Alaiya choiril mufidah
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Keberfungsian Keluarga dalam Menangani Sibling Rivalry (Persaingan Saudara Kandung) pada Remaja Alaiya choiril mufidah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Number 1, April 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v2i1.378

Abstract

Sibling rivalry merupakan suatu tindakan persaingan di antara saudara kandung. Sibling rivalry akan berkelanjutan sampai dewasa apabila tidak ditanggulangi secepatnya. Keberfungsian keluarga terdapat aspek yang bisa meminimalisir terjadinya sibling rivalry. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan wawancara dan observasi sebagai tehnik pengumpulan data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan usia, sikap perlakuan orang tua, dan perbedaan prestasi mampu menimbulkan sibling rivalry. Keberfungsian keluarga menjadi variabel yang sangat penting untuk meminimalisir sibling rivalry dengan mengoptimalkan peranan keluarga, ekspresi emosi keluarga, saling ketergantungan, distribusi kekuasaan keluarga, subsistem keluarga dan komunikasi keluarga, sehingga tidak terjadi kecemburuan dan pertikaian lagi diantara saudara kandung.
Penerapan Teknik TEGAR (Teguran dan Positive Reinforcement) untuk Mengurangi Perilaku Impulsif pada Anak dengan Attention-Deficit Hiperactivity Disorder (ADHD) Ruwita Erinasari; Defi Astriani; Wiwik Suatin; Alaiya Choiril Mufidah
Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2024): Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/piaud.v4i2.5716

Abstract

ADHD children have problems with impulsive behavior, namely snatching and taking other people's things without permission. This makes it difficult for children to adapt to their environment, making it difficult to make friends. So this impulsive behavior must be reduced. This research intervention uses the TEGAR (Teguran and Positive Reinforcement) technique. This research aims to reduce the impulsive behavior of children with ADHD. The application of the TEGAR technique (Teguran and Positive Reinforcement) is a combination of Reprimand and Positive Reinforcement techniques, where children are given a warning when they show impulsive behavior. After the child displays the desired behavior, the child is immediately given Positive Reinforcement in the form of praise. The research method used was quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. The research subjects were 6 children with ADHD. The research used a pretest scale before being given treatment and a protest scale after being given treatment which was tested using IBM SPSS 26.0 for Windows non-parametric method with the Wilcoxon test. The test results showed that there was a change in behavior before and after being given treatment using the TEGAR technique (Teguran and Positive Reinforcement) but it was not significant (Z = -1.261, p = 0.207 (p < 0.05)). So it can be concluded that the application of the TEGAR (Teguran and Positive Reinforcement) technique can reduce impulsive behavior in children with ADHD.
Daily Activity Card Technique (DACT) untuk Meningkatkan Komunikasi Sosial Anak dengan Spectrum Autisme Eka Wati Putri Lestari Eka; Defi Astriani; Zainal Rosyadi; Alaiya Choiril Mufidah
Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Theory and Practice in Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jtpigc.v1i2.5743

Abstract

Anak dengan gangguan spectrum autisme kerap kali mengalami gangguan perkembangan salah satunya kesulitan dalam berkomunikasi seperti kesulitan menyampaikan, menerima, dan memahami komunikasi secara verbal ataupun non-verbal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kefektivitasan daily activity card technique (DACT) dalam meningkatkan komunikasi sosial anak dengan gangguan spectrum autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan one group pretest-posttest design. Teknik intervensi yang digunakan adalah Daily Activity Card Technique (DACT) meningkatkan komunikasi sosial untuk anak dengan spectrum autisme yaitu Daily Activity Card Technique (DACT). Teknik sampling yang mengunakan purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 5 anak dengan spectrum autisme yang ada di Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perubahan namun tidak signifikan setelah pemberian metode Daily Activity Card Technique (DACT) ( Z = -1761 dan p = 0,78 (p > 0,05)). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Daily Activity Card Technique (DACT) dapat meningkatkan komunikasi sosial pada anak spectrum auisme.
- Pengembangan Emotional Regulation dan Distress Tolerance sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Destruktif Remaja: Pengembangan Emotional Regulation dan Distress Tolerance sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Destruktif Remaja Alaiya Choiril Mufidah; Choirul Hidayah; Wiwik Suatin
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v5i3.2532

Abstract

pendekatan strategis sebagai upaya mencegah perilaku destruktif remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan emotional regulation (regulasi emosi) dan distress tolerance (toleransi terhadap stres) sebagai upaya pencegahan perilaku destruktif pada remaja. Remaja adalah kelompok usia yang rentan terhadap berbagai tantangan emosional dan sosial yang dapat memicu perilaku berisiko, seperti agresi, kekerasan, dan penyalahgunaan zat. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengelola emosi dan mengatasi stres menjadi faktor protektif yang penting untuk mencegah perilaku destruktif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam pada remaja dari berbagai latar belakang sosial. Proses rekrutmen peserta menggunakan purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah mereka yang menjadi pelaku perilaku destruktif, dengan usia 13-18 tahun, dengan jumlah subjek sebanyak 15 orang.
Pengaruh Religiulitas Dan Peer Support Terhadap Perilaku Pacaran Siswa MTs Ariel Gymnastiar Inzaghi; Alaiya Choiril Mufidah
SINDA: Comprehensive Journal of Islamic Social Studies Vol. 6 No. 2 (2026): Vol.6 No.2 Agustus 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/sinda.v7i1.3241

Abstract

This study aims to determine the influence of religiosity and peer support ondatingbehavior among MTs students in Blitar. The method used in this study is quantitativeand analyzed using multiple linearregression analysis. The participants of this study were 150 students in Blitar with an age category of 11-17 years. The results of the study show that partially there is no significant influence between religiosity on dating behavior with a significance value of 0.569, but there is a positive and significant influence between peer support on dating behavior with a significance value of 0.035. Simultaneously, both variables influence students' dating behavior, which is supported by the F test value of 3.126 (p >0.05) and the R Square value of 4.1%, which means that dating behavior is influenced by religiosity and peer support,while the remaining 95.9% is influenced by other factors outside this study. This study is important to examine in order to bridge the theoretical gap and offer new perspectives on the determinants of dating behavior among madrasah students, particularly at the MTs level. In general, the dynamics of dating among adolescents are influenced by both internal and external stimuli.