Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Secondary Metabolite Identification and Antibacterial Activity of Ethanol Extract of Coconut Husk (Cocos nucifera L.) Against Escherichia coli ATCC 25922 Bernadeta Videlsia Ikun; Syahrir Syahrir; Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Muhajirin Dean
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6838

Abstract

Secondary metabolites are bioactive compounds commonly found in plants and have potential as natural antibacterial agents. Coconut coir (Cocos nucifera Linnaeus), an abundant agricultural by-product, is known to contain various secondary metabolites such as flavonoids, tannins, terpenoids, and phenolic compounds, which have been reported to possess antibacterial properties. Escherichia coli is a pathogenic bacterium that frequently causes human infections and has shown increasing resistance to several antibiotics, highlighting the need for alternative antibacterial sources. Inconsistencies in previous studies regarding the antibacterial activity of coconut coir against E. coli indicate the necessity for further investigation. This study aimed to identify the secondary metabolite content and evaluate the antibacterial activity of ethanol extract of coconut coir against Escherichia coli ATCC 25922. This study was an in vitro laboratory experimental study with a descriptive–experimental approach. Identification of secondary metabolites was conducted qualitatively using phytochemical screening of the ethanol extract of coconut coir. Antibacterial activity was assessed using the disc diffusion method with a post-test only control group design against Escherichia coli ATCC 25922. The phytochemical screening results demonstrated that the ethanol extract of coconut coir contained flavonoids, tannins, terpenoids, and polyphenols. However, the antibacterial activity test showed no inhibition zones at all tested concentrations of the ethanol extract against Escherichia coli ATCC 25922. These findings indicate that although the ethanol extract of coconut coir contains several secondary metabolites, it does not exhibit antibacterial activity against Escherichia coli ATCC 25922 when tested using the disc diffusion method.
Analisis Beban Ekonomi Penderita Tuberkulosis Berdasarkan Status Pekerjaan Dan Tingkat Pendapatan Di Kota Kupang Camelia Ayu Wulandari; Ika Febianti Buntoro; Nimas Prita Rahajeningtyas Kusuma Wardani; Kristian Ratu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7980

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada aspek medis dan sosial ekonomi penderita. Meskipun pengobatan TB disediakan secara gratis oleh pemerintah, pasien tetap menanggung biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung selama proses pengobatan. Di Kota Kupang, tingginya proporsi pekerja sektor informal serta penduduk dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) diduga berkontribusi terhadap beban ekonomi yang dialami penderita TB. Menganalisis beban ekonomi penderita tuberkulosis berdasarkan status pekerjaan dan tingkat pendapatan di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 90 penderita TB yang telah menjalani pengobatan minimal satu bulan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner survei pembiayaan pasien TB yang mencakup biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann-Whitney. Median total beban ekonomi penderita TB berdasarkan status pekerjaan adalah Rp50.000,00 dengan rentang Rp5.000,00 hingga Rp5.020.000,00. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara kelompok pekerjaan formal dan informal (p = 0,358). Median total beban ekonomi berdasarkan tingkat pendapatan adalah Rp64.000,00 dengan rentang yang sama, dan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok pendapatan di bawah UMR dan ≥UMR (p = 0,208). Analisis bivariat terhadap biaya langsung non-medis dan biaya tidak langsung juga menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna baik berdasarkan status pekerjaan maupun tingkat pendapatan (p > 0,05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara beban ekonomi penderita tuberkulosis berdasarkan status pekerjaan dan tingkat pendapatan di Kota Kupang.