keuangan yang diberikan kepada pengurus koperasi di wilayah DKI Jakarta. Metode yang diterapkan berupa pelatihan berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan penggunaan aplikasi digital dalam proses pencatatan dan pelaporan keuangan koperasi. Hasil dari pelatihan tersebut menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan pengurus dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengelolaan laporan keuangan, yang secara keseluruhan memberikan dampak positif terhadap pengelolaan koperasi. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi koperasi lain dalam mengimplementasikan transformasi digital guna meningkatkan kinerja dan akuntabilitas mereka.
Manajemen Pengendalian Risiko dalam Upaya Mengurangi Non-Performing Loan Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Sumedang Udin Hidayat; Dadan Hamdani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 1 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pengendalian risiko dalam upaya mengurangi Non-Performing Loan (NPL) di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kabupaten Sumedang dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 30 peserta dari 15 koperasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pengurus KSP dalam mengelola risiko yang dapat memengaruhi kesehatan finansial koperasi. Pelatihan yang dipandu oleh Udin Hidayat sebagai pelatih dan Dadan Hamdani sebagai penulis materi, menggunakan metode pembelajaran yang mencakup teori, praktik, dan diskusi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta mengenai manajemen risiko, dengan rata-rata skor pre-test meningkat dari 60% menjadi 85% setelah pelatihan. Peserta berhasil menyusun beberapa strategi mitigasi risiko, seperti peningkatan proses seleksi kredit dan pengembangan program edukasi keuangan bagi anggota koperasi. Umpan balik dari peserta menunjukkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dan bermanfaat bagi pengelolaan KSP. Berdasarkan hasil pelatihan, disarankan agar KSP melakukan tindak lanjut melalui sesi mentoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan penerapan strategi yang telah disusun. Selain itu, pengembangan program edukasi berkelanjutan bagi anggota koperasi juga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab finansial. Dengan demikian, diharapkan pelatihan ini dapat berkontribusi pada pengurangan NPL dan peningkatan kesehatan finansial KSP di Kabupaten Sumedang secara berkelanjutan.
Pelatihan Digitalisasi Koperasi pada KSPPS Surya Amanah Ummah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta Dadan Hamdani; Udin Hidayat
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 2 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan digitalisasi koperasi pada KSPPS Surya Amanah Ummah di Kabupaten Sleman, Yogyakarta bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota koperasi dalam mengadopsi teknologi digital. KSPPS Surya Amanah Ummah sebagai lembaga keuangan berbasis syariah dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pelayanan kepada anggota melalui penerapan teknologi informasi. Pelatihan ini dirancang untuk menyediakan pemahaman dan keterampilan praktis dalam penggunaan perangkat lunak keuangan digital, manajemen data, dan strategi pemasaran online. Metode pelatihan melibatkan sesi praktik langsung dan pemaparan teori yang terintegrasi dengan studi kasus dari koperasi-koperasi yang telah berhasil mengimplementasikan digitalisasi. Peserta pelatihan terdiri dari pengurus dan anggota KSPPS Surya Amanah Ummah yang berminat memperluas wawasan dan keterampilan mereka dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan daya saing koperasi. Hasil dari pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional KSPPS Surya Amanah Ummah, memperluas aksesibilitas layanan kepada anggota koperasi, serta meningkatkan pemahaman tentang manfaat dan tantangan digitalisasi dalam konteks koperasi syariah. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya mendukung pertumbuhan KSPPS Surya Amanah Ummah secara internal, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal melalui peningkatan kinerja dan keberlanjutan koperasi. Pelatihan digitalisasi koperasi pada KSPPS Surya Amanah Ummah merupakan langkah yang tepat dalam menghadapi era digitalisasi yang semakin berkembang. Dengan adanya digitalisasi, koperasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, memberikan pelayanan yang lebih baik kepada anggota, serta bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, penting bagi koperasi untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan melakukan transformasi digital secara menyeluruh.
Pelatihan Peningkatan Kualitas Pengawas Internal Koperasi Di Provinsi Kalimantan Barat Sugiyanto Ikhsan; Udin Hidayat; Mohammad Fahreza
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 5 No 1 (2024): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era dinamis ekonomi dan tuntutan regulasi yang semakin ketat, Pengawas internal dalam konteks koperasi memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kelancaran operasional,kepatuhan terhadap aturan, dan manajemen risiko yang efektif. Pengawasan adalah fungsi utamamanajemen yang berorientasi pada tujuan dengan kata lain pengawasan sangat penting untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Koperasi sebagai entitas ekonomi yang unik memiliki karakteristik tersendiri, yang menuntut adanya pengawasan internal yang handal dan mampu beradaptasi dengandinamika lingkungan bisnis. Kondisi ini menegaskan perlunya meningkatkan kualitas pengawas internal secara terus menerus agar mampu merespons perubahan eksternal dan internal dengan optimal. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh pengawas koperasi untuk meningkatkan kualitas pengawas internal koperasi yaitu mengenai kepatuhan dan etika, tata kelola yang baik bagikoperasi serta manajemen risiko. Dengan adanya pelatihan peningkatan kualitas pengawas internalkoperasi ini diharapkan pengawas koperasi mempunyai kemampuan manajerial, teknis, dan berjiwa wirakoperasi, sehingga pengelolaan koperasi mencerminkan suatu ciri yang dilandasi prinsip-prinsip koperasi.
Transformasi Digital Potensi Ekonomi Gerai Sembako: Kecerdasan Buatan sebagai Kerangka Bantu Berpikir dalam Pengambilan Keputusan Pengurus/Pengelola Koperasi Sugiyanto Ikhsan; Mohammad Fahreza; Udin Hidayat; Eka Setiajatnika; Berlinda Yuliana Bogar; Laely Purnamasari
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 2 (2026): E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ecd.v7i2.381

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bagian dari Program Pelatihan Digital 2026 yang digagas oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) bersama KOMUDITI, IKOPIN, PiBi, dan Bapli. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas para pengurus dan pengelola koperasi desa dalam mengoptimalkan pengelolaan gerai sembako sebagai unit usaha koperasi melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Selama ini, gerai sembako milik koperasi desa banyak menghadapi kendala akibat pengelolaan yang masih dilakukan secara manual, seperti pencatatan stok yang rawan keliru, selisih kas, data penjualan yang kurang akurat, hingga sulitnya menentukan keputusan pembelian dan membaca tren kebutuhan warga. Melalui Modul 3B, diperkenalkan sebuah sistem digitalisasi berbasis Platform KDKMP yang menyertakan fitur AI sebagai alat bantu berpikir bagi pengurus koperasi dalam mengambil keputusan strategis. Pelaksanaan kegiatan mengandalkan pendekatan pelatihan partisipatif, disertai demonstrasi sistem dan praktik langsung oleh peserta. Hasilnya, pemahaman peserta meningkat cukup baik dalam mengoperasikan sistem POS kasir, mengelola produk dan stok, mencatat transaksi penjualan maupun pembelian, serta membaca rekomendasi AI secara kritis. Adanya dashboard monitoring berjenjang — mulai dari tingkat desa, kecamatan, sampai pemerintah daerah — turut menghadirkan visibilitas data yang menyeluruh guna mendukung tata kelola koperasi yang lebih baik.