Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The correlation between knowledge and behavior of reading composition label of packaged food on public 2 JHS and Giovani JHS students in Kupang Maria Sophiana Susi Making; Kristian Ratu; Christina Olly Lada
World Nutrition Journal Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 06 Issue 2, February 2023
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V06.i2.0002

Abstract

Background: Labels of packaged foods are used as guidelines for buying packaged food products. School students are a group at high risk to get illness through ingested food. Most of the snacks they consume contain flavorings and some chemicals which are certainly not good for their health. Objective: To determine the relation between knowledge and behavior of reading the packaged food label composition on JHS students in Kupang. Methods: This is an observational analytical study with a cross sectional design conducted at two schools located in Kupang City. 350 subjects were used in this study and divided into Group A consisting of 175 Public JHS students and Group B consisting of 175 Giovanni JHS students, using a google form questionnaire. The respondents were chosen by cluster random sampling technique. This study was analyzed bivariately using the Spearman correlation test. Result: A total of 172 (98.3%) students of Public and Giovanni JHS have very good knowledge about reading the packaged food label composition. A total of 169 (96.5%) students of Public JHS have very good behavior of reading the packaged food label composition and a total of 99 (56.5%) students of Giovanni JHS have good behavior of reading the packaged food label composition. Conclusion: There is a significant correlation (p = 0.004) between knowledge and behavior of reading the packaged food label composition on Public JHS students and there is also a significant correlation (p = 0.046) between knowledge and behavior of reading the packaged food label composition on Giovanni JHS students in Kupang.
Analisis Beban Ekonomi Penderita Tuberkulosis Berdasarkan Status Pekerjaan Dan Tingkat Pendapatan Di Kota Kupang Camelia Ayu Wulandari; Ika Febianti Buntoro; Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Kristian Ratu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7980

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada aspek medis dan sosial ekonomi penderita. Meskipun pengobatan TB disediakan secara gratis oleh pemerintah, pasien tetap menanggung biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung selama proses pengobatan. Di Kota Kupang, tingginya proporsi pekerja sektor informal serta penduduk dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) diduga berkontribusi terhadap beban ekonomi yang dialami penderita TB. Menganalisis beban ekonomi penderita tuberkulosis berdasarkan status pekerjaan dan tingkat pendapatan di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 90 penderita TB yang telah menjalani pengobatan minimal satu bulan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner survei pembiayaan pasien TB yang mencakup biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Median total beban ekonomi penderita TB berdasarkan status pekerjaan adalah Rp50.000,00 dengan rentang Rp5.000,00 hingga Rp5.020.000,00. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pekerjaan formal dan informal (p = 0,358). Median total beban ekonomi berdasarkan tingkat pendapatan adalah Rp64.000,00 dengan rentang yang sama, dan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok pendapatan di bawah UMR dan ≥UMR (p = 0,208). Analisis bivariat terhadap biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung juga menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna baik berdasarkan status pekerjaan maupun tingkat pendapatan (p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara beban ekonomi penderita tuberkulosis berdasarkan status pekerjaan dan tingkat pendapatan di Kota Kupang.