Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGENALAN INTERNET DAN JARINGAN DASAR DI SD 90 REJANG LEBONG Muthia Azhura; Ilham Yahya; Rossa Ayuni; Ade Irma Suryani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v4i2.7137

Abstract

Pengenalan internet dan jaringan dasar menjadi penting dalam era digital saat ini, terutama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengenalan internet dan jaringan dasar di SD 90 Rejang Lebong dalam membekali siswa dengan pengetahuan teknologi dasar sejak dini. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan observasi langsung dan wawancara terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan internet dan jaringan dasar dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai teknologi serta membangun keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Namun, tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya infrastruktur dan pengetahuan teknis di kalangan guru. Implementasi program pelatihan dan pengadaan fasilitas yang memadai sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan program ini. Studi ini menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam pengembangan literasi digital di tingkat sekolah dasar.
KOLABORASI PENDIDIKAN KARAKTER DAN SAINS MELALUI PROYEK ROBOTIKA TEMPAT SAMPAH OTOMATIS Rossa Ayuni; Ade Irma Suryani; Zoiludin Rayhan; Japit Rohim; Muhammad Reypi
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9271

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar melalui pengenalan teknologi tempat sampah otomatis di SDN 86 Kota Bengkulu. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta kebiasaan pengelolaan sampah yang belum optimal. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang mengintegrasikan edukasi lingkungan dengan penerapan teknologi robotika sederhana. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa kelas VI, yang dibagi menjadi dua kelompok dan didampingi oleh dua dosen serta tiga mahasiswa. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan tentang lingkungan, perakitan prototipe tempat sampah otomatis, kalibrasi sistem, serta evaluasi perubahan perilaku siswa. Melalui pembelajaran langsung, siswa merakit prototipe menggunakan sensor ultrasonik, papan pengendali, dan motor servo. Observasi dilakukan untuk menilai tingkat partisipasi, perkembangan keterampilan teknis, serta peningkatan kesadaran lingkungan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan pembuatan dua unit tempat sampah otomatis yang berfungsi baik dan ditempatkan di lokasi strategis sebagai sarana pembelajaran serta fasilitas kebersihan sekolah. Program ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kesadaran lingkungan, pemahaman tentang pengelolaan sampah, serta kemampuan literasi teknologi dasar siswa. Selain itu, setiap kelompok berhasil merumuskan komitmen perilaku ramah lingkungan yang dapat diterapkan di sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, integrasi edukasi lingkungan dan proyek teknologi praktis terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran ekologi serta menumbuhkan perilaku berkelanjutan pada siswa sekolah dasar.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAGI GURU SEKOLAH DASAR DI SDN 109 BENGKULU UTARA Sazili; Ade Irma Suryani; Rossa Ayuni
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v5i2.9840

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam membuat dan menggunakan media pembelajaran interaktif guna menunjang proses pembelajaran yang efektif. Guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran seiring dengan perkembangan teknologi. Namun, masih terdapat guru yang belum memiliki keterampilan memadai dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif. Pelatihan ini dilaksanakan di SDN 109 Bengkulu Utara dengan metode sosialisasi dan pelatihan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam membuat media pembelajaran interaktif sederhana yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran
PELATIHAN ECOPRINT SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF WARGA KELURAHAN BENTIRING Rossa Ayuni; Ayudho Selviani; Ade Irma Suryani
Almaun: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/almaun.v6i1.10746

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kesadaran warga Kelurahan Bentiring, Kota Bengkulu dalam memanfaatkan bahan alami melalui pelatihan Teknik Ecoprint Metode Pounding. Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain yang memanfaatkan daun, bunga, dan batang tumbuhan sebagai sumber pigmen alami untuk menghasilkan motif artistik ramah lingkungan yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai peserta.Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan dilakukan dengan observasi lapangan dan penentuan kebutuhan peserta. Tahap pelaksanaan mencakup sosialisasi, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan ecoprint pada media totebag berbahan katun. Peserta dibimbing untuk melakukan proses mordanting, penataan daun, pemukulan (pounding), dan fiksasi warna menggunakan tawas. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk menilai tingkat pemahaman dan keterampilan peserta.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan motif ecoprint yang bervariasi dan estetis dengan tingkat keberhasilan mencapai 85%. Kegiatan ini juga meningkatkan wawasan peserta tentang pewarnaan alami dan peluang usaha kreatif berbasis lingkungan. Dari sisi teknis, metode pounding dinilai mudah diterapkan, meskipun hasil cetakannya kurang tahan lama dibandingkan dengan teknik kukus atau rebus. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berjalan lancar dan berhasil menumbuhkan kreativitas serta kesadaran ekologis masyarakat. Pelatihan ecoprint diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan produk tekstil ramah lingkungan yang bernilai ekonomi dan mendukung pemberdayaan masyarakat lokal.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMAN 6 BENGKULU SELATAN: asyrof Nur; Ade Irma Suryani
Jurnal Economic Edu Vol. 6 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jee.v6i1.8147

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pentingnya Motivasi Belajar dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMAN 6 Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilaksanakan pada tahun 2025. Seluruh siswa kelas 11.1 yang berjumlah 30 siswa dijadikan sebagai sampel penelitian melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, penyebaran angket, serta studi dokumentasi untuk menambah serta melengkapi keakuratan data. Hasil penelitian bahwa dari 30 siswa yang diberikan pertanyaan tentang motivasi belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas 11-1 yaitu 27 siswa menjawab sangat setuju dengan persentase 90%. Data nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi juga dikumpulkan. Nilai ini diperoleh dari hasil ujian yang diberikan oleh guru, bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 76, sedangkan nilai terendah adalah 92 dengan nilai rata-rata sebesar 83. Interval nilai tertinggi berada pada rentang 92-93 dengan frekuensi 1 siswa. Nilai dengan jumlah siswa terbanyak berada pada interval 84-85 dengan frekuensi 8 siswa. Hasil perhitungan korelasi Pearson menunjukkan bahwa nilai r = 0.00040, yang berarti terdapat hubungan yang sangat lemah dan positif antara Motivasi Belajar dan Hasil Belajar siswa. Meskipun ada hubungan antara keduanya, hubungan tersebut sangat lemah dan perubahan pada motivasi belajar tidak banyak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan persamaan regresi, nilai konstanta (a = 35.45) menunjukan bahwa jika motivasi belajar siswa bernilai nol, maka hasil belajarnya diprediksi sebesar 35.45, sedangkan koefisien regresi (b = 2.34) menunjukan bahwa setiap peningkatan 1 poin motivasi belajar akan meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 2.34 poin. Hal ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar memiliki pengaruh terhadap hasil belajar siswa namun sangat lemah. Kata Kunci : Motivasi belajar, Hasil belajar
ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU EKONOMI DI MAN KOTA BENGKULU ade irma suryani; Muhammad Iqbal
Jurnal Economic Edu Vol. 6 No. 02 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jee.v6i02.9985

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru ekonomi di MAN Kota Bengkulu, Adapun rumusan masalah yaitu “Bagaimana Kompetensi Profesional Guru Ekonomi di MAN Kota Bengkulu” Penelitian Ini merupakan penelitian deskriptif. Informan dalam penelitian ini seluruh guru ekonomi di MAN Kota Bengkulu yang berjumlah lima orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis rata-rata dan persentasse. Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan bahwa Kompetensi Professional Guru Ekonomi di MAN Kota Bengkulu dapat dilihat dari skor rata-rata 38,2 termasuk dalam kategori baik. Dengan rincian sebanyak 40% memiliki kompetensi professional pada kategori baik dan 60% berada pada kategori sangat baik. Kata-kata Kunci : Kompetensi, Profesional Guru