Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DUKUNGAN INFORMASIONAL BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA HIV PADA PEREMPUAN POSITIF HIV Joula Timisela
Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal) Mei 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.063 KB) | DOI: 10.32695/jkt.v1i9.7

Abstract

HIV/AIDS has become a global pandemic and has received serious attention because it is growingrapidly in the world including Indonesia. Increased HIV in women because women are vulnerable toHIV transmission. Various impacts can be experienced by women when contracting HIV, such as thepresence of HIV Stigma. Women are very vulnerable to HIV stigma and the consequences are due togender inequality. Women are often blamed for causing HIV infection and being immoral by thecommunity. Informational support’s necessary to HIV positive women facing HIV stigma. The studyaimed to identify the relationship between informational support and stigma of HIV in HIV positivewomen. The study used cross-sectional analytic design. The sample were 106 HIV-positive women,aged 15-60 years. The informational support assessment used questionnaires MOS-SS that have beenmodified, while the assessment of the stigma of HIV used the short version of the questionnaire BergerStigma Scale Indonesian translation. The results of the analysis showed that there is a relationshipbetween informational support and stigma of HIV (p-value 0,0001 α: 0.05) with OR 13,65. This studyconcludes that informational support is significantly related to HIV stigma, and one of therecommended interventions to reduce HIV stigma. Keywords: Informational support, HIV stigma, HIV positive women
EFEKTIFITAS MODUL DAN AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI KANKER SERVIKS MELALUI METODE IVA PADA WUS SUKU TERASING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMILOUW KABUPATEN MALUKU TENGAH Denicell Paulina Tetelepta; Rigoan Malawat; Joula Timisela
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 1 No 2 (2021): Juli-Desember 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.447 KB) | DOI: 10.32695/jkit.v1i2.214

Abstract

Background: Cervical cancer is a type of cancer that 99.7% is caused by the oncogenic human papilloma virus (HPV), which attacks the cervix. The groups at risk for cervical cancer are women of childbearing age who engage in sexual activity at an early age, have many children and have poor reproductive health behavior. The habit of changing sexual partners is one of the main factors in transmitting the HPV virus. One of the "Pinamou" traditions, the isolated tribal community in the working area of ​​the Tamilouw Health Center provides opportunities for adolescents to engage in sexual activity at an early age, marry/marry at an early age, the average number of children is more than four, giving birth with complications/bleeding. Therefore, it is necessary IVA examination for early detection of cervical cancer. Objective: The purpose of the study was to determine the effectiveness of audio-visual modules and media on knowledge about cervical cancer detection through the IVA method in Wus from isolated tribes. Methode: The research method is a quantitative research using a quasi-experimental design through a pretest posttest one group design approach. The number of samples used were 66 respondents with consecutive sampling technique that met the inclusion and exclusion criteria consisting of 33 respondents using modules and 33 respondents using audiovisual. Data were collected using a questionnaire and then analyzed descriptively using the Wilcoxon rank test formula and the Mann-Whitney test. Result: The results showed that health education using modules and audiovisuals had an effect on WUS knowledge about early detection of cervical cancer in the Tamilouw Health Center Work Area, and the use of audiovisuals was more effective than modules in increasing WUS knowledge. The cooperation of cadres and village officials is needed to disseminate information and knowledge to be followed up on VIA examinations in Health Services. Keywords: Audio visual; IVA; Module; Knowledge; WUS
PENGARUH EDUKASI MEDIA WHATSAPP GROUP TENTANG DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERILAKU EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH TERHADAP PENGETAHUAN GURU TK DI KOTA MASOHI KABUPATEN MALUKU TENGAH Wa Nuliana; Femi Serly Tuhumena; Joula Timisela
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 1 No 1 (2021): Januari-Juni 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.536 KB) | DOI: 10.32695/jkit.v1i1.238

Abstract

Latar Belakang: Deteksi dini penyimpangan perilaku emosional anak prasekolah penting untuk mengetahui adanya perilaku penyimpangan emosional anak sejak dini. Kegiatan deteksi ini dapat dilakukan oleh guru TK jika mereka memiliki pengetahuan. Pengetahuan guru TK dapat dimiliki melalui edukasi salah satunya menggunakan WhatsApp group. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui WhatsApp group dalam meningkatkan pengetahuan guru TK tentang deteksi dini penyimpangan perilaku emosional anak prasekolah di Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Metode: Metode yang digunakan yaitu quasy eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest control with group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik concencutive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang pada kelompok intervensi dan 30 orang pada kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi memiliki p value =0,001 dan kelompok kontrol 0,003, nilai tersebut <α 0,005, ini berarti terdapat pengaruh edukasi WhatsApp group terhadap pengetahuan responden. Uji mann Withney pada kedua kelompok diperoleh adanya perbedaan pengetahuan secara bermakna setelah mendapat edukasi, ini dibuktikan dengan p value =0,0001 < α 0,05. Kesimpulan: terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan deteksi dini penyimpangan perilaku emosional setelah diberikan edukasi kesehatan pada kelompok intervensi dan kontrol.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Tempat Persalinan oleh Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Agustina Samallo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.443 KB) | DOI: 10.33846/ghs6404

Abstract

Sejak tahun 2015, penekanan persalinan yang aman adalah persalinan ditolong tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kemenkes tahun 2015-2019 menetapkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai salah satu indikator upaya kesehatan ibu (Kemenkes RI, 2017). Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan tempat persalinan oleh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Sampel penelitian ini ditentukan dengan menggunakan metode Total Sampling yang berjumlah 61responden. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data dengan SPSS, menggunakan uji Chi-Square dan Spearman Rho. Hasil uji statistik usia ibu hamil (p=0,008
Pijat Oksitosin Berpengaruh Terhadap Kelancaran ASI pada Ibu Nifas di Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Femi S. Tuhumena; Yolanda Maressy
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7305

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, sehingga kelancaran ASI perlu menjadi pertimbangan penting dalam meningkatkan pemberian ASI ekslusif. Pijat oksitosin merupakan salah satu tindakan untuk melaancarkan ASI pada ibu post partum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Masohi Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan Pre experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian ini menggunakan consecutive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 24 orang. Intrumen penelitian menggunakan lembar observasi untuk menilai kelancaran ASI pada saat pre tes dan post tes. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini menunjukan nilai Post test - Pre tes pada hari I dan hari II masa nifas yaitu nilai Negatif Rank sebesar 0,00, sedangkan Positif Rank sebesar 6,00. Ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan responden setelah mendapat pendidikan kesehatan. Selain itu, nilai Z sebesar -3.317 dengan p value 0,001, nilai ini kurang dari α=0,05. Berdasarkan hasil tesebut maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pijat oksitosin terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas. Direkomendasikan bagi puskesmas untuk membuat SOP pijat oksitosin sebagai panduan, dan bagi perawat untuk melakukan pijat oksitosin sebagai salah satu intervensi wajib dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada ibu nifas. Kata kunci: pijat oksitosin; kelancaran ASI; post partum
Pendidikan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah Joula Timisela; Masrikat Maya Diana Claartje; Fransina Tubalawony; Yona Sahalessy; J. I. L. Ratulangi; Alfonsina E. Hetaria
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7408

Abstract

Stunting adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya untuk mengatasi stunting. Pendidikan kesehatan sangat penting bagi ibu hamil sebagai salah satu kelompok 1000 hari pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Layeni Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini menggunakan Pre experiment design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest. Sampel penelitian menggunakan teknik non probality sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 24 orang. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reabilitas. Analisis data bivariat menggunakan uji Wilcoxon menunjukan nilai Post test - Pre tes pada Negatif Rank sebesar 0,00 sedangkan Positif Rank sebesar 12,50, ini berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah responden mendapat pendidikan kesehatan. Selain itu, nilai Z sebesar -4.319 dengan p value 0,0001*, nilai ini kurang dari α= 0,05. Berdasarkan hasil tesebut maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil dalam mencegah stunting. Direkomendasikan bagi petugas kesehatan yang melakukan pelayanan kepada ibu hamil agar terus meningkatkan pendidikan kesehatan untuk mencegah stunting. Kata kunci: pendidikan kesehatan; pengetahuan; stunting; ibu hamil
PENDIDIKAN KESEHATAN BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR TENTANG FAKTOR RISIKO BBLR Femi Serly Tuhumena; Joula Timisela; Denicell Paulina Tetelepta
Jurnal Keperawatan Indonesia Timur (East Indonesian Nursing Journal) Vol 3 No 1 (2023): Januari - Juni 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32695/jkit.v3i1.428

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram pada waktu lahir. BBLR disebabkan oleh multifaktor, salah satunya faktor maternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan WUS tentang faktor risiko BBLR. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik concecutive sampling, jumlah sampel sebanyak 33 orang pada kelompok intervensi dan 33 orang pada kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing memiliki p value =0,0001<α 0,005, ini berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan secara bermakna terhadap pengetahuan tentang BBLR. Uji mann Withney menemukan adanya perbedaan pengetahuan secara bermakna pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah mendapat pendidikan kesehatan, ini dibuktikan dengan nilai mean rank 48,97 dan p value =0,0001<α 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan kelompok intervensi. Penelitian ini merekomendassikan agar peneliti selanjutnya melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap WUS untuk mencegah BBLR.
Pengaruh Perawatan Tali Pusat Terbuka Terhadap Risiko Infeksi Pada Bayi Baru Lahir: Studi Kasus Joula Timisela; Jeane. I. L Ratulang; Christy N. M Hitijahubessy; Sri Eny Setyowati; Diana Battu
JURNAL KEPERAWATAN CIKINI Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Keperawatan Cikini
Publisher : JURNAL KEPERAWATAN CIKINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55644/jkc.v4i02.120

Abstract

Latar Belakang: Pemotongan tali pusat menggunakan alat yang tidak steril, dan perawatan tali pusat yang tidak tepat dapat mengakibatkan Tetanus Neonatorum. Perawatan tali pusat terbuka merupakan cara merawat tali pusat tanpa memberikan apapun pada tali pusat bayi. Perawatan tali pusat terbuka bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi, serta mempercepat puputya tali pusat. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada bayi baru lahir melalui prosedur perawatan tali pusat terbuka di ruangan Nifas Rumah Sakit Umum Al-Fatah Ambon. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus melalui pendekatan proses keperawatan. Subjek studi kasus adalah seorang bayi baru lahir normal, usia nol hari, tidak terdapat kelainan tali pusat. Data dianalisis secara naratif untuk menggambarkan setiap tahapan proses keperawatan pada subjek penelitian. Hasil: Perawatan tali pusat terbuka pada bayi X dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan terbukti mencegah infeksi. Perawatan selama lima hari tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, dan puput pada hari ke lima. Selain itu, ibu terlibat penuh dalam perawatan tali pusat sejak awal, sehingga dapat melakukan perawatan tali pusat secara mandiri. Kesimpulan: Asuhan keperawatan pada bayi baru lahir melalui prosedur perawatan tali pusat terbuka dapat mencegah terjadinya infeksi tali pusat dan mempercepat puputnya tali pusat
Studi Kasus: Penerapan Intervensi Keperawatan Promosi Perilaku Kesehatan Komunitas Pada Komunitas Beresiko IMS dan HIV/AIDS Martini Tidore; hamdan hariawan; Joula Timisela
Jurnal Keperawatan Medika Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Keperawatan Medika
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jkem.v1i2.16

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah besar di dalam bidang kesehatan masyarakat. Salah satunya di Maluku yang menyentuh angka 4.670 kasus. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan intervensi keperawatan berupa pengembangan dan promosi perilaku kesehatan komunitas pada komunitas beresiko IMS dan HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Rijali. Masalah deficit kesehatan komunitas menjadi masalah utama komunitas dikarenakan masih terdapat 15 kasus IMS dan 8 kasus HIV/AIDS pada wilayah tersebut. Sehingga intervensi keperawatan yang diberikan berupa pengembangan kesehatan masyarakat dan promosi perilaku upaya kesehatan. Intervensi ini bertujuan untuk menigkatkan ketersediaan program promosi kesehatan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan komunitas. Sebagian tindakan yang diberikan pada intervensi tersebut adalah melibatkan kader masyarakat dan masyarakat dalam kegiatan promosi kesehatan, dan melakukan edukasi serta praktik penggunaan kondom yang benar sebagai bentuk promosi perilaku kesehatan masyarakat terhadap pencegahan IMS dan HIV/AIDS. Implementasi dari intervensi tersebut meningkatkan pengetahuan komunitas. Hal ini menunjukkan tercapainya tujuan berupa keberhasilan program promosi dalam bentuk edukasi kesehatan terlibatnya partisipasi masyarakat dalam program tersebut.
The Relationship of Personal Hygiene with the Incident of Scabies in Bumi Tamalanrea Orphanage Makassar Bachri, Syaiful; Lonik, Lorensius; Nurhaedah, Nurhaedah; Wicaksono, Rizky Rahadian; Hanif, Muhammad; Timisela, Joula
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 4 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i4.508

Abstract

The process of child growth and development is divided by age, one of which is the preschool phase. The growth and development of children at this age is very rapid, including cognitive, biological, spiritual and psychosocial development. With the rapid growth and development, education is very important to be given to form the foundation, build the personality, mentality and character of children, one of the important educations is to provide personal hygiene. Children's personal hygiene is an important aspect that includes personal hygiene from head to toe as a whole. The form of children's skills related to personal hygiene is the child's ability to control defecation and urination properly and regularly to avoid health problems, one of which is scabies. Scabies is a contagious disease caused by the infestation of Sarcoptes scabiei hominis variant on the skin which is characterized by itching and skin eruptions. The purpose of the study was to determine the relationship personal hygiene with the incidence of scabies. This type of research is quantitative with a cross-sectional study design. This study uses a total sampling technique. Data analysis used is univariate and bivariate analysis with the Chi Square test. The results of this study found that there was a significant relationship between personal hygiene and the incidence of scabies. The conclusion is that there is a relationship personal hygiene with the occurrence of scabies. It is recommended that party The nearest health center for Providing health education about personal hygiene has a positive impact, namely increase knowledge about personal hygiene leads to behavior or action under maintenance self Which Good, so that incident rate scabies can be minimized as much as possible.