Yohanes Chandra Kurnia Saputra
Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Amare

PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS KITAB SUCI DAN DOKUMEN GEREJA BAGI ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI BUNDA MARIA JERUJU KEUSKUPAN PONTIANAK Saputra, Yohanes Chandra Kurnia; Meliyanto, Adi Ria Singir
Amare Vol. 3 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/ja.v3i2.495

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk membekali Orang Muda Katolik (OMK) dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mendukung toleransi, inklusivitas, dan dialog antarumat beragama. Metode sosialisasi digunakan untuk penyampaian nilai-nilai moderasi secara langsung dan interaktif. Pendekatan ini memfasilitasi diskusi dan interaksi antaranggota komunitas, sehingga pesan moderasi dapat diinternalisasi dengan lebih efektif, mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mendukung toleransi dan inklusivitas. Hasil temuan menegaskan bahwa pandangan Gereja Katolik tentang moderasi beragama tercermin dalam ajaran Kitab Suci dan dokumen Gereja, yang menekankan cinta, saling menghormati, dan dialog antar agama untuk mencapai perdamaian. OMK memiliki potensi besar sebagai agen perubahan sosial dalam mewujudkan moderasi beragama dengan mempromosikan inklusivitas dan memperkuat hubungan lintas budaya. Melalui kerjasama lintas agama, lembaga pendidikan, dan NGO, mereka dapat menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi secara efektif. Simpulan dalam kegiatan ini terdapat dalam rancangan program moderasi beragama bagi OMK yang mencakup dialog antaragama, pelatihan moderasi, kegiatan sosial lintas agama, dan seminar untuk mempromosikan toleransi serta kerjasama. Selain itu, program pendidikan bagi anak dan remaja serta forum diskusi online juga disiapkan untuk memperluas pemahaman tentang moderasi beragama di kalangan umat.
PENDAMPINGAN PASTORAL MELALUI KATEKESE BAGI PARA LANSIA DI STASI ROH KUDUS SIANTAU RAYA, PAROKI SANTO CAROLUS BORROMEUS TEMBELINA, KEUSKUPAN KETAPANG Saputra, Yohanes Chandra Kurnia; Roni, Agustinus
Amare Vol. 4 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/r87h8p89

Abstract

Pendampingan pastoral ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman iman dan kehidupan rohani lansia melalui katekese, membantu mereka menemukan penghiburan dan makna hidup dalam ajaran Gereja, serta menyediakan ruang refleksi dan komunitas dengan mengadakan pertemuan rutin katekese, doa bersama, dan diskusi iman berbasis pengalaman hidup lansia. Metode yang digunakan dalam rancangan kegiatan ini adalah katekese dengan pendekatan reflektif dan dialogis, karena sesuai dengan kebutuhan lansia untuk memperdalam iman, berbagi pengalaman, dan mendapatkan penghiburan rohani. Kegiatan pendampingan pastoral melalui katekese bagi lansia berjalan dengan baik, ditandai dengan partisipasi aktif dan semangat mereka dalam mengikuti setiap sesi serta berbagi pengalaman hidup. Dukungan dari pastor paroki turut memperkuat perkembangan iman para lansia, yang terlihat dari meningkatnya pemahaman mereka tentang kasih Tuhan, kesadaran akan peran dalam pewartaan iman, serta sikap syukur dan penerimaan terhadap berbagai tantangan usia. Sebagai tindak lanjut, lansia didorong untuk tetap aktif dalam doa komunitas, berbagi refleksi iman dalam pertemuan bulanan, serta melibatkan generasi muda dalam mendengarkan kesaksian hidup mereka sebagai pewartaan iman. Untuk mendukung hal ini, Gereja Katolik diharapkan mengembangkan program pendampingan rohani lansia, pelayanan pastoral kunjungan rumah, pelibatan lansia dalam liturgi, serta pembentukan komunitas lansia Katolik agar mereka semakin terlibat dan mendapat dukungan dalam kehidupan iman. Kegiatan ini juga memperlihatkan adanya peningkatan rasa percaya diri lansia dalam mengungkapkan iman secara lisan di hadapan komunitas. Selain itu, tercipta relasi yang lebih hangat dan saling mendukung di antara para lansia, yang menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjalani kehidupan rohani di usia lanjut.
Diseminasi Moderasi Beragama bagi Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Kota Kediri Kurnia Saputra, Yohanes Chandra; Singir Meliyanto, Adi Ria; Sari, Catharina Agnes Dina; Lipina, Lipina
Amare Vol. 1 No. 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.439 KB) | DOI: 10.52075/ja.v1i2.97

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan. Potensi keberagaman di Indonesia akan memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa, akan tetapi jika tidak dimaknai dengan baik dan benar, justru akan menimbulkan dampak negatif yang berakibat pada perpecahan. Kegiatan disemininasi moderasi beragama ini memiliki tujuan agar para Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Kota Kediri memiliki konsep moderasi beragama yang benar. Pemahaman akan moderasi beragama yang benar akan membuahkan nilai-nilai toleransi sehingga terhindar dari sikap ekstrem, khususnya dalam penerapan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kegiatan diseminasi moderasi beragama ini menggandeng kerja sama dengan Kementerian Agama kota Kediri serta Paguyuban Guru Agama Katolik Kota Kediri. Narasumber berasal dari tiga Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang sudah pernah mengikuti diseminasi moderasi beragama baik di tingkat nasional maupun provinsi. Metode yang digunakan adalah model sosialisasi. Sosialisasi dalam hal ini lebih menekankan pemahaman konsep buku moderasi beragama yang diterbitkan oleh Kementerian Agama. Hasil dari kegiatan moderasi beragama ini membuahkan cara pandang beragama yang benar dengan mengedepankan sikap toleran. Melalui cara pandang moderasi beragama yang benar akan membuahkan situasi masyarakat yang rukun, damai serta bijak dalam menyikapi keberagaman di Indonesia. Dampak dari kegiatan ini, para guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di Kota Kediri mampu memahami konsep moderasi beragama yang telah diprogramkan oleh Kementerian Agama, sehingga mampu diterapkan di lingkungan sekolah, khususnya ditujukan kepada peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.