Abdul Rahman
https://scholar.google.com/citations?hl=en&user=j7xHZIoAAAAJ

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMANFAATAN KEONG BAKAU (Telescopium telescopium) SEBAGAI BIOFILTER DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS AIR SECARA FISIK PADA MEDIA PEMELIHARAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Wanti Wanti; Ruslaini Ruslaini; Abdul Rahman
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i2.17220

Abstract

ABSTRAK         Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemanfaatan (T.telescopium) sebagai biofilter dalam mempertahankan kualitasair air secara fisik pada media pemeliharaan ikan nila (O.niloticus). Keong bakau digunakan berukuran 11 g dan ikan nila 5 g. Keong bakau dan ikan nila dipelihara selama 30 hari dalam akuarium berukuran 35x40x35 cm berisikan air 42 liter. Perlakuan yang diterapkan adalah A (kontrol), B (10 keong bakau), C (15 keong bakau) dan D (20 keong bakau)  setiap unitnya berisikan 15 ekor ikan nila. Selama pemeliharaan, pemberian pakan dilakukan secara adlibitum pagi dan sore hari. Rancangan digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian diperoleh nilai variabel TSS untuk perlakuan A,B,C dan D secara berurutan yaitu 1,52 mg/L, 1,25 mg/L, 0,99 mg/L, dan 0,77 mg/L. Nilai variabel TOM secara berurut adalah 3,85 mg/L, 2,88 mg/L, 1,96 mg/L, dan 1,78 mg/L. Variabel pertumbuhan mutlak organisme ikan nila masing-masing perlakuan secara berurutan adalah 17,22 ± 17,83g, 19,98 ± 19,15g, 20,52 ± 21,51g, dan 22,85 ± 23,05g dengan kelulushidupan 100% untuk semua perlakuan. Anova menujukkan bahwa variabel TSS tidak berpengaruh nyata antar perlakuan, namun pada variabel TOM memberikan pengaruh secara signifikan. Demikian terhadap pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup ikan nila tidak berpengaruh antar perlakuan. Pemberian keong bakau sangat layak digumakan sebagai biofilter pada kegiatan budidaya.Kata Kunci : keong bakau, Ikan nila, Pertumbuhan Mutlak, Kelangsungan Hidup.
Perbandingan Laju Pertumbuhan Anakan Ujung Thallus Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma denticulatum Hasil Seleksi Klon yang Dipelihara pada Boxnet Ariskanti Ariskanti; Abdul Rahman; Ma’ruf Kasim
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i4.24833

Abstract

Bagian anakan ujung thallus pada rumput laut merupakan bagian yang tercepat pertumbuhannya dibanding dengan bagian tengah dan bagian pangkal thallus. Seleksi klon juga merupakan metoda bertahap dalam mendapatkan populasi klon rumput laut yang memiliki pertumbuhan tercepat dan relatif seragam. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan laju pertumbuhan hasil seleksi klon thallus K. alvarezii dan E. denticulatum  yang dipelihara dalam wadah terproteksi boxnet. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2019 - Januari 2020, di Perairan Pantai Lakeba, Kota Bau-Bau Sulawesi Tenggara. Menggunakan bagian ujung dari masing-masing thallus hasil seleksi klon rumput laut K. alvarezii dan E. denticulatum sebagai bibit. Berat awal masing-masing bibit jenis rumput laut tersebut adalah  20 g per rumpun yang selanjutnya dipelihara dalam boxnet selama 35 hari dengan rancangan acak lengkap (RAL). Parameter yang diamati yaitu laju pertumbuhan spesifik, pertumbuhan mutlak, parameter kualitas air dan hubungan laju pertumbuhan spesifik rumput laut dengan parameter kualitas lokasi perairan budidaya. Hasil penelitian mununjukan bahwa rata-rata LPS E. denticulatum 2.65%.hari-1 sedangkan K. alvarezii 1.80%.hari-1. Pertumbuhan Mutlak E. denticulatum yakni sebesar 30.89 g, sedangkan K. alvarezii 14.00 g. Parameter kualitas air yang diperoleh yakni suhu 28-30°C, salinitas 34-35 ppt, kecerahan 100%, arus 0.11-0.16 m.s-1, pH 7, nitrat 0.025-0.035 mg.l-1 dan posfat 0.007-0.017 mg.l-1. Paramater kualitas air yang berpengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik rumput laut baik pada K. alvarezii maupun pada E. denticulatum adalah suhu (X1), salinitas (X2), nitrat (X5) dan fosfat (X6). Parameter kualitas lainnya yaitu kecepatan arus (X3) dan pH (X4) keduanya tidak berpengaruh nyata.Kata Kunci : Kappaphycus alvarezii, Eucheuma denticulatum, seleksi klon, pertumbuhan, boxnet.