Aryanti Wardiyah
Akademi Keperawatan Malahayati Bandar Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRILAKU MENJAGA KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA KELAS IV SDN 1 GUNUNG SULAH KECAMATAN SUKARANE BANDAR LAMPUNG Aryanti Wardiyah; Vida Wira Utami
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.749 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.141

Abstract

Keluarga Berencana (KB) adalah program nasional yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan, kesejahteraan ibu, anak dan keluarga khususnya, serta bangsa pada umumnya. Salah satunya dengan cara membatasi dan menjarangkan kehamilan. Hampir 30% pasangan di Inggris dan hampir 50% dari mereka berusia lebih dari 40 tahun menggunakan sterilisasi wanita atau pria sebagai metode kontrasepsi mereka. Penggunaan MOP di Kecamatan Tanjung Karang Timur sampai dengan bulan April Tahun 2011 sebesar 102 orang dari 1.279 Akseptor KB (7,9%).Green berpendapat bahwa perilaku dipengaruhi factor predisposisi ( pengetahuan , sikap ) dan faktor penguat ( dukungan keluarga). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB MOP ( Medis Operasi Pria ). Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, desain penelitian case control. Populasi yang digunakan seluruh akseptor MOP dan Non MOP sejumlah 108. Sampel diambil dengan cluster random sampling menggunakan perbandingan 1:1 (41 kasus: 41 kontrol) total 82 sampel. Hasil penelitian adalah ada hubungan pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga dengan penggunaan MOP ( pvalue= 0,000 ; p-value= 0,014 dan OR=3,412 ; p-value= 0,004 dan OR= 4,189) artinya lebih kecil dibandingkan dengan nilai alpha ( 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan secara statistik dengan derajat kepercayaan 95%, ada Hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan penggunaan KB MOP . Bagi petugas kesehatan di Kecamatan Tanjung Karang Timur agar meningkatkan pemberian informasi atau masukan yang diharapkan dapat meningkatkan peran petugas kesehatan dalam memberikan informasi tentang KB MOP melalui penyuluhan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan penelitian selanjutnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY (BSE) PADA IBU POST PARTUM DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMUR BATUBANDAR LAMPUNG TAHUN 2019 Aryanti Wardiyah; Lidya Arianti; Nelly Novita Agitama
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.1486

Abstract

Menurut United State Bureau of Census tahun 2002 jumlah populasi lansia 60 tahun ke atas di dunia terus bertambah, pada tahun 1950 sebanyak 130 juta (4% dad total populasi), tahun 2000 sebanyak 16 juta (7,2% dad total populasi) dan terus bertambah berkisar 8 juta setiap tahunnya, diperkirakan pada tahun 2015 menjadi 41,5 juta ( 13,6%), dan pada tahun 2050 sebanyak 79,6 juta (23,7%) (Depkes RI 2005). Berdasarkan data sensus penduduk tahun 2000, Lansia di Indonesia mencapai 14,4 Juta jiwa atau ( 7,18%) dari total penduduk Pada tahun 2005 jumlah Lansia sudah berkisar 19,9 Juta jiwa atau (8,48%) dan meningkat menjadi 24 Juta jiwa atau (9,77%) dari total penduduk pada tahun 2010. ( Biro Pusat Statistik, 2000). Seirama dengan peningkatan jumlah dan angka kesakitan Lansia diperlukan peningkatan jenis dan kualitas pelayanan kesehatan dan perawatan (Notoatmodjo, 2007). Upaya kesehatan tersebut dilaksanakan dalam bentuk pelayanan dasar Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), peran serta masyarakat dan rujukan kesehatan . Upaya kesehatan melalui Puskesmas merupakan upaya menyeluruh dan terpadu yang meliputi peningkatan, pencegahan, pengobatan, dan pemulihan yang dilaksanakan dalam bentuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) , yang diselenggarakan oteh masyarakat untuk masyarakat sccara ruti tiap bulannya. (Depkes RI , 2001) . Tujuan Penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia. Studi menggunakan pendekatan crossectional. Dilaksanakan bulan Januari 2011 di Posyandu Kelurahan Rejosari kecamatan Kotabumi Kabupaten Lampung Utara. Sampel 82 lansia, dipilih dengan stratified random sampling. Pengambilan data wawancara dan observasi. Analisa data dengan Chi Square. Hasil studi menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,026), sikap 0,010), dukungan keluarga (p-,000) dan dukungan petugas kesehatan (p=0,005) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Dukungan keluarga merupakan falctor yang paling beresiko, dengan OR= 10,263. Berdasarkan hasil studi disarankan kepada keluarga yang mempunyai lansia untuk selalu memberikan dukungan kepada lansia untuk memamfaatkan posyandu, meningkatkan pengetahuan lansia dan mempunyai sikap positif terhadap posyandun lansia. Demikian juga Petugas kesehatan Kesehatan setempat agar meningkatkan dukungan terhadap lansia dalam memanfaatkan posyandu. Kota kunci : Pengetahuan, sikap, dukungan keluarga,dukungan petugas kesehatan dan pemanfaatan posyandu lansia.