Ahmad Nasrullah
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keefektifan problem posing dan problem solving ditinjau dari ketercapaian kompetensi, metode, dan sikap matematis Ahmad Nasrullah; Marsigit Marsigit
PYTHAGORAS Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2: December 2016
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.573 KB) | DOI: 10.21831/pg.v11i2.11180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan keefektifan pembelajaran problem posing dan  problem solving ditinjau dari ketercapaian kompetensi dasar, metode matematis, dan sikap matematis siswa SMA. Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent (Pretest and Posttest) group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sakra Lombok Timur yang terdiri dari tujuh kelas. Dari tujuh kelas tersebut, dipilih secara acak dua kelas sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1). Pendekatan problem posing dan problem solving efektif ditinjau dari ketercapaian kompetensi dasar, metode matematis, dan sikap  matematis siswa SMA. 2). Ada perbedaan keefektifan pendekatan problem posing dan problem solving ditinjau dari ketiga variabel dependen secara simultan. 3). Pendekatan problem solving lebih efektif dibandingkan dengan pendekatan  problem posingditinjau dari ketercapaian kompetensi dasar dan kemampuan metode matematis. 4). Tidak ada perbedaan keefektifan kedua pendekatan pembelajaran ditinjau dari sikap  matematis siswa SMA.Kata Kunci: pendekatan problem posing, problem solving, ketercapaian kompetensi dasar, metode matematis, sikap matematis siswa. The effectiveness of problem posing and problem solving in terms of basic competence attainment, mathematical method, and mathematical attitude AbstractThis study aims to describe and compare the effectiveness of problem posing and problem solving approaches in terms of mathematics basic competence attainment, mathematical method, and mathematical attitude of senior high school students. This study was a quasi-experimental study using the nonequivalent pretest and posttest group design. The population was the  X grade students of State Senior High School 1 of Sakra Lombok Timur that consisted of seven classes. The sample was two classes selected randomly from all Year X classes. The results of the study are as follows. 1) Problem posing and problem solving approaches are effective in terms of the mathematics basic competence attainment, mathematical method and mathematical attitude of Senior Hogh School students. 2) There is a different effect of problem posing and problem solving approaches on all dependent variables simultaneously. 3) Problem solving approach is more effective than problem posing in terms of the basic competence attainment and mathematical method. 4) There is no different effect of problem posing and problem solving approaches in terms of student mathematical attitude.Keywords: problem posing approach, problem solving approach, mathematics basic competence attainment, mathematical method, mathematical attitude.
Pelatihan gerakan literasi dasar dengan metode angi moti untuk peserta KKP-DR Desa Aik Perapa Ali, Lalu Usman; Muhammad Zaini; Ahmad Nasrullah
ALPATIH: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/alpatih.v2i1.204

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pelatihan Gerakan Literasi Dasar Dengan Metode Angi Moti memiliki tujuan 1) mndeskripsikan cara melaksanakan gerakan literasi di Desa Aikperapa Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timu, 2) mendekripsikan cara pembentukan tim/relawan gerakan literasi di Desa Aikperapa Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Pelaksanaan pelatihan gerakan literasi dasar di Desa Aikperapa Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur sebagai berikut. Adapun proses pelatihan ini adalah 1) Prapelatihan, 2) Penyelenggaraan pelatihan; 3) Evaluasi dan refleksi harian, 4)  Rencana Tindak Lanjut, 5) Penerapan di lokasi kegiatan.
PENGARUH KESIAPAN BELAJAR DAN PROKRASTINASI AKADEMIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Nely Juniasari; Fadrik Adi Fahrudin; Ahmad Nasrullah
JURNAL PEMBELAJARAN DAN MATEMATIKA SIGMA (JPMS) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan (FKIP) Universitas Labuhan Batu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpms.v11i1.7475

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesiapan belajar dan prokrastinasi akademik terhadap hasil belajar matematika siswa. Kesulitan dalam pembelajaran matematika umumnya disebabkan dari dalam diri siswa itu sendiri seperti kurangnya kesiapan belajar siswa dalam mengikuti proses pembelajaran serta tingginya tingkat prokrastinasi akademik yang pada akhirnya mempengaruhi hasil belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif dengan jenis ex-post facto. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumalh 127 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur kesiapan belajar dan  prokrastinasi akademik, serta tes tulis yang digunakan untuk menilai hasil belajar matematika siswa. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi IBM SPSS versi 22.  Hasil uji prasyarat menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas, tidak terjadi multikolinearitas dan heteroskedastisitas.  Uji F menunjukkan bahwa variabel kesiapan belajar dan prokrastinasi akademik secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Sementara itu secara parsial, kesiapan belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan untuk variabel prokrastinasi akademik  menunjukkan pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Nilai koefisien determinasi pada penelitian ini sebesar 0,146 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 14,6% variasi hasil belajar matematika siswa, sedangkan 85,% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.