Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : FIKkeS

HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEMIMPINAN DAN GAYA MANAJEMEN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 3, No 2 (2010): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.375 KB)

Abstract

Kepuasan kerja merupakan wujud dari persepsi karyawan yang tercermin dalam sikap dan terfokus pada perilaku terhadap pekerjaannya. Timbulnya tanda dan gejala ketidakpuasan kerja perawat berhubungan dengan lingkungan kerja perawat khususnya kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen. Lingkungan kerja yang positif mampu mempengaruhi, mendorong dan memotivasi seseorang untuk bekerja secara optimal sesuai profesinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat di RSUD Tugurejo Semarang. Populasi penelitian berjumlah 225 orang dengan latar belakang pendidikan Dlll keperawatan, sarjana keperawatan dan ners. Teknik pengambilan sampelnya adalah total sample. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi yaitu penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan antar variabel dengan metode cross sectional. Variabel bebas adalah kualitas kepemimpinan dan gaya manajemen, sedangkan variabel terikatnya adalah kepuasan kerja perawat. Hasil analisis didapatkan kualitas kepemimpinan keperawatan baik (54.2%), gaya manajemen baik (56.4%), kepuasan ketrja perawat baik (53,8%), dan adanya hubungan antara kualitas kepemimpinan dengan kepuasan kerja (p=0,000) serta adanya hubungan antara gaya manajemen dengan kepuasan kerja (p=0,000). Kesimpulan: ada hubungan antara kualitas kepemimpinan .dan gaya manajemen dengan kepuasan kerja perawat. Kata Kunci : kepemimpinan, manajemen, kepuasan kerja.
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN PASCA OPERASI RAWAT INAP DI RSUD KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Dian Liestriana; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.454 KB)

Abstract

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien.Komunikasi merupakan hal yang sangat penting bagi perawat dalam berinteraksi dengan pasien.Komunikasi menjadi tidak efektif karena kesalahan dalam menafsirkan pesan yang diterimanya.Kepuasan penerima pelayanan dicapai apabila penerima pelayanan memperoleh pelayanan sesuai dengan yang dibutuhkan dan diharapkan.Data pasien operasi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan bulan Januari-Desember 2009 sebanyak 777 orang, sedangkan pada bulan Januari-September 2010 sebanyak 723 orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien pasca operasi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 32 orang.Instrumen penelitian yaitu kuesioner dengan analisa data menggunakan uji korelasi person product moment.Hasil uji korelasi person product moment diperoleh ? value sebesar 0,001 < 0,05 berarti ada hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dengan kepuasan pasien pasca operasi di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Petugas kesehatan sebaiknya mampu menciptakan komunikasi yang aktif antara petugas kesehatan dan pasien.Petugas kesehatan sebaiknya menumbuhkan rasa empati terhadap sehingga dapat melakukan komunikasi interpersonal dengan baik.Kata kunci : Komunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) PADA TINDAKAN PEMASANGAN INFUS DIRUANG MAWAR RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Casmirah -; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.271 KB)

Abstract

Peran orang tua (Support Social) pada anak hospitalisasi dapat menguatkan anak melalui pemberian penghargaan baik dengan kasih sayang, perhatian dan kehangatan.Peran orang tua pada saat pemasangan infus pada anak prasekolah dapat mengurangi kecemasan anak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kecemasan anak prasekolah (4 6 tahun) pada tindakan pemasangan infus.Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak prasekolah (4 - 6 tahun) yang dirawat di ruang mawar RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan pada tanggal 11 Januari 12 Febuari 2011 dengan jumlah sampel 34 responden. Hasil penelitian menunjukan 70,6 % peran orang tua baik dan 70,6% anak prasekolah mengalami kecemasan sedang pada tindakn pemasangan infus. Ada hubungan antara peran orang tua dengan kecemasan anak prasekolah (4 - 6 tahun) pada tindakan pemasangan infus diruang mawar RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan dengan hasil P value 0,001 <? (0,05). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan anak selama hospitalisasi seperti faktor lingkungan, dukungan keluarga, pengetahuan orang tua dan umur orang tua, serta perlu dipertimbangkan penggunaan metode penelitian yang berbeda dan pengembangan kuesioner penelitian.Kata kunci : peran orang tua, kecemasan anak prasekolah, tindakan pemasangan infus
HUBUNGAN PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT(PMO) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI PUSKESMAS KEDUNGWUNI II KABUPATEN PEKALONGAN Dewi Kartikasari; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 1 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.755 KB)

Abstract

Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis.Di Indonesia, TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Pada tahun 2004 ada 539.000 kasus baru dan 101.000 kematian dengan insidensi kasus TB positif 100.000 penduduk. Salah satu penyebab tingginya angka kejadian penyakit TB paru adalah karena pasien tidak patuh dalam pengobatan,terutama dalam kepatuhan minum obat. Berbagai faktor dapat mendukung ketaatan pasien dalam program pengobatan, salah satunya adalah dukungan dari keluarga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan peran keluarga sebagai pengawas minum obat (PMO) dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB paru yang ada dalam keluarga yang masih mengikuti program pengobatan di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan sebanyak 31 orang. Teknik Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Hasil uji statistik bivariat menggunakan spearman rank dengan ?5%, didapatkan ? = 0,000 sehingga ada hubungan peran keluarga sebagai PMO dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di Puskesmas Kedungwuni II Kabupaten Pekalongan. Peran keluarga sebagai PMO akan meningkatkan kepatuhan minum obat pasien TB paru, sehingga diharapkan keluarga ikut berpartisipasi dalam pengawasan minum obat pasien.Kata kunci : peran keluarga PMO, kepatuhan minum obat, penderita TB paru
KEPERCAYAAN (TRUST) PASIEN KEPADA PERAWAT DALAM MENJALANKAN PERAWATAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN DI BANGSAL KELAS 3 RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA SEMARANG Arnoldus Mean Saho; Madya Sulisna; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 4, No 1 (2011): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.051 KB)

Abstract

Terbinanya hubungan percaya merupakan media dalam mengembangkan hubungan antara perawat dan klien maupun keluarga untuk melakukan suatu tindakan penolongan yang nyaman bagi klien. Hubungan saling percaya ini merupakan proses interaksi antara perawat dan klien untuk mengekspresikan kebutuhan, memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan koping, salah satunya dengan mengatasi masalah kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan pasien kepada perawat dalam menjalankan perawatan dengan tingkat kecemasan pasien di bangsal kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien bangsal kelas 3 Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah 221 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kepercayaan responden adalah tinggi yaitu 87,3%, dan sebagian besar kecemasan responden adalah ringan yaitu 48,0%. Hasil uji korelasi spearmans rho didapatkan nilai r sebesar -0,406 dengan nilai p sebesar 0,000. Artiya adanya hubungan negatif antara kepercayaan dengan tingkat kecemasan. Berdasarkan hasil tersebut maka rumah sakit diharapkan dapat melakukan pembinaan kepada para perawatnya untuk membangun hubungan interpersonal antara perawat-klien terutama membangun kepercayaan pasien terhadap perawatKata Kunci : Kepercayaan, Tingkat kecemasan
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN MASA KERJA PERAWAT DENGAN TINDAKAN PEMASANGAN INFUS SESUAI STANDART OPERATING PROCEDURE DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Anggraeni Purnama S; Edy Wuryanto; Suyono -
FIKkeS Vol 6, No 1 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.364 KB)

Abstract

Pemberian terapi intravena saat ini merupakan yang paling banyak digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi pasien. Tindakan pemasangan infus, akan berkualitas apabila dalam pelaksanaannya selalu mengacu pada standar yang telah ditetapkan, sehingga kejadian infeksi atau berbagai permasalahan akibat pemasangan infus dapat dikurangi bahkan tidak terjadi. Namun hingga saat ini angka kejadian infeksi cukup banyak atau masih ada di berbagai pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan masa kerja perawat dengan tindakan pemasangan infus sesuai standart operating procedure, jenis penelitian analitis korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang, pada 64 orang perawat dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling accidental. Metode analisa data dengan uji statistik chie-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tidak betul dalam pelaksanaan tindakan pemasangan infus sesuai standart operating procedure sebanyak 57 orang perawat (89,1%). Dari hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dan masa kerja perawat dengan tindakan pemasangan infus sesuai standart operating procedure (p > 0,05). Berdasarkan hasil tersebut pihak perlu adanya memperbaharui secara berkala standart operating procedure sesuai dengan penelitian-penelitian terbaru untuk keselamatan dan kenyamanan pasien.Kata kunci : tingkat pendidikan, masa kerja perawat, tindakan pemasangan infus sesuai standart operating procedure
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DIARE PADA BAYI DI DESA JERUK SARI KECAMATAN TIRTO KABUPATEN PEKALONGAN Eni Wiharti; Sri Rejeki; Edy Wuryanto
FIKkeS Vol 5, No 2 (2012): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.564 KB)

Abstract

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya angka kesakitan diare dari tahun ke tahun. Berdasarkan umur, prevalensi tertinggi kejadian diare terjadi pada usia 6 11 bulan sebanyak 19,45% dari seluruh kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan diare pada bayi di desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Jenis penelitian adalah penelitian penjelasan, dengan menggunakan metode survey melalui pendekatan cross sectional . Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan observasi pada kelompok ibu dan bayi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2011 di desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, populasinya adalah seluruh ibu yang memiliki anak bayi, teknik pengambilan sampel dengan metode Proportional Random Sampling, dengan jumlah sampel 81 orang. Data primer diambil dengan metode wawancara dan observasi sedangkat data sekunder diperoleh dari profil Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan 2010. Data yang diperoleh dalam penelitian diolah dengan menggunakan statistik uji chi square dengan derajat kemaknaan (?) <0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar faktor lingkungan responden kurang baik dengan nilai r-value< 0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian diare pada bayi di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar perilaku responden cukup dengan nilai r-value< 0,05 yang berarti ada hubungan antara faktor perilaku dengan kejadian diare pada bayi di Desa Jeruk Sari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.Berdasarkan hasil tersebut diperlukan upaya penyuluhan kesehatan terutama terhadap faktor lingkungan dan perilaku yang dapat mencegah penyakit diare agar dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan karena diare.Kata kunci : lingkungan, perilaku dan diare.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG S1 KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG TAHUN 2012 Arum Setyaningsih; Edy Wuryanto; Sayono -
FIKkeS Vol 6, No 2 (2013): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : FIKkeS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.387 KB)

Abstract

Jumlah perawat yang dominan di rumah sakit, menjadikan keperawatan sebagai salah satu profesi yang berperan penting dalam upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit. Salah satu langkah meningkatkan kualitas pelayanan adalah dengan peningkatan kualitas SDM perawat melalui peningkatan pendidikan formal perawat. Namun di lapangan masih banyak perawat yang bekerja di rumah sakit berpendidikan akademi atau diploma III keperawatan bahkan SPK setingkat SMA.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan, jenis penelitian explanatory research, dengan pendekatan cross sectional. Penelitian telah dilaksanakan di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang, pada 122 perawat dengan teknik pengambilan sampel proportional stratified simple random sampling. Metode analisa data dengan uji korelasi rank spearman rho dan chie-square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki tingkat motivasi sedang sebanyak 70 perawat (57,4%). Dari hasil analisa menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, status perkawinan dan pendapatan keluarga dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan (p > 0,05). Ada hubungan yang signifikan antara faktor penghargaan dan faktor dukungan atasan dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan (p < 0,05).Berdasarkan hasil tersebut pihak manajemen rumah sakit perlu untuk lebih memberikan dukungan dan keterbukaan tentang sistem penghargaan kepada perawat, sehingga lebih memotivasi perawat untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.Kata Kunci: usia, lama kerja, status perkawinan, pendapatan keluarga, penghargaan, dukungan atasan, motivasi