Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Analisis Dampak Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Usia Sekolah Terhadap Keamanan Nasional Dalam Persepktif Intelijen Nugroho, Aji Rizkika Hasma; Wulansari, Catharina Dewi; Subiakto, Yuli
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 4: Juni 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i4.7947

Abstract

Penyalahgunaan narkoba dikalangan anak usia sekolah menjadi salah satu ancaman kemanan nasional. Hal ini karena anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa yang perlu untuk dijaga dan dikembangkan supaya menjadi generasi unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dalam persepktif intelijen terhadap ancaman keamanan nasional. Jenis penelitian ini adalah studi kasus (case study). Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 terdiri dari Akademisi Intelejen, Direktorat Intelijen Bidang Pemberantasan BNN, Guru Besar Bidang sosiologi Intelijen dari STIN, Dosen Bidang Keamanan Nasional dari STIN, Pengurus Yayasan Pendidikan, Akademis Intelijen dan Dosen Bidang Hukum dan Ham dari STIN. Hasil analisis didapatkan bahwa pendistribusian penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dikendalikan oleh mafia dan disalurkan melalui teman sendiri. Dampak dari penyalahgunaan narkoba dapat mengancam keamanan nasional karena anak usia sekolah merupakan generasi penerus bangsa dan calon pemimpin negara ini. Selain itu, penyalahunaan narkoba sendiri dapat merusak kesehatan mental pada anak usia sekolah. Intelejen memiliki peran dalam melakukan pemantauan, identifikasi, analisis, kerjasama antar kelembagaan kementrian, dan memberikan edukasi. Penyalahgunaan narkoba pada anak usia sekolah dapat berdampak mengancam keamanan nasional, dimana anak sekolah sebagai penerus bangsa.
Analisis Ancaman Faktor Psikopatologis terhadap Potensi Radikalisme pada Siswa SMA di Kota Bandung Amanjaya, Iguh; Wulansari, Catharina Dewi; Josef, Hari Kusnanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12650

Abstract

Radikalisme di kalangan remaja merupakan ancaman serius di Indonesia yang berpotensi berkembang menjadi tindakan terorisme dan mengancam keamanan nasional1. Kerentanan emosional remaja serta tingginya akses informasi melalui internet menjadikan kelompok ini sasaran utama penyebaran ideologi radikal2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor psikopatologis dan potensi radikalisme pada siswa SMA di Kota Bandung serta mengeksplorasi peran intelijen dalam deteksi dini dan pencegahan dini terhadap ancaman tersebut3. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner berbasis SCATI (Social-Cognitive and Affective Theory Inventory) dan ARIS (Attitudes toward Radical Ideology Scale) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya4. Sampel kuantitatif diambil secara simple random sampling sebanyak 138 siswa SMA di Kota Bandung dan dianalisis menggunakan SPSS 26, sedangkan data kualitatif diperoleh dari wawancara mendalam dengan narasumber yang relevan dan dianalisis dengan teknik analisis tematik menggunakan NVIVO5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikopatologis responden berada dalam kategori sedang 6, di mana mereka cenderung menunjukkan gejala psikopatologis yang konsisten tetapi belum mendominasi aktivitas sehari-hari7. Potensi radikalisme juga berada pada kategori sedang 8, di mana responden memiliki pandangan dan sikap yang cenderung mengarah pada radikalisme namun belum sepenuhnya terbentuk sebagai keyakinan atau tindakan radikal eksplisit9. Analisis regresi linear Spearman-rank menunjukkan bahwa faktor psikopatologis berkontribusi sebesar 45% terhadap potensi radikalisasi (p<0,01)10. Hubungan negatif signifikan ditemukan antara kedua variabel tersebut (r = -0,42; p<0,01), yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat psikopatologis, semakin rendah potensi radikalisasi11. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman terhadap faktor psikopatologis dalam pencegahan radikalisasi pada remaja12. Peran intelijen dalam deteksi dini dan pencegahan radikalisme melalui kolaborasi dengan dinas pendidikan, sekolah, dan orang tua sangat krusial untuk memitigasi risiko tersebut13. Disarankan adanya program intervensi yang terfokus pada kesehatan mental siswa dan peningkatan kesadaran tentang bahaya ideologi radikal14.