Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinjauan Atas Penanganan Keluhan Pelanggan Pada Uzop Magic Shop Meiranti Maulani; Yulia Nurendah; Yudin Taqyudin
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 1 No 2 (2021): JABKES Edisi Desember 2021
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v1i2.1336

Abstract

Penanganan keluhan merupakan hal yang sangat penting dilakukan dalam bisnis untuk mendapatkan penilaian yang baik di masyarakat. Selain itu, diharapkan pelanggan dapat percaya dengan produk maupun perusahaan sehingga dapat menjadi pelanggan potensial. Keluhan terjadi akibat adanya ketidakpuasan yang dirasakan oleh pelanggan, maka dari itu keluhan harus ditangani dengan baik agar ketidakpuasan dapat berubah menjadi puas. Jika pelanggan puas dengan penanganan keluhan yang baik, mereka akan loyal terhadap produk maupun perusahaan, kecil kemungkinan untuk memuntut ganti rugi dalam jumlah besar, citra perusahaan baik dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki pelayanan selanjutnya. Salah satu perusahaan yang melaksanakan penanganan keluhan pelanggan yaitu Uzop Magic Shop. Uzop Magic Shop merupakan UMKM online yang menjual berbagai properti sulap mulai dari level pemula hingga profesional. Penulis melakukan peninjauan penanganan keluhan pelanggan pada Uzop Magic Shop yang berlokasi di Jalan Raya Perempatan Ciawi Gang Toko Olahraga RT 01 RW 06 No. 8 Kel. Harjasari Kec. Bogor Selatan Kota Bogor. Adapun tujuan dari peninjauan yang dilakukan penulis yaitu 1) Untuk mengetahui apa saja keluhan pelanggan pada Uzop Magic Shop. 2) Untuk mengetahui kendala dalam penanganan keluhan pelanggan pada Uzop Magic Shop. 3) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam menangani kendala penanganan keluhan pelanggan pada Uzop Magic Shop. Berdasarkan hasil peninjauan, penulis mengetahui bahwa 1) Keluhan yang disampaikan pada Uzop Magic Shop yaitu mengenai kondisi barang, waktu pengiriman yang lama dan pelanggan yang belum mendapatkan tutorial penggunaan produk. 2) Terdapat hambatan yang dirasakan oleh Uzop Magic Shop dalam menangani keluhan pelanggan yaitu membedakan karakter pelanggan, pelanggan tidak mengerti alur pembelian secara daring dan pelanggan tidak ingin menerima produk yang sudah dikirim karena tidak merasa memesannya. 3) Adapun upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan dalam menangani keluhan pelanggan diantaranya : a) Customer service Uzop Magic Shop berupaya untuk terus memberikan layanan prima dan sepenuh hati, berhati-hati dalam berbicara ataupun berkata-kata, sabar, serta mengatasi permasalahan pelanggan hingga tuntas. b) Customer service bersedia membantu pelanggan untuk melakukan pemesanan secara online. c) Uzop Magic Shop bersedia menerima pengembalian barang dengan syarat barang tersebut dalam kondisi utuh (belum dibuka). Kata kunci : Penanganan, Keluhan Pelanggan, Magic Shop,
Tinjauan Atas Keputusan Pembelian Pada Marketplace Shopee Ibnu Ria Puspita; Adil Fadillah; Yudin Taqyudin
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol 2 No 1 (2022): JABKES Edisi April 2022
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v2i1.1358

Abstract

Di era perekembangan teknologi seperti sekarang ini, pembelian produk tidak hanya pada pembelian offline saja akan tetapi untuk memudahkan pelanggan, dapat melakukan pembelian menggunakan media online seperti marketplace Shopee, Tokopedia, Lazada, dan lain sebagainya. Keputusan pembelian merupakan pemikiran dimana individu mengevaluasi berbagai pilihan pada suatu produk dari sekian banyak pembelian. Dalam pembahasan ini disa dikatakan bahwa tahap dalam proses keputusan pembelian melalui platform Shopee dimana konsumen benar-benar membeli. Menurut Kotler & Amstrong (2014), keputusan pembelian adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli. Adapun tujuan penulisan dari Penyusunan Tugas Akhir ini adalah untuk meninjau kembali keputusan pembelian pada marketplace shopee dibanding dengan platform lain. Fenomena munculnya belanja online menimbulkan perilaku berbelanja pada semua kalangan, jumlah online shop yang semakin banyak menimbulkan animo masyarakat untuk lebih memilih berbelanja online. Kemajuan teknologi serta kemudahan dalam mengakses website toko online menjadi faktor pendukung yang melahirkan banyaknya online shop sekarang ini. Beberapa keuntungan yang menjadi faktor masyarakat memilih belanja secara online adalah lebih hemat waktu, model barang yang ditawarkan lebih bervariasi, lebih update tipe barang, serta lebih murah dibandingkan dengan harga di toko.
Entrepreneurial Management and MSME Performance: The Mediating Role of Digital Innovation Diah Kusumayanti; Yudin Taqyudin; Mumuh Mulyana
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.4291

Abstract

This study examines the role of digital innovation in mediating the relationship between entrepreneurial management and micro, small, and medium enterprise (MSME) performance in an emerging economy context. Although entrepreneurial management has been widely recognized as a key driver of firm competitiveness, empirical evidence on how it translates into superior MSME performance remains inconsistent. Drawing on the Resource-Based View and Dynamic Capability Theory, this study proposes that digital innovation serves as a critical mechanism through which entrepreneurial management creates tangible business value. Using a quantitative explanatory approach, data were collected from 300 MSME owners and managers operating in the trade, service, and manufacturing sectors. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that entrepreneurial management has a significant positive effect on MSME performance and digital innovation. Digital innovation also exerts a strong positive effect on MSME performance. Moreover, the mediation analysis reveals that digital innovation partially mediates the relationship between entrepreneurial management and MSME performance, indicating that entrepreneurial-oriented managerial practices enhance business performance primarily by stimulating digital product, process, and marketing innovations. These findings highlight the importance of integrating entrepreneurial management with digital innovation strategies to improve MSME competitiveness and sustainability. The study contributes to entrepreneurship and innovation literature by positioning entrepreneurial management as a dynamic capability and digital innovation as a key performance mechanism, while offering practical implications for MSME development and digital transformation policies in emerging economies.   Keywords: Entrepreneurial management; digital innovation; MSME performance; PLS-SEM; emerging economy; Indonesia.
Teller Communication Quality And Customer Relationship Outcomes In Retail Banking: An Integrative Review And Conceptual Framework Uluan Silaen; Mumuh Mulyana; Yudin Taqyudin
Jurnal Aplikasi Bisnis Kesatuan Vol. 6 No. 2 (2026): JABKES Edisi Agustus 2026
Publisher : Program Vokasi dan LPPM IBI Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jabkes.v6i2.5731

Abstract

Despite the rapid expansion of mobile and digital banking, face-to-face interactions between bank tellers and customers remain important service encounters, particularly for transactions requiring assistance, clarification, problem resolution, and assurance. In such encounters, teller performance is not determined solely by transaction speed and accuracy but also by the quality of interpersonal communication. This study examines the role of teller communication quality in shaping customer perceptions and relationship outcomes in retail banking. Using an integrative literature review, the study synthesizes research on service encounters, interpersonal communication, frontline employee behavior, service quality, customer satisfaction, trust, and loyalty. The synthesis identifies six core dimensions of teller communication quality: communication clarity, active listening, empathy, assurance and credibility, relational warmth, and nonverbal congruence. The proposed framework suggests that teller communication quality enhances perceived service quality and directly strengthens customer satisfaction and trust. Perceived service quality further mediates the relationship between communication quality and satisfaction, while satisfaction and trust serve as mechanisms through which teller communication contributes to customer loyalty. Transaction complexity and service pressure are also proposed as contextual factors affecting the strength of these relationships. The study contributes to banking service literature by conceptualizing teller communication as a multidimensional strategic capability rather than merely a component of general service quality. Managerially, the findings imply that teller training should integrate transaction competence with communication competence, including active listening, plain-language explanations, empathy, complaint handling, and appropriate nonverbal behavior. Keywords: teller communication, interpersonal communication, customer satisfaction, customer trust, service quality, customer loyalty, retail banking, frontline employees