p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal jpki IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penyuluhan Diet Rendah Purin dan Pemeriksaan Kadar Asam Urat Darah sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Hiperurisemia Inna Mutmainnah Musa; Rezky Putri Indarwati Abdullah; Muhammad Alief Akbar; Wafi Ramadhan
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 3 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1101.168 KB) | DOI: 10.33096/jpki.v3i2.195

Abstract

Konsumsi makanan yang mengandung purin berlebih menyebabkan terjadinya peningkatan produksi asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Kristal asam urat yang berlebih akan menumpuk di dalam sendi dan menyebabkan penyakit gout arthritis dan apabila menumpuk di ginjal akan mengakibatkan batu ginjal. Menurut Riskesdas pada tahun 2018, prevalensi penyakit asam urat berdasarkan berdasarkan diagnosis atau gejala sebesar 24,7% jika dilihat dari karateristik umur, prevalensi tertinggi pada umur ≥ 75 tahun (54,8%). Penderita wanita juga lebih banyak (8,46%) dibandingkan dengan pria (6,13%). Meskipun angka kejadian gout arthritis dan penyakit lain akibat hiperurisemia cukup tinggi, namun sebagian besar masyarakat belum banyak mengetahui informasi mengenai diet rendah purin dan jarang melakukan skrining kadar asam urat. Upaya pencegahan hiperurisemia membutuhkan partisipasi dari semua pihak, baik dokter pemerintah, swasta maupun masyarakat, agar hiperurisemia dapat dikendalikan. Pemberian pelatihan partisipatif kepada masyarakat dengan melibatkan peran serta mitra melalui kegiatan ceramah dan diskusi. Selain itu, menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai diet rendah purin, memberikan bahan ajar seperti banner dan flipchart bergambar yang mudah dimengerti dan dapat dipergunakan setelah kegiatan ini serta mengetahui kadar asam urat darah warga sekitar.
EFIKASI EKSTRAK AKAR QUSTHUL HINDI (SAUSSUREA COSTUS) SEBAGAI ANTIBIOTIK TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE Adhelia Zalsabilah Basir; Edward Pandu Wiriansya; Inna Mutmainnah Musa; Suci Noviyanah Ansary; Dwi Anggita
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 05 Mei (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri yang telah resisten terhadap beberapa antibiotik, peningkatan resistensi menjadi salah satu masalah kesehatan utama dan membutuhkan perhatian segera. Mengetahui kandungan dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% akar Qusthul Hindi (Saussurea costus) terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae. Skrining fitokimia dilakukan menggunakan uji tabung dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode disc diffucion menggunakan cakram dengan 4 konsentrasi dan kontrol positif yang digunakan antibiotik Ciprofloxacin 500 mg serta kontrol negatif menggunakan aquadest. Ekstrak akar Qustul Hindi (Saussurea costus) memiliki senyawa aktif yaitu Alkaloid, Terpenoid, Saponin, Steroid, Tanin, dan Flavonoid. Hasil uji antibakteri menunjukkan adanya perbedaan zona hambat antar perlakuan. Pada konsentrasi 25%, 50%, 100% dan 200% dengan zona hambat yang terbentuk masing-masing adalah 15 mm, 17 mm, 19 mm dan 29 mm. Kontrol positif zona hambat yang terbentuk 24 mm dan kontrol negatif dengan aquadest steril tidak terbentuk zona hambat. Ekstrak akar Qusthul Hindi (Saussurea costus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae dan konsentrasi 200% lebih sensitif menghambat bakteri Klebsiella pneumoniae dibangdingkan antibiotik Ciprofloxacin 500 mg.