Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Perawatan Wajah Dengan Akne Vulgaris Siti Khomsatin; Shally Ayu Chintya; Euis Syafaiqoh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris is a commonsinflammatory condition of the skin organscalled the polysebaceous unit that occurs in adolescents and youngeadults characterized by comedones, papules, pustules andsnodules. This study aims to examinesthe relationshipsbetween facial care and acne vulgaris in female adolescents of PP Darussalam Putri Utara. This research is a quantitativerresearch with a descriptivesapproach. The sample selection used a random sampling technique, namely five young women of PP Darussalam Putri Utara with cases of acne vulgaris. Vulnerable age 20-23 years. Samples (respondents) were given product X for facial treatment for 30 days. Data collection was carried out on the 7th day, 14th day, 20th day and 30th day. Basedson the results of the study, it can1be concluded that (1) good and correct facial care, with products that are suitable for skin conditions and types, can reduce the problem of acne vulgaris in adolescent girls in PP Darussalam Putri Utara. (2) there is a correlation between facial care and acne vulgaris, facial treatment is negatively related to acne vulgaris with a moderate degree of correlation or it can be interpreted that the better facial treatments are carried out, the more acne vulgaris is reduced in female students of PP Darussalam Putri North
Pengaruh Tingkat Kecemasan Sosial, Depresi Dan Kualitass Hidup Terhadap Acne Vulgaris Shally Ayu Chintya; Siti Khomastin; Luluk Farida
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgarisghmerupakan salah satu penyakit obstruktif dan peradangan yang disebabkan terjadinya sekresi berlebih sehingga menimbulkan sebaceous pada kulit yang berpotensi menimbulkan bekas luka. Penelitian ininmbertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasannsosial, depresi, danskualitas hidup terhadapsacne vulgaris. Penelitiannini menggunakan analitiksobservasional dengan pendekatanscase control. Penelitian dilakukansdi pesantren Darussalam Blokagung di KabupatensBanyuwangi, Jawa Timur. Jumlah sampel sebanyak 70 remaja putri usia 16-22 tahungdibagi antara kelompok acne vulgaris (case) dan tidak dengan acne vulgaris (control) berdasarkan purposivefsampling. Variabel terikat penelitian ini adalah acne vulgaris. Variabel bebas pada penelitian ini adalah kecemasanssosial, depresi, dan kualitas hidup. Kualitas hidupsdiukur dengan DLQI (Dermatologi Qualiti of Life Index). Kecemasan sosial diukur dengan SASA (Social Anxiety Scale for Adolescent). Depresi diukur dengan DASS (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian menunjukkan bahwa acne vulgaris dipengaruhi oleh kualitas hidup (pn= 0.010), dan kecemasan sosial (pn= 0.004), sedangkansdepresi tidak ada pengaruh terhdap acne vulgaris (p = 0.337). Dapat disimpulkan bahwa kulitas hidup dan kecemasan sosial memiliki pengaruh dan signifikan terhadap acne vulgaris. Depresi tidak memiliki pengaruh terhadap acne vulgaris.
Edukasi Perawatan Kulit Wajah Terhadap Peningkatan Kepercayaan Diri pada Remaja di Pondok Pesantren Putri Darussalam Blokagung Banyuwangi Luluk Faridatul Mukaromah; Shally Ayu Chintya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.946

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan periode yang rentan terhadap perubahan fisik dan psikologis, termasuk masalah kulit wajah yang dapat memengaruhi kepercayaan diri. Kurangnya pengetahuan tentang perawatan kulit wajah dapat memperburuk kondisi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 26 remaja putri di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kepercayaan diri yang diadaptasi dari Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri setelah diberikan edukasi perawatan kulit wajah. Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki kepercayaan diri rendah (57,7%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi kategori sedang (46,2%) dan tinggi (34,6%). Nilai rata-rata kepercayaan diri meningkat dari 18,65 menjadi 24,10 dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi perawatan kulit wajah berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kepercayaan diri remaja putri. Intervensi ini efektif sebagai upaya promotif dalam mendukung kesehatan fisik dan psikologis remaja. Kata kunci: edukasi perawatan kulit wajah, kepercayaan diri, remaja, jerawat, self-esteem
Differences in Self-Esteem and Self-Confidence Among Adolescents with Acne Vulgaris by Gender Shally Ayu Chintya; Siti Khomsatin; Luluk Faridatul Mukaromah
Journal of Global Research in Public Health Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v11i1.620

Abstract

Acne vulgaris is a common inflammatory skin condition among adolescents that can affect psychological aspects, particularly self-esteem and self-confidence, due to changes in physical appearance. This study aims to determine differences in self-esteem and self-confidence among adolescents with acne vulgaris based on gender. This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 90 adolescents, including 37 males and 53 females, selected using purposive sampling. Data were analyzed using the Mann–Whitney U test because they were not normally distributed. The results showed no significant difference in self-esteem between male and female adolescents (p = 0.434). However, there was a significant difference in self-confidence (p = 0.009), with female adolescents exhibiting higher levels of self-confidence compared to males. In conclusion, gender does not affect self-esteem but does influence self-confidence among adolescents with acne vulgaris.